[ppi] [ppiindia] Bidang Ekonomi Tak Ada Prestasi Menggembirakan
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Fri, 21 Oct 2005 14:14:20 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.sinarharapan.co.id/berita/0510/21/sh05.html
Setahun Pemerintahan Yudhoyono-Kalla
Bidang Ekonomi Tak Ada Prestasi Menggembirakan
Oleh
Khomarul Hidayat
JAKARTA-Tak ada yang menggembirakan dari kondisi ekonomi Indonesia dalam
setahun Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla. Hampir semua
indikator utama ekonomi menunjukkan kemerosotan.
Inflasi tinggi, suku bunga merangkak naik, dan nilai tukar rupiah melemah.
Tudingan pun langsung mengarah ke tim ekonomi kabinet yang dinilai tidak
mempunyai kemampuan mengelola perekonomian.
Sejak awal, keraguan pada komposisi tim ekonomi sudah dikumandangkan banyak
kalangan. Komposisi tim ekonomi dinilai lebih mencerminkan kompromi politik dan
kepentingan internasional, ketimbang aspek profesionalisme dan kapabilitas.
Keraguan orang pun makin menguat, karena sepanjang satu tahun tim ekonomi
bekerja, nyaris tidak ada prestasi yang berarti. Pemerintahan ini sebetulnya
memiliki bekal legitimasi yang kuat, mengantongi dukungan mayoritas rakyat
melalui pemilu langsung.
Dukungan tersebut mestinya menjadi modal besar untuk memacu kegiatan ekonomi
lebih cepat. Sayangnya, kesempatan emas itu gagal dimanfaatkan tim ekonomi
untuk meningkatkan stabilitas perekonomian nasional. Alih-alih meningkatkan
kinerja ekonomi, mempertahankan stabilitas ekonomi yang dirintis pemerintahan
yang lalu pun tak sanggup.
Kondisi ekonomi dalam setahun terakhir jauh dari stabil. Inflasi tahunan (year
on year) bergerak naik dari 6,3 persen pada 2004 menjadi 9,06 persen pada
September 2005, dan diperkirakan bisa mencapai 12 persen hingga akhir 2005.
Nilai tukar rupiah terus cenderung melemah dari Rp 9,300 per dolar AS pada
tahun 2004 menjadi sekitar Rp 10.100 pada 2005.
Demikian juga suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) melonjak tajam dari
7,4 persen pada 2004 menjadi 11 persen pada Oktober 2005, dan diperkirakan
mencapai 12-13 persen pada akhir 2005.
Prestasi yang sering dibanggakan Menko Perekonomian Aburizal Bakrie adalah
pertumbuhan ekonomi yang hingga akhir 2005 kemungkinan bisa mencapai 5,7
persen, lebih tinggi dibanding tahun 2004 yang sebesar 5,1 persen.
Namun, prestasi itu menjadi tak berarti, faktanya angka pengangguran terbuka
terus meningkat, bahkan telah mencapai 10,3 persen pada Februari 2005, dari
sebelumnya 9,9 persen pada Agustus 2004.
Kemiskinan juga meningkat dari 36 juta orang pada November 2004 menjadi sekitar
40 juta pada Agustus 2005, dan diperkirakan akan meningkat tajam setelah
kenaikan harga BBM sejak 1 Oktober 2005.
Lantas apa lagi yang dibanggakan dari tim ekonomi sekarang? Apa yang dilakukan
tim ekonomi belum sejalan dengan visi yang dijanjikan Presiden. Wajar, jika
muncul desakan agar Presiden Yudhoyono mengganti tim ekonominya karena tak
mampu menjabarkan visi ekonomi yang dijanjikan Presiden saat kampanye pemilihan
presiden lalu.
Presiden menjanjikan akan menurunkan pengangguran dari 10,1 persen menjadi 5,1
persen hingga 2009, kemiskinan akan ditekan dari 17,4 persen menjadi 8,2
persen. Pendapatan per kapita rakyat juga akan ditingkatkan 2 kali lipat dari
US$ 968 menjadi US$ 1.731 pada tahun 2009. Pertumbuhan ekonomi ditargetkan 7,6
persen pada 2009 dengan pertumbuhan rata-rata setiap tahun 6,6 persen.
"Tetapi kita lihat menteri ekonomi tidak mampu memenuhi keinginan Presiden
tersebut dalam sebuah kebijakan ekonomi. Justru kebijakan kenaikan harga yang
dipilih yang menyebabkan angka kemiskinan meningkat," kata ekonom UI Ninasapti
Triaswati.
Janji Kampanye
Penilaian senada diberikan Hendri Saparini dari Tim Indonesia Bangkit, bahwa
kemerosotan ekonomi saat ini akibat kelemahan kapabilitas personal dan
profesional tim ekonomi kabinet. Tim ekonomi nyaris tidak mencatat prestasi
yang berarti dan gagal menciptakan landasan dan sinyal menuju perubahan seperti
yang dijanjikan Presiden.
Beberapa kelemahan tim ekonomi antara lain tidak memiliki visi dan tidak mampu
merumuskan strategi, tidak mampu melakukan antisipasi ke dalam, lemah dalam
koordinasi, tidak memiliki inisiatif, dan cenderung mengambil cara mudah dan
jalan pintas dalam menyelesaikan persoalan, serta adanya konflik kepentingan
yang tinggi.
Kelemahan-kelemahan itu juga barangkali yang menyebabkan sejumlah program lemah
dalam pelaksanaannya. Program ambisius di bidang infrastruktur, misalnya,
hampir tak ada implementasi. Demikian pula program revitalisasi pertanian,
belum kelihatan geraknya.
Tengok juga carut-marut penyaluran dana tunai langsung kompensasi BBM. Program
untuk jutaan masyarakat miskin terkesan disiapkan dadakan sehingga menimbulkan
keresahan sosial di berbagai daerah.
Bukan itu saja, aroma konflik kepentingan yang melibatkan pejabat tinggi muncul
dalam beberapa proyek pemerintah. Sebut saja proyek ruas tol Cinere-Jagorawi,
proyek ladang minyak eks BP di lepas pantai Madura, proyek listrik Tanjung Jati
A, dan proyek minyak Exxon, memunculkan dugaan konflik kepentingan.
Tentu jika ini terus dibiarkan berlanjut akan mengancam kredibilitas
pemerintahan Yudhoyono-Kalla yang tengah getol memberantas KKN. Inilah saatnya,
Presiden mengevaluasi kembali tim ekonominya, apakah masih layak dipertahankan
atau tidak. Soal pergantian, sepenuhnya hak prerogatif Presiden.
Namun, tak ada salahnya, Presiden mendengarkan saran banyak kalangan agar
memilih tim ekonomi yang bisa mendukung visi ekonomi yang dijanjikan Presiden
saat kampanye Pilpres lalu. Karena janji indah saat itulah, rakyat
mempercayakan tampuk pemerintahan pada Presiden Yudhoyono. (*)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a difference. Find and fund world-changing projects at GlobalGiving.
http://us.click.yahoo.com/j2WM0C/PbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Bidang Ekonomi Tak Ada Prestasi Menggembirakan