[ppi] [ppiindia] DARI NOTES BELAJAR SEORANG AWAM: CERITA-CERITA KECIL UNTUK AGUK IRAWAN Mn [16]
- From: "Budhisatwati KUSNI" <katingan@xxxxxxxxxxxxxxxx>
- To: "kmnu2000" <kmnu2000@xxxxxxxxxxxxxxx>, <wanita-muslimah@xxxxxxxxxxxxxxx>, "ppiindia" <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
- Date: Thu, 12 Aug 2004 05:48:39 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
Dari Notes Belajar Seorang Awam:
CERITA-CERITA KECIL UNTUK AGUK IRAWAN [16].
Penelitian & Pembaruan [1]
Guk,
Dari bagaimana ranting Lekra di Pacinan Yogya dibangun dan bagaimana Ansambel
Tari-Nyanyi "Lembah Merapi" didirikan, barangkali kau memperoleh sedikit
gambaran garis besar tentang bagaimana Lekra meluaskan organisasi dan siapa
yang meluaskannya. Contoh ini pun kelak akan kutambahkan dengan bagaimana kami
membangun Lekra di Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan di Palangka Raya,
Kalimantan Tengah yang pada waktu itu baru dibangun. Jalan-jalan sedang
dibangun oleh insinyur-insinyur dari Uni Soviet dan belum beraspal seperti
sekarang.
Sekarang aku masih ingin mencatat dan menuturkan cerita-cerita kecil dari
pengalaman kecil sederhana yang kualami selama berada di Jawa Tengah, daerah
pengasuh remajaku.
Asrama Palangka Raya yang sekarang masih berdiri tegak di jalan
Pakuningratan,Yogya Utara, kalau kuingat-ingat di masa itu, bagiku tak obah
bagaikan sebuah tenda perkemahan guna menjulurkan kaki sejenak menawar
kelelahan perjalanan. Sedangkan tempat yang sering kudiami adalah pedesaan yang
luas, jalan-jalan kota hingga puncak-puncak Merapi dan Merbabu yang membayangi
kota siang-malam,di mana kembali aku bisa menikmati kebebasan anak alam masa
bocahku di sungai Katingan. Lebih-lebih sejak 1963 Lekra Jateng, termasuk
Daerah Isimewa dan Kota Yogyakarta, mengorganisasi suatu penelitian tentang
bentuk kesenian yang paling hidup di Jawa Tengah [Jateng]. Penelitian ini
dilakukan serentak di seluruh kabupaten-kabupaten Jateng dan berakhir pada
tahun 1964. Aku mendapatkan kabupaten Klaten sebagai daerah pengamatan sehingga
daerah ini mempunyai makna tersendiri bagiku. Penelitian tentang bentuk-bentuk
kesenian rakyat ini dilakukan untuk mengenal keadaan kehidupan kesenian di
Jateng,
bentuk-bentuk kesenian apa yang paling hidup, apa yang hampir hilang dan atas
dasar keadaan ini kemudian menetapkan apa yang harus dilakukan. Penelitian
serentak ini juga berharap bahwa atas dasar pengenalan keadaan, seniman-seniman
Lekra bisa menciptakan karya-karya baru yang mengakar, tanggap zaman dan
aspiratif.
Apa yang dimaksudkan dengan karya-karya baru yang mengakar, tanggap zaman dan
aspiratif?
Pertanyaan ini menyangkut masalah pembaharuan dalam sastra-seni dan juga
masalah keragaman atau kebhinnekaan kita sebagai bangsa. Apa itu pembaharuan
dan mengapa perlu pembaharuan? Apakah masalah ini memang mendesak? Mendesak
tidaknya, tepat tidak penilaian kami pada waktu itu ,tapi masalah-masalah
demikian sudah menjadi isi debat berbagai grup kami di Yogya. Di grup ketoprak
Krido Mardi misalnya di sekitar tahun 1963 sudah diperdebatkan bagaimana
menggusur feodalisme dari panggung. Masalah ini pun muncul di kalangan Ludruk
Marhaen Jawa Timur. Terus-terang kukatakan bahwa perdebatan ini ada pengaruh
dari perdebatan yang sedang berlangsung di kalangan seniman Tiongkok terhadap
Opera Beijing -- pada awal-awal Revolusi Besar Kebudayaan Proletar [RBKP] yang
disulut oleh Chiang Ching dan teman-teman, dan juga pengaruh dari kedatangan
rombongan kabuki Zhen Shin Za serta ansambel-tari nyanyi Shin Sheiza Kuza cari
Jepang.
Debat di kalangan Krido Mardi yang selalu dihadiri oleh Drs. Sunardi -- sebagai
orang pertama Lekra Daerah Istimewa Yogyakarta -- sesungguhnya lebih berkisar
pada masalah tekhnis praktis dan bukan pada soal perobahan atau pembaruan itu
sendiri. Dikhawatirkan bahwa jika Krido Mardi mementaskan karya-karya baru,
maka pemasukan secara finansil akan berkurang sehingga berdampak langsung pada
kehidupan grup yang memang hidup dari berkesenian. Untuk menjawab masalah ini
maka diskusi memutuskan untuk melakukan pertunjukan uji-coba dengan mementaskan
karya "Gadis Berambut Putih" [maaf aku lupa penulisnya], sebuah karya drama
terkemuka dari Tiongkok yang berhasil meraih hadiah internasional. Di Republik
Rakyat Tiongkok [RRT] sendiri, "Gadis Berambut Putih" selain dipentaskan dalam
bentuk teater, ia juga digelarkan dalam bentuk balet. Krido Mardi mementaskan
"Gadis Berambut Putih" di Alun-alun Utara dengan tekhnik panggung yang
diwariskan oleh Shin Sheiza Kuza.
Uji coba kedua dilakukan oleh Krido Mardi dengan menggelarkan lakon Sam Pek Eng
Tay. Sedangkan grup Ludruk Marhaen ketika berkunjung ke Yogya menggelarkan
lakon "Sadumuk Batuk Senyari Bumi" yang melukiskan perjuangan kaum tani dalam
Gerakan Aksi Sepihak di Klaten.
Dari pertunjukan uji coba ini Krido Mardi agaknya bisa membuang kekhawatiran
mereka walaupun dalam pergelaran-pergelaran mereka tetap memadukan karya-karya
baru dan karya lama. Masalah lain yang dihadapi terdapat pada jumlah
naskah-naskah drama baru. Masalah yang juga dihadapi oleh Lembaga Seni Musik
dalam pertunjukan-pertunjukan mereka. Kekurangan naskah dan lagu-lagu baru
menyebabkan Drs. Sunardi menuduh Lekra Kota sebagai "puas diri" yang menyulut
perdebatan terbuka di koran-koran[Coba Guk, kau lihat juga "Prahara Budaya",
kompilasi Taufiq Ismail & D.S.Muljanto].
Dengan adanya debat ini, nampak bahwa di kalangan Lekra tidak berlaku
komandoisme dan monolitisme. [lihat juga: Antologi Puisi "Laut Pasang", sikap
terhadap Chairil Anwar menyusul ceramah Bakri Siregar di Fakultas Sastra Gadjah
Mada tahun 1963an].
Perdebatan lebih seru berlangsung di dalam Lembaga Seni Tari Lekra Yogya,
terutama mengenai penggunaan bentuk balet. Ada yang menganggap balet sebagai
bentuk kesenian Barat tidak layak digunakan seperti yang dilakukan oleh
koreograf Sutrisno atas lagu nelayan Dayak Kalimantan Tengah: "Laisomena" dan
"Tanduk Majeng"[lagu nelayan Madura] oleh grup Gentasuri Surabaya. Debat ini
pun diselesaikan dengan uji coba pertunjukan.
Melihat pertunjukan balet ini, yang masih membekas sampai sekarang bahwa
koreograf berhasil mengangkat semangat para nelayan kedua pulau menarung maut
dilambangkan oleh laut. Semangat ini mengapa tidak bisa ditafsirkan sebagai
semangat dasar rakyat negeri dan bangsa kita. Hal lain yang kupungut dari
pertunjukan ini bahwa aku menyaksikan betapa kebhinnekaan bangsa merupakan
sumber kreasi yang kaya raya. Dalam keragaman bentuk itu, kusaksikan benar
adanya kesamaan heroisme untuk mengalahkan ajal dan memenangkan kemanusiaan.
Masalah pembaharuan ini juga muncul di kalangan Lekra Yogya karena ada
pandangan bahwa seni wayang sudah mencapai bentuk tertingginya. Yang tertinggi
tidak punya puncak baru lagi. Biarkan ia di tempat tinggi itu lalu dari
unsur-unsur yang tertinggi itu patut diambil sari ciri-cirinya untuk
menciptakan sesuatu yang baru. Demikian juga terhadap lagu-lagu Jawa. Jika
masih ingin mempunyai ruang hidup di masa kini, lagu-lagu Jawa seperti mocopat,
dandanggula dan sebagainya, patut diperbaharui dengan jalan mengambil saripati
ciri-cirinya untuk menciptakan lagu-lagu baru. Berdasarkan sikap dan pandangan
inilah, Johni Trisno, seniman serba bisa, menciptakan lagu-lagu seperti Holopis
Kuntulbaris, dan lain-lain... Sedangkan Saptoprio membuat aransemen baru atas
keroncong di mana solis dan paduan suara digabungkan serta diiringi oleh orkes
lengkap. Ketika percobaan ini dipertunjukan di Stadion Senayan Jakarta,
pementasan Lekra Yogya mampu menggelorakan semangat patriotik penonton yang
memenuhi Senayan.
Sayang usaha begini terpenggal oleh terjadinya Tragedi Nasional September 1965.
Pekerjaan belum selesai, Guk, belum apa-apa.. tapi apa yang sudah kami coba,
memperlihatkan bahwa pontensi bangsa dan negeri ini sungguh sangat luarbiasa,
bahwa keragaman, benar adalah suatu kekayaan, bahwa rakyat negeri ini rakyat
yang besar. Sekali kelak ia bangkit dan mampu mengembangkan potensinya, kau
akan lihat perkasanya hempasan ekor naga rakyat ini.
Sebelum melakukan pembaharuan, Lekra Jateng melakukan penelitian serentak
selama setahun. Penelitian dilakukan untuk mengenal keadaan dan dari keadaan
ini menetapkan apa kemudian yang harus dilakukan sehingga yang dilakukan tidak
atas rekaan tanpa dasar.
Apa bagaimana hasil penelitian setahun itu?
Paris, Agustus 2004
-------------------
JJ. Kusni
[Bersambung]
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts: