[ppi] [ppiindia] CATATAN BUDAYA: "BAPAK TELAH TIADA" [3]
- From: "Budhisatwati KUSNI" <katingan@xxxxxxxxxxxxxxxx>
- To: "kmnu2000" <kmnu2000@xxxxxxxxxxxxxxx>,<wanita-muslimah@xxxxxxxxxxxxxxx>,"ppiindia" <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
- Date: Wed, 25 Feb 2004 14:26:51 +0100
** ppi-india **
CATATAN BUDAYA:
"BAPAK TELAH TIADA" MENINGGALKAN "MASA KINI PENUH PENDERITAAN" [3]
Kesan Membaca Novel "TAPOL" karya Ngarto Februana
Judul buku: Tapol.
Tebal:viii + 176 hlm.
Penerbit: Media Pressindo, Yogyakarta, September 2002.
Sekalipun karya sastra-seni yang sudah disiarkan, seperti sering kukatakan, tak
obah seperti kehidupan seorang anak yang telah dilahirkan, tumbuh mendewasa
menyusur jalan hidup sendiri, lepas dari, bahkan kadang berbeda dengan jalan
yang ditempuh oleh orangtuanya, tapi sedikit banyak pengaruh orangtua serta
lingkungan yang melahirkan, mengasuh dan membesarkannya, tetap meninggalkan
tanda pada si anak. Demikian pulalah, kukira, hubungan antara sastrawan-seniman
dengan karya-karyanya. Berangkat dari pandangan ini, sekali pun secara singkat
maka ada baiknya kita mengenal apa-siapa Ngarto Februana yang sepenuhnya
kuambil dari keterangan Media Pressindo, Yogyakarta yang menerbitkan novel
Ngarto ini.
Dalam keterangan "Tentang Pengarang" penerbit mencantumkan keterangan seperti
di bawah ini:
"Sebelum Tapol, Ngarto Februana telah menulis dua novel: Lorong Tanpa Cahaya
[1999] dan Menolak Panggilan Pulang [2000]. Sejak 1986, ia menulis cerpen di
berbagai media massa: Bernas, Yogya Post, Suara Pembaruan, Bisnis Indonesia,
Jawa Pos, dan beberapa majalah remaja. Cerpennya "Ancaman" diantologikan dalam
Guru Tarno [Cerpen Pilihan Bernas 1994]; "Lewat Tengah Malam" dimuat dalam
antologi Candramawa [Cerpen Pilihan Bernas 1995]; dan "Katak Sudah Mati" dimuat
dalam antologi Grafiti Iamji [Yayasan Multimedia Sastra, 2002]. Karya-karyanya
di-on-line-kan di www.geocities. com/ngartofebruana. Ngarto pernah mengikuti
Program Penulisan Penulisan Novel yang diselenggarakan Majelis Sastra Asia
Tenggara di Bogor, 2001.
Kelahiran Batu, Jawa Timur, 4 Februari 1967 ini, tamat dari SMA Negeri Batu,
menempuh pendidikan di Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra Universitas
Gadjah Mada, selesai tahun 1995. Sejak April 1997, ia redaktur bahasa Majalah
D&R. Setelah D&R tutup, Februai 2000, Ngarto bekerja sebagai wartawan tabloid
Semanggi. Belum satu tahun, Semanggi tutup, lalu bergabung dengan DeTAK hingga
berhenti terbit pada Oktober 2001. Kini ia penulis di Pusat Data dan Analisa
Tempo" [hlm. 173].
Yang ada hubungannya dengan apa-siapa dan bagaimana Ngarto juga bisa diketahui
dari apa yang diucapkan oleh budayawan Dr.Faruk HT:
"Ngarto itu penulis ulet, yang sangat tekun berusaha untuk menulis, walaupun
kondisinya di Fakultas Sastra UGM dulu tidak mengarah kepada yang dia capai
sekarang" [hlm.belakang Tapol].
Dalam hubungan ini, aku merasakan sebagai kekurangan besar karena masih belum
mengetahui dalam lingkungan apa-bagaimana Ngarto dilahirkan, diasuh dan
berkembang. Sama hanya dengan kekuranganku belum mendapatkan serta membaca
karya-karya Ngarto lainnya sebagai pembanding. Sebab pembandingan kuanggap
masih merupakan metode yang patut dilakukan dalam melihat perkembangan
seseorang dengan relatif jelas dari waktu ke waktu, dari satu periode ke
periode lain. Sedangkan latar belakang hidupnya membantu, guna memahami alur
pikiran dan perasaan serta sikap seorang penulis. Bagaimana dan mengapa maka ia
akhirnya sampai pada alur pikiran, perasaan dan sikap tertentu yang langsung
tidak langsung bakal memunculkan diri di dalam berbagai segi suatu karya.
Hal-hal yang kusebutkan di ataspun bisa membantu menjelaskan kepada pembaca
guna memahami "pahlawan" dan tokoh yang dipahlawankan sastrawan-seniman.
"Pahlawan" dan yang dipahlawankan oleh seorang penulis, kukira merupakan
lukisan tentang dunia lain lebih indah dan diperkirakan manusiawi serta ideal
oleh seniman penciptanya. Gambaran tentang tipe manusia yang diharapkan oleh
sastrawan sebagai manusia idaman.
Sekalipun sadar akan kekurangan dan kelemahan-kelemahan di atas, jika melihat
tahun terbit novel Tapol ini bertarikhkan tahun 2002, artinya 16 tahun
pengalaman Ngarto menulis, jika dihitung dari tahun 1986, maka novel Tapol
Ngarto bisa disebut sebagai buah dari pengalaman 16 tahun menulis. Dan pada
tahun tersebut Ngarto sudah berusia 35 tahun, bahkan sedang memasuki usia yang
ke-36. Tentu saja masih muda, tapi tidak bisa disebut sebagai akil-baliq
apalagi remaja belia. Usia begini jika menurut orang Tiongkok disebut sebagai
"usia keemasan". Novel Tapol justru ditulis oleh Ngarto pada "usia keemasan"
demikian. Bisa dipandang sebagai salah satu bentuk capaiannya paling baru dalam
bersastra. Sebagai anak manusia, pada usia memasuki 36 tahun boleh dibilang ia
sudah terbentuk dan kecuali oleh hal yang luarbiasa saja yang menggoncangkan
baru akan ada perubahan dadakan tak terduga lagi.
Jika mengamati biodata yang disodorkan oleh penerbit seperti di atas, nampak
bahwa pada usia 28 tahun, Ngarto sudah menyelesaikan pendidikan akademinya.
Jika Ngarto memasuki Sekolah Dasar pada usia 6 tahun [1973], dan menyelesaikan
pendidikan akademi pada usia 28 [1995], berarti Ngarto berada di ruang kelas
dan kuliah selama 22 tahun. Memang waktu yang agak panjang, tapi bisa dipahami
jika mengingat keadaan dunia pendidikan Indonesia mengalami gangguan menyusul
meletusnya Tragedi Nasional September 1965, saat mana Ngarto belum lahir. Tahun
1995, Orde Baru masih mengendalikan kekuasaan politik tanahair. Dengan demikian
bisa dipastikan bahwa Ngarto, seperti halnya dengan orang seangkatannya adalah
sepenuhnya produk pendidikan Orde Baru. Sehingga tidak pula mengherankan bahwa
dari biodata di atas tidak memperlihatkan kegiatan Ngarto di luar ruang kelas
dan kuliah. [Sayangnya bagian ini, aku sama sekali tidak memperoleh keterangan
sedikitpun] sehingga ada mata-rantai putus dalam usaha memamahami Ngarto dan
karyanya.
Sekalipun dalam ukuran normal, berada di ruang kelas dan kuliah [hanya untuk
memperoleh tingkat S1] selama 22 tahun termasuk waktu yang tidak pendek, tapi
jika mengingat keadaan politik yang mempengaruhi bidang-bidang lain pada waktu
itu, maka waktu demikian masih bisa dikategorikan sebagai wajar dan masukakal.
Jika benar demikian, maka Ngarto, begitu lepas dari pintu rumah keluarga, lalu
memasuki pintu sekolah kemudian berlanjut dengan memasuki pintu kantor. Dengan
kata lain, Ngarto termasuk mereka yang dogodok melalui "tiga pintu" [pintu
keluarga, sekolah dan kantor]." Kesan ini agaknya tidak terlalu jauh dari
biodata yang disajikan penerbit novel Tapol. Lulusan "tiga pintu" umumnya asing
dari pertarungan sengit mati-hidup mayoritas anggota masyarakat.
Menyatu-tidaknya,jau-dekatnya lulusan "tiga pintu" dari dan dengan badai-topan
perjuangan mayoritas penduduk, merupakan dua jalan yang senantiasa dihadapi
oleh mereka, pilihan yang paling tidak, mengklasifikasikan mereka ke dalam dua
golongan besar [tentu dengan berbagai varian kecilnya lagi!] sebagaimana
ditunjukkan oleh sejarah gerakan rakyat negeri manapun di dunia.
Aku utak-utik masalah ini, karena kukira erat tautannya dengan isi novel Tapol
serta "pahlawan"nya. Jadi bukan untuk mengorak-ngorek kehidupan pribadi Ngarto
yang tidak terbayangkan menjadi sebuah nama yang kuperhatikan jika ia tidak
menulis. Seperti kukatakan di atas, suka atau tidak suka, langsung atau tidak
langsung, antara pengarang dan karyanya senantiasa ada tautan tak bisa
diingkari, sekalipun antara keduanya kemudian terdapat jarak. Boleh jadi dengan
pandangan serupa pulalah maka penerbit novel Tapol menyertakan catatan singkat
memperkenalk apa-siapa Ngarto -- hal umum dilakukan.
[Bersambung....]
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com. Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] CATATAN BUDAYA: "BAPAK TELAH TIADA" [3]