[ppi] [ppiindia] FW: Indonesia Perlu Belajar dari Malaysia dalam Peringatan Hari Kemerdekaan

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
 
 
SELAMAT ULANG TAHUN .. INDONESIAKU
 
:) .. belum telatkan?
 
 
 
----- Original Message ----- 
 
 

http://www.republika.co.id/ASP/online_detail.asp?id=169839 
<http://www.republika.co.id/ASP/online_detail.asp?id=169839&kat_id=23> 
&kat_id=23
 
Rabu, 18 Agustus 2004  10:18:00
Indonesia Perlu Belajar dari Malaysia dalam Peringatan Hari Kemerdekaan



Mataram-Rol-- Mantan pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Nusa 
Tenggara Barat (NTB), Ir Hadi menyatakan, pemerintah dan bangsa Indonesia perlu 
belajar dari Malaysia dalam memperingati hari kemerdekaannya.

"Indonesia yang lebih dulu merdeka dari Malaysia mengalami keterlambatan yang 
sangat luar biasa dibandingkan dengan negara bekas jajahan Inggris tersebut, 
karena peringatan hari jadinya diisi dengan kerja keras," katanya di Mataram, 
Rabu.

Dikatakannya, dirinya sangat tersentak ketika rekannya dari Malaysia datang 
bertamu kerumah kediamannya, dimana pada saat itu ada acara peringatan HUT RI 
ke 59 yang diwarnai dengan beragam permainan.

Warga Malaysia yang berkebangsaan India tersebut merasa sangat heran mengapa 
masyarakat di Indonesia masih terpaku dengan acara hura-hura dan juga 
seremonial menyambut peringatan hari kemerdekaannya.

Sementara pemerintah Malaysia dengan segenap rakyatnya sudah meninggalkan 
kebiasaan tersebut, dan mengisinya dengan kerja keras sehigga kemakmuran dan 
kesejahteraan masyarakatnya bisa lebih baik.

"Rakyat Malaysia sudah lama meninggalkan kebiasaan seperti itu, karena dinilai 
tidak produktif dan terkesan membebani masyarakat pada hal-hal yang tidak 
membawa manfaat bagi peningkatan kesejahteraan rakyat," katanya menirukan 
cerita rekannya dari Malaysia itu.

Hadi, yang selama ini aktif diorganisasi kepemudaan dan sekarang sebagai salah 
satu PNS di intansi pemerintah provinsi NTB mengaku sangat "terpukul" oleh 
kritisi yang disampaikan rekannya dari Malaysia itu.

Terlebih ketika ditanyakan berapa biaya, tenaga dan waktu yang dihabiskan untuk 
persiapan perayaan HUT kemerdekaan tersebut setiap tahunnya.

Bahkan dirinya sebagai PNS dituding telah bekerja tidak produktif melayani 
masyarakat, sejak awal bulan Agustus hingga pasca perayaan HUT tersebut, dengan 
dalih penyambutan HUT RI.

"Karena itu, kita memang perlu belajar ke negara tetangga dalam penyambutan dan 
perayaan hari kemerdekaan. Karena kebiasaan yang kita lakukan selama ini 
cenderung kepada pemborosan dan menyebabkan banyak PNS tidak produktif dalam 
pelayanan masyarakat, karena alasan perayaan HUT RI," tegasnya. 

Menurutnya, untuk merubah kebiasaan tersebut tidak berarti bahwa bangsa ini 
tidak menghargai jerih payah para pahlawan yang telah membebaskan bangsa ini 
dari belenggu penjajah. 

Tetapi akan lebih mulia rasanya bila kemerdekaan itu diisi dengan kerja keras, 
khususnya bagi masyarakat di Nusa Tenggara Barat ini, yang IPM-nya menduduki 
rangking 30 dari 32 provinsi di Indonesia.

"Sudah waktunya kita tinggalkan kebiasaan buruk yang hanya menghambur-hamburkan 
waktu, tenaga dan materi dalam perayaan HUT RI tersebut dan mengisinya dengan 
kerja keras, guna meningkatkan kesejahteraan yang lebih baik," demikian 
Ir.Hadi.ant/mim

 
 
 
 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: