[ppi] [ppiindia] FW: Debat presiden nanti malam....

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
 
Don't miss it !!!
 


-----Original Message-----
Sent: Wednesday, June 30, 2004 7:49 AM


Rabu, 30 Juni 2004,
Mega Bersedia, Amien Tidak Akan Menyerang
 
JAKARTA - Malam nanti, debat calon presiden (capres) versi KPU (Komisi 
Pemilihan Umum) mulai digelar. Pada putaran pertama, KPU akan menampilkan 
pasangan capres asal PDIP Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi dan pasangan 
capres asal PAN Amien Rais-Siswono Judo Husodo.
 
Bagi kedua pasangan kandidat tersebut, ini adalah pertemuan pertama mereka 
dalam satu panggung debat. Mega selama ini memilih bersikap menahan diri dalam 
berbagai kesempatan acara debat publik. Namun, malam nanti, Wakil Sekjen PDIP 
Pramono Anung memastikan kehadiran putri Bung Karno itu. Dan ini bakal menjadi 
penampilan pertamanya di podium debat di depan publik.
 
Ditanya soal persiapan Megawati menghadapi Amien, Pramono hanya tersenyum. 
"Persiapannya apa ya. Nggak ada. Kita mengalir saja. Kan kita sudah memiliki 
visi-misi yang jelas. Itu nanti yang akan diangkat," ungkap Pramono kepada 
koran ini kemarin. 
 
Pasangan Amien-Siswono juga sudah menyatakan kesiapannya. Bambang Sudibyo, 
ketua Tim Kampanye Amien Rais, menjelaskan bahwa pihaknya sudah menyiapkan 
diri. "Banyak materi yang tengah kami siapkan. Tapi, nggak ada rencana atau 
materi yang kita siapkan untuk menyerang lawan," kata Bambang kepada koran ini 
kemarin.
 
Bambang menambahkan, tidak ada persiapan khusus untuk menghadapi debat capres 
hari ini. Menurut dia, persiapan akan dilakukan seperti pada debat-debat capres 
sebelumnya. Selain itu, materi debat ini, katanya, sudah dikuasai Amien dan 
Siswono. "Kita kan sering melakukan debat. Jadi, ya kita sudah persiapkan 
seperti itulah," ujarnya.
 
Sementara itu, debat putaran kedua yang akan berlangsung di Ballroom Hotel 
Brobudur menampilkan tiga pasangan capres-cawapres lain. Mereka adalah 
Wiranto-Salahuddin Wahid, SBY-Jusuf Kalla, dan Hamzah Haz-Agum Gumelar. Jadwal 
ini berdasarkan undian.
 
KLARIFIKASI
 
Para panelis (penanya) dan moderator yang terlibat dalam debat capres KPU, 
kemarin, memberikan klarifikasi menanggapi berbagai isu yang memojokkan mereka 
menjelang pelaksanaan debat. Mereka melakukan klarifikasi secara bersamaan 
dalam jumpa pers yang dipandu dua anggota KPU yang masuk dalam kepanitiaan 
debat, Hamid Awaluddin dan Valina Singka.
 
Menurut Hamid, independensi atau nonpartisan merupakan salah satu kriteria yang 
harus dipenuhi para panelis dan moderator. Kriteria lain untuk panelis adalah 
berasal dari kalangan akademisi, pengamat, ormas, dan menguasai disiplin topik 
tertentu. Sedangkan kriteria moderator adalah berpengalaman, tidak identik 
dengan salah satu stasiun televisi, mampu menjadi mediator dan mencairkan 
ketegangan suasana, serta dapat menjaga keseimbangan sesi Tanya jawab.
 
Dalam debat ini, tampil sebagai moderator adalah mantan presenter SCTV Ira 
Koesno. Sedangkan panelis adalah peneliti politik LIPI Dr Ikrar Nusa Bhakti, 
Dekan FE UI Dr Aditiawan Chandra, dosen hukum UI Dr Harkristuti Harkrisnowo, 
dan Rektor Undip Semarang Prof Eko Budiharjo.
 
Ikrar mengeklirkan bahwa dirinya tidak terlibat dalam tim sukses pasangan 
capres-cawapres mana pun. Sebelumnya, namanya pernah tercatat di Mega Center, 
sebuah badan pemenangan pemilu PDIP sekaligus pencalonan ketua umumnya, 
Megawati Soekarnoputri, di ajang pilpres.
 
"Saya ini PNS. Saya juga kepala pusat penelitian politik LIPI. Tak mungkin 
jabatan itu saya pertaruhkan dengan masuk ke tim sukses maupun tim bayangan 
pasangan calon, baik tercatat atau tidak tercatat," tegasnya.
 
Dia juga membantah terlibat dalam Amien Rais for President walaupun sempat 
hadir dalam pembetukan tim itu di Hotel Century, Senayan, Jakarta, beberapa 
waktu lalu. "Waktu itu saya justru menyampaikan analisis tajam, bahkan pahit 
buat Amien Rais. Jadi, jangan lantas langsung dikira partisan," ujar Ikrar yang 
pada debat nanti mengajukan pertanyaan seputar politik, keamanan, dan otda.
 
Aditiawan Chandra, yang ditugasi menyampaikan berbagai pertanyaan seputar topik 
ekonomi dan keuangan, mengaku pernah dihubungi secara intensif oleh tim 
kampanye dua pasangan calon untuk bergabung. Bahkan, kedua tim itu sama-sama 
menawari dirinya posisi sebagai ketua tim ekonomi. "Jelas tawaran itu saya 
tolak. Kalau saya terima, artinya saya melanggar independensi. Saya juga berat 
meninggalkan jabatan dekan," urainya.
 
Satu-satunya panelis perempuan, Harkristuti Harkrisnowo, yang tercatat sebagai 
anggota Komisi Hukum Nasional (KHN) dan guru besar FH UI tak kalah sengit 
melontarkan pembelaan diri. Dengan agak berapi-api, dia mengatakan bahwa 
dirinya tidak punya hubungan, bahkan sama sekali tidak menyimpan ketertarikan 
dengan parpol atau kekuatan politik mana pun. "Yang saya pertaruhkan adalah 
muka dan nama saya di hadapan publik. Kalau saya partisan, teman-teman wartawan 
pasti tidak akan mau minta pendapat saya lagi sebagai ahli hukum pidana," 
paparnya. Dalam debat KPU, Harkristuti dipercaya untuk mengusung berbagai 
pertanyaan seputar hukum dan HAM.
 
Rektor Undip Semarang Eko Budiharjo bisa dibilang paling kalem menangkis 
berbagai isu miring tentang independensi dirinya. "Terserah saja. Kalau saya 
terbukti partisan, saya sendiri yang akan menanggung risikonya," tuturnya 
pendek. Tanpa diduga, Eko kemudian membacakan puisi karya penyair Jeihan yang 
dia sendiri lupa judulnya. Para wartawan yang hadir dalam konftrensi pers 
kemarin pun sempat tertegun.
 
Menurut Eko, struktur batin puisi tersebut amat mengesankan dirinya. 
Mengamanatkan bahwa manusia akan menanggung sendiri akibat dari perbuatannya. 
Penanya topik seputar pendidikan, sosbud, dan kesra itu juga mengungkapkan, 
dalam debat nanti, dirinya bakal membacakan beberapa puisi untuk menyelingi 
acara. Misalnya, puisi karya Ikranegara berjudul Merdeka. Isi puisi itu hanya 
satu kata: Belum. "Tapi, satu-satunya kata sekaligus lirik dan bait dalam puisi 
ini sangat sarat makna. Karena itu, saya suka,"tuturnya. 
 
Lantas, bagaimana sang moderator Ira Koesno menangkis anggapan bahwa dirinya 
masih identik dengan SCTV, stasiun televisi swasta tempat dia pernah berkiprah? 
"Saya datang dan menerima permintaan KPU serta para tim kampanye pasangan calon 
bukan dengan mind set sebagai jurnalis, terlebih sosok presenter televisi. Yang 
punya peluru saat debat nanti pun hanya para panelis. 
 
Saya hanya pengatur lalu lintas. Publik bisa menilai sendiri apakah gaya SCTV 
masih kental dalam pembawaan saya saat memandu debat nanti,"terangnya.
 
Setelah para panelis dan moderator menangkis berbagai isu negatif tentang 
mereka, anggota KPU Hamid Awaluddin memastikan bahwa hingga kemarin sore belum 
ada satu pun calon yang membatalkan kehadirannya dalam debat. Kalaupun ada 
calon yang pada akhirnya absen, yang bersangkutan tidak akan dikenai sanksi apa 
pun. "Toh, debat ini kan bukan amanat undang-undang. Kalau calon tidak datang, 
ya paling podiumnya kita biarkan kosong."
 
Konkret dan Praktis
 
Berdasar salinan daftar permasalahan (lists of problems), yang baru saja 
selesai digodok para panelis sesaat sebelum jumpa pers digelar, terungkap bahwa 
visi, misi, dan program yang diserahkan setiap pasangan calon saat mendaftar ke 
KPU menjadi acuan utama bahan pertanyaan yang harus dijawab secara konkret dan 
praktis.
 
Misalnya, konsep hubungan TNI-Polri, termasuk reformasi dan netralitas kedua 
institusi itu, penuntasan masalah separatisme dan terorisme, isu pemberantasan 
korupsi, isu hukuman mati, HAM, hak cipta, policy hubungan luar negeri, policy 
tentang otonomi daerah, serta efisiensi dan profesionalitas dalam struktur 
pemerintahan. 
 
Semua itu menyangkut pertanyaan seputar hankam, hukum, dan HAM. Kemudian, untuk 
topik ekonomi dan keuangan, dalam debat nanti, akan diajukan pertanyaan seputar 
masalah pengangguran, penanaman modal luar/dalam negeri, relokasi investasi 
asing dari Indonesia, stabilitas makro/mikro ekonomi, perpajakan, pengelolaan 
BUMN, percepatan pembangunan kawasan timur Indonesia, dan kesenjangan digital 
(digital devide) antara jumlah line telepon dan jumlah penduduk. 
 
Sekadar diketahui, Indonesia menempati posisi nomor dua terendah setelah 
Vietnam dalam hal itu. Untuk topik pendidikan dan sosbud, antara lain bakal 
ditanyakan bagaimana si calon menjalankan program peningkatan kualitas 
pendidikan, solusi mahalnya biaya pendidikan, penguasaan dan penerapan IPTEK, 
penanganan bencana alam, pemberantasan penebangan dan penyelundupan kayu 
ilegal, perlindungan TKI diluar negeri, penggusuran dan tata kota, serta 
penanggulangan narkoba dan HIV/AIDS. 
 
Bisa jadi, panelis sudah menyiapkan pertanyaan spesifik yang akan diajukan 
kepada calon tertentu. "Tapi, semuanya baru bisa terungkap pada saat debat 
berlangsung. Bahkan, jawaban yang keluar dari mulut si calon dapat memancing 
pertanyaan lanjutan dari pihak panelis secara spontan," jelas Anggota KPU 
Valina Singka.
 
Menurut Valina, undangan debat dikirim untuk 350 orang. Itu berarti bertambah 
50 tempat jika dibandingkan dengan rencana sebelumnya, yaitu 300 orang. Para 
undangan terdiri atas unsur perguruan tinggi, ormas, organisasi keagamaan, 
organisasi kepemudaan, wartawan, tim kampanye (setiap pasangan calon maksimal 
menghadirkan 20 orang anggota timnya), perwakilan 24 parpol kontestan Pemilu 
2004, lembaga pemantau, dan tokoh masyarakat.
 
Stasiun televisi yang sudah memastikan diri mel-relay langsung acara yang 
dimulai pukul 20.00 malam nanti adalah TVRI, antv, dan TV 7. TPI dan Metro TV 
merencanakan memutar siaran tunda. RCTI hanya akan menyiarkan dalam bentuk 
potongan feature. Sementara itu, Trans TV dan SCTV berjanji akan menyiarkan 
langsung begitu mengetahui bahwa semua pasangan calon benar-benar hadir lengkap 
di tempat. Tiga stasiun radio yang memiliki jangkauan luas di Indonesia, yaitu 
RRI, KBR 68H, dan Elshinta juga akan melakukan siaran secara live.
 
Kuras Rp 611 Juta
 
Valina mengakui, acara debat capres/cawapres yang digelar KPU itu menghabiskan 
dana sekitar Rp 564 juta-Rp 611 juta atau berkisar USD 60 ribu-USD 65 ribu. 
Semua dana ditanggung negara donatur, termasuk biaya hotel, biaya siaran 
langsung, lighting, setting panggung, serta uang kehormatan bagi panelis dan 
moderator. Dia menyangkal bahwa anggota KPU yang masuk dalam jajaran 
kepanitiaan debat mendapat honor. "Kami tidak mendapat honor tambahan. Uang 
kehormatan yang kami terima setiap bulan sudah cukup," katanya.
 
Sekadar mengingatkan, berdasar lampiran nota dinas Kepala Biro Keuangan KPU 
Hamdani Amin No 805/KU/VI/2004 tertanggal 18 Juni terungkap bahwa empat anggota 
KPU yang menjadi panitia debat mendapat honor Rp 1,2 juta (belum dipotong 
pajak). Mereka adalah Hamid Awaluddin, Anas Urbaningrum, Valina Singka, dan 
Mulyana W. Kusumah. Enam panitia lain, terdiri atas para pejabat dan staf 
kesekjenan KPU, mendapat honor bervariasi antara Rp 500 ribu-Rp 1,2juta. 
 
Pada saat dimintai komentar menyangkut data dalam nota dinas tersebut, Hamid 
mengatakan bahwa dalam prosesnya, honor untuk anggota KPU akhirnya dihapus.
(arm/dja/ssk)
 
 
 
 




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: