[ppi] [ppiindia] Bidang Ekonomi Tak Ada Prestasi Menggembirakan

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.sinarharapan.co.id/berita/0510/21/sh05.html


Setahun Pemerintahan Yudhoyono-Kalla
Bidang Ekonomi Tak Ada Prestasi Menggembirakan       




Oleh
Khomarul Hidayat

JAKARTA-Tak ada yang menggembirakan dari kondisi ekonomi Indonesia dalam 
setahun Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla. Hampir semua 
indikator utama ekonomi menunjukkan kemerosotan. 


Inflasi tinggi, suku bunga merangkak naik, dan nilai tukar rupiah melemah. 
Tudingan pun langsung mengarah ke tim ekonomi kabinet yang dinilai tidak 
mempunyai kemampuan mengelola perekonomian.
Sejak awal, keraguan pada komposisi tim ekonomi sudah dikumandangkan banyak 
kalangan. Komposisi tim ekonomi dinilai lebih mencerminkan kompromi politik dan 
kepentingan internasional, ketimbang aspek profesionalisme dan kapabilitas.


Keraguan orang pun makin menguat, karena sepanjang satu tahun tim ekonomi 
bekerja, nyaris tidak ada prestasi yang berarti. Pemerintahan ini sebetulnya 
memiliki bekal legitimasi yang kuat, mengantongi dukungan mayoritas rakyat 
melalui pemilu langsung.

Dukungan tersebut mestinya menjadi modal besar untuk memacu kegiatan ekonomi 
lebih cepat. Sayangnya, kesempatan emas itu gagal dimanfaatkan tim ekonomi 
untuk meningkatkan stabilitas perekonomian nasional. Alih-alih meningkatkan 
kinerja ekonomi, mempertahankan stabilitas ekonomi yang dirintis pemerintahan 
yang lalu pun tak sanggup.


Kondisi ekonomi dalam setahun terakhir jauh dari stabil. Inflasi tahunan (year 
on year) bergerak naik dari 6,3 persen pada 2004 menjadi 9,06 persen pada 
September 2005, dan diperkirakan bisa mencapai 12 persen hingga akhir 2005. 
Nilai tukar rupiah terus cenderung melemah dari Rp 9,300 per dolar AS pada 
tahun 2004 menjadi sekitar Rp 10.100 pada 2005.


Demikian juga suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) melonjak tajam dari 
7,4 persen pada 2004 menjadi 11 persen pada Oktober 2005, dan diperkirakan 
mencapai 12-13 persen pada akhir 2005.
Prestasi yang sering dibanggakan Menko Perekonomian Aburizal Bakrie adalah 
pertumbuhan ekonomi yang hingga akhir 2005 kemungkinan bisa mencapai 5,7 
persen, lebih tinggi dibanding tahun 2004 yang sebesar 5,1 persen. 



Namun, prestasi itu menjadi tak berarti, faktanya angka pengangguran terbuka 
terus meningkat, bahkan telah mencapai 10,3 persen pada Februari 2005, dari 
sebelumnya 9,9 persen pada Agustus 2004. 
Kemiskinan juga meningkat dari 36 juta orang pada November 2004 menjadi sekitar 
40 juta pada Agustus 2005, dan diperkirakan akan meningkat tajam setelah 
kenaikan harga BBM sejak 1 Oktober 2005.
Lantas apa lagi yang dibanggakan dari tim ekonomi sekarang? Apa yang dilakukan 
tim ekonomi belum sejalan dengan visi yang dijanjikan Presiden. Wajar, jika 
muncul desakan agar Presiden Yudhoyono mengganti tim ekonominya karena tak 
mampu menjabarkan visi ekonomi yang dijanjikan Presiden saat kampanye pemilihan 
presiden lalu.


Presiden menjanjikan akan menurunkan pengangguran dari 10,1 persen menjadi 5,1 
persen hingga 2009, kemiskinan akan ditekan dari 17,4 persen menjadi 8,2 
persen. Pendapatan per kapita rakyat juga akan ditingkatkan 2 kali lipat dari 
US$ 968 menjadi US$ 1.731 pada tahun 2009. Pertumbuhan ekonomi ditargetkan 7,6 
persen pada 2009 dengan pertumbuhan rata-rata setiap tahun 6,6 persen. 


"Tetapi kita lihat menteri ekonomi tidak mampu memenuhi keinginan Presiden 
tersebut dalam sebuah kebijakan ekonomi. Justru kebijakan kenaikan harga yang 
dipilih yang menyebabkan angka kemiskinan meningkat," kata ekonom UI Ninasapti 
Triaswati.

Janji Kampanye
Penilaian senada diberikan Hendri Saparini dari Tim Indonesia Bangkit, bahwa 
kemerosotan ekonomi saat ini akibat kelemahan kapabilitas personal dan 
profesional tim ekonomi kabinet. Tim ekonomi nyaris tidak mencatat prestasi 
yang berarti dan gagal menciptakan landasan dan sinyal menuju perubahan seperti 
yang dijanjikan Presiden. 


Beberapa kelemahan tim ekonomi antara lain tidak memiliki visi dan tidak mampu 
merumuskan strategi, tidak mampu melakukan antisipasi ke dalam, lemah dalam 
koordinasi, tidak memiliki inisiatif, dan cenderung mengambil cara mudah dan 
jalan pintas dalam menyelesaikan persoalan, serta adanya konflik kepentingan 
yang tinggi.

 
Kelemahan-kelemahan itu juga barangkali yang menyebabkan sejumlah program lemah 
dalam pelaksanaannya. Program ambisius di bidang infrastruktur, misalnya, 
hampir tak ada implementasi. Demikian pula program revitalisasi pertanian, 
belum kelihatan geraknya.


Tengok juga carut-marut penyaluran dana tunai langsung kompensasi BBM. Program 
untuk jutaan masyarakat miskin terkesan disiapkan dadakan sehingga menimbulkan 
keresahan sosial di berbagai daerah. 


Bukan itu saja, aroma konflik kepentingan yang melibatkan pejabat tinggi muncul 
dalam beberapa proyek pemerintah. Sebut saja proyek ruas tol Cinere-Jagorawi, 
proyek ladang minyak eks BP di lepas pantai Madura, proyek listrik Tanjung Jati 
A, dan proyek minyak Exxon, memunculkan dugaan konflik kepentingan.
Tentu jika ini terus dibiarkan berlanjut akan mengancam kredibilitas 
pemerintahan Yudhoyono-Kalla yang tengah getol memberantas KKN. Inilah saatnya, 
Presiden mengevaluasi kembali tim ekonominya, apakah masih layak dipertahankan 
atau tidak. Soal pergantian, sepenuhnya hak prerogatif Presiden.


Namun, tak ada salahnya, Presiden mendengarkan saran banyak kalangan agar 
memilih tim ekonomi yang bisa mendukung visi ekonomi yang dijanjikan Presiden 
saat kampanye Pilpres lalu. Karena janji indah saat itulah, rakyat 
mempercayakan tampuk pemerintahan pada Presiden Yudhoyono. (*)




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a difference. Find and fund world-changing projects at GlobalGiving.
http://us.click.yahoo.com/j2WM0C/PbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: