[ppi] [ppiindia] FW: DEMAM BERDARAH? Minum Sebanyak-banyaknya..

** ppi-india **
 
fyi
 
----- Original Message ----- 
Sent: Thursday, February 19, 2004 7:03 AM
Subject: DEMAM BERDARAH? Minum Sebanyak-banyaknya..

DEMAM BERDARAH? Minum Sebanyak-banyaknya..


Jakarta, Kamis 



                

*) Jangan Buru-buru Transfusi Darah 
  
Demam berdarah memang bisa menjadi penyakit mematikan bila tidak ditangani 
secara serius. Namun, penanganannya tidak selalu dengan transfusi. Dalam banyak 
kasus, banyak minum atau infus saja bisa menyelamatkan pasien.   

Hampir setiap tahun, ketika musim hujan berlangsung, selalu saja terjadi wabah 
demam berdarah dengue (DBD). Kalau sudah begini orang mulai panik melakukan 
pencegahan. Yang telanjur terjangkit pun mulai resah. Yang terbayang, harus 
menjalani transfusi darah dengan berbagai risiko yang mungkin muncul. Yang 
celaka bila dokter yang menangani masih "fresh from the campus". Tak jarang, 
dengan entengnya, dia meminta dilakukan transfusi darah. Keluarga pasien pun 
kalang kabut. 

Padahal, demam berdarah tak selalu memerlukan tindakan transfusi darah. Dalam 
banyak kasus, demam berdarah cukup ditangani dengan pemberian cairan infus. 
Transfusi darah hanya dilakukan pada kondisi khusus. 

Jumlah trombosit cepat normal    

*       

        Seseorang yang menderita demam berdarah mengalami perubahan dalam 
permiabilitas pembuluh darah. Dinding pembuluh darah penderita menjadi mudah 
ditembus cairan tubuh. 

Akibatnya, air dari pembuluh darah akan masuk ke dalam jaringan. Pembuluh darah 
pun menjadi kekurangan cairan dan oksigen. Bila berlanjut penderita bisa 
mengalami shock, yang bisa menggiring pasien ke arah kematian. 

Dalam kasus ini, mengatasinya bukan dengan transfusi darah atau komponen darah, 
khususnya trombosit. Pasien cuma mengalami kekurangan cairan, sehingga 
penanganannya ya dengan memberikan infus cairan elektrolit.

Cairan ini berfungsi untuk mengencerkan darah sehingga darah tidak pekat dan 
oksigen mudah dialirkan. Komponen darah yang bertugas mengalirkan oksigen itu 
adalah eritrosit (sel darah merah). Sementara trombosit sebagai pencegah 
perdarahan, leukosit (sel darah putih) untuk pertahanan hidup, dan plasma darah 
untuk pembekuan darah. 

Demam berdarah juga bisa meyebabkan penurunan jumlah trombosit dalam darah. 
Penurunan trombosit ini biasanya terjadi pada hari keempat sampai kelima. 
Penurunan berlangsung selama 3-4 hari. Namun, jumlah trombosit akan meningkat 
kembali setelah pasien diberi cairan dalam jumlah cukup. Dan setelah sembuh, 
jumlah trombosit darah bisa normal kembali dengan cepat. Dengan demikian 
transfusi trombosit tidak diperlukan. 

Selain itu, transfusi trombosit mengundang risiko cukup tinggi. Selain 
memerlukan biaya cukup mahal, ada kemungkinan pasien akan mengalami infeksi 
berbagai virus, terutama bila (komponen) darah tidak melalui proses screening. 
Lama-lama pasien pun bisa imun terhadap trombosit. 

Atas dasar itulah, ketika demam berdarah mewabah pada tahun 1998, RSCM 
menerapkan kebijakan tidak memberikan trombosit pada pasien yang kondisinya 
"baik", yakni tidak terjadi perdarahan; yang dimaksud, adanya bercak-bercak 
merah di bawah kulit dan bila ditekan tidak menghilang. Transfusi trombosit 
hanya diberikan bila jumlah trombosit sangat rendah disertai dengan perdarahan. 

Ketika itu, tindakan transfusi darah di RSCM hampir nihil. Sampai April 1998 
minggu kedua jumlah penderita demam berdarah yang masuk ke RSCM sudah mencapai 
354 orang. Mereka tidak diberi transfusi darah berupa penambahan trombosit. 
Mereka cuma mendapatkan infus cairan elektrolit. Hasilnya, mereka berhasil 
sembuh. Cuma seorang pasien yang meninggal dunia. Itu pun lantaran si pasien 
juga penderita diabetes. 

Risiko yang muncul dari penurunan trombosit memang tergantung pada tingkat 
keparahan penurunannya. Bila jumlah trombositnya kurang dari 60.000, pasien 
mempunyai risiko terjadinya perdarahan. Kurang dari 20.000 risikonya berupa 
perdarahan tiba-tiba. Lebih rendah dari 5.000 risikonya paling tinggi, yakni 
perdarahan otak. 

Fungsi trombosit di dalam tubuh sangat penting, yakni menghentikan perdarahan 
akibat pecahnya pembuluh kapiler. Dan perdarahan ini hanya dialami oleh 
penderita yang mukosanya sudah terbuka. Umpamanya pada orang yang mengalami 
tukak lambung.   

Minum sebanyak-banyaknya 

Pada akhir dekade 1970-an dan awal dekade 1980-an penyakit yang disebabkan 
virus dengue ini banyak menjangkiti anak-anak. Meskipun begitu ada juga bayi 
berusia kurang dari 1 tahun terserang penyakit ini. 

Bayi berumur kurang dari 6 bulan umumnya amat jarang terserang DBD. Namun, pada 
akhir dekade 1990-an orang dewasa pun bisa terjangkiti. Penderita dewasa 
berusia 15-40 tahun ini mencapai 30-40%. 

Bila virus dengue sudah menyusup ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk Aedes 
aegypti, gejala demam berdarah pun segera muncul. Namun, gejala awalnya mirip 
penyakit lain, sehingga dokter pun tak bisa memastikannya. 

Pada hari sakit kesatu - ketiga, demam tinggi mendadak, tidak pilek atau batuk, 
muka kemerahan, lesu dan lemah, tidak nafsu makan, mual dan muntah, dapat 
disertai mencret, kejang, nyeri otot, pegal-pegal, serta nyeri perut. Pada hari 
sakit ketiga-kelima, demam turun tapi penderita tetap lemah. Hari sakit keenam 
merupakan fase penyembuhan, demam menghilang, tidak ada perdarahan baru, timbul 
nafsu makan, dan sembuh dari gejala sisa. 

Pada saat gejala awal muncul, penderita harus minum sebanyak-banyaknya (ini 
berlaku untuk sakit apa pun). Dia mesti minum obat penurun panas, kompres 
hangat, minum obat anti kejang bila ada riwayat kejang. 

Penderita demam berdarah tidak mesti harus dibawa ke dokter. Yang perlu 
dilakukan keluarga pasien adalah tidak terburu-buru panik, apalagi langsung 
memeriksakan darah pasien tanpa referensi dokter. 

Sebaiknya dia diperiksa apakah demamnya benar-benar sangat tinggi? Apakah 
penderita tidak dapat atau tidak mau minum? Apakah terus menerus muntah? Apakah 
timbul gejala shock? Apakah timbul perdarahan? Jika semua pertanyaan tadi 
jawabannya ya, pasien perlu segera dibawa ke dokter. Setelah melalui 
pemeriksaan darah atas permintaan dokter, apakah hasilnya menunjukkan 
peningkatan kekentalan darah dan penurunan trombosit darah secara signifikan? 
Kalau pertanyaan terakhir jawabnya ya, pasien perlu dibawa ke rumah sakit.   

Serangan kedua lebih berbahaya 

*       

        Ada dua virus penyebab demam berdarah, yakni dengue dan chikungunya. 
Namun, virus dengue menjadi penyebab terpenting demam berdarah. 

Makanya, penyakit yang disebabkannya disebut demam berdarah dengue. Yang 
diserang virus ini adalah sel, kemungkinan sel trombosit. Tapi, kemungkinannya 
bisa juga menyerang sel lain.

Masa inkubasinya dua minggu. Begitu gejala DBD muncul, sampai tiga hari 
timbulnya gejala itu virusnya masih hidup. Setelah itu, mereka akan mati.

Virus dengue sendiri terbagi atas empat tipe, yakni dengue 1, 2, 3, dan 4. Tipe 
virus bisa berbeda-beda untuk setiap negara. Di Indonesia misalnya, terdapat 
virus dengue tipe 2 dan 3. 

Serangan virus dengue kedua akan lebih berbahaya dibandingkan serangan pertama. 
Pasalnya, serangan kedua bisa menimbulkan reaksi hematologi (perdarahan) 
berlebihan. Sebaliknya, pasien, terutama anak, yang terkena serangan pertama 
cuma mengalami demam dengue klasik. 

Memang sangat sulit membedakan si penyebar virus dengue, nyamuk aedes aegypti, 
dari nyamuk lainnya. Yang terbaik agar terhindar dari demam berdarah adalah 
"jangan sampai digigit nyamuk". 

Ini sekadar semboyan. Yang penting adalah tidak memberi peluang bagi 
terbentuknya habitat nyamuk. Rajin-rajinlah membersihkan lingkungan, tidak 
membiarkan genangan air, atau mengganti secara berkala air yang terus 
menggenang. Pokoknya seperti "3M" yang diserukan di iklan obat nyamuk itu. 

Pengasapan, penaburan bubuk abate, dan lain-lain hanya salah satu kit tambahan 
(bukan utama), karena yang terutama adalah cara hidup bersih kita. (intisari) 



[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Other related posts: