[ppi] [ppiindia] CATATAN BUDAYA:" NON, RIEN DE RIEN! JE NE REGRET RIEN"

** ppi-india **
CATATAN BUDAYA:


  "NON, RIEN DE RIEN! JE NE REGRET RIEN"

  Kalimat yang kujadikan judul Catatan ini adalah judul sekaligus kalimat p=
ertama dari lagu Edith Piaf alm, seorang penyanyi Perancis yang telah dimas=
ukkan ke dalam ensiklopedi umum Perancis dan terus saja mendapat tempat ist=
imewa dalam hati orang-orang dari berbagai lapisan usia dan strata sosial.B=
ahkan pada tahun lalu, hari lahirnya diperingati secara nasional dan besar-=
besaran sehingga saban hari selama berbulan-bulan, seluruh negeri mendengar=
 suaranya yang menggema dengan getar khas Edith Piaf menyusup jauh sampai k=
e lubuk nurani. Lembut penuh kasih sayang ibarat uluran tangan seorang ibu =
kepada putera-puterinya, untuk melangkah penuh kepercayaan dan ketegaran me=
ninggalkan segala kepahitan menuju cahaya. Semangat dan keyakinan akan adan=
ya cahaya menunggu inilah yang diungkapkan  Edith Piaf melalui suaranya yan=
g bergetar oleh emosi disertai oleh kedua tangan erat menggenggam tinju.

  Duka! Siapa yang tidak kenal dan mengalami duka. Kepahitan! Siapa yang ti=
dak pernah merasakan kepahitan! Kekalahan! Hidup adalah ruang dan waktu yan=
g terletak di antara kekalahan dan kemenangan, hasil dan kegagalan. Langitn=
ya pun tidak lain dari campuran rupa-rupa warna, termasuk warna-warna dasar=
 hitam dan putih, kelam dan terang bercahaya. Campuran warna yang membuat k=
ehidupan menjadi indah tapi sekaligus merupakan "absurditas", yang berarti =
"suatu kontradiksi" atau "yang saling bertentangan" [c'est contradictoire],=
 jika menggunakan istilah Albert Camus [Lihat: Albert Camus, "Le Mythe De S=
isyphe", Editions Gallimard, Paris, 1942, hlm.47].         =
=20

  "Non, rien de rien! Je ne regret rien", secara bebas bisa diindonesiakan =
menjadi "Tidak, sama sekali tidak! Tak kusesalkan apa-apa", merupakan sikap=
 optimis yang dianjurkan oleh Edith Piaf dengan segala rasa kecintaan kepad=
a kemanusiaan, anak manusia serta simpati penuh harapan kepada yang menderi=
ta, yang sedang kalah atau yang sedang jatuh di tengah-tengah "absurditas".=
 Penyesalan hanya membuat kita membelenggu secara sukarela gerakan maju dir=
i,  sehingga kita berkubang di genangan payau "bunuh diri filosofis" [le su=
icide philosophique], masih menggunakan terminologi Albert Camus [Di buku y=
ang sama, hlm. 46].=20

  "Non, rien de rien. Je ne regret rien" adalah sikap setia kepada kenyataa=
n, bertolak dari realita sebagaimana adanya kenyataan.Melawan dan mengobahn=
ya sehingga kita keluar dari ancaman pesimisme. Tanpa sikap yang digemakan =
selalu oleh Edith, kita akan tertangkap pesemisme tanpa ujung, lalu melakuk=
an bunuh diri [pertama-tama bunuhdiri pikiran] yang membuat diri kita mati =
sebelum mati, dan hidup asal hidup. Edith sadar bahwa hidup adalah suatu "a=
bsurditas" tapi mengubah absurditas itu menjadi sesuatu yang positif, sebag=
ai elan yang selalu berkobar. Sikap Edith Piaf ini kulihat kesejajarannya d=
engan sikap penyair Amerika, Longfellow yang menulis:

  "life is not easy
  there is time to be happy
  there is time to be unhappy too
  .......
  so let gone be bygone
  and face the future with courage"=20

  [hidup memang tak sederhana
  ada waktunya kita bahagia
  ada kalanya kita juga berduka
  ....
  maka biarkan segala berlalu
  tarungi esok dengan kegagahan]

  Karena apa? Albert Camus menjawab pertanyaan ini melalui tokoh Martha dal=
am drama "Le Malentendu":=20

  "Alors, je vous le jure, ce salut est entre nos mains. M=E8re, nous devon=
s nous d=E9cider. Ce sera ce soir ou ce ne sera pas" [lihat: Albert Camus, =
"Caligula suivi Le Malentendu", Editions Gallimard, Paris, 1958, hlm.201].
  [Maka, sumpah, jalan keluar itu terletak di kedua belah tangan kita. Bu, =
kita harus memutuskan. Malam ini juga atau kita menghadapi kesia-siaan].

  Pandangan dan sikap Edith Piaf di atas, ia serap dari pengalaman hidupnya=
 yang pahit, terutama kisah percintaannya dengan seorang petinju Perancis y=
ang meninggal sebelum mereka bisa mengokohkan  kebahagiaan percintaan dalam=
 ujud suatu pernikahan serta jalan hidupnya sendiri sebelum menjadi tokoh l=
egendaris Perancis yang membanggakannya.

  "kau bakar aku jadi abu
  aku pun dari nol
  kembali menempa segala"

  Ujar Edith menuturkan kisah dan sikapnya tanpa menyesali segala yang suda=
h terjadi betapapun pahitnya, kecuali menyalakan elan mencari cahaya. Denga=
n ini nampak bahwa Edith mengolah pengalaman pribadinya ke tingkat lebih ti=
nggi dari ratapan cengeng hingga mencapai nilai umum yang lentur tafsir. In=
ikah yang disebut universalisme nilai sastra-seni yang kemudian mampu menye=
ntuh nurani terdalam serta membangkitkan harapan dan kepercayaan diri? Apak=
ah ini bisa disebut keberpihakan pada kehidupan dan kemanusiaan? Aku jadi t=
eringat akan kata-kata Emile Zola:

  "Nous vivons sur les ruines d'un monde. Notre devoir est d'=E9tudier ces =
ruines, de les  =E9tudier avec franchise, sans peur ni mensonge, pour en ti=
rer les =E9l=E9ments du monde futur" [Lihat: Colette Becker, "L'Assommoir Z=
ola", Hatier, Paris, 1972, hlm.15].
  [Kita hidup di atas reruntuhan dunia. Kewajiban kita adalah mempelajari r=
eruntuhan tersebut, mempelajarinya dengan segala kejujuran, tanpa ketakutan=
 dan kebohongan, guna bisa memungut unsur-unsur bagi dunia baru"].

  Dengan semangat Zola, sastrawan Perancis abad ke-19 ini, Edith yang hidup=
 belakangan menyenandungkan dengan suara yang seperti kuasa menggetarkan la=
ngit, terutama angkasa nurani siapapun: "Non, rien de rien. Je ne regret ri=
en" demi melangkah ke "dunia baru". Sampainya Edith ke tahap pemikiran dan =
sikap demikian, berarti ia sudah memasuki tahap kematangan sebagai manusia =
seniman. Sudah meninggalkan periode rengekan cengeng menghadapi kehilangan =
dan bantingan hidup yang keras terkadang tak berbelaskasihan. Ia tahu akan =
visi dan misi kesenimanannya.

  Kejelasan mengenai visi dan misi seniman ini agaknya di Perancis sudah me=
rupakan ciri umum. Jika kita mengamati karya-karya dan kegiatan mereka dala=
m kehidupan sehari-hari maka nampak bahwa sastrawan-seniman merupakan lapis=
an masyarakat yang sadar dan paling peka sehingga tidak jarang dari kalanga=
n sastrawan-seniman muncul terobosan-terobosan dalam menghadapi persoalan d=
an mendorongnya maju. Zola sendiri misalnya telah melakukan terobosan yang =
menggemparkan ketika ia dengan segala risiko menentang menggugat pemerintah=
 dalam Peristiwa Dreyfus.Sampai-sampai ia,harus meninggalkan Perancis mengu=
ngsi sementara ke Inggris. Aktor Colluche sampai sekarang meninggalkan Rest=
aurant de Coeur guna membantu para gelandangan dan orang-orang miskin di se=
luruh Perancis. Budayawan Jack Lang menciptakan tradisi pesta musik nasiona=
l [F=EAte de la Musique] yang kemudian mempengaruhi seluruh Eropa Barat. De=
ngan adanya kesadaran dan kejelasan visi dan misi, maka tidak berkelebihan =
kiranya jika dikatakan bahwa sastrawan-seniman sesungguhnya adalah nurani b=
angsa dan negeri. Seberapa umum ciri ini menandai sastrawan-seniman Indones=
ia?

  Edith Piaf yang dilahirkan pada 1915,  sadar akan visi dan misi keseniman=
nya karena ia menyatu dengan kehidupan dan dimatangkan oleh kehidupan yang =
keras. Ia mula-mula menyanyi di jalan-jalan Paris sebelum pada 1935, bertem=
u dengan Louis Lepl=E9e, direktor sebuah kabaret di ibukota Perancis ini. P=
ertemuan ini mengobah jalan hidup Edith Piaf. Ia tidak lagi menggunakan jal=
an-jalan kota sebagai panggung pertunjukannya, tapi mulai menyanyi di radio=
, gedung-gedung pertunjukan serta mulai merekam lagu-lagunya.Suara dan liri=
k lagunya sangat menyentuh semua pihak termasuk kalangan pemerintah. Setapa=
k demi setapak Edith membangun dirinya menjadi sebuah legenda dalam dunia p=
ermusikan Perancis. Bahkan Paul Robert, seorang linguis terkemuka Perancis,=
 menyebut Edith sebagai "tokoh terbesar dalam sejarah penyanyi Perancis" [P=
aul Robert, 1980:1442]. Kebesaran Edith juga diakui oleh pengarang terkemuk=
a Perancis kekinian, Jean Ormesson, mantan direktur Harian Figaro, Paris [A=
ntenne 2, 29 Februari 2004].

  Kehidupan Edith sebagai anak jalanan menyisakan berbagai penyakit fisik p=
ada diri tokoh penyanyi legendaris ini. Ia di akhir-akhir hidupnya bertarun=
g melawan penyakit dan maut. Latarbelakang sebagai anak jalanan ini memperk=
uat solidaritas Edith pada seniman-seniman lain yang sedang tumbuh dan belu=
m dikenal. Edith mengangkat karya-karya sastrawan-sastrawan muda dan belum =
dikenal ini sebagai lirik karya-karya ciptaannya sendiri sehingga dengan de=
mikian sastrawan-sastrawan terkait menjadi perhatian publik dan kalangan sa=
stra-seni Paris. Di antara mereka yang diangkat oleh Edith antara lain  akt=
or-penyanyi Yves Montand dan G. MOustaki.

  L.P.Fargue, seorang budayawan Perancis menyimpulkan kehidupan Edith Piaf =
dalam kata-kata berikut:

  "Yang selalu menyuarakan tentang kemenangan cinta, kelangsungan hidup, en=
gah-dengus kereta, kegirangan cahaya, atau fatalitas jiwa, maka orang itu t=
idak lain dari Edith Piaf, yang dengan suara jauh menggaung ke puncak-punca=
k langit yang terang dan murni, melesit bagai pisau tajam mengkilat membela=
h kesuraman hidup seperti yang dialami oleh sejarah hidup Goya, Delacroix a=
taupun Forain" [Paul Robert, 1980:1142].

  Pada 1963, Edith Piaf akhirnya menyerah pada ajal yang sejak lama mengger=
owoti tubuhnya melalui berbagai penyakit sisa kehidupan sebagai anak jalana=
n. Suaranya masih bergema dan menggugah mengatakan bahwa manusia tidak terk=
alahkan. Karena itu Edith berkata "Non, rien de rien. Je ne regret rien". E=
dith dengan berkata demikian seperti menyetujui ucapan Chairil Anwar: "seka=
li berarti sudah itu mati".Barangkali yang patut disesalkan, justru kalau k=
ita tenggelam dalam penyesalan tak berkesudahan dan tidak memberikan serta =
memahami hidup sebagai makna serta kesempatan menciptakan makna.

  "kau bakar aku jadi abu
  aku pun dari nol
  kembali menempa segala"

  Paris, Februari 2004.
  --------------------
  JJ.KUSNI



[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg=
 Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;=20
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
=20
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
=20


Other related posts: