[ppi] Re: [ppiindia] FW: Delegasi Pengusaha China Pantau Pemilu Indonesia
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
- Date: Thu, 8 Apr 2004 11:11:03 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
Pada zaman sekarang berbisnis dalam arti menginvestasikan modal membutuhkan
pemantauan dan analisa kestabilan politik, tanpa kestabilan tsb agak sulit
untuk diadakan penanam modal besar dan berjangka panjang. Jadi tak ada beda
apakah itu investasi dollar, Euro, Yen atau Yuan dsb., semua memakai
kriteria yang sama dalam dunia yang terinteraksi antara kaum modal..
Yang menarik ialah apa konklusi yang mereka tarik dari pemantuan mereka.
----- Original Message -----
From: "Listy" <listy@xxxxxxxxxxxxxxx>
To: "[ppiindia] (E-mail)" <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
Sent: Thursday, April 08, 2004 4:16 AM
Subject: [ppiindia] FW: Delegasi Pengusaha China Pantau Pemilu Indonesia
>
> jadi .. berbisnis tak harus melirik dollar atau euro :)
> rasanya .. lebih baik dengan 'tetangga' sendiri ..
>
> cheers
>
>
> ----- Original Message -----
> Sent: Thursday, April 08, 2004 7:06 AM
> Subject: Delegasi Pengusaha China Pantau Pemilu Indonesia
>
> Delegasi Pengusaha China Pantau Pemilu Indonesia
> Untuk Tentukan Arah Investasi
>
> Jakarta, Rabu
>
>
>
> Delegasi Pengusaha China memantau jalannya pemilihan umum (pemilu) di
Indonesia dan mempertanyakan prospek pemerintahan pasca pemilu untuk
menentukan arah investasi dan kontak bisnisnya di Indonesia.
>
> Hal tersebut terkemuka dalam pertemuan Delegasi Pengusaha China yang
dipimpin oleh Wakil Ketua CCPIT dan Kamar Dagang Internasional China, Liu
Wenjie dengan Kadin Indonesia Komite China (KIKC) yang diketuai Sharif Cicip
Sutardjo, di Jakarta, Rabu malam.
>
> "Delegasi China sangat perhatian dengan jalannya pemilu di Indonesia dan
mempertanyakan pasca pemilu bagaimana dan pengaruhnya terhadap stabilitas di
Indonesia," kata Sharif Cicip Sutardjo.
>
> Menurut dia, bila pemilu berjalan lancar, maka siapapun pemenangnya akan
direspon positif oleh kalangan pengusaha dan investor, apalagi presiden dan
wakil presiden sekarang dipilih langsung oleh rakyat sehingga pemerintahan
yang terbentuk kelak akan memiliki legitimasi.
>
> Ia mengajak pengusaha China khususnya yang tergabung dalam CCPIT yang
membawahi 17 BUMN di China, untuk menanamkan investasinya di Indonesia
mengingat proses pemilu legislatif kini yang berjalan lancar dan relatif
aman. "Indonesia membutuhkan investasi untuk pembangunan infrastruktur,
seperti membangun pembangkit tenaga listrik dan sarana transportasi, di
samping industri yang kini belum bergerak optimal," ujarnya.
>
> Dikatakannya, masyarakat mengharapkan dengan terbentuknya pemerintah baru
kelak maka investasi bisa meningkat setidaknya seperti sebelum krisis yang
nilai investasi bruto sekitar 33 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB)
sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai 7,5 persen per
tahun.
>
> Sayangnya, sejak krisis (1998) sampai sekarang nilai investasi bruto
merosot dan pencapaian tertinggi hanya 20 persen dari PDB yang menyebabkan
perekonomian Indonesia hanya tumbuh tiga sampai empat persen per tahun.
"Kami mengharapkan China bisa mendorong investasi dan kontak bisnisnya di
Indonesia guna meningkat ekspor nasional," katanya.
>
> Menurut Cicip, sejauh ini China tertarik untuk melakukan investasi maupun
kontak dagang di sektor yang menghasilkan bahan baku seperti pertambangan
yang memang dibutuhkan untuk pembangunan negaranya, di samping perkebunan
seperti kelapa sawit (CPO). "Selama ini neraca perdagangan Indonesia-China
memang Indonesia mengalami surplus, namun jumlah jenis produk yang diekspor
Indonesia ke China masih sangat sedikit dibandingkan jenis produk China yang
diekspor ke Indonesia," ujarnya.
>
> Saat ini, neraca perdagangan RI-China mencapai sekitar 10 miliar dolar AS
dan surplus Indonesia sebesar 800 juta dolar, namun produk yang diekspor ke
China masih terbatas pada produk primer seperti CPO, batu bara, karet,
kertas, dan lain-lain.
>
> Cicip mengharapkan ke depan produk manufaktur Indonesia yang memiliki
nilai tambah lebih tinggi akan semakin banyak yang ekspor ke China, terutama
yang dihasilkan usaha kecil dan menengah (UKM) nasional.
>
> Menurut dia, peluang itu masih terbuka di China, terutama untuk produk
manufaktur yang berbasis bahan baku dari dalam negeri, seperti makanan
olahan berbasis ikan, produk industri berbasis karet dan kayu, dan lain-lain
yang tidak diproduksi China. "Rencananya kami akan ikut ASEAN+1 Exhibition
di China pada November 2004 nanti untuk mempromosikan produk manufaktur
Indonesia agar China tertarik menanamkan investasi dan mengimpor produk
(manufaktur) dari Indonesia," ujarnya.(ant/glo)
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
>
***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
> 5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
> 6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
> 7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts: