[ppi] [ppiindia] FW: Bertengkar Itu Indah
- From: "Listy" <listy@xxxxxxxxxxxxxxx>
- To: "[ppiindia] (E-mail)" <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
- Date: Mon, 26 Jan 2004 14:36:21 +0700
** ppi-india **
dari milis sebelah ..
--------------------------
Bertengkar Itu Indah
Buat Yang Udah Nikah, Mau Nikah, punya Niat untuk nikah. Bertengkar adalah
phenomena yang sulit dihindari dalam kehidupan berumah tangga, kalau ada
seseorang berkata: "Saya tidak pernah bertengkar dengan isteri saya !"
Kemungkinannya dua, boleh jadi dia belum beristeri, atau ia tengah berdusta.
Yang jelas kita perlu menikmati sa'at-sa'at bertengkar itu, sebagaimana lebih
menikmati lagi sa'at-sa'at tidak bertengkar. Bertengkar itu sebenarnya sebuah
keadaan diskusi, hanya saja dihantarkan dalam muatan emosi tingkat tinggi.
Kalau tahu etikanya, dalam bertengkarpun kita bisa mereguk hikmah, betapa
tidak, justru dalam pertengkaran, setiap kata yang terucap mengandung muatan
perasaan yang sangat dalam, yang mencuat dengan desakan energi yang tinggi,
pesan pesannya terasa kental, lebih mudah dicerna ketimbang basa basi tanpa
emosi.
Salah satu diantaranya adalah tentang apa yang harus dilakukan kala kita
bertengkar, dari beberapa perbincangan hingga waktu yang mematangkannya,
tibalah kami pada sebuah Memorandum of Understanding, bahwa kalau pun harus
bertengkar, maka :
1. Kalau bertengkar tidak boleh berjama'ah.
Cukup seorang saja yang marah-marah, yang terlambat mengirim sinyal nada tinggi
harus menunggu sampai yang satu reda. Untuk urusan marah pantang berjama'ah,
seorangpun sudah cukup membuat rumah jadi meriah. Ketika ia marah dan saya mau
menyela, segera ia berkata "STOP" ini giliran saya ! Saya harus diam sambil
istighfar.
Sambil menahan senyum saya berkata dalam hati : "kamu makin cantik kalau marah,
makin energik ..." Dan dengan diam itupun saya merasa telah beramal sholeh,
telah menjadi jalan bagi tersalurkannya luapan perasaan hati yang dikasihi...
"duh kekasih .. bicaralah terus, kalau dengan itu hatimu menjadi lega, maka
dipadang kelegaan perasaanmu itu aku menunggu ...."
Demikian juga kalau pas kena giliran saya "yang olah raga otot muka",saya
menganggap bahwa distorsi hati, nanah dari jiwa yang tersinggung adalah
sampah, ia harus segera dibuang agar tak menebar kuman, dan saya tidak berani
marah sama siapa-siapa kecuali pada isteri saya :) maka kini giliran dia yang
harus bersedia jadi keranjang sampah.
Pokoknya khusus untuk marah, memang tidak harus berjama'ah, sebab ada sesuatu
yang lebih baik untuk dilakukan secara berjama'ah selain marah :)
2. Marahlah untuk persoalan itu saja, jangan ungkit yang telah terlipat masa.
Siapapun kalau diungkit kesalahan masa lalunya, pasti terpojok, sebab masa
silam adalah bagian dari sejarah dirinya yang tidak bisa ia ubah. Siapapun
tidak akan suka dinilai dengan masa lalunya. Sebab harapan terbentang mulai
hari ini hingga ke depan.
Dalam bertengkar pun kita perlu menjaga harapan, bukan menghancurkannya. Sebab
pertengkaran di antara orang yang masih mempunyai harapan, hanyalah sebuah
foreplay, sedang pertengkaran dua hati yang patah asa, menghancurkan peradaban
cinta yang telah sedemikian mahal dibangunnya.
Kalau saya terlambat pulang dan ia marah, maka kemarahan atas keterlambatan itu
sekeras apapun kecamannya, adalah "ungkapan rindu yang keras". Tapi bila itu
dikaitkan dengan seluruh keterlambatan saya, minggu lalu, awal bulan kemarin
dan dua bulan lalu, maka itu membuat saya terpuruk jatuh.
Bila teh yang disajinya tidak manis (saya termasuk penimbun gula), sepedas
apapun saya marah, maka itu adalah "harapan ingin disayangi lebih tinggi". Tapi
kalau itu dihubungkan dgn kesalahannya kemarin dan tiga hari lewat, plus
tuduhan "Sudah tidak suka lagi ya dengan saya", maka saya telah menjepitnya
dengan hari yang telah pergi, saya menguburnya di masa lalu, ups saya telah
membunuhnya, membunuh cintanya. Padahal kalau cintanya mati, saya juga yang
susah... OK, marahlah tapi untuk kesalahan semasa, saya tidak hidup di minggu
lalu, dan ia pun milik hari ini...
3. Kalau marah jangan bawa-bawa keluarga !
Saya dengan isteri saya terikat baru beberapa masa, tapi saya dengan ibu dan
bapak saya hampir berkali lipat lebih panjang dari itu, demikian juga ia dan
kakak serta pamannya. Dan konsep Quran, seseorang itu tidak menanggung
kesalahan fihak lain (QS.53:38-40).
Saya tidak akan terpancing marah bila cuma saya yang dimarahi, tapi kalau ibu
saya diajak serta, jangan coba-coba. Begitupun dia, semenjak saya menikahinya,
saya telah belajar mengabaikan siapapun di dunia ini selain dia, karenanya
mengapa harus bawa-bawa barang lain ke kancah "awal cinta yang panas ini".
Kata ayah saya : "Teman seribu masih kurang, musuh satu terlalu banyak".
Memarahi orang yang mencintai saya, lebih mudah dicari ma'afnya dari pada
ngambek pada yang tidak mengenal hati dan diri saya..". Dunia sudah diambang
pertempuran, tidak usah ditambah-tambah dengan memusuhi mertua!
4. Kalau marah jangan di depan anak anak !
Anak kita adalah buah cinta kasih, bukan buah kemarahan dan kebencian. Dia
tidak lahir lewat pertengkaran kita, karena itu, mengapa mereka harus menonton
komedi liar rumah kita.
Anak yang melihat orang tua nya bertengkar, bingung harus memihak siapa.
Membela ayah, bagaimana ibunya. Membela ibu, tapi itu 'kan bapak saya. Ketika
anak mendengar ayah ibunya bertengkar :
* Ibu : "Saya ini cape, saya bersihkan rumah, saya masak, dan kamu datang main
suruh begitu, emang saya ini babu ?!!!"
* Bapak : "Saya juga cape, kerja seharian, kamu minta ini dan itu dan aku harus
mencari lebih banyak untuk itu, saya datang hormatmu tak ada, emang saya ini
kuda ????!!!!
* Anak : "... Yaaa ... ibu saya babu, bapak saya kuda ... terus saya ini apa ?"
Kita harus berani berkata : "Hentikan pertengkaran !" ketika anak datang, lihat
mata mereka, dalam binarannya ada rindu dan kebersamaan. Pada tawanya ada jejak
kerjasama kita yang romantis, haruskah ia mendengar kata basi hati kita ???
5. Kalau marah jangan lebih dari satu waktu shalat !
Pada setiap tahiyyat kita berkata : "Assalaa-mu 'alaynaa wa 'alaa
'ibaadilahissholiihiin" Ya Allah damai atas kami, demikian juga atas hamba
hambamu yg sholeh ... Nah andai setelah salam kita cemberut lagi, setelah salam
kita tatap isteri kita dengan amarah, maka kita telah mendustai Nya, padahal
nyawamu ditangan Nya.
OK, marahlah sepuasnya kala senja, tapi habis maghrib harus terbukti lho itu
janji dengan Ilahi ... Marahlah habis shubuh, tapi jangan lewat waktu dzuhur,
Atau maghrib sebatas isya ... Atau habis isya sebatas...??? Nnngg... Ah
kayaknya kita sepakat kalau habis isya sebaiknya memang tidak bertengkar ... :)
6. Kalau kita saling mencinta, kita harus saling mema'afkan
(Hikmah yang ini saya dapat belakangan, ketika baca di koran resensi sebuah
film). Tapi yang jelas memang begitu, selama ada cinta, bertengkar hanyalah
"proses belajar untuk mencintai lebih intens" Ternyata ada yang masih setia
dengan kita walau telah kita maki-maki. Ini saja, semoga bermanfa'at, "Dengan
ucapan syahadat itu berarti kita menyatakan diri untuk bersedia dibatasi".
Selamat tinggal kebebasan tak terbatas yang dipongahkan manusia pintar.
http://www.groups.yahoo.com/group/Islam-Bersatu/
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com. Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->
Yahoo! Groups Links
To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] FW: Bertengkar Itu Indah