[ppi] [ppiindia] Ekonomi Darurat untuk Aceh

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **



Kondisi darurat memerlukan berbagai langkah darurat pula. Bencana di
Aceh membutuhkan langkah taktis di luar kebiasaan namun juga penuh
perhitungan. Sikap tergesa-gesa tanpa memperhitungkan berbagai dampak
yang mungkin diakibatkan dalam kondisi ini dapat berakibat fatal, baik
dalam jangka pendek atau jangka panjang, walau didorong satu keinginan
dan motivasi luhur. 

Contoh menarik dalam menangani kondisi darurat ini bisa diambil dari
salah satu bidang ilmu kedokteran modern, yakni bidang kedokteran
bedah trauma. Satu sub bidang kedokteran yang berkecimpung dalam
persoalan penanganan injuri fisik atau luka yang disebabkan benturan
eksternal sebagaimana yang biasa dijumpai dalam perang atau kecelakaan
bermotor. 

Di Amerika Serikat, satu studi lanjutan dalam bidang bedah trauma yang
didasarkan pengalaman empirik penanganan luka prajurit di medan
perang, menunjukan berbagai cara tradisional berupa injeksi cairan
obat dan makanan yang biasanya diambil tenaga medik dan paramedik pada
penderita trauma tubuh berat justru bisa berakibat fatal. Korban bisa
menderita cacat seumur hidup atau terperangkap dalam kondisi koma
berkepanjangan yang berujung pada kematian. 

Temuan ini didasarkan kenyataan bahwa injeksi tersebut justru bisa
menimbulkan kemacetan (traffic jam) dalam sirkulasi darah, yang
sesungguhnya memainkan peran penting proses self healing tubuh
manusia. Cairan darah putih dan oksigen yang diproduksi dalam jumlah
besar oleh mekanisme defensif tubuh, dan dibutuhkan untuk menyembuhkan
luka pada organ yang membutuhkan bisa terperangkap dalam saluran darah
yang tersumpal akibat masuknya cairan eksternal dalam tubuh.

Untuk itu, studi ini menyarankan langkah pertama paling tepat dalam
menangani kondisi darurat trauma berat adalah do no harm! Jangan
terpancing untuk membantu dengan memberikan obat-obatan atau bantuan
makanan ke dalam tubuh yang justru bisa berakibat fatal. Biarkan
mekanisme tubuh berjalan alami. Tugas tenaga medik dan paramedik
adalah sebatas memastikan bahwa tidak ada hambatan dalam mekanisme
alami ini. Dan memberikan pertolongan lanjut bila sudah terlihat ada
perbaikan kondisi dan normalnya mekanisme tubuh. 

Satu perekonomian sebenarnya juga bisa diibaratkan tubuh manusia. Ada
mekanisme defensif alami yang akan bekerja untuk memperbaiki kerusakan
yang terjadi dan mengalirkan berbagai kebutuhan. Berbagai bentuk
intervensi dari luar justru bisa mengakibatkan tidak bekerjanya
mekanisme alami perekonomian dan berakibat fatal bagi organ ekonomi
yang membutuhkan. Berdasarkan hal itu, berikut beberapa
langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menangani kondisi darurat
dan merehabilitasi perekonomian Aceh ke depan. 

Pertama, do no harm! Jangan membuat satu kebijakan yang kelihatannya
logis tapi justru bisa menjerumuskan dan berakibat fatal dengan
meredam bekerjanya mekanisme harga sebagai proses alami perekonomian.
Pemerintah seyogyanya jangan mengeluarkan kebijakan penetapan harga,
baik untuk sarana transportasi sebagaimana yang diambil oleh Menteri
Perhubungan, atau untuk kebutuhan kargo dan berbagai bahan baku
pembangunan fisik dan kebutuhan-kebutuhan lain yang diperlukan.
Mengingat kebijakan ini justru bisa menyebabkan surutnya pasokan atau
bahkan menghilangkannya sama sekali dari pasar. Tersumbatnya kenaikan
harga, yang sejatinya merupakan satu respon alami bila terdapat
kebutuhan, oleh satu kebijakan yang salah kaprah akan mengakibatkan
berkurangnya insentif untuk produksi dan pasokan untuk kebutuhan yang
sangat vital saat ini. 

Dalam konteks ini, respon sesaat yang diberikan oleh beberapa maskapai
penerbangan yang menggratiskan penerbangan dari dan ke Aceh jangan
dipandang sebagai satu kepastian yang berlangsung lama. Begitu juga
pasokan gratis yang diberikan oleh berbagai produsen lainnya seperti
kain, obat-obatan dan makanan yang banyak dilakukan saat ini.
Mengingat para produsen bukan sepenuhnya malaikat. Meski di satu sisi
mereka tentu akan merasa iba dan terpanggil untuk menolong bencana
ini, di sisi lain pasti ada perhitungan ekonomi yang lambat-laun akan
digunakan. Dan bila ini diredam, jangan heran bila justru pasokan
dalam jangka menengah panjang akan berkurang bahkan macet yang
tentunya tidak ingin terjadi. Apalagi mengingat revitalisasi Aceh
membutuhkan stamina dan rentang waktu yang panjang. 

Kedua, perbaiki lalu lintas masuk-keluar propinsi ini. Pembangunan
kembali berbagai infrastruktur transportasi vital, baik darat, laut
dan udara harus diberikan prioritas pertama. Untuk memudahkan arus
bantuan baik berupa tenaga manusia ataupun barang dan obat-obatan ke
dalam propinsi ini. Mengingat berbagai bantuan yang sekarang sudah
mulai terkumpul dan menunggu untuk disalurkan tak akan bisa masuk dan
mengenai saluran-saluran yang diharapkan bila tidak terdapat mekanisme
transportasi yang memadai. Yang pada akhirnya justru menyebabkan
tersendatnya arus bantuan dan mubazirnya berbagai kebutuhan di
gudang-gudang penyimpanan. 

Ketiga, revitalisasi infrastruktur informasi. Peran informasi
sangatlah vital. Informasi yang benar tentang kondisi kerusakan
berikut kebutuhan dan saluran-saluran yang ada untuk membantu
kebutuhan tersebut harus diberikan secara benar dan jelas. Mengingat
simpang siur pemberitaan dan informasi, selain dapat menyebabkan
lambatnya pengetahuan akan kebutuhan dan penyaluran ke tempat-tempat
yang rawan, juga bisa mengakibatkan adanya pihak-pihak yang memancing
dalam air keruh. 

Dunia dan Indonesia perlu diberitahu. Bukan hanya untuk menggalang
simpati, tapi juga untuk memastikan dan mengumumkan kepada mereka
bahwa simpati tersebut benar-benar jatuh pada mereka yang membutuhkan
dan tidak disalahgunakan, yang bisa mendatangkan simpati lebih lanjut.
 
Terakhir, hapus semua bentuk pelarangan masuk-keluar ke Aceh, untuk
alasan apapun, termasuk alasan politik. Simpul-simpul yang selama ini
ditutup harus dibuka ulang, bahkan diperlancar. Pemerintah jangan dulu
mengutamakan kecurigaan politik. Mengingat dari pengalaman tragis
penanganan bencana di Korea Utara dan Sudan, kecurigaan ini bisa
menyebabkan ternomerduakannya urusan kemanusiaan yang akan membawa
korban justru rakyat yang tidak bersalah dan menderita. Kita memang
membutuhkan program darurat dalam skala besar yang tidak pernah
dilakukan sebelumnya, merehabilitasi satu propinsi! Untuk itu
kehadiran dan bantuan berbagai elemen, baik asing maupun lokal, harus
diterima dengan lapang dada dengan memupus semua kecurigaan yang bukan
pada tempatnya saat ini. 









------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$4.98 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: