[ppi] [ppiindia] Emir Moeis Pernah Ditawari Uang Rp 500 Juta

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.suaramerdeka.com/harian/0509/29/nas13.htm


Emir Moeis Pernah Ditawari Uang Rp 500 Juta
  a.. Kasus Percaloan di DPR 
JAKARTA- Ketua Panitia Anggaran (Panggar) DPR RI Emir Moeis pernah ditawari 
uang Rp 500 juta oleh mantan anggota DPR berinisial B. Uang tersebut ditawarkan 
melalui stafnya, namun langsung ditolaknya.

Sementara itu, pemilik uang itu adalah seorang pengusaha konstruksi dengan 
inisial HSD. HSD berharap, dengan uang itu, bisa memperoleh proyek.

Hal ini dikatakan oleh Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR Slamet Effendi Yusuf 
kepada pers usai meminta keterangan Emir, Rabu (28/9). ''Pak Emir pernah 
ditelepon bekas anggota DPR bernama B yang menawari uang dari seorang pengusaha 
bernama HSD. Namun oleh Pak Emir, tawaran itu ditolak. Fungsi B adalah 
menghubungkan HSD ke Ketua Panggar,'' kata Slamet.

Dia enggan memberikan identitas mantan anggota DPR yang bernama B itu. Slamet 
juga menyatakan sama sekali tidak tahu dan tidak pernah mengenal pengusaha 
konstruksi yang berinisial HSD tersebut.

Menurutnya, dalam pemeriksaan BK, Emir Moeis juga mengatakan, Irma Hutabarat 
pernah dua kali menemui Emir untuk minta bantuan pencairan dana bagi beberapa 
kabupaten. 

Irma rencananya hari ini (Kamis 29/9) dimintai keterangan oleh BK, namun batal 
karena yang bersangkutan minta dijadwalkan di hari lain. ''Irma menelepon ke HP 
saya dan kepada asisten saya, untuk minta dijadwal ulang,'' jelas Slamet.

Ketua BK menambahkan, selain Irma, BK juga akan meminta keterangan tiga 
pengusaha konstruksi, yaitu Opang, Nadam, dan Haidar.

Menurutnya, semenjak isu percaloan merebak, penyalahgunaan anggaran oleh 
anggota DPR dan orang-orang yang memiliki hubungan dengan mereka itu makin 
terkuak. Indikasi ada percaloan anggaran di DPR makin terlihat. 

Slamet menjelaskan, telah memperoleh tambahan data dan informasi dari anggota 
masyarakat yang tergelitik hatinya terhadap isu percaloan ini.

''Informasi itu membantah apa yang disampaikan oleh anggota DPR yang telah 
dipanggil oleh BK, yaitu anggota DPR itu mengaku tidak pernah menjanjikan 
pencairan dana dengan kompensasi tertentu.''

Pertemuan Biasa

Usai memberikan keterangan kepada BK, Emir Moeis kembali membantah pernah 
menerima uang dari para pengusaha konstruksi Rp 1,8 miliar. Selain itu, Emir 
juga membantah telah melakukan sejumlah pertemuan dengan kepala daerah.

Pertemuannya dengan beberapa bupati dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, 
Sulawesi Selatan, dan Gubernur Kalimantan Tengah, diakuinya hanya sebagai 
pertemuan biasa sesama kader partai. ''Kalau ada anggota DPR yang menerima, itu 
jelas menyalahi aturan. Sedangkan pertemuan di Rantepau, Tana Toraja, dan 
Makassar, adalah pertemuan partai dan saat itu tidak ada pembicaraan soal 
anggaran,'' kata Emir.

Dia mengakui, Irma pernah menemuinya dan meminta tolong kepadanya untuk 
membantu bupati yang wilayahnya sedang kesulitan. ''Saya tidak ingat dan tidak 
tahu bupati mana yang diajak oleh Irma. Saya tidak bertemu dengan bupati yang 
diajak oleh Irma. Saat itu saya bilang ke Irma, masalah anggaran adalah 
domainnya pemerintah,'' ujarnya.

Emir mengatakan, perlu ada mekanisme yang akuntabel dan transparan agar hal-hal 
seperti ini tidak terulang lagi. Hal ini perlu dilakukan, agar para kepala 
daerah tidak khawatir terhadap masalah penerimaan anggaran. ''Mereka (para 
kepala daerah) tinggal duduk manis dan bekerja di kantornya, tanpa harus ke 
Jakarta meminta anggaran.''(sas-49t) 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: