[ppi] [ppiindia] DARI NOTES BELAJAR SEORANG AWAM: CERITA-CERITA KECIL UNTUK AGUK IRAWAN Mn [16]
- From: "Budhisatwati KUSNI" <katingan@xxxxxxxxxxxxxxxx>
- To: "kmnu2000" <kmnu2000@xxxxxxxxxxxxxxx>, <wanita-muslimah@xxxxxxxxxxxxxxx>, "ppiindia" <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
- Date: Thu, 12 Aug 2004 10:53:16 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
Dari Notes Belajar Seorang Awam:
CERITA-CERITA KECIL UNTUK AGUK IRAWAN [16].
Penelitian & Pembaruan [2]
Apa bagaimana hasil penelitian setahun itu?
Penelitian serentak di seluruh kabupaten Jateng memperlihatkan terdapat tujuh
bentuk kesenian yang paling populer dalam arti dijadikan alat pengungkap diri
masyarakat. Tujuh bentuk kesenian ini antara lain: ketoprak, wayang, reog,
kerajinan tangan, tembang, tari, sastra Jawa.
Menindak lanjut hasil penelitian ini maka di Semarang kemudian diterbitkan
mingguan berbahasa Jawa: "Suara Persatuan" yang menyalurkan karya-karya kaum
tani. Cara mengumpulkan karya-karya kaum tani dilakukan dengan membentuk
grup-grup pembaca "Suara Persatuan" di kalangan kaum tani. Aku masih ingat,
Guk, betapa grup-grup baca ini ketika jeda sebentar dari memacul dan membajak
sawah berkumpul di pematang mengerumuni mingguan "Suara Persatuan", pemandangan
yang tak lagi kusaksikan ketika mengelilingi kabupaten Klaten di tahun 2000an
yang disebut "modern" tapi penduduknya jadi pendiam dibandingkan dengan masa
remajaku.Mereka akan makin pendiam jika tidak mengenal siapa yang diajaknya
bicara.
Grup-grup baca inilah kemudian yang mengirimkan karya-karya mereka berupa
tembang tentang kehidupan mereka sendiri lalu diedit oleh redaksi sebelum
disiarkan. Apakah bisa kau bayangkan, Guk, betapa gembira dan terdorongnya
para petani ketika membaca tulisan mereka disebarluaskan?
Bersamaan dengan itu, untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan menjadi aktor
pemberdayaan diri sendiri oleh Lekra Bang telah diselenggarakan kursus-kursus
kejuruan tingkat Cabang untuk para anggota dari tingkat ranting, membentuk
grup-grup ketoprak dan cabang-cabang kesenian lainnya di berbagai kecamatan dan
kampung serta membuka peluang kepada mereka untuk melakukan pementasan sampai
kepada festival tingkat kabupaten yang direncanakan secara periodik dan hanya
terpotong oleh Tragedi Nasional September 1965.
Sesudah penelitian dan tindak lanjut berikut yang menyertainya, maka nampak
benar kegiatan kesenian yang semuanya menyebut diri sebagai kegiatan Lekra
makin meningkat berkali lipat. Tidak pernah ada kegiatan politik atau kampung
apapun yang meninggalkan kegiatan kesenian, terutama ketoprak.Ketoprak boleh
dikatakan menjadi alat ekspresi penting masyarakat pedesaan yang utama pada
waktu itu. Kegiatan ketoprak rakyat jauh mengunguli kegiatan kesenian yang
diselenggarakan oleh Jawatan Penerangan.
Dari kenyataan ini aku saksikan bagaimana penduduk desa dengan grup-grup
kesenian Lekra ranting dan cabang secara berprakasa berusaha melayani
keperluan mereka sendiri akan kesenian. Yang menarik juga bahwa isi antara
pertunjukan kesenian yang diselenggarakan oleh Jawatan Penerangan dan Lekra
sering bertolak belakang. Yang satu membela dan menyuarakan kepentingan kaum
tani yang sedang melangsungkan aksi, sedangkan yang lain "menghantam" aksi.
Sehingga nampak padaku bahwa panggung kesenian, khususnya ketoprak, juga
merupakan gelanggang pertarungan dua kepentingan berbeda. Siapakah yang memberi
petunjuk bagi orang kampung untuk menjawab "hantaman" Jawatan Penerangan? PKI
kah? Mengapa kau begitu tidak percaya pada orang kampung dan grup ketoprak
kampung? Apakah karena kau merasa modern dan berkesempatan menempuh sekolah
tinggi? Negeri ini tidakkah banyak dirusaki oleh mereka yang bangga dengan
gelar akademi mereka tapi asing dari kehidupan dan masyarakatnya dan yang juga
begi
tu bangga dengan gaya selebritis, jas dan dasi serta rambut klimis mereka di
tivi?
Ketika kembali berada di Indonesia, aku saksikan betapa ketoprak di
kampung-kampung nampak sudah tidak sesemarak dahulu. Peranan ketoprak kampung
sudah digantikan oleh siaran ketoprak RCTI di akhir pekan. Apakah keadaan ini
merupakan kemajuan ataukah kemunduran, kuserahkan kepadamu menilainya, Guk.
Yang jelas, ketoprak kampung sudah tidak sesemarak dahulu.Semuanya seakan
tergantung pada Jakarta dan alat komunikasi mutakhir.Ketergantungan dalam
banyak hal, terkesan padaku sebagai salah satu ciri lapisan masyarakat
terpinggir, terutama orang kampung. Dan keadaan tergantung ini mewujudkan diri
pula dalam pola pikir dan mentalitas anak bangsa dan negeri terpinggir tapi
secara "mentereng" disebut sebagai "manusia modern" dan "modernisasi".
Sedangkan Lekra berangkat dari ajakan dan menanamkan kepada orang terpinggir
bahwa mereka mampu melakukan sesuatu secara mandiri. Tidakkah ini dua konsep
hidup yang bertolakbelakang. Kadaluwarsakah konsep yang mempercayai manusia dan
kemampuan
nya ini?
Agar apa yang kututurkan di atas mempunyai kesimpulan maka yang ingin kukatakan
tidak lain bahwa pembaharuan yang dicoba dilakukan oleh Lekra adalah
pembaharuan di atas dasar kehidupan yang sudah ada dan untuk itu kehidupan dan
kenyataan dicoba dikenal melalui penelitian. Pembaharuan bukanlah sesuatu yang
mengasingkan diri dan membuat kita jadi lepas akar, tapi pembaharuan yang
tanggap zaman dan aspiratif. Tanggap dan aspiratif karena ia mengakar. Dari
segi pandangan sejarah, di sinilah terletak arti membangun hari ini dan
haridepan atas dasar masa silam. Ini pulalah yang kunamakan sebagai pandangan
sejarah dan perlunya memiliki pandangan sejarah yang tanggap.
Melalui penelitian ini pulalah Lekra mengenal keragaman bangsa, saling hubungan
antar faktor luar dan dalam. Bagaimana kongkretnya?
Paris, Agustus 2004
-------------------
JJ. Kusni
[Bersambung]
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts: