[ppi] [ppiindia] FREEPORT.Pemerintah Tak Siap Revisi KK 1991

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com";><img 
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif"; height="67" width="200" 
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=139700



FREEPORT
Pemerintah Tak Siap Revisi KK 1991 


Jumat, 31 Maret 2006
JAKARTA (Suara Karya): Pemerintah sama sekali belum berinisiatif 
menindaklanjuti tuntutan revisi kontrak karya (KK) 1991 PT Freeport Indonesia 
yang disuarakan berbagai kalangan akhir-akhir ini. 
Sikap pasif pemerintah itu terbaca dari cara Menteri Koordinator (Menko) 
Perekonomian Boediono merespons pertanyaan tentang revisi KK 1991 PT Freeport 
Indonesia. Pemerintah bukan hanya tak siap, tapi sama sekali tidak merespons 
tuntutan tentang revisi KK itu. 

Beberapa hari lalu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo 
Yusgiantoro menyatakan bahwa pejabat yang paling berkompeten mengambil 
inisiatif dan mengajak Freeport Indonesia merevisi KK 1991 adalah Menteri 
Koordinator Perekonomian. 

Jangankan merespons pernyataan Purnomo, Boediono bahkan menolak berkomentar 
ketika Suara Karya mengatakan bahwa dia adalah pejabat paling berkompeten 
mengambil inisiatif dan mengajak Freeport merevisi KK 1991 PT Freeport. 

"Oh, kalau soal itu saya tidak ada komentar," ujarnya sambil berlalu, ketika 
dibuntuti usai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima Perdana 
Menteri Inggris Tony Blair di Istana Presiden, Kamis (30/3) kemarin. 

Begitu juga saat didesak siapa yang harus menjadi inisiator mengajak Freeport 
merevisi KK itu, Boediono kembali mengelak. "Nggak ada komentar," ujarnya, 
sambil mengibas-ngibaskan tangannya, tanda menolak. 

Para menteri mencoba menyederhanakan persoalan dengan berpaling dari isu 
tuntutan revisi KK 1991. Mereka lebih fokus pada aspek kinerja dan menyibukkan 
diri pada aspek pencemaran lingkungan. Purnomo mengaku, Departemen ESDM sedang 
melakukan audit menyeluruh atas kinerja Freeport Indonesia (FI). 

Sedangkan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan audit lingkungan hidup 
terhadap hasil penambangan FI. Hasil itu sudah disampaikan Kementerian KLH 
kepada manajemen FI. Namun, hingga kini belum dijawab. "Saya mendesak Freeport 
segera menjawabnya," kata Menteri LH Rachmat Witoelar, dalam kunjungan kerjanya 
bersama Purnomo di Tembagapura, Timika, belum lama ini. 

Menurut Deputi Menteri LH Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Gempur 
Adnan, surat teguran kepada Freeport sudah dikirimkan dan diterima manajemen 
Freeport. "Setelah surat itu dikirimkan dan Freeport menjawabnya, kita akan 
membicarakannya lebih detil," kata Gempur. 
Berdasar laporan penilaian kinerja pengelolaan lingkungan Freeport yang dibuat 
Tim Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan 
(Proper) KLH, ada tiga aspek dalam pengelolaan tambang oleh Freeport yang 
mencemari lingkungan. Pertama, pengelolaan air asam tambang dari sisi barat 
tambang Gunung Grasberg belum memenuhi ketentuan baku mutu air limbah untuk 
pertambangan emas dan tembaga. 

Kedua, tentang pengelolaan air buangan dari penimbunan tailing (limbah padat 
hasil penambangan) di Mod ADA. Menurut laporan itu, air buangan yang keluar 
dari Mod ADA ke wilayah estuari belum memenuhi baku mutu untuk parameter total 
suspended solid (TSS). Untuk meminimalkan dampak lingkungan tailing, Freeport 
telah melakukan upaya pemanfaatan tailing untuk bahan konstruksi, serta 
pengalihan aliran Sungai Ajkwa agar tidak bercampur dengan tailing. Dengan cara 
itu, air sungai diharapkan bisa dimanfaatkan penduduk. 

Ketiga, hasil pantauan kualitas air Laut Arafura di beberapa titik untuk 
parameter logam terlarut, masih berada di bawah baku mutu air laut untuk biota 
laut. Begitu juga dengan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) PT. Puncak Jaya 
Power. Emisi udara, khususnya SO2, masih di atas baku mata. Sedangkan 
pengelolaan fly ash hasil PLTU itu tidak memenuhi peraturan perundangan yang 
berlaku, karena dilakukan secara open dumping (penimbunan terbuka). 

Khusus timbunan tailing di Mod ADA, Rachmat Witoelar menyarankan Freeport 
mengurangi dampak negatifnya dengan menerapkan teknologi dan pemanfaatan 
tailing semaksimal mungkin. (Hasyim/Nefan Kristiono

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com";><img 
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif"; height="67" width="200" 
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>

Other related posts: