[ppi] [ppiindia] DPR Pesimistis Atas RAPBN 2007
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Tue, 29 Aug 2006 12:39:18 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
REFLEKSI: Jangan kuatir, bisa pinjam untuk menutupi kekurangan.
SUARA KARYA
ANGGARAN NEGARA
DPR Pesimistis Atas RAPBN 2007
@ Target Penerimaan Pajak Sulit Dicapai
Selasa, 29 Agustus 2006
JAKARTA (Suara Karya): RAPBN 2007 yang disampaikan Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono 16 Agustus lalu dinilai masih jauh dari harapan. Oleh karena itu,
pemerintah diminta meninjau ulang RAPBN itu.
Selain asumsi pertumbuhan yang dinilai tidak realistis, DPR juga menyatakan
pesimismenya atas target penerimaan perpajakan yang dinilai terlampau tinggi.
Hal itu mengemuka dalam Sidang Paripurna DPR yang dipimpin wakil Ketua DPR-RI,
Soetardjo Soerjogoeritno, di DPR, Senin, membahas pandangan fraksi-fraksi DPR
mengenai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2007.
Sepuluh fraksi yang ada, secara garis besar menyatakan pesimisme mereka
terhadap RAPBN 2007 tersebut. Mayoritas fraksi di DPR menyatakan bahwa RAPBN
itu masih belum mengakomodasi kepentingan masyarakat. Pemerintah diharapkan
mengkaji ulang RAPBN 2007 agar dapat mewujudkan kesejahteraan dan keadilan
masyarakat.
Fraksi FPDIP, menyatakan, RAPBN 2007 masih jauh dari harapan untuk memulihkan
kondisi ekonomi. Menurut fraksi itu, pemerintah kurang mampu mengantisipasi
masalah yang timbul seperti anggaran pendidikan. FPDIP menyatakan menolak RAPBN
2007 dan memaksa pemerintah untuk mengubah RAPBN 2007 tersebut. Pertumbuhan
ekonomi 6,3 Persen pun dinilai terlampau tinggi.
Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN), dan Fraksi Partai Keadilan dan Sejahtera
(FPKS) pun mengungkapkan hal yang sama. dan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia
Perjuangan (FPDIP) dalam rapat paripurna DPR di Jakarta, Senin.
Menurut FPAN, pihaknya mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar
6,3 persen, namun target itu akan cukup realitistis jika perbaikan kondisi
makro ekonomi terus berlanjut hingga 2007.
"Jika pertumbuhan ekonomi tetap ditargetkan 6,3 persen sementara kondisi makro
ekonomi tetap seperti ini, kami meyakini sulit untuk menjaga inflasi pada level
6,5 persen," kata juru bicara FPAN DPR Marwoto Harjoharjono.
Senada dengan FPAN, FPKS DPR juga menilai target inflasi 6,5 persen sulit
dicapai dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3 persen pada 2007.
"Pertumbuhan ekonomi yang tinggi biasanya diikuti pula dengan inflasi yang
tinggi atau dengan kata lain laju inflasi bergerak seiring dengan pertumbuhan
ekonomi, sebab setiap usaha menekan inflasi akan menciderai proses pertumbuhan
ekonomi itu sendiri," kata juru bicara FPKS DPR, Rama Pratama.
Dalam RAPBN 2007, pemerintah menetapkan asumsi produk domestik bruto (PDB) Rp
3.531,087 triliun, pertumbuhan ekonomi 6,3 persen, inflasi 6,5 persen, nilai
tukar Rp 9.300 per dolar AS, suku bunga SBI tiga bulan 8,5 persen, dan harga
minyak internasional 65 dolar AS per barel.
Penerimaan Pajak
Di sisi lain, Fraksi Partai Golkar (FPG) DPR menyatakan target penerimaan
perpajakan dalam RAPBN 2007 yang ditetapkan sebesar Rp 505,9 triliun atau 70,9
persen dari seluruh rencana penerimaan negara dan hibah (Rp 713,443 triliun),
akan sulit direalisasikan jika tidak ada perbaikan kondisi dunia usaha.
Menurut FPG DPR, meningkatnya penerimaan perpajakan harus juga diikuti dengan
perbaikan kebijakan di bidang dunia usaha seperti di bidang investasi dan
kebijakan untuk menekan ekonomi biaya tinggi.
"Penerimaan negara dalam RAPBN 2007 didominasi oleh penerimaan pajak.
Peningkatan target penerimaan pajak harus diikuti dengan perbaikan kebijakan
yang mendorong tumbuh kembangnya dunia usaha," kata juru bicara FPG DPR, A.
Mujib Rohmat. (Tri Handayani/Nunun
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] DPR Pesimistis Atas RAPBN 2007