[ppi] [ppiindia] ''Buruk Kemampuan Tim Ekonomi Kabinet SBY''

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **MEDIA INONESIA
Selasa, 30 Agustus 2005 22:59 WIB



''Buruk Kemampuan Tim Ekonomi Kabinet SBY''
Penulis: wijyadi vijay


SOLO--MIOL: Pengamat ekonomi dari Sugeng Sarjadi Syndicates, Icshanudin Noorsy 
menilai hancur-hancurannya nilai tukar rupiah terhadap dolar sebagai bentuk 
buruknya kemampuan tim ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu.

"Mereka itu tidak memiliki skill, knowledge dan attitude memadai sehingga 
rupiah terus terpuruk. Kekurangan itu mengakibatkan kita memasuki jurang krisis 
karena rakyat kian sengsara," kata bekas anggota Komisi IX DPR itu Noorsy 
kepada Media usai menjadi narasumber Dialog Budaya: Refleksi 60 Tahun 
Kemerdekaan, di Solo, Jawa Tengah, Selasa (30/8) siang.

Pertanda kemampuan tim ekonomi Indonesia sangat buruk, antara lain ditunjukkan 
ketika Menko Perekonomian Aburizal Bakrie mengeluarkan pernyataan yang 
menyebutkan rakyat harus mengubah pola konsumsinya ketika harga gas naik. Dan 
itu masih ditambah dengan pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di 
Beijing beberapa waktu lalu, yang menunjukkan keberpihakannya kepada pengusaha 
dibanding rakyat.

"Kedua pernyataan itu, terutama pernyataan SBY yang menyatakan I had to take a 
risk timely di depan pengusaha di China itu menunjukkan betapa pemerintah tidak 
memiliki attitude yang baik," timpalnya.

Begitu halnya mengenai asumsi kurs rupiah terhadap dolar serta asumsi harga 
minyak dunia pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 
(APBNP) 2005 dan 2006, Noorsy menilai tidak masuk akal. Dengan asumsi harga 
minyak dunia sekitar US$40 per barel, berarti sepertiga nilai APBN bakal 
digunakan untuk membayar utang sebesar Rp87 triliun dan Rp50 triliun lagi untuk 
membayar bunga obligasi.

"Ini menunjukkan kebijakan fiskal kita sangat rapuh. Sejak awal penyusunan APBN 
2005, pemerintah terlihat sudah terlalu sering memberi pesan negatif kepada 
pasar," tandas Noorsy.

Noorsy juga menyoroti lemahnya tim ekonomi dalam mengendalikan nilai tukar 
rupiah, seperti ditunjukkan pada adanya kebijakan tingkat suku bunga yang tidak 
independen. Yakni adanya obligasi dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI) 
yang harus dibayar kembali dengan menggunakan dana APBN. Hal yang memunculkan 
pesan negatif lainnya yang dilakukan pemerintah SBY-Kalla, selalu mengatakan 
fundamental ekonomi kita kuat. "Padahal kenyataan kan perekonomian kita terus 
merosot, dan kurs rupiah terus merosot."

Berdasar fakta yang mengerikan bagi masa depan perekonomian itulah, Noorsy 
mengusulkan agar Presiden Yudhoyono tidak perlu lagi menunda sampai dua bulan 
untuk melakukan perombakan tim ekonomi kabinetnya. Itu diusulkan agar rakyat 
tidak semakin sengsara.

"Kalau menunda dua bulan lagi, kasihan rakyat akan sengsara minimal empat tahun 
gara-gara tim ekonomi kita amburadul," ujarnya. (WJ/OL-02)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: