[ppi] [ppiindia] Fatamorgana Kemerdekaan Indonesia
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Thu, 17 Aug 2006 03:07:50 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
RIAU POS
Fatamorgana Kemerdekaan Indonesia
Rabu, 16 Agustus 2006
Cita-cita negeri yang sudah merdeka 61 tahun ini patut dihargai. Hanya saja
dalam usia yang cukup tua untuk ukuran manusia, negeri ratna mutu manikam ini
harus segera berkaca, sudah terwujudkah cita-cita kemerdekaan tersebut?
Seberapa jauh Indonesia benar-benar terbebas dari penjajah? Atau yang terjadi
justru hanya peralihan bentuk penjajahan, dari penjajahan militer kepada
penjajahan non-militer yang akibatnya sama; sama-sama membuat rakyat kecil
tetap termarjinalkan?
Penjajahan (isti'mbr) adalah dominasi militer, politik, ekonomi, dan budaya
terhadap bangsa yang dijajah untuk dieksploitasi. Penjajahan militer sudah
tidak populer dan banyak mendapat kecaman dunia. Sebaliknya, penjajahan
non-militer seperti tekanan ideologi dan politik, dominasi ekonomi, intervensi
undang-undang dan pemaksaan budaya dirasa lebih efektif. Inilah yang sedang
dialami Indonesia.
Baru Mimpi
Dalam UUD 1945, tertuang tujuan kemerdekaan Indonesia, salah satunya adalah
terwujudnya masyarakat adil, makmur, sejahtera. Namun faktanya, jumlah penduduk
miskin di Indonesia semakin bertambah besar. Berdasarkan laporan The Imperative
for Reform yang dikeluarkan oleh World Bank, dengan standar garis kemiskinan
adalah pendapatan 2 dolar (sekitar Rp17.000) per hari, pada tahun 2002 terdapat
55,1 persen penduduk Indonesia yang terkategori miskin.
Pelayanan kesehatan juga masih rendah. Kasus busung lapar yang menyerang
anak-anak balita sudah mencapai angka 8 persen. Sekitar 1,67 juta jiwa anak
balita menderita busung lapar (Kompas, 28 Mei 2006). Belum lagi kasus flu
burung yang sampai saat ini belum menemukan jawaban, dari mana datangnya virus
flu yang mematikan tersebut (Tempo, 31 Juli 2005).
Dari sisi kualitas SDM, Indonesia juga mengalami kemunduran, paling tidak ini
mencerminkan gagalnya sistem pendidikan di Indonesia. Berdasarkan hasil
penelitian The Political and Ecomonic Risk Consultancy (PERC) pertengahan
September 2001, SDM Indonesia paling rendah diantara 12 negara Asia; bahkan
lebih rendah dari Vietnam yang baru lepas dari konflik perang.
Rasa aman bagi setiap warga juga sudah mulai menjadi barang langka. Kelemahan
aparat menyebabkan rakyat main hakim sendiri. Data dari Bappenas menunjukan
bahwa angka kejahatan (pencurian, pembunuhan, penggelapan dan lain-lain) tahun
1995/96 mencapai 146.008 kasus, sedangkan tahun 1996/1997 berjumlah 149.038
kasus, dan tahun 1997/1998 ada 130.452 kasus.
Hukum di negara ini juga sudah menjadi komoditas yang diperjualbelikan.
Keadilan telah lama tergadaikan. Mafia peradilan bukan lagi isapan jempol.
Mengapa Terjadi Kegagalan?
Mengapa ''kemerdekaan'' gagal mengantarkan Indonesia pada tujuannya? Padahal
sudah 61 tahun Indonesia merdeka. Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani menjelaskan
bahwa, penyebab kegagalan negeri-negeri Muslim untuk bangkit adalah, sebagian
besar negeri-negeri Islam kini tunduk kepada kepemimpinan berpikir
kapitalis-demokratis. Ekonomi tunduk pada sistem kapitalis; demikian juga dalam
militer yang masih bergantung ke Barat. Dalam politik luar negeri,
negeri-negeri Islam sekadar mengikuti arahan politik dari negeri-negeri Barat.
Islam Wujudkan Cita-Cita
Bangsa Indonesia telah memulai UUD-nya pada bagian pembuka dengan kalimat,
"Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu
maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan." Namun, sesungguhnya hingga
kini Indonesia masih terjajah.
Islam sebagai dien yang syumul, memiliki aturan yang jelas dan rinci bagi
seluruh pemecahan kehidupan manusia, karena aturan ini dibuat dan diturunkan
dari al-khaliq.
Syariat Islam sesungguhnya mampu membebaskan negeri ini dari penjajahan, baik
secara ideologi, politik, ekonomi, pendidikan, budaya, maupun militer. Islam
akan menolak seluruh ideologi yang akan menghancurkan kemuliaan hukum-hukum
Allah SWT, merendahkan martabat manusia, menjadikan hubungan manusia dijalin
karena kepentingan materi semata, serta seluruh ideologi yang menjadikan
manusia penguasa mutlak dalam mengatur kehidupannya, dan menghilangkan
eksistensi Illahi dalam kehidupan publik.
Syariat Islam juga akan mampu menciptakan masyarakat yang adil, makmur, dan
sejahtera, karena dalam pandangan Islam, adil berarti semuanya dalam kedudukan
yang sama, dengan memperlakukan warga negara yang terdiri dari kaum Muslim dan
non-Muslim (ahlul dzimmah) dengan hak dan kewajiban yang sama, kecuali dalam
urusan akidah dan ibadah (yang dibebaskan bagi mereka).
Ditetapkan pada kaum dzimmah kewajiban membayar jizyah sebagai jaminan keamanan
(Al-Islam wa Nizham al-Hukm, Mutawalli hal.339). Jizyah inipun tidak dipungut
dari orang-orang miskin, lemah, dan membutuhkan sedekah.
Syariat Islam akan menjamin seluruh kemashlahatan individu dan juga urusan
jamaah, baik Muslim maupun non Muslim. Kebutuhan pokok setiap individu rakyat
dijamin oleh negara, sehingga semua individu dalam masyarakat harus memperoleh
jaminan atas kehidupan yang layak, dengan strategi pemenuhan kebutuhan pokok
yang dilaksanakan individu dan negara, yang sesuai tuntunan syariah.
Dalam pandangan Islam setiap kepala keluarga diperintahkan untuk bekerja
mencari nafkah, negara akan menyediakan lapangan pekerjaan dan berbagai
fasilitas pekerjaan, agar setiap orang yang mampu bekerja dapat memeperoleh
pekerjaan, guna terpenuhi kebutuhan pokoknya.
Disamping itu, kepala negara pun bertanggung jawab atas jaminan distribusi
kekayaan untuk menciptakan keseimbangan ekonomi dalam masyarakat, sehingga
tidak terjadi kesenjangan dan kemiskinan (Pengantar Ekonomi Islam Muhammad
Al-Fatih, hal.172).
Adapun cara-cara Islam dalam menjaga dan menjamin persatuan wilayah-wilayah
adalah dengan: Pertama, larangan melakukan separatis atau upaya memisahkan diri
(bughat). Hal ini diharamkan Rasulullah. ''Siapa saja yang datang kepada
kalian, sedangkan urusan kalian berada di tangan seseorang (khalifah), kemudian
ia hendak memecah-belah kesatuan jamaah (khilafah) kalian, maka bunuhlah ia''.
(HR Muslim).
Kedua, aktivitas peleburan umat/rakyat dengan ideologi Islam. Syariat Islam
juga berhasil menghilangkan ikatan kesukuan, sekat kebangsaan dalam satu ikatan
aqidah yang sama yaitu aqidah Islam yang melebur dalam jiwa setiap Muslim
sebagai sebuah ideologi yang diterapkan sebagai hasil pancaran ketaqwaan dalam
individu-individu Muslim, adanya kontrol dalam masyarakat untuk melakukan
proses amar ma'ruf nahi mungkar, dan adanya institusi negara untuk menerapkan
dan melaksanakan syariah Islam.
Ketiga, tidak membuat dikotomi mayoritas-minoritas, penakluk-yang ditaklukan.
Dalam pandangan Islam, semua warga negara sama. Hal ini membuktikan, bahwa
gambaran karakter syariat Islam rahmatan lil 'alamin. Rahmat ini diperuntukkan,
baik bagi kaum Muslim maupun non Muslim. Keadaan ini tercatat dengan tinta emas
dalam sejarah sepanjang 800 tahun, misalnya, ketika Spanyol hidup dalam naungan
Islam, tiga agama besar; Islam, Kristen, dan Yahudi bisa hidup berdampingan.
Masing-masing pemeluknya bebas menjalankan syariat agamanya dan negara
menjaminnya.***
Anni Mhd, anak jati Riau, mahasiswi Jurnalistik Universitas Padjajaran, Bandung.
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Fatamorgana Kemerdekaan Indonesia