[ppi] [ppiindia] Breaking News Munir Meninggal karena Diracun
- From: "Arriko Indrawan" <arriko.indrawan@xxxxxxxxxxxxxxxx>
- To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
- Date: Fri, 12 Nov 2004 08:55:32 +0700
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
2004-11-12 05:04:00
Breaking News Munir Meninggal karena Diracun
Reporter: Eddi Santosa
detikcom - Den Haag, Pejuang HAM, Munir, ternyata meninggal akibat diracun.
Hasil otopsi menunjukkan adanya arsenicum (As) di tubuhnya dalam dosis
mematikan.
Laporan hasil otopsi yang dilakukan Nederlands Forensisch Instituut (NFI)
Kamis (11/11/2004) kemarin telah diserahkan melalui Ministerie van
Buitenlandse Zaken (Deplu Belanda) kepada Deplu RI di Pejambon melalui
Dirjen Amerika-Eropa. Posisi ini saat ini dijabat Arizal Effendi.
Koran NRC Handelsblad menyebutkan bahwa bocoran laporan otopsi yang
diperoleh dari sumber di Jakarta menyebutkan terdapat arsenicum dengan
dosis mematikan dalam tubuh Direktur Imparsial dan mantan koordinator
Kontras itu.
Jurubicara Deplu Belanda di Den Haag tidak bersedia mengungkapkan isi
laporan hasil otopsi, karena sifatnya very confidential. Namun dikatakan
bahwa Deplu Belanda telah meminta Pejambon agar laporan hasil otopsi
tersebut diteruskan kepada keluarga Munir.
Munir meninggal pada 7/9/2004 di dalam kabin pesawat Garuda dalam
perjalanan ke Belanda untuk meneruskan studi bidang hukum di Universitas
Utrecht. Saat berangkat dia dalam kondisi fit, namun setelah pesawat
singgah di Changi, Singapura, Munir mulai muntah-muntah. Dua jam sebelum
pesawat mendarat di Schiphol, Amsterdam, Munir menghembuskan nafasnya yang
terakhir.
Demi terkuaknya kebenaran, mungkin diperlukan tekanan dari kawan-kawan
Munir, para pemerhati HAM, DPR, atau bahkan inisiatif bisa dimulai dari
presiden Susilo Bambang Yudhoyono, untuk membeberkan isi laporan hasil
otopsi dari NFI tersebut.
Sebab, Munir sudah terbungkam untuk selama-lamanya. Dia tidak mungkin
melakukan testimoni mengenai penyebab kematiannya. (es)
(news from cache)
http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2004/bulan/11/tgl/12/time/542/idnews/240382/idkanal/10
2004-11-12 07:52:00
Munir Ternyata Diracun Siapa Gerangan Pelakunya?
Reporter: Eddi Santosa
detikcom - Den Haag, September lalu sebenarnya detikcom sudah mendapatkan
sketsa bahwa kematian Munir tidak wajar. Ia muntah-muntah, diare dan
bolak-balik ke toilet, ciri efek kerja aktif arsenicum (As).
7 September 2004. Sumber di KBRI Den Haag, atas pertanyaan detikcom,
mendiskripsikan kondisi terakhir Munir menjelang malaikat maut menjeputnya.
Mengutip informasi yang diperolehnya, dia menceritakan bahwa Munir
muntah-muntah dan terus bolak-balik ke toilet. Dua jam menjelang pesawat
mendarat di Schiphol, pemuda pemberani itu sudah tak bernyawa.
Gejala-gejala pada Munir kuat mengarah pada efek arsenicum. Begitu zat
bernomor atom 33 itu aktif di dalam tubuh, korban akan mengalami
muntah-muntah, haus luarbiasa namun hanya bisa minum sedikit-sedikit, dan
banyak mengeluarkan air liur. Korban juga akan gelisah hebat. Selain itu
dia akan kejang-kejang perut, merasakan sakit seperti diiris-iris atau rasa
terbakar di bagian perut dan diare disertai darah. Inilah yang menyebabkan
Munir bolak-balik ke toilet, sebelum sistem pencernaannya hancur dari
dalam, lalu meninggal.
Senyawa arsenicum paling umum dipakai adalah arsentrioksida (As2O3). Untuk
mengeliminir seseorang cukup dibutuhkan 40 mg arsenicum per Kg berat badan
yang bersangkutan. Jika diasumsikan berat badan Munir yang kurus itu 50 Kg,
maka hanya perlu 2 gr arsenicum untuk melenyapkannya.
Data mengenai gejala apa yang dialami Munir sebelum meninggal terlihat
irelevan dengan riwayat penyakit Munir yang konon menyandang hepatitis
C-virus (HCV). Soalnya mortalitas karena hepatitis C itu umumnya rendah,
tidak akut, melainkan kronis dengan waktu cukup lama, lever akan mengalami
sirosis kronis, kemudian disfungsi, seterusnya hingga penderita meninggal.
Sedangkan Munir saat berangkat fit.
Namun, selama belum ada pembeberan resmi mengenai isi laporan hasil otopsi,
orang hanya sampai pada batas berteori dan menduga-duga. Dugaan itu sedikit
mendekati benar, ketika Kamis (11/11/2004), isi laporan hasil otopsi jasad
Munir bocor ke NRC Handelsblad, yang kemudian dikutip luas media Belanda.
Dalam laporan otopsi yang dilakukan Nederlands Forensisch Instituut (NFI)
disebutkan bahwa Munir memang meninggal karena arsenicum.
Jika benar isi laporan hasil otopsi Munir menyebutkan bahwa kematiannya
akibat diracun dengan arsenicum, maka rantai pertanyaan berikutnya akan
menjadi menarik. Misalnya, kapan kira-kira arsenicum tersebut masuk ke
tubuhnya, yang besar kemungkinan disamarkan melalui makanan atau minuman?
Apakah di pesawat atau saat stopover di Changi, Singapura? Lalu siapakah
kira-kira pelakunya?
(es)
(news from cache)
http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2004/bulan/11/tgl/12/time/75213/idnews/240434/idkanal/10
2004-11-12 08:27:00
Keluarga Munir akan Jumpa Pers
Reporter: Maryadi
detikcom - Jakarta, Pihak keluarga Munir hingga kini belum bisa dimintai
tanggapannya atas penyebab meninggalnya Munir yang diduga karena diracun.
Keluarga Munir, akan menggelar jumpa pers di kantor KontraS di Jalan
Borobudur, Jakarta Pusat.
Jumpa pers akan digelar bersama dengan KontraS, Imparsial dan YLBHI, Jumat
(12/11/2004). "Mbak Suci (Suciwati-red) belum dapat bisa ditanyai. Nanti
saja pada saat jumpa pers," kata pengurus YLBHI, Indri saat dihubungi
detikcom di Jakarta, Jumat (12/11/2004).
Saat ditanya apakah dirinya mendapatkan informasi soal dugaan Munir karena
diracun, Indri menyatakan, sempat mendapat informasi itu. "Tapi masalahnya
hingga kini kita dan pihak keluarga belum mendapatkan hasil otopsi. Jadi
kita semuanya itu baru berdasarkan dugaan," kata Indri.
Sementara menurut sumber detikcom menyebutkan, tadi malam Menko Politik
Hukum dan Keamanan, Widodo AS telah menelpon salah satu anggota keluarga
Munir. Dalam teleponnya itu, Widodo menyatakan, pemerintah belum akan
memberikan hasil otopsi itu kepada pihak keluarga.
"Widodo hanya mengatakan hasil otopsi akan diserahkan kepada polisi
terlebih dulu," kata sumber itu.
Pemerintah Belanda sebetulnya telah berjanji akan mengirimkan hasil otopsi
itu, kepada pihak keluarga Munir terlebih dulu. "Tapi tidak tahu kenapa
hasilnya malah diserahkan ke pemerintah," tandasnya.(mar)
(news from cache)
http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2004/bulan/11/tgl/12/time/82722/idnews/240464/idkanal/10
2004-11-12 08:40:00
Hasil Otopsi Munir Tidak Otentik
Reporter: Anindhita Maharrani
detikcom - Jakarta, Hasil otopsi Munir yang diterima Departemen Luar Negeri
(Deplu) dari Kedubes Belanda, belum dapat dinyatakan otentik. Hasil otopsi
itu hanya berupa terjemahan dari faks yang dikirim oleh Departemen
Kehakiman Belanda ke Kedubes Belanda di Indonesia, yang kemudian dikirim ke
Deplu tanpa adanya stempel.
Demikian dikemukakan juru bicara Deplu Yuri Thamrin saat dihubungi detikcom
, Jumat (12/11/2004) pagi.
"Dokumen itu dari segi keontentikan tidak bisa dibilang otentik. Itu kan
dokumen aslinya dari Departemen Kehakiman Belanda, fisiknya nggak ada di
Imdonesia. Melainkan dikirim melalui faks ke Kedutaan Belanda, disana
diterjemahkan ke bahasa Inggris tanpa dicap stempel atau apapun lalu
diserahkan ke Deplu," jelas Yuri.
Yuri menambahkan, hasil otopsi tersebut telah diserahkan Deplu kepada Polri
untuk penyidikan lebih lanjut. "Dari segi prosedur, Deplu hanya bertindak
sebagai messenger. Kemarin kita sudah serahkan kepada Pak Suyitno Landung
(Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Suyitno Landung), untuk penyidikan
lebih lanjut," ujarnya.
Kendati demikian menurut Yuri, untuk keperluan penyidikan tentu diperlukan
dokumen otentik. "Untuk keperluan penyidikan yang diperlukan adalah dokumen
otentik. Dari segi dokumentasi, hasil yang diterima Deplu itu perlu dibawa
ke kedutaan Belanda lagi untuk didouble check lagi dicap. Kalau perlu
Polisi dan Deplu akan ke sana," tukas Yuri.
Lebih lanjut lagi Yuri menambahkan, pada saat yang bersamaan pihak Deplu
sudah menghubungi keluarga Munir. "Pihak keluarga sudah diberitahu bahwa
kita sudah menerima copy-nya, lalu kita serahkan ke Kepolisian sebagai
lemabaga yang berwenang. Saya sendiri yang menelepon Ibu Suci (istri
Munir), Alhamdullilah ia mengerti. Lagipula, ternyata dokumen tersebut
sangat teknis, sehingga harus dibaca oleh saksi ahli," demikian Yuri.(dit)
(news from cache)
http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2004/bulan/11/tgl/12/time/8409/idnews/240474/idkanal/10
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Breaking News Munir Meninggal karena Diracun