[ppi] [ppiindia] DARI NOTES BELAJAR SEORANG AWAM: CERITA-CERITA KECIL UNTUK AGUK IRAWAN Mn [16]
- From: "Budhisatwati KUSNI" <katingan@xxxxxxxxxxxxxxxx>
- To: "kmnu2000" <kmnu2000@xxxxxxxxxxxxxxx>, <wanita-muslimah@xxxxxxxxxxxxxxx>, "ppiindia" <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
- Date: Fri, 13 Aug 2004 08:07:10 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
Dari Notes Belajar Seorang Awam:
CERITA-CERITA KECIL UNTUK AGUK IRAWAN [16].
Penelitian & Pembaruan [3--Selesai]
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh teman-teman yang bertugas di dae=
rah Jepara, diketahui misalnya peranan etnik Tionghoa dalam mengembangkan s=
eni ukir yang tersohor di daerah ini. Dari komposisi asal etnik, terutama d=
i daerah-daerah yang tadinya jadi pusat perkebunan atau pusat peristirahata=
n yang sejuk seperti di ketinggian Merapi-Merbabu, di sini didapatkan ada=
nya warga desa yang berkulit putih dan mata sedikit biru. Sedangkan di daer=
ah lain didapatkan juga adanya etnik-etnik asal Arab dan India.=20
Tentang keragaman asal turun penduduk kita sebenarnya bukanlah sesuatu hal =
asing dari pengetahuan penduduk, demikian juga sumbangan masing-masing etni=
k itu bagi pengembangan kesenian setempat. Apa yang ditemukan oleh para sen=
iman Lekra dalam gerakan penelitian kesenian mereka tidak lebih dari sekdar=
suatu garisbawah atas kenyataan. Sekalipun demikian, ketika Lekra Jateng =
mencoba menyiarkan hasil penelitian, mereka memperoleh hambatan dari pengua=
sa -- terutama yang berseragam hijau. Setelah Tragedi Nasional September 19=
65 seiring dengan penghancuran dan pelarangan karya-karya, buku serta dokum=
en Lekra dan para anggotanya, pengejaran dan likwidasi fisik terhadap mere=
ka, aku tak tahu lagi tentang nasib hasil-hasil penelitian tersebut. Yang m=
asih bisa didapatkan diluar negeri adalah hasil penelitan tentang kaum tani=
yang direkam oleh karya antropolog Ina Slamet.=20
Hasil sampingan positif lain dari gerakan penelitian kesenian ini yaitu me=
mbuat para anggota Lekra terutama yang melakukan penelitian menjadi lebih m=
engenal dari dekat keadaan masyarakat. Melalui gerakan penelitian yang umum=
nya dilakukan dengan metode "tiga sama" [sama makan, sama tidur, sama kerja=
-- terakhir di Yogya dikembangkan dengan "sama diskusi"], para anggota Lek=
ra mengobah atau menggeser sikap mental mereka lebih dekat kepada rakyat. K=
edekatan mereka pada rakyat lebih ditingkatkan dan lebih dikhayati.
Belakangan juga kuketahui dari seorang antropolog Madagaskar, yang sehari-h=
ari kupanggil dengan nama Tor, tentang adanya hubungan sejarah antara seni =
dan kemampuan mengobah besi di Jawa dengan yang di daerah etnik Dayak. Agar=
tidak kusebut "ngedobos", pada waktu itu Tor memperlihatkan halaman buku p=
injaman dari perpustakaan Paris, yang ia jadikan sumber. Aku menyesal dalam=
pertemuan di sebuah caf=E9 itu, telah lupa mencatat judul buku tua di tan=
gan Tor. Pernyataan Tor dari Madagaskar ini ditunjang oleh antropolog Indon=
esia, Jaan Ave yang di tahun 1960an melakukan penelitian di kalangan orang =
Dayak Kalimantan Tengah. Jaan Ave, seperti halnya alm. E.Utrecht, termasuk =
orang-orang yang harus meninggalkan Indonesia menyusul Tragedi Nasional Sep=
tember 1965. Setelah pensiun, Jaan Ave melalukan haritua di Perancis Selata=
n.
Sadar akan keragaman ini sebagai suatu kekayaan dan sumber kreasi tak berh=
ingga, di kalangan teman-teman Lekra Kota Yogya pada masa angkatanku memper=
tanyakan: Bagaimana secara kongkret mengejawantahkan kekayaan ini dalam kar=
ya yang aspiratif dan tanggap zaman?=20
Seperti kutuliskan di atas melalui diskusi panjang, kami sampai pada kesepa=
katan untuk menangkap saripati ide dan ciri khas karya-karya lokal dan etni=
k, menjadikannya sebagai materi untuk meramu karya baru. Inilah misalnya y=
ang dicoba oleh Johny Trisno dalam lagunya "Hulupis Kuntulbaris". Mendengar=
karya Johny ini, siapapun tidak ragu bahwa lagu ini adalah lagu dari Jawa =
Tengah, sekalipun terasa juga nafas Soranbosi[lagu nelayan Jepang yang pern=
ah ditafsirkan dalam bentuk sandra-nyanyi oleh grup Shin Sheiza Kuza ketika=
berkunjung ke Yogya].=20=20
Gejala ini pun terdapat pada karya-karya Udin dari Ansambel Maju Tak Gentar=
, Medan, Sumatera Utara,ansambel kebanggaan Bung Karno. Terhadap karya-kary=
a Udin, pernah ada teman yang mengkritiknya sebagai berbau lagu-lagu Tiongk=
ok. Pendapat ini dibenarkan oleh teman-teman lain sambil menambahkan: "Apak=
ah karena itu kau menolak karya Udin sebagai karya Indonesia?". Menurutku,l=
anjut teman ini: "Justru karena adanya pengaruh irama Tionghoa, karya Udin =
menjadi sangat Indonesia. Udin yang memang dari etnik Tionghoa tanpa mengin=
gkar diri dan wajar jika ada warna Tionghoa pada karyanya. Mengapa karya Jo=
hny tidak kau sebut berbau Jawa, tapi kau katakan lagu Indonesia. Indonesia=
bukan hanya Jawa".=20
Pengangkatan lagu nelayan rakyat Madura, "Tanduk Majeng" oleh Ansambel Gent=
asuri dari Surabaya dan lagu nelayan etnik Dayak "Laisomena" oleh Sutrisno,=
koreograf Lembaga Seni Tari Yogya, ke dalam bentuk balet Barat dengan mem=
perhatikan unsur-unsur gerak lokal, atau aransemen keroncong dan lagu-lagu =
Jawa oleh Mas Saptoprio, termasuk bentuk-bentuk usaha percobaan kami mencar=
i bentuk pengungkapan paling aspiratif dan tanggap zaman seusai melakukan g=
erakan penelitian kesenian se Jateng.=20
Kemampuan menyerap saripati bentuk dan ide karya berbagai asal sebenarnya b=
ukan hal baru bagi rakyat berbagai etnik negeri kita. Barangkali rasa nasio=
nalisme yang meluap-luap atau kurang pengenalan yang kadang membuat kita te=
rjerat oleh sektarisme. Mengenal diri sendiri untuk menjadi diri sendiri, b=
arangkali masih merupakan nasehat tetua yang tetap relevan. Penelitian dima=
ksudkan untuk mengenal diri sendiri semaksimal mungkin, sedangkan menjadi d=
iri sendiri adalah kemampuan menyerap segala unsur yang melingkungi diri da=
n di mana diri berada. Sebagai seniman adalah berkarya.=20
Setelah memahami adanya tujuh bentuk kesenian yang paling hidup di kalangan=
masyarakat Jateng, seperti yang sudah kukatakan di atas, Lekra Jateng, ter=
masuk Yogya dihadapkan pada pertanyaan: Bagaimana menumbuhkembangkan bentuk=
-bentuk kesenian tersebut, bagaimana karya-karya baru yang mengakar, tangga=
p zaman dan aspiratif diciptakan? Perobahan politik yang drastis menyusul T=
ragedi Nasional September 1965 menangguhkan usaha menjawab pertanyaan ini l=
ebih jauh.=20
Adakah yang menduga bahwa pertanyaan dan permasalahan yang menggelitik piki=
ran kami begini termasuk petunjuk intervensi pihak luar pada Lekra? Ah, ak=
u sudah tidak perduli, tapi pertanyaan itu kutinggalkan kepadamu sebagai sa=
lah satu tanda kami pernah ada dan tidak sempat menjawabnya. Kami sudah lak=
ukan apa yang kami bisa dalam ruang yang tersedia dan sekarang yang masih h=
idup tetap mencoba mencari mendapatkan ruang bagi mimpi. Terkadang aku terc=
engang sendiri bahwa di negeri kelahiran untuk mimpi dan mengungkapkan mimp=
ipun tidak gampang bahkan sering terlarang. Mencintai tanahair menagih kesa=
nggupan kehilangan kepala. Udara di isi oleh rupa-rupa tuba. Penyair, di ne=
geri ini kau ditunggu! Apakah benar demikian maknanya, Guk?=20=20
Paris, Agustus 2004
-------------------
JJ. Kusni
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->=20
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->=20
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg=
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;=20
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
=20
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
=20
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts: