[ppi] [ppiindia] FW: Indonesia Perlu Belajar dari Malaysia dalam Peringatan Hari Kemerdekaan
- From: "Listy" <listy@xxxxxxxxxxxxxxx>
- To: "[ppiindia] (E-mail)" <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
- Date: Wed, 18 Aug 2004 13:10:52 +0700
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
SELAMAT ULANG TAHUN .. INDONESIAKU
:) .. belum telatkan?
----- Original Message -----
http://www.republika.co.id/ASP/online_detail.asp?id=169839
<http://www.republika.co.id/ASP/online_detail.asp?id=169839&kat_id=23>
&kat_id=23
Rabu, 18 Agustus 2004 10:18:00
Indonesia Perlu Belajar dari Malaysia dalam Peringatan Hari Kemerdekaan
Mataram-Rol-- Mantan pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Nusa
Tenggara Barat (NTB), Ir Hadi menyatakan, pemerintah dan bangsa Indonesia perlu
belajar dari Malaysia dalam memperingati hari kemerdekaannya.
"Indonesia yang lebih dulu merdeka dari Malaysia mengalami keterlambatan yang
sangat luar biasa dibandingkan dengan negara bekas jajahan Inggris tersebut,
karena peringatan hari jadinya diisi dengan kerja keras," katanya di Mataram,
Rabu.
Dikatakannya, dirinya sangat tersentak ketika rekannya dari Malaysia datang
bertamu kerumah kediamannya, dimana pada saat itu ada acara peringatan HUT RI
ke 59 yang diwarnai dengan beragam permainan.
Warga Malaysia yang berkebangsaan India tersebut merasa sangat heran mengapa
masyarakat di Indonesia masih terpaku dengan acara hura-hura dan juga
seremonial menyambut peringatan hari kemerdekaannya.
Sementara pemerintah Malaysia dengan segenap rakyatnya sudah meninggalkan
kebiasaan tersebut, dan mengisinya dengan kerja keras sehigga kemakmuran dan
kesejahteraan masyarakatnya bisa lebih baik.
"Rakyat Malaysia sudah lama meninggalkan kebiasaan seperti itu, karena dinilai
tidak produktif dan terkesan membebani masyarakat pada hal-hal yang tidak
membawa manfaat bagi peningkatan kesejahteraan rakyat," katanya menirukan
cerita rekannya dari Malaysia itu.
Hadi, yang selama ini aktif diorganisasi kepemudaan dan sekarang sebagai salah
satu PNS di intansi pemerintah provinsi NTB mengaku sangat "terpukul" oleh
kritisi yang disampaikan rekannya dari Malaysia itu.
Terlebih ketika ditanyakan berapa biaya, tenaga dan waktu yang dihabiskan untuk
persiapan perayaan HUT kemerdekaan tersebut setiap tahunnya.
Bahkan dirinya sebagai PNS dituding telah bekerja tidak produktif melayani
masyarakat, sejak awal bulan Agustus hingga pasca perayaan HUT tersebut, dengan
dalih penyambutan HUT RI.
"Karena itu, kita memang perlu belajar ke negara tetangga dalam penyambutan dan
perayaan hari kemerdekaan. Karena kebiasaan yang kita lakukan selama ini
cenderung kepada pemborosan dan menyebabkan banyak PNS tidak produktif dalam
pelayanan masyarakat, karena alasan perayaan HUT RI," tegasnya.
Menurutnya, untuk merubah kebiasaan tersebut tidak berarti bahwa bangsa ini
tidak menghargai jerih payah para pahlawan yang telah membebaskan bangsa ini
dari belenggu penjajah.
Tetapi akan lebih mulia rasanya bila kemerdekaan itu diisi dengan kerja keras,
khususnya bagi masyarakat di Nusa Tenggara Barat ini, yang IPM-nya menduduki
rangking 30 dari 32 provinsi di Indonesia.
"Sudah waktunya kita tinggalkan kebiasaan buruk yang hanya menghambur-hamburkan
waktu, tenaga dan materi dalam perayaan HUT RI tersebut dan mengisinya dengan
kerja keras, guna meningkatkan kesejahteraan yang lebih baik," demikian
Ir.Hadi.ant/mim
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts: