[ppi] [ppiindia] FW: Awas..! Ancaman YABA Si Permen Edan
- From: "Listy" <listy@xxxxxxxxxxxxxxx>
- To: "[ppiindia] (E-mail)" <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
- Date: Mon, 26 Apr 2004 10:04:03 +0700
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
fyi ..
> -----Original Message-----
>
> Awas..! Ancaman YABA Si Permen Edan
> Manusia memang makhluk inovatif. Meski tak jarang, inovasinya bergerak ke
> arah yang sesat. Perkembangan varian narkoba, misalnya, sungguh mengerikan.
> Tak hanya ada ganja, pil koplo, kokain, ekstasi maupun shabu.
> Kini varian baru yang "mirip permen", nama bekennya yaba, diduga bakal masuk
> juga ke Indonesia. Dampaknya buat remaja dan anak-anak muda, disinyalir bisa
> lebih parah ketimbang pendahulunya.
> Konon, yaba diproduksi di wilayah yang terkenal sebagai segitiga emas
> peredaran narkoba internasional, yakni di perbatasan Thailand-Laos, dan
> Myamar. Sekitar 400 juta pil diselundupkan dan diedarkan ke seluruh dunia
> setiap tahunnya. Di Amerika Serikat, yaba juga sangat populer di komunitas
> Asia di Kalifornia Utara dan Los Angeles. Biasanya, yaba digunakan di acara
> pesta khas kaum muda seperti rave party atau techno party (pesta disko atau
> ajojing semalam suntuk)
> "Ah, Amerika Serikat > '> kan berada nun jauh di sana!" begitu orang
> berpikir. Eit, tunggu dulu. Central Narcotics Bureau Singapura, pertengahan
> Januari lalu juga berhasil menggagalkan penyelundupan 1600 pil yaba senilai
> Sin $ 16.000. Itu di Singapura, yang notabene negara tetangga kita. Bukan di
> Amerika. Lagi pula, anak-anak muda kita pun kini lagi gandrung pesta sejenis
> yang dulu menjadi awal beredarnya ekstasi. Obat doping buat para peserta
> ajojing semalam suntuk. Jadi, jangan anggap enteng.
>
> Bekal Masa Perang
> * Seperti tren mode yang kerap berulang, sebenarnya yaba bisa dibilang
> barang baru tapi lama.
> Yaba merupakan kombinasi zat kimia methamphetamine dan caffeine. Orang yang
> pertama kali membuat yaba adalah ahli kimia berkebangsaan Jerman, atas
> pesanan Adolf Hitler.
> Pesanan khusus ini dibuat untuk membekali tentara Nazi di PD II. Alhasil,
> para prajurit yang mengonsumsi obat "super" itu langsung menjadi "superman".
> Mereka sanggup bertempur sepanjang hari tanpa istirahat atau capek.
> Nama asli obat ini bukan yaba, tapi cuma diberi kode D-IX. Proses
> penciptaannya dimulai November 1944 di Sachsenhausen, dekat Berlin, Jerman.
> Langsung diuji coba pada manusia, terutama para tahanan di kamp konsentrasi
> Saehsenhausen. Ada 18 tahanan yang diberi D-IX, kemudian dipaksa berbaris dan
> mengelilingi lapangan. Pundak mereka diberi beban seberat 20 kg. Selama
> berjam-jam mereka berbaris sambil bernyanyi dan bersiul mengelilingi lapangan
> tanpa istirahat. Kalau dihitung, jarak tempuhnya mencapai lebih dari 90 km.
> Hal yang mustahil
> dilakukan tanpa pengaruh obat.
> Namun, setelah 24 jam pertama, keampuhan obat ini membawa bencana bagi
> pemakainya. Mereka langsung ambruk berjatuhan dan meninggal. Gilanya,
> dokter-dokter Nazi kala itu sangat terkesan dengan hasil percobaan D-IX.
> Mereka dengan antusias merencanakan program untuk menyuplai seluruh tentara
> Jerman dengan pil ini. Untungnya, perang keburu usai sebelum obat D-IX ini
> dibikin secara massal.
> Kini, bertahun-tahun kemudian, D-IX bangkit lagi. Entah siapa yang mulai
> membangkitkan. Namanya pun berubah menjadi yaba, diambil dari bahasa Thailand
> yang artinya kira-kira crazy medicine alias obat edan. Yaba, kabarnya, memang
> lahir dan "menjadi dewasa" di Thailand. Seperti laiknya pil-pil narkoba lain,
> orang yang meminumnya akan mengalami sensasi. Dia bisa menjadi terlalu
> gembira, agresif, seperti kesetanan, dan tidak merasa capek.
> Besarnya pil itu kira-kira seujung penghapus pensil. Pada salah satu sisinya
> terdapat logo bertuliskan R atau WY. Kandungannya terdiri atas sekitar 25 -
> 35 mg methamphetamine, dicampur dengan kafein (45 - 65 mg). Komposisi
> tepatnya tidak diketahui pasti. Bahkan ada juga yang bilang, yaba hasil
> oplosan garam, cairan pembersih rumah, sulingan obat batuk, dan lithium
> baterai kamera. Ya ampun!
> Stroke atau Meninggal
> * Sebenarnya, methamphetamine di dalam yaba tidak diciptakan secara
> khusus untuk narkoba.>
> Methamphetamine sendiri ditemukan tahun 1919 di Jepang sebagai turunan dari
> amphetamine. Kedua bahan kimia ini tadinya dipakai untuk obat decongestan
> atau melegakan hidung tersumbat dan saluran pernapasan. Selain itu,
> methamphetamine digunakan pula untuk menanggulangi penyakit obesitas atau
> kegemukan.
>
> Kerja methamphetamine ini menghamhat fungsi hormon serotonin dalam tubuh saat
> memberikan informasi ke otak kalau perut kita lapar atau tubuh kita lelah.
> Jika digunakan pada saat yang tepat, methamphetamine memang memiliki kegunaan
> yang positif. Sementara amphetamine ditemukan pertama kali tahun 1887 di
> Jerman. Tujuannya untuk mengobati bermacam penyakit seperti ayan,
> schizophrenia, kecanduan alkohol, migren, dan hiperaktif pada anak-anak.
> Amphetamine mulai disalahgunakan sejak pemerintah Amerika mencanangkan kokain
> sebagai narkotik tahun 1914. Untuk mendapatkan kokain harus dengan resep
> dokten Positifnya, penggunaan kokain di tahun 1920 mengalami penurunan.
> Sampai tahun 1930 penggunaan kokain terus menurun. Tragisnya, pengguna kokain
> malah beralih ke amphetamine. Pada 1960-an harga amphetamine hanya 75 sen per
> seratus tablet. Laboratorium ilegalnya selalu muncul, sampai akhirnya ada
> yang mengembangkannya menjadi yaba.
> Meskipun berwujud pil atau tablet, ada beberapa cara mengonsumsi yaba. Paling
> gampang, ya tinggal telan saja pil haram rasa buah-buahan ini. Cara lain -
> dinamai "berburu naga"- pil yaba ditaruh di permukaan alumunium foil,
> kemudian dibakar atau dipanasi dari bawah. Saat
> pil mulai mencair, akan muncul uap. Nah, uap ini lantas dihirup. Pengguna pun
> lantas klieng-klieng alias fly dibuatnya. Yaba juga bisa ditumbuk sampai
> halus menjadi serbuk, kemudian dihirup melalui hidung. Mereka yang terbiasa
> dengan jarum suntik pun bisa mencampur bubuk
> yaba dengan air hingga larut, lalu disuntikkan.
> Akihat penggunaan methamphetamine yang tidak semestinya, detak jantung
> pemakai yaba dapat bertambah cepat, dan tekanan darahnya naik. Bila hal ini
> berkelanjutan, pembuluh darah kecil di otak bisa pecah hingga mengarah ke
> stroke. Pengguna yaba kronis juga bakal terserang radang saluran darah di
> jantung. Yang sangat mengerikan, bila sampai overdosis, pemakainya akan
> mengalami hyperthermia atau naiknya suhu tubuh disertai kejang-kejang yang
> bisa berujung maut.
>
> Secara psikologis, dampak negatif pemakaian yaba adalah terjadinya fase
> perubahan perilaku. Tiba-tiba saja sifat pemakai berubah menjadi kasar,
> paranoid atau ketakutan yang berlebihan, resah, bingung, hingga susah tidur.
> Tak hanya itu, meskipun yaba sering digunakan secara oral (lewat mulut),
> pengguna yaba lewat jarum suntik yang dipakai secara bergantian mungkin saja
> dapat tertular penyakit HIV/AIDS, hepatitis B dan C, juga penyakit lain yang
> penyebarannya melalui virus.
> Cetakannya sudah ada
> * Celakanya, tidak seperti kebanyakan obat medis yang pahit, yaba
> memiliki variasi rasa. Ada rasa anggur, jeruk, dan vanila. Warnanya pun
> beragam dan menarik: kemerahan, oranye, dan hijau. Pendek kata, wujud dan
> rasanya seperti permen.
> "Karena seperti permen, dikhawatirkan jika yaba sampai dikonsumsi anak-anak
> dan kaum muda. Obat ini sangat berbahaya. Kita harus bersama-sama berupaya
> agar yaba tidak meluas dan menyebar di sini," ungkap Kabid Sistem dan
> Jaringan Informasi Badan Narkotika Nasional, Kompol Sumirat Dwiyanto.
>
> Di Indonesia, yaba memang belum populer. Bukan berarti Indonesia ketinggalan
> zaman. Malahan, Indonesia bisa menjadi pasar yang empuk. "Secara materi, yaba
> belum ditemukan di sini. Tetapi yaba tidak jauh berbeda dengan ekstasi yang
> sudah beredar. Berdasarkan informasi yang saya terima, harganya bisa
> separuhnya dari ekstasi yang rata-rata dijual dengan harga Rp 50 ribu sampai
> Rp 100 ribu," ungkap Kompol Sumirat Dwiyanto.
> Masalah madat ini menjadi PR kita bersama. "Usaha pemberantasan narkoba di
> negara kita memang kuat, tetapi pasar narkoba kita tak kalah kuat," ungkap
> dr. Sudirman, direktur Rumah Sakit Ketergantungan Obat RS Fatmawati, Jakarta.
> "Dari catatan kunjungan pasien ke rumah sakit, korban narkoba terbanyak
> adalah a> nak-anak lelaki usia belasan hingga 20-an tahun. Ada 10 - 15 pasien
> narkoha per harinya. Yang terbanyak berasal dari wilayah Jakarta Selatan,
> disusul Jakarta Timur, lanjut Sudirman.
> Jangan baru bertindak sesudah terlanjur kecemplung di dunia narkoba, nanti
> sulit bangkitnya. Walaupun ada jalan pengobatan bagi korban narkoba, kata dr.
> Sudirman, persentase kesembuhannya berkisar 30% saja. Narkoba merusak secara
> fisik jaringan otak dan juga jaringan sosial si pemakai. Apalagi faktanya,
> pemadat juga akan dijauhi lingkungan sosialnya. Karena penolakan, tak heran
> pemadat yang sembuh bisa kambuh lagi, karena lingkungan pemadat saja yang mau
> menerima kehadirannya.
>
> Status ekonomi tidak menjadi penghalang pemadat. Apa pun dilakukan untuk
> memenuhi kebutuhannya, walaupun harus melakukan tindak kriminal. Mereka
> jelas-jelas calon penerus bangsa. Apa jadinya kalau negeri ini nantinya
> diatur oleh orang-orang teler? ltu sebabnya dibutuhkan penyuluhan yang tetap
> gencar. Menurut dr. Sudirman, menghadapi ancaman narkoba, yang paling penting
> dilakukan adalah pencerdasan masyarakat. Jika masyarakatnya sudah pintar,
> tahu akibat buruk narkoba, tinggal serahkan saja pada mereka untuk memilih
> mana yang paling baik buat dirinya.
>
> Dengan kian canggihnya alat komunikasi dan transportasi, jarak, ruang, dan
> waktu tak menjadi halangan. Bisa saja yaba kini sudah sampai di Indonesia.
> Akhir Januari lalu, Tim Gabungan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya menemukan
> rumah toko yang digunakan sebagai pabrik ekstasi di Kompleks Ruko Pelangi
> Cengkareng, Jakarta. Di sini ditemukan 55.400
> pil ekstasi beserta alat pencetaknya. Menurut Kasubdit Psikotropika
> Direktorat Narkotika Mabes Polri, Kombes Polisi Indriadi Tanos, alat pembuat
> ekstasi yang ditemukan diduga akan digunakan untuk membuat produk barui.
> Produknya disehut yaba, campuran dan efeknya mirip dengan ekstasi, tapi harga
> jualnya lebih murah. Siap-siap, siap-siap! (Intisari)
>
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com. Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] FW: Awas..! Ancaman YABA Si Permen Edan