[ppi] [ppiindia] FW: Delegasi Pengusaha China Pantau Pemilu Indonesia
- From: "Listy" <listy@xxxxxxxxxxxxxxx>
- To: "[ppiindia] (E-mail)" <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
- Date: Thu, 8 Apr 2004 09:16:23 +0700
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
jadi .. berbisnis tak harus melirik dollar atau euro :)
rasanya .. lebih baik dengan 'tetangga' sendiri ..
cheers
----- Original Message -----
Sent: Thursday, April 08, 2004 7:06 AM
Subject: Delegasi Pengusaha China Pantau Pemilu Indonesia
Delegasi Pengusaha China Pantau Pemilu Indonesia
Untuk Tentukan Arah Investasi
Jakarta, Rabu
Delegasi Pengusaha China memantau jalannya pemilihan umum (pemilu) di Indonesia
dan mempertanyakan prospek pemerintahan pasca pemilu untuk menentukan arah
investasi dan kontak bisnisnya di Indonesia.
Hal tersebut terkemuka dalam pertemuan Delegasi Pengusaha China yang dipimpin
oleh Wakil Ketua CCPIT dan Kamar Dagang Internasional China, Liu Wenjie dengan
Kadin Indonesia Komite China (KIKC) yang diketuai Sharif Cicip Sutardjo, di
Jakarta, Rabu malam.
"Delegasi China sangat perhatian dengan jalannya pemilu di Indonesia dan
mempertanyakan pasca pemilu bagaimana dan pengaruhnya terhadap stabilitas di
Indonesia," kata Sharif Cicip Sutardjo.
Menurut dia, bila pemilu berjalan lancar, maka siapapun pemenangnya akan
direspon positif oleh kalangan pengusaha dan investor, apalagi presiden dan
wakil presiden sekarang dipilih langsung oleh rakyat sehingga pemerintahan yang
terbentuk kelak akan memiliki legitimasi.
Ia mengajak pengusaha China khususnya yang tergabung dalam CCPIT yang membawahi
17 BUMN di China, untuk menanamkan investasinya di Indonesia mengingat proses
pemilu legislatif kini yang berjalan lancar dan relatif aman. "Indonesia
membutuhkan investasi untuk pembangunan infrastruktur, seperti membangun
pembangkit tenaga listrik dan sarana transportasi, di samping industri yang
kini belum bergerak optimal," ujarnya.
Dikatakannya, masyarakat mengharapkan dengan terbentuknya pemerintah baru kelak
maka investasi bisa meningkat setidaknya seperti sebelum krisis yang nilai
investasi bruto sekitar 33 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) sehingga
mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai 7,5 persen per tahun.
Sayangnya, sejak krisis (1998) sampai sekarang nilai investasi bruto merosot
dan pencapaian tertinggi hanya 20 persen dari PDB yang menyebabkan perekonomian
Indonesia hanya tumbuh tiga sampai empat persen per tahun. "Kami mengharapkan
China bisa mendorong investasi dan kontak bisnisnya di Indonesia guna meningkat
ekspor nasional," katanya.
Menurut Cicip, sejauh ini China tertarik untuk melakukan investasi maupun
kontak dagang di sektor yang menghasilkan bahan baku seperti pertambangan yang
memang dibutuhkan untuk pembangunan negaranya, di samping perkebunan seperti
kelapa sawit (CPO). "Selama ini neraca perdagangan Indonesia-China memang
Indonesia mengalami surplus, namun jumlah jenis produk yang diekspor Indonesia
ke China masih sangat sedikit dibandingkan jenis produk China yang diekspor ke
Indonesia," ujarnya.
Saat ini, neraca perdagangan RI-China mencapai sekitar 10 miliar dolar AS dan
surplus Indonesia sebesar 800 juta dolar, namun produk yang diekspor ke China
masih terbatas pada produk primer seperti CPO, batu bara, karet, kertas, dan
lain-lain.
Cicip mengharapkan ke depan produk manufaktur Indonesia yang memiliki nilai
tambah lebih tinggi akan semakin banyak yang ekspor ke China, terutama yang
dihasilkan usaha kecil dan menengah (UKM) nasional.
Menurut dia, peluang itu masih terbuka di China, terutama untuk produk
manufaktur yang berbasis bahan baku dari dalam negeri, seperti makanan olahan
berbasis ikan, produk industri berbasis karet dan kayu, dan lain-lain yang
tidak diproduksi China. "Rencananya kami akan ikut ASEAN+1 Exhibition di China
pada November 2004 nanti untuk mempromosikan produk manufaktur Indonesia agar
China tertarik menanamkan investasi dan mengimpor produk (manufaktur) dari
Indonesia," ujarnya.(ant/glo)
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts: