[ppi] [ppiindia] DITILEP LAGI UANG MASYARAKAT

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **

29 Sep 04 07:37 WIB
7500 Karyawan Pusri Terancam Tak Menerima Dana Pensiun 
Jakarta, WASPADA Online

Sebanyak 7.500 karyawan PT Pupuk Pusri Palembang yang tersebar diseluruh 
Indonesia terancam tidak mendapat dana pensiunan akibat dana Dana Pensiun Pusri 
(Dapensri) yang disimpan dalam bentuk deposito pada Bank Internasional 
Indonesia (BII) sebesar Rp31 Miliar raib hanya bersisa Rp 200 juta. 
Demikian diungkapkan pejabat Direktur Dapensri Joko Sumarsono yang didampingi 
kuasa hukumnya Handra Deddy Hasan dan Ari Yusuf Singajuru kepada wartawan di 
Jakarta, Senin (27/9). Apabila BII tidak mengembalikan dana Dapensri yang 
didepositokan itu akan berakibat pada 7500 karyawan PT Pupuk Pusri, katanya. 
"Kami minta Polri untuk mengusut tuntas kasus ini karena ada lebih 15 ribu 
orang dari 7500 keluarga karyawan yang nasibnya tidak akan jelas," kata Joko 
Sumarsono. 
Menurut Handra, hilangnya dana itu, semula Dapensri menyimpan uang Rp 31 miliar 
di Bank Mandiri, tetapi karena iming-iming akan mendapatkan bunga lebih tinggi 
dari BII cabang Pembantu Segitiga Senen, Jakarta Pusat, Direktur Utama Dapensri 
Bunyamin memindahkan penempatan uang tersebut dari Bank Mandiri, Kantor Cabang 
Pembantu Pusri di Palembang. 
"Penempatan dana dalam bentuk deposito dilakukan secara bertahap masing-masing 
Rp 25 miliar ditransfer pada tanggal 4 september 2003 dan Rp 6 miliar pada 
tanggal 15 September 2003 dengan menggunakan sistem Bank Indonesia Real Time 
Gross Settlement (BI-TRGS)," kata Handra. 
Menurut Handra, sistem yang dibuat oleh BI tersebut seharusnya tidak lagi 
diragukan, selain sistem yang profesional juga akan terjaga keamanannya, namun 
yang dialami oleh Dapensri ini sangat menakutkan bagi nasabah, terutama 
menyangkut kepercayaan terhadap bank. 
Sedangkan Joko Sumarsono menyatakan, sambutan baiknya atas keberhasilan Mabes 
Polri yang telah menangkap Lukman Hakim, salah satu otak pembobol dana Dapensri 
di BII serta ditahannya beberapa orang pegawai BII itu. 
"Dengan penangkapan ini, masyarakat semua tahu bahwa pelaku utamanya adalah 
orang luar, dimana Dapensri dan Pusri tidak terlibat sebagaimana status 
Bunyamin yang dijadikan tersangka agar segera dikeluarkan SP3 (surat 
pengehntian penyelidikan), karena tidak terbukti menggelapkan dana Dapensri," 
kata Joko Sumarsono. 
Selain me-SP3-kan Bunyamin, BII juga diharapkan untuk segera mencairkan uang 
Dapensri. "Sudah seharusnya BII segera mencairkan dana milik karyawan dan 
pensiunan PT Pusri ini," tambah Joko Sumarsono. 
Lebih lanjut dikatakan Handra, bobolnya dana Dapensri ini bermula ketika pihak 
Dapensri melalui suratnya bernomor 403/Dapensri/XI/2003 meminta Bank Mandiri 
Palembang untuk memindah-bukukan uang Rp 31 miliar ke BII Senen Jakarta dalam 
bentuk deposito. Hal itu telah dilakukan oleh Bank Mandiri dengan dua tahap 
masing-masing sebesar Rp 25 miliar dan Rp 6 miliar dengan transfer sistem RTGS. 
"Ketika pihak Dapensri meminta BII untuk segera melakukan pencairan atas bilyet 
deposito sebesar Rp 31 miliar pada 9 Juli 2004, pihak BII selalu menolaknya. 
Hal itu sampai berulang kali dilakukan oleh Dapensri tetap saja ditolak BII," 
kata Hendra. 
Penolakan tersebut terungkap bahwa dana Dapensri yang ada hanya Rp 200 juta 
bukan Rp 31 miliar. Karena yang Rp 31 miliar dianggap BII merupakan bilyet 
deposito palsu. "BII hanya mengakui Rp 200 juta dana Dapensri dengan nominal 
masing-masing Rp 100 juta yang dibuka oleh Lukman Hakim. Padahal pengiriman 
dana sebesar Rp 31 miliar itu telah dilakukan oleh Bank Mandiri lewat sistem 
RTGS. 


Kampanye open-source Indonesia - http://www.DariWindowsKeLinux.com
Solusi canggih, bebas ikatan, dan bebas biaya



Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT


---------------------------------
Yahoo! Groups Links

   To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/
  
   To unsubscribe from this group, send an email to:
ekonomi-nasional-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
  
   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 



                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
vote.yahoo.com - Register online to vote today!

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: