[ppi] [ppiindia] Demam Berdarah Dengue dan Permasalahannya
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Wed, 25 Feb 2004 22:44:18 +0100
** ppi-india **
Media Indonesia
Kamis, 26 Februari 2004
OPINI
Demam Berdarah Dengue dan Permasalahannya
Dr Andi Utama; Peneliti Puslit Bioteknologi-LIPI; Postdoctoral Fellow of
Japan Society for Promotion of Science, National Institute of Infectious
Diseases
DEMAM berdarah dengue (DBD) kembali melanda negara kita. Penyakit ini tiap
tahun telah membawa banyak korban jiwa, bahkan jumlah kasus serta korban
jiwa meningkat tiap tahunnya. Jumlah korban penderita penyakit demam
berdarah sepanjang tahun 1999 sebanyak 21.134 orang, tahun 2000 sebanyak
33.443 orang, tahun 2001 45.904 orang, tahun 2002 40.377 orang, dan tahun
2003 sebanyak 50.131 orang (Media Indonesia, 17/2/2004). Sedangkan pada
2004, sampai saat ini, telah jatuh korban tidak kurang dari 247 orang
meninggal (Kompas, 25/2/2004).
Karena peningkatan jumlah kasus serta angka kematian, ada yang mensinyalir
kalau virus dengue yang mewabah sekarang adalah virus baru. Kemungkinan ini
tidak tertutup karena dengue adalah virus RNA (virus yang menggunakan RNA
sebagai genomnya) yang bermutasi jauh lebih cepat dibandingan dengan virus
DNA. Begitu juga kemungkinan rekombinasi (penyilangan gen) juga tidak bisa
dikesampingkan. Beberapa penelitian juga telah membuktikan terjadinya
rekombinasi pada virus dengue. Kedua mutasi dan rekombinasi ini akan
melahirkan virus 'berwajah' baru, dengan sifat dan karakter yang baru.
Walaupun ada kemungkinan mutasi dan rekombinasi sehingga munculnya virus
baru, kepastian apakah virus tersebut memang virus baru atau tidak, harus
dikonfirmasikan secara ilmiah dengan menganalisis gen dari virus tersebut.
Dengue dan permasalahannya
Sampai saat ini belum ditemukan obat atau vaksin untuk penanggulangan DBD
ini. Beberapa usaha yang berhubungan dengan pengembangan obat telah dan
tengah dilakukan. Dalam satu penelitian dikatakan bahwa interferon,
ribavirin, 6-azauridine, and glycyrrhizin menghambat perkembangbiakan
flavivirus termasuk virus dengue secara in vitro (Crance et al, 2003),
tetapi belum dibuktikan secara in vivo. Begitu juga dengan usaha
pengembangan antivirus melalui penemuan inhibitor enzim yang diperlukan
untuk perkembangbiakan virus seperti protease, helikase, RNA polimerase, dan
lain-lain. Semua percobaan baru pada tahap pengujian aktivitas secara in
vitro, yang masih jauh dari pengembangan menjadi obat yang bisa digunakan
untuk pasien.
Demikian juga halnya dengan pengembangan vaksin. Ada beberapa kesulitan
untuk pengembangan vaksin Dengue ini. Di antaranya adalah kompleksnya virus
dengue ini. Virus dengue terdiri dari 4 serotipe (DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan
DEN-4), sehingga vaksin yang dikembangkan harus mengandung antigen dari ke-4
jenis serotipe ini. Artinya, agar bisa memproteksi tubuh dari serangan virus
dengue, vaksin yang dipakai harus bisa mengindus antibodi terhadap ke-4
jenis serotipe ini di dalam tubuh.
Kesulitan yang kedua adalah infeksi virus dengue ini tidak mengindus
antibodi yang bisa menahan tubuh dari serangan. Pada kebanyakan virus,
infeksi akan mengindus antibodi yang bisa menahan tubuh terhadap serangan
virus berikutnya. Tapi hal ini berbeda dengan virus dengue. Infeksi pertama
(primary infection) malah mempermudah tubuh untuk mendapat serangan
berikutnya (secondary infection). Begitu juga gejala yang diakibatkannya.
Serangan berikutnya menimbulkan gejala yang lebih berat dan fatal. Jika pada
serangan pertama hanya menyebabkan panas (dengue fever/DF), serangan
berikutnya bisa menyebabkan panas beserta pendarahan (dengue hemmorhagic
fever/DHF) atau bahkan disertai shock (dengue shock syndrome/DSS).
Karena itu, pengembangan vaksin harus disertai dengan pertimbangan
kemungkinan ini. Artinya, kita harus menemukan kondisi yang optimal agar
pemberian vaksin tidak membuat tubuh lebih sensitif terhadap serangan virus
dengue. Di antara kondisi yang harus dipertimbangkan bisa berupa jumlah
dosis, jumlah vaksin itu sendiri, komposisi masing serotipe, dan lain-lain.
Walaupun demikian, karena adanya urgensi pengembangan vaksin ini, beberapa
institusi tanpa putus asa tetap melakukan usaha pengembangan vaksin dengue
ini, di antaranya adalah Pusat Penyakit Infeksi FK Unair Surabaya, Mahidol
University Bangkok, dan Walter Reed Army Institute Amerika SerikatS. Namun,
kandidat vaksin masih pada tahap clinical trial.
Perlunya 3-M
Sudah tidak diragukan lagi bahwa penyebaran wabah dengue disebabkan oleh
nyamuk Aedes aegypti, terutama nyamuk betina. Nyamuk ini sangat pintar
menyembunyikan suaranya dengan membuat gerakan sayap yang halus sehingga
nyaris tak terdengar. Nyamuk betina ini menghisap darah manusia sebagai
bahan untuk mematangkan telurnya. Hingga kini belum diketahui mengapa hanya
darah manusia yang dikonsumsi nyamuk ini, tidak darah makhluk hidup lainnya.
Bila nyamuk jenis lain bertelur dan menetaskannya pada sarangnya, Aedes
aegypti betina melakukannya di atas permukaan air. Karena dengan
demikianlah, telur-telurnya itu berpotensi menetas dan hidup. Telur menjadi
larva yang kemudian mencari makan dengan memangsa bakteri yang ada di air
tersebut. Karena itu tidak heran bila nyamuk penyebab demam berdarah ini
berkembang biak pada genangan air, terutama yang kotor.
Karena itu, penyebaran wabah dengue dipengaruhi oleh ada tidaknya nyamuk
Aedes aegypti yang dipengaruhi lagi oleh ada tidaknya genangan air yang
kotor. Karena itu, pengontrolan dengue bisa dilakukan dengan pengontrolan
nyamuk Aedes aegypti. Pengontrolan nyamuk bisa dilakukan dengan berbagai
cara. Pertama adalah membunuh nyamuk, baik dengan pestisida maupun dengan
ovitrap, yakni dengan bak perangkap yang ditutup kasa. Penggunaan pestisida,
selain memerlukan biaya dan berbahaya pada manusia, juga akan memicu
munculnya nyamuk yang resistan, sehingga cara ini bukanlah cara yang efektif
untuk jangka panjang. Untuk jangka pendek, cara ini masih bisa digunakan.
Cara kedua adalah membuat nyamuk transgenik supaya tidak terinfeksi oleh
virus dengue. Jika nyamuk tidak bisa diinfeksi oleh virus dengue, otomatis
manusia tidak akan pernah terinfeksi oleh virus dengue. Cara ini digunakan
oleh beberapa peneliti untuk mengatasi masalah malaria. Namun, pengembangan
cara ini masih memerlukan puluhan tahun untuk bisa diaplikasikan.
Cara yang ketiga adalah pemberantasan sarang nyamuk yang efektif dan efisien
melalui kegiatan 3-M, yaitu menguras, menutup/menabur abate di tempat
penampungan air, dan mengubur/menyingkirkan barang-barang bekas yang
memungkinkan dijadikan tempat perindukan dan perkembangbiakan jentik nyamuk
Aedes aegypti. Cara inilah yang efektif yang bisa kita lakukan dengan
kondisi kita saat ini.
Penyuluhan
Walaupun 3-M adalah cara yang mudah dan bisa kita lakukan karena tidak
memerlukan biaya, pada kenyataannya cara ini tidak terlaksana dengan baik.
Ini sangat erat hubungannya dengan kebiasaan hidup bersih dan kesadaran
masyarakat terhadap bahaya demam berdarah dengue ini. Kurangnya kesadaran
masyarakat mungkin disebabkan beberapa hal, di antaranya adalah faktor
ekonomi. Susahnya masyarakat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi membuat
masyarakat hanya memikirkan 'makan' tanpa peduli terhadap kebersihan dan
sanitasi. Selain itu, budanya hidup bersih, sedikit banyaknya juga
berpengaruh terhadap pelaksanaan 3-M ini.
Lebih dari itu, penyuluhan dari pemerintah sangat memengaruhi pelaksanaan
3-M ini. Pelaksanaan 3-M sangat dipengaruhi oleh kesadaran masyarakat akan
bahaya deman berdarah dengue itu sendiri. Artinya, tidak terlaksananya 3-M
juga berarti bahwa penyuluhan pemerintah kepada masyarakat tentang demam
berdarah dengue ini masih kurang. Karena itu, pemerintah harus lebih aktif
lagi memberikan pengertian dan penyuluhan kepada masyarakat dengan
menggunakan berbagai media seperti surat kabar dan televisi. Jika tidak,
kasus dengue tidak akan pernah teratasi, bahkan akan bertambah parah.***
Cetak Berita Email Berita
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com. Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Demam Berdarah Dengue dan Permasalahannya