[ppi] [ppiindia] CATATAN BUDAYA: "BAPAK TELAH TIADA" [3]

** ppi-india **
CATATAN BUDAYA:

"BAPAK TELAH TIADA" MENINGGALKAN "MASA KINI PENUH PENDERITAAN" [3]

Kesan Membaca Novel "TAPOL" karya Ngarto Februana

Judul buku: Tapol.
Tebal:viii + 176 hlm.
Penerbit: Media Pressindo, Yogyakarta, September 2002.

Sekalipun karya sastra-seni yang sudah disiarkan, seperti sering kukatakan, tak 
obah seperti kehidupan seorang anak yang telah dilahirkan, tumbuh mendewasa 
menyusur jalan hidup sendiri, lepas dari, bahkan kadang berbeda dengan jalan 
yang ditempuh oleh orangtuanya, tapi sedikit banyak pengaruh orangtua serta 
lingkungan  yang melahirkan, mengasuh dan membesarkannya, tetap meninggalkan 
tanda pada si anak. Demikian pulalah, kukira, hubungan antara sastrawan-seniman 
dengan karya-karyanya. Berangkat dari pandangan ini, sekali pun secara singkat 
maka ada baiknya kita mengenal apa-siapa Ngarto Februana yang sepenuhnya 
kuambil dari keterangan Media Pressindo, Yogyakarta yang menerbitkan novel 
Ngarto ini.

Dalam keterangan "Tentang Pengarang" penerbit mencantumkan keterangan seperti 
di bawah ini:

"Sebelum Tapol, Ngarto Februana telah menulis dua novel: Lorong Tanpa Cahaya 
[1999] dan Menolak Panggilan Pulang [2000]. Sejak 1986, ia menulis cerpen di 
berbagai media massa: Bernas, Yogya Post, Suara Pembaruan, Bisnis Indonesia, 
Jawa Pos, dan beberapa majalah remaja. Cerpennya "Ancaman" diantologikan dalam 
Guru Tarno [Cerpen Pilihan Bernas 1994]; "Lewat Tengah Malam" dimuat dalam 
antologi Candramawa [Cerpen Pilihan Bernas 1995]; dan "Katak Sudah Mati" dimuat 
dalam antologi Grafiti Iamji [Yayasan Multimedia Sastra, 2002]. Karya-karyanya 
di-on-line-kan di www.geocities. com/ngartofebruana. Ngarto pernah mengikuti 
Program Penulisan Penulisan Novel yang diselenggarakan Majelis Sastra Asia 
Tenggara di Bogor, 2001.

Kelahiran Batu, Jawa Timur, 4 Februari 1967 ini, tamat dari SMA Negeri Batu, 
menempuh pendidikan di Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra Universitas 
Gadjah Mada, selesai tahun 1995. Sejak April 1997, ia redaktur bahasa Majalah 
D&R. Setelah D&R tutup, Februai 2000, Ngarto bekerja sebagai wartawan tabloid 
Semanggi. Belum satu tahun, Semanggi tutup, lalu bergabung dengan DeTAK hingga 
berhenti terbit pada Oktober 2001. Kini ia penulis di Pusat Data dan Analisa 
Tempo" [hlm. 173].

Yang ada hubungannya dengan apa-siapa dan bagaimana Ngarto juga bisa  diketahui 
dari apa yang diucapkan oleh budayawan Dr.Faruk HT:

"Ngarto itu penulis ulet, yang sangat tekun berusaha untuk menulis, walaupun 
kondisinya di Fakultas Sastra UGM dulu tidak mengarah kepada yang dia capai 
sekarang" [hlm.belakang Tapol].

Dalam hubungan ini, aku merasakan sebagai kekurangan besar karena masih belum 
mengetahui dalam lingkungan apa-bagaimana Ngarto dilahirkan, diasuh dan 
berkembang. Sama hanya dengan kekuranganku belum mendapatkan serta membaca 
karya-karya Ngarto lainnya sebagai pembanding. Sebab pembandingan kuanggap 
masih merupakan metode yang patut dilakukan dalam melihat perkembangan 
seseorang dengan relatif jelas dari waktu ke waktu, dari satu periode ke 
periode lain. Sedangkan latar belakang hidupnya membantu, guna memahami alur 
pikiran dan perasaan serta sikap seorang penulis. Bagaimana dan mengapa maka ia 
akhirnya sampai pada alur pikiran, perasaan dan sikap tertentu yang langsung 
tidak langsung bakal memunculkan diri di dalam berbagai segi suatu karya. 

Hal-hal yang kusebutkan di ataspun bisa membantu menjelaskan kepada pembaca 
guna  memahami "pahlawan" dan tokoh yang dipahlawankan sastrawan-seniman. 
"Pahlawan" dan yang dipahlawankan oleh seorang penulis, kukira merupakan 
lukisan tentang dunia lain lebih indah dan diperkirakan manusiawi serta ideal 
oleh seniman penciptanya. Gambaran tentang tipe manusia yang diharapkan oleh 
sastrawan sebagai manusia idaman. 

Sekalipun sadar akan kekurangan dan kelemahan-kelemahan di atas, jika melihat 
tahun terbit novel Tapol ini bertarikhkan tahun 2002, artinya 16 tahun 
pengalaman Ngarto menulis, jika dihitung dari tahun 1986, maka novel Tapol 
Ngarto bisa disebut sebagai buah dari pengalaman 16 tahun menulis. Dan pada 
tahun tersebut Ngarto sudah berusia 35 tahun, bahkan sedang memasuki usia yang 
ke-36. Tentu saja masih muda, tapi tidak bisa disebut sebagai akil-baliq 
apalagi remaja belia. Usia begini jika menurut orang Tiongkok disebut sebagai 
"usia keemasan". Novel Tapol justru ditulis oleh Ngarto pada "usia keemasan" 
demikian. Bisa dipandang sebagai salah satu bentuk capaiannya paling baru dalam 
bersastra. Sebagai anak manusia, pada usia memasuki 36 tahun boleh dibilang ia 
sudah terbentuk dan kecuali oleh hal yang luarbiasa saja yang menggoncangkan 
baru akan ada perubahan dadakan tak terduga lagi. 

Jika mengamati biodata yang disodorkan oleh penerbit seperti di atas, nampak 
bahwa pada usia 28 tahun, Ngarto sudah menyelesaikan pendidikan akademinya. 
Jika Ngarto memasuki Sekolah Dasar pada usia 6 tahun [1973], dan menyelesaikan 
pendidikan akademi pada usia 28 [1995], berarti Ngarto berada di ruang kelas 
dan kuliah selama 22 tahun. Memang waktu yang agak panjang, tapi bisa dipahami 
jika mengingat keadaan dunia pendidikan Indonesia mengalami gangguan menyusul 
meletusnya Tragedi Nasional September 1965, saat mana Ngarto belum lahir. Tahun 
1995, Orde Baru masih mengendalikan kekuasaan politik tanahair. Dengan demikian 
bisa dipastikan bahwa Ngarto, seperti halnya dengan orang seangkatannya  adalah 
sepenuhnya produk pendidikan Orde Baru. Sehingga tidak pula mengherankan bahwa 
dari biodata di atas tidak memperlihatkan kegiatan Ngarto di luar ruang kelas 
dan kuliah. [Sayangnya bagian ini, aku sama sekali tidak memperoleh keterangan 
sedikitpun] sehingga ada mata-rantai putus dalam usaha memamahami Ngarto dan 
karyanya. 

Sekalipun dalam ukuran normal, berada di ruang kelas dan kuliah [hanya untuk 
memperoleh tingkat S1] selama 22 tahun termasuk waktu yang tidak pendek, tapi 
jika mengingat keadaan politik yang mempengaruhi bidang-bidang lain pada waktu 
itu, maka waktu demikian masih bisa dikategorikan sebagai wajar dan masukakal. 
Jika benar demikian, maka Ngarto, begitu lepas dari pintu rumah keluarga, lalu 
memasuki pintu sekolah kemudian berlanjut dengan memasuki pintu kantor. Dengan 
kata lain, Ngarto termasuk mereka yang dogodok melalui "tiga pintu" [pintu 
keluarga, sekolah dan kantor]." Kesan ini agaknya tidak terlalu jauh dari 
biodata yang disajikan penerbit novel Tapol. Lulusan "tiga pintu" umumnya asing 
dari pertarungan sengit mati-hidup mayoritas anggota masyarakat. 
Menyatu-tidaknya,jau-dekatnya lulusan "tiga pintu" dari dan dengan badai-topan 
perjuangan mayoritas penduduk, merupakan dua jalan yang senantiasa dihadapi 
oleh mereka, pilihan yang paling tidak, mengklasifikasikan mereka ke dalam dua 
golongan besar [tentu dengan berbagai varian kecilnya lagi!] sebagaimana 
ditunjukkan oleh sejarah gerakan rakyat negeri manapun di dunia.

Aku utak-utik masalah ini, karena kukira erat tautannya dengan isi novel Tapol 
serta "pahlawan"nya. Jadi bukan untuk mengorak-ngorek kehidupan pribadi Ngarto 
yang tidak terbayangkan menjadi sebuah nama yang kuperhatikan jika ia tidak 
menulis. Seperti kukatakan di atas, suka  atau tidak suka, langsung atau tidak 
langsung, antara pengarang dan karyanya senantiasa ada tautan tak bisa 
diingkari, sekalipun antara keduanya kemudian terdapat jarak. Boleh jadi dengan 
pandangan serupa pulalah maka penerbit novel Tapol menyertakan catatan singkat 
memperkenalk apa-siapa Ngarto -- hal umum dilakukan.

[Bersambung....]


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com. Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Other related posts: