[ppi] [ppiindia] Doa Presiden di Depan Kakbah

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com";><img 
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif"; height="67" width="200" 
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/052006/01/0903.htm


Doa Presiden di Depan Kakbah
Oleh H. USEP ROMLI H.M. 
DALAM rangkaian lawatan kenegaraan ke Timur Tengah, pekan ini, Presiden Susilo 
Bambang Yudhoyono berkunjung juga ke Kerajaan Saudi Arabia. Sehingga punya 
kesempatan melaksanakan ibadah umrah di tanah suci Mekah.

Media massa memberitakan, presiden bersama Ny. Ani Bambang Yudhoyono, dan 
rombongan yang berjumlah 100 orang, terdiri dari beberapa menteri, pejabat, 
serta anggota masyarakat lainnya mengajak anggota rombongan mendoakan bangsa, 
negara, dan seluruh rakyat Indonesia, agar segera terlepas dari berbagai 
bencana. Keprihatinan atas persoalan bangsa dan negara yang tak kunjung 
terselesaikan -- bahkan seolah-olah tak habis-habis -- menjadi inti doa 
presiden dan rombongan selama umrah. Kenaikan harga minyak mentah dunia, akan 
menjadi beban keprihatinan baru bagi semua negara, termasuk Indonesia. Maka 
presiden menyerukan penghematan, peningkatan produksi, pengembangan energi 
alternatif, dan investigasi serta penegakan hukum atas melambungnya harga 
minyak mentah secara tiba-tiba.

Terlepas dari semua yang menjadi alasan keprihatinan, baik yang lama berupa 
persoalan yang masih menumpuk dan tak kunjung tuntas - antara lain 
pemberantasan korupsi - maupun persoalan baru akibat kenaikan harga minyak 
dunia, doa seorang presiden adalah sangat istimewa. Insya Allah makbul. Apalagi 
dilakukan pada tempat yang masuk kategori utama sebagai makanul mustajab 
(tempat mustajab). Yaitu Baitullah, Kakbah, Multazam, Safa dan Marwah, sumur 
Zamzam dan kota Mekah. Pada salah satu waktu yang mustajab pula (as sa'atul 
mustajab), yaitu ketika ibadah umrah.

Di luar kawasan tempat mustajab dan waktu mustajab pun, doa seorang presiden 
sebetulnya sudah dikategorikan sebagai salah satu dari tiga pendoa yang akan 
dikabulkan oleh Allah SWT. Sebuah hadis terkenal, riwayat Imam Bukhari dan Imam 
Muslim menyatakan, tiga jenis orang yang doanya akan dikabulkan, karena tidak 
ada penghalang antara Allah SWT dengan mereka. Pertama, orang yang berpuasa. 
Kedua, kepala negara yang adil. Ketiga, orang yang teraniaya.

Presiden jelas seorang kepala negara. Bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 
merupakan presiden pertama yang mendapat legitimasi langsung dari rakyat. Bukan 
presiden "titipan rakyat" yang hanya dipilih oleh wakil rakyat, seperti 
presiden-presiden sebelumnya. Artinya, Presiden SBY betul-betul membawa 
kepercayaan rakyat, untuk memimpin bangsa dan negara, mencapai keadilan, 
kemakmuran, dan kesejahteraan.

Kepala negara yang adil, bukan hanya diberi prioritas pengabulan doa cepat dan 
tepat, tetapi juga mendapat jaminan, pada Hari Kiamat kelak, tatkala digiring 
ke Mahkamah Allah Azza wa Jalla, untuk menghadapi perhitungan (hisab), akan 
mendapat peneduh, di tengah terik matahari yang jaraknya hanya sejengkal di 
atas ubun-ubun. Tak ada naungan kecuali naungan Allah (fi dlillatin yauma la 
dilla illa dlilluhu). Kepala negara yang adil mendapat kehormatan pertama 
menerima peneduh itu, diikuti anak muda yang rajin beribadat, orang yang 
hatinya selalu merindukan masjid, dua orang berkasih sayang semata-mata karena 
Allah, baik pada waktu berkumpul maupun berpisah, seorang laki-laki yang diajak 
berzina oleh wanita selebritis cantik molek, menolak karena takut oleh Allah, 
orang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya pun tak 
mengetahui, dan orang yang suka mengingat Allah sendirian dengan mencucurkan 
air mata (hadits sahih Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Makna adil itu adalah meletakkan sesuatu pada tempatnya yang benar. Kepala 
negara yang adil adalah kepala negara yang mengetahui kewajibannya untuk 
menegakkan hukum, memberantas kejahatan, dan mengarahkan manusia yang 
dipimpinnya ke arah jalan yang benar. Jika seorang kepala negara merusak 
tatanan hukum, membiarkan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) merajalela, dan 
membiarkan rakyatnya berbuat sekendak hati dalam kerusakan dan kejahatan, bukan 
adil namanya. Tapi zalim.

Khalifah Umar bin Khattab menetapkan empat kriteria tentang sosok pemimpin.

Pertama, pemimpin berwibawa. Tegas terhadap segala penyelewengan tanpa pandang 
bulu, sekalipun terhadap dirinya sendiri dan keluarganya. Pemimpin model 
begini, termasuk mujahid fi sabilillahi. Negara yang dipimpinnya akan adil, 
makmur, aman, dan sentosa.

Kedua, pemimpin yang hanya tegas terhadap dirinya. Tak mau bertindak terhadap 
bawahan dan rakyatnya yang melanggar aturan. Lemah. Tak berwibawa. Ia selalu 
diintai bahaya di dunia dan akhirat, kecuali mendapat pertolongan Allah.

Ketiga, pemimpin eogis. Hanya mementingkan diri sendiri dan kroni-kroninya. 
Menindas bawahan dengan rupa-rupa ajakan, perintah, aturan, yang ia sendiri tak 
pernah menjalankannya. Memeras rakyat dengan berbagai tindakan yang merugikan. 
Ia dikecam dan dikutuk semua kalangan, dan dalam sabda Nabi Muhammad saw. 
disebut Syarrur ri'ail huthamah . Pemimpin jahat karena merusak kondisi 
kehidupan lahir batin rakyatnya.

Keempat, pemimpin yang bersama pembantu-pembantunya membentuk rezim untuk 
memerkosa keadilan dan merampas hak-hak rakyat. Berbagai peraturan dibuat hanya 
untuk menguntungkan dirinya dan anggota rezimnya belaka. Banyak undang-undang 
dibuat, tapi bukan untuk dipatuhi, melainkan untuk dilanggar. Pemimpin jenis 
ini akan dihancurkan sehancur-hancurnya, dan dilepas dari pertolongan Allah.

Semoga saja, Presiden SBY yang sedang beribadah umrah, termasuk jenis pemimpin 
pertama berdasarkan kaidah Khalifah Umar bin Khattab. Termasuk al adlul umara 
(pemimpin yang adil), yang doanya mustajab, dan selalu mendapat pertolongan 
Allah SWT di dunia dan di akhirat. Jika posisi SBY sudah pas di sana, Insya 
Allah bangsa dan negara yang dipimpinnya akan ikut terbawa kepada keadilan, 
kemakmuran, dan kesejahteraan lahir batin dunia akhirat. Dan semoga dijauhkan 
dari sifat-sifat pemimpin jenis kedua, ketiga, dan keempat versi Umar bin 
Khattab. Karena jika demikian, bangsa dan negara akan terbawa hancur lebur 
ditimpa berbagai persoalan keprihatinan yang tak pernah terselesaikan. 
Naudzubillahi.***

Penulis, wartawan senior


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com";><img 
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif"; height="67" width="200" 
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>

Other related posts: