[ppi] [ppiindia] Enam Gajah Mati Diracun Sianida
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Thu, 2 Mar 2006 00:42:56 +0100
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=214244
Kamis, 02 Mar 2006,
Enam Gajah Mati Diracun Sianida
PEKANBARU - Enam ekor gajah liar ditemukan mati di kawasan hutan di perbatasan
Riau dan Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut). Binatang yang dilindungi itu
diyakini mati karena diracun. Sebab, dari mulutnya yang menghitam, keluar buih
dan ditemukan potasium sianida.
Aktivis World Wild Fund (WWF) Riau Nurchalis Fadli mengungkapkan, bangkai gajah
itu terdiri atas lima dewasa (satu di antaranya jantan) dan seekor anak gajah.
Semuanya ditemukan mati dalam satu lokasi.
"Kita meyakini, gajah-gajah itu mati karena diracun. Ketika ditemukan, dari
mulutnya keluar buih. Tetapi, kita juga akan melakukan visum dengan
mendatangkan dokter ahli binatang untuk mengungkap kasus itu," ungkapnya dalam
jumpa pers di Hotel Aryaduta, Pekanbaru, kemarin.
Enam bangkai gajah tersebut ditemukan dekat Mahato, sebuah desa yang berjarak
sekitar 300 km sebelah utara Pekanbaru. Bahkan, gading pada gajah jantan dewasa
telah dipotong. Bekas-bekas pemotongan terlihat jelas.
"Ini perbuatan kriminal. Siapa pun pelakunya pasti tahu bahwa gajah Sumatera
itu termasuk binatang langka yang dilindungi undang-undang," tuturnya.
WWF Riau secara resmi telah melaporkan kasus itu ke Balai Konservasi Sumber
Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau. Mereka berharap agar pemerintah melaporkan
kasus tersebut ke polisi untuk dilakukan penyidikan.
Kematian gajah-gajah itu diketahui WWF dari laporan masyarakat pada 23 Februari
lalu. Mendapat laporan tersebut, WWF langsung menurunkan tim ke lokasi. Karena
sudah sepekan mati, saat ini kondisi gajah itu mulai membusuk.
Ada dugaan bahwa gajah tersebut mati karena ulah oknum tertentu dalam pembukaan
kebun kelapa sawit. Sebab, hanya berjarak 50 meter dari lokasi matinya gajah,
terdapat perkebunan sawit milik PT Maduma Alam Indah (MAI).
Hanya, sulit membuktikan bahwa gajah-gajah itu mati karena racun dari
perkebunan sawit tersebut. Tetapi, berdasar pengalaman di Riau selama ini,
racun olahan di areal perkebunan sawit sengaja diberikan agar gajah tidak
merusak tanaman.
"Kali ini, kami menduga kematian gajah bukan karena perburuan. Kalau diburu,
tentu anak gajah tidak akan jadi sasaran. Biasanya, gajah mati selalu
terpisah," jelas Fadli. "Kami menduga gajah itu sengaja diracun di sekitar
lokasi. Buktinya, semua mati di satu lokasi," lanjutnya.
Dia menepis kemungkinan gajah-gajah tersebut diracun karena mengamuk dan
merusak permukiman warga. Sebab, lokasi gajah itu berada di hutan dan jauh dari
permukiman warga.
Sepekan sebelumnya, warga Kelurahan Balai Raja, Kecamatan Pinggir, Kabupaten
Bengkalis, Riau, dicekam rasa takut. Itu terkait dengan mengamuknya puluhan
ekor gajah sejak 19 Februari lalu. Untuk menghindari korban jiwa, 100 warga
terpaksa diungsikan ke balai desa pada 22 Februari lalu. (jpnn
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Enam Gajah Mati Diracun Sianida