[ppi] [ppiindia] DITILEP LAGI UANG MASYARAKAT
- From: taufik orangkaya <okatao2000@xxxxxxxxx>
- To: ekonomi-nasional@xxxxxxxxxxxxxxx, ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
- Date: Thu, 30 Sep 2004 08:07:52 -0700 (PDT)
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
29 Sep 04 07:37 WIB
7500 Karyawan Pusri Terancam Tak Menerima Dana Pensiun
Jakarta, WASPADA Online
Sebanyak 7.500 karyawan PT Pupuk Pusri Palembang yang tersebar diseluruh
Indonesia terancam tidak mendapat dana pensiunan akibat dana Dana Pensiun Pusri
(Dapensri) yang disimpan dalam bentuk deposito pada Bank Internasional
Indonesia (BII) sebesar Rp31 Miliar raib hanya bersisa Rp 200 juta.
Demikian diungkapkan pejabat Direktur Dapensri Joko Sumarsono yang didampingi
kuasa hukumnya Handra Deddy Hasan dan Ari Yusuf Singajuru kepada wartawan di
Jakarta, Senin (27/9). Apabila BII tidak mengembalikan dana Dapensri yang
didepositokan itu akan berakibat pada 7500 karyawan PT Pupuk Pusri, katanya.
"Kami minta Polri untuk mengusut tuntas kasus ini karena ada lebih 15 ribu
orang dari 7500 keluarga karyawan yang nasibnya tidak akan jelas," kata Joko
Sumarsono.
Menurut Handra, hilangnya dana itu, semula Dapensri menyimpan uang Rp 31 miliar
di Bank Mandiri, tetapi karena iming-iming akan mendapatkan bunga lebih tinggi
dari BII cabang Pembantu Segitiga Senen, Jakarta Pusat, Direktur Utama Dapensri
Bunyamin memindahkan penempatan uang tersebut dari Bank Mandiri, Kantor Cabang
Pembantu Pusri di Palembang.
"Penempatan dana dalam bentuk deposito dilakukan secara bertahap masing-masing
Rp 25 miliar ditransfer pada tanggal 4 september 2003 dan Rp 6 miliar pada
tanggal 15 September 2003 dengan menggunakan sistem Bank Indonesia Real Time
Gross Settlement (BI-TRGS)," kata Handra.
Menurut Handra, sistem yang dibuat oleh BI tersebut seharusnya tidak lagi
diragukan, selain sistem yang profesional juga akan terjaga keamanannya, namun
yang dialami oleh Dapensri ini sangat menakutkan bagi nasabah, terutama
menyangkut kepercayaan terhadap bank.
Sedangkan Joko Sumarsono menyatakan, sambutan baiknya atas keberhasilan Mabes
Polri yang telah menangkap Lukman Hakim, salah satu otak pembobol dana Dapensri
di BII serta ditahannya beberapa orang pegawai BII itu.
"Dengan penangkapan ini, masyarakat semua tahu bahwa pelaku utamanya adalah
orang luar, dimana Dapensri dan Pusri tidak terlibat sebagaimana status
Bunyamin yang dijadikan tersangka agar segera dikeluarkan SP3 (surat
pengehntian penyelidikan), karena tidak terbukti menggelapkan dana Dapensri,"
kata Joko Sumarsono.
Selain me-SP3-kan Bunyamin, BII juga diharapkan untuk segera mencairkan uang
Dapensri. "Sudah seharusnya BII segera mencairkan dana milik karyawan dan
pensiunan PT Pusri ini," tambah Joko Sumarsono.
Lebih lanjut dikatakan Handra, bobolnya dana Dapensri ini bermula ketika pihak
Dapensri melalui suratnya bernomor 403/Dapensri/XI/2003 meminta Bank Mandiri
Palembang untuk memindah-bukukan uang Rp 31 miliar ke BII Senen Jakarta dalam
bentuk deposito. Hal itu telah dilakukan oleh Bank Mandiri dengan dua tahap
masing-masing sebesar Rp 25 miliar dan Rp 6 miliar dengan transfer sistem RTGS.
"Ketika pihak Dapensri meminta BII untuk segera melakukan pencairan atas bilyet
deposito sebesar Rp 31 miliar pada 9 Juli 2004, pihak BII selalu menolaknya.
Hal itu sampai berulang kali dilakukan oleh Dapensri tetap saja ditolak BII,"
kata Hendra.
Penolakan tersebut terungkap bahwa dana Dapensri yang ada hanya Rp 200 juta
bukan Rp 31 miliar. Karena yang Rp 31 miliar dianggap BII merupakan bilyet
deposito palsu. "BII hanya mengakui Rp 200 juta dana Dapensri dengan nominal
masing-masing Rp 100 juta yang dibuka oleh Lukman Hakim. Padahal pengiriman
dana sebesar Rp 31 miliar itu telah dilakukan oleh Bank Mandiri lewat sistem
RTGS.
Kampanye open-source Indonesia - http://www.DariWindowsKeLinux.com
Solusi canggih, bebas ikatan, dan bebas biaya
Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
---------------------------------
Yahoo! Groups Links
To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/
To unsubscribe from this group, send an email to:
ekonomi-nasional-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
---------------------------------
Do you Yahoo!?
vote.yahoo.com - Register online to vote today!
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] DITILEP LAGI UANG MASYARAKAT