[ppi] [ppiindia] Dosa dan Bencana
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Wed, 26 Jul 2006 00:27:17 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=257779&kat_id=16
Senin, 24 Juli 2006
Dosa dan Bencana
Oleh : Bustanuddin Agus
Guru Besar Universitas Andalas Padang
Tampaknya bangsa ini tak putus dirundung musibah. Imbauan pemimpin bangsa hanya
menyerukan sabar kepada yang ditimpa musibah dan kebersamaan menghadapinya
dengan menyalurkan bantuan. Tapi, sebagai manusia yang sangat rasional,
pemimpin bangsa ini tampaknya enggan menghubungkan tingkah polah manusia dan
kemurkaan Tuhan dengan bencana yang menimpa silih berganti.
Logika rasional atau logika ilmiah baru sebatas mau mengaitkan bencana alam
dengan banjir. Banjir karena ulah tangan manusia karena tidak mau berhenti
membabat hutan. Longsor juga dapat dipahami sebagai akibat dari penggundulan
hutan sehingga tanah tidak cukup untuk menyimpan resapan air. Namun gempa bumi
dan gunung meletus agak sulit diterima sebagai akibat perbuatan manusia. Sejauh
yang dapat dijelaskan adalah terjadinya pergeseran lempengan bumi pada gempa
dan menyemburnya lava gunung berapi.
Kita memang tinggal di atas bola api yang diselimuti oleh kulit bumi. Bola api
bumi ini, sewaktu-waktu siap meledak dengan dahsyatnya. Baik melalui gunung
berapi, dan tidak terbuka pula kemungkinan melalui ledakan dahsyat. Kiamat
kecil, menengah, atau kiamat sungguhan!
Tapi bagi budaya masyarakat yang dianggap 'primitif' dan umat beragama yang
memahami ajaran agama mereka, segala peristiwa, suka ataupun duka, anugerah
ataupun musibah, tidak terlepas dari ketentuan dan kehendak Tuhan. Tuhan
berbuat demikian berkaitan dengan kehidupan manusia.
Komentar yang umum kita dengar selama ini dari tokoh agama adalah semuanya itu
adalah ujian terhadap keimanan kita. Apakah masih bisa bersabar atau beralih
menjadi mengumpat Tuhan? Ujian, karena kita menilai diri masih tetap sebagai
orang yang beragama yang diridhai-Nya. Bahkan kelas keimanan kita sudah patut
dinaikkan, sehingga perlu ada ujian "naik kelas". Yang tidak lulus ujian tentu
akan mengumpat dan protes terhadap-Nya.
Hukuman
Kalau ditelusuri riwayat bencana alam dalam kitab-kitab suci, pada umumnya
bencana adalah hukuman Tuhan terhadap kekafiran manusia. Baik topan di zaman
Nabi Nuh, badai dan topan yang menimpa umat Nabi Hud dan Shalih, angin puting
beliung di zaman Nabi Luth, dan lain sebagainya. Agama Hindu juga percaya ada
Dewa Syiwa, dewa perusak dan bencana. Kepercayaan masyarakat primitif juga
mengaitkan bencana dengan kekuatan gaib. Tapi campur tangan kekuatan gaib itu
adalah karena kekafiran manusia (Agus, Agama dalam Kehidupan Manusia, 2006).
Selalu memandang bencana hanya sebagai ujian Tuhan, berarti tidak mau mengakui
kekurangan diri secara pribadi dan secara bersama. Dosa terhadap alam telah
demikian membahayakan. Efek rumah kaca, suhu bumi makin panas, lapisan ozon
makin tipis, sangat mengancam kehidupan manusia yang tinggal di planet ini.
Pembalakan hutan, pencemaran udara dan air, membahayakan pernapasan, minuman,
dan makanan manusia. Pengurasan mineral dan minyak secara semena-mena dari
perut bumi tentu juga merusak keseimbangan bumi dan atmosfernya. Semuanya ini
dosa terhadap alam, makhluk Allah dan juga terhadap Khalik-nya.
Dosa kita terhadap sesama umat manusia, apalagi sesama anak bangsa, telah
menjadi-jadi. Tawuran, perang antarkelompok, hasung, fitnah, intimidasi, hujat,
dan kekerasan fisik serta kekerasan verbal, dan penghancuran fasilitas umum,
telah merusak tatanan hidup bermasyarakat. Korupsi dan mafia peradilan adalah
dosa yang utama dilakukan oleh pejabat dan penegak hukum itu sendiri. Dosa
lebih besar lagi karena merupakan perilaku 'pagar makan tanaman'. Semua dosa
terhadap sesama manusia itu juga dosa terhadap Allah yang menciptakan mereka.
Allah melarang keras manusia berbuat binasa di muka bumi (QS 2:11-12 dll).
Semua tindakan itu bukan membinasakan siapa-siapa melainkan diri kita sendiri
dan manusia lain di sekitar kita. Nabi Muhammad mengibaratkan orang yang
seenaknya ini seperti penumpang kapal yang ingin segera mendapatkan air dengan
melubangi saja lantai kapal. Kalau tidak ada yang mencegahnya berbuat demikian,
semua penumpang kapal tentu akan karam.
Tidak balanced
Kekafiran-kekafiran terhadap nabi dan ajaran mereka sekilas memang tidak dapat
dipahami dengan akal yang telah terkooptasi oleh sanis dan rasionalisme. Tapi
kalau dipikir secara mendalam, akan dipahami juga bahwa ajaran agama itu memang
benar adanya.
Ajaran agama yang dibawa oleh para nabi dan rasul biasa dipandang sebelah mata
oleh pemikiran sekuler karena ajaran agama dianggap hanya sebagai ritual
belaka, ibadat yang tidak punya dampak konkret, apalagi terhadap peningkatan
taraf ekonomi. Agama dipahami hanya sebatas doa, zikir, sembahyang, puasa, haji
dan yang seumpamanya. Semuanya hanya dinilai efektif paling-paling dalam taraf
sugestif psikologis. Misalnya menjadikan yang suka melakukannya lebih
optimistis dan lebih sabar.
Namun ajaran agama bukanlah ritual atau ibadah mahdhah itu saja. Ajaran agama
juga menekankan sekali sopan santun dalam kehidupan bermasyarakat dan dalam
perlakuan terhadap alam. Tidak boleh ada kezaliman manusia atas manusia lain
dan pengurasan semena-mena terhadap sumber daya alam. Pengurasan semena-mena
terhadap alam akan mengakibatkan ketidakseimbangan alam, khususnya bumi ini.
Bumi dengan atmosfirnya jadi tidak seimbang. Perut bumi dengan mineralnya tidak
seimbang lagi. Hutan, laut dan daratan juga tidak seimbang. Pada hal bumi
berputar dengan cepatnya. Untuk satu rotasi saja, bumi berputar sekeliling
sumbunya dengan kecepatan 1.670 km/jam. Untuk mengelilingi bulan dibutuhkan
kecepatan 3.358 km/jam. Dan untuk mengelilingi matahari dibutuhkan waktu
103.232 km/jam. Bayangkan apa yang akan terjadi kalau bumi tidak balanced
dengan kecepatan demikian tinggi.
Ajaran agama menuntun manusia untuk hidup seimbang antara jasmani, akal, dan
ruhani. Seimbang antara manusia dan saudaranya sesama manusia. Seimbang antara
manusia dengan alam sekitar. Seimbang antara hubungannya dengan sesama manusia
dan dengan Tuhannya. Ajaran seimbang dengan diri sendiri, sesama manusia, alam
sekitar, dan dengan Tuhan juga mengandung arti harmonis, indah, dan saling
menghargai. Suka memberikan yang terbaik untuk semua. Bukan perbuatan dan
tindakan asal jadi atau hanya pelepas hutang. Yang terbaik inilah yang
dinamakan akhlak atau ihsan.
Manusia memang diberi kemerdekaan. Apakah akan taat dan patuh kepada ajaran
agama atau kafir (menantang secara terang-terangan), munafik (mengintai momen
untuk mencederai umat beragama), dan asal-asalan (kusala, pemalas). Semuanya
itu akan menerima upah dan pembalasan, cepat atau lambat. Maka secara umum
terdapat hubungan antara perilaku manusia di bumi ini dengan musibah dan
bencana (al-Rum ayat 41). Karena itu, musibah yang silih berganti, hendaklah
dijadikan momen introspeksi dan mengubah diri, secara individu dan secara
berbangsa.
Tapi iman terhadap kekuasaan Allah juga punya sisi membuka peluang untuk
bangkit kembali. Ajaran tobat dari kesalahan dan dosa yang telah lalu, membuka
peluang besar untuk memperbaiki diri. Tobat artinya menyesali segala perbuatan
yang bertentangan dengan ajaran agama selama ini, minta ampun atas dosanya dan
berjanji tidak akan mengulangi lagi.
Doa dan zikir juga ajaran untuk diberi keampunan dan kekuatan untuk menghadapi
masa depan. Ajaran kepada kekuasaan dan takdir Tuhan juga mengajak kita untuk
tidak larut dalam duka berkepanjangan. Bukankah semuanya itu adalah takdir
Allah? Untuk itu singsingkanlah lengan baju dan berjuanglah menghadapi masa
yang akan datang.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/3EuRwD/bOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Dosa dan Bencana