[ppi] [ppiindia] Benarkah Pariwisata Merusak Lingkungan?
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Mon, 27 Feb 2006 23:09:53 +0100
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
refleksi: Rusak lingkungan tergantung dari keprihatinan penduduk dan pemerintah
setempat. Kesan saya dalam membandingkan kota Denpasar dengan kota-kota turis
diberbagai negeri, tanpa ragu-ragu bisa dibilang Denpasar masih tertinggal
masih jauh.
http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2006/2/28/o2.htm
Dampak yang paling dirasakan oleh masyarakat lokal yang tinggal di suatu
kawasan wisata adalah pencemaran lingkungan. Transportasi serta sistem
manajemen lalu lintas yang jelek adalah sumber utama polusi udara dan
kebisingan.
---------------------------------
Benarkah Pariwisata Merusak Lingkungan?
Oleh Ketut Gede Dharma Putra
BEBERAPA penelitian yang komprehensif memperlihatkan betapa pariwisata telah
memberikan kontribusi nyata pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Bali.
Namun pada sisi yang lain, pembangunan kepariwisataan ternyata menyisakan
dampak negatif.
----------------------
Masyarakat Bali baru sadar setelah menikmati keindahan gemerlap dunia
pariwisata yang memabukkan, ada beberapa hal yang harus segera diantisipasi
agar kenikmatan yang pernah dirasakan dulu, tetap dapat dirasakan juga oleh
generasi berikutnya.
Dampak negatif pariwisata terhadap lingkungan hidup telah diuraikan oleh World
Tourism Organization (WTO) pada tahun 1996, yang harus secara cermat dipikirkan
oleh masyarakat di daerah tujuan wisata seperti Bali.
Keramaian wisatawan memberikan dampak kepada perubahan perilaku binatang yang
ditunjukkan dengan tingkah agresif yang seringkali membahayakan. Pembangunan
fasilitas kepariwisataan (akomodasi, dan sarana penunjang lainnya), selain
menyebabkan kerusakan bentang alam, potensi peningkatan longsor dan banjir,
ternyata memunculkan daerah-daerah kumuh di sekitarnya. Hal ini sebagai akibat
datangnya pencari kerja yang tidak memiliki keterampilan yang terjebak dengan
mimpinya tentang keindahan dunia gemerlap pariwisata. Namun, setelah sadar
dengan kesukaran lapangan kerja tidak berani pulang karena malu. Akhirnya
mereka menyambung hidup dengan tinggal di daerah kumuh dan terperangkap dengan
pekerjaan yang amoral.
Pembukaan daerah rekreasi, wisata alam, wisata bahari dan berbagai wisata minat
khusus lainnya seperti rafting, scuba diving, hiking, bersepeda, dan panjat
tebing ternyata memberikan gangguan besar terhadap kehidupan flora dan fauna
liar. Bahkan, atraksi memberi makan binatang di daerah tertentu, akhirnya
memberikan dampak kepada peningkatan kebuasan binatang liar tersebut yang
sangat berbahaya bagi manusia. Penjualan barang-barang suvenir yang dibuat
sesuai dengan keunikan suatu kawasan melalui keunikan benda budaya, flora dan
fauna, akhirnya memberikan dampak kepada kerusakan alam yang dilakukan oleh
oknum yang ingin menjual benda suvenir dari bahan asli dari alam.
Pencemaran Lingkungan
Dampak yang paling dirasakan oleh masyarakat lokal yang tinggal di suatu
kawasan wisata adalah pencemaran lingkungan. Transportasi serta sistem
manajemen lalu lintas yang jelek adalah sumber utama polusi udara dan
kebisingan. WTO (1996) memperkirakan lebih dari 4 juta ton bahan bakar
digunakan setiap tahun yang menghasilkan 850 juta gas yang merusak lapisan ozon
dan menghasilkan 3,5 juta ton bahan kimia di udara yang menyebabkan terjadinya
hujan asam berbahaya bagi kehidupan. Pencemaran air semakin meningkat sebagai
akibat penggunaan pestisida, pupuk dan bahan kimia lainnya dalam upaya
meningkatkan keindahan fasilitas kepariwisataan (hotel, lapangan golf, dan
kolam).
Peningkatan limbah tinja di suatu kawasan setelah bergabung dengan limbah
lainnya seperti limbah plastik, limbah bahan berbahaya dan beracun (B-3)
menyebabkan kerusakan lingkungan di sekitarnya.
Langkanya beberapa spesies binatang juga diakibatkan oleh permintaan akan
makanan yang mahal untuk wisatawan di samping gangguan akibat kunjungan manusia
di suatu kawasan konservasi. Aktivitas wisatawan di laut seperti berperahu,
snorkling, diving, dan surfing dapat menyebabkan kerusakan lingkungan pesisir
dan laut. Flora dan fauna asing yang dapat berakibat buruk bagi keberlanjutan
ekosistem setempat seringkali didatangkan oleh para wisatawan secara sadar
maupun tidak.
Strategi Pengelolaan Dampak
Memang benar, pengembangan kepariwisataan dapat menimbulkan dampak negatif
terhadap lingkungan. Walaupun kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh
aktivitas pariwisata hanya sebagian kecil dibandingkan kerusakan lingkungan
akibat aktivitas masyarakat lainnya. Sebagian besar kerusakan sebenarnya
berasal dari kegiatan domestik yang dilakukan oleh masyarakat. Limbah cair
rumah tangga, sampah, emisi gas buang, serta sumber pencemar lainnya yang masuk
ke lingkungan jauh lebih banyak berasal dari kegiatan masyarakat sendiri.
Terutama di daerah yang tidak memiliki sarana pengolahan limbah yang baik,
seperti di Bali. Sampai saat ini, kerusakan lingkungan sebagai akibat limbah
cair, sampah, polusi udara, limbah B-3, dan sanitasi lingkungan yang jelek
belum memiliki sistem pengelolaan terpadu.
Indikator kerusakan tersebut dapat diketahui dari trend pencemaran lingkungan
yang disimpulkan dari kegiatan pemantauan lingkungan di titik-titik tertentu di
Pulau Bali.
Sesuai dengan konsep pembangunan berkelanjutan, perbaikan kualitas lingkungan
baru akan dapat dilakukan apabila ada anggaran yang memadai untuk kegiatan
tersebut. Kerusakan lingkungan yang diakibatkan perkembangan kepariwisataan
dapat diperbaiki dengan menggunakan dana yang dihasilkan dari aktivitas
kepariwisataan, karena pariwisata menghasilkan pendapatan nyata.
Perpaduan antara pemanfaatan dan perbaikan sumber daya alam perlu
dipertimbangkan, agar generasi yang akan datang masih dapat merasakan nikmatnya
dunia pariwisata Bali. Pariwisata memang diperlukan untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat, namun masyarakat pun harus melakukan kegiatan yang
sama terhadap keberlanjutan pariwisata, salah satunya dengan perilaku yang
ramah lingkungan. Kalau lingkungan rusak, maka kerusakan itu juga sebagian
besar disebabkan oleh masyarakat Bali, tidak semata-mata karena aktivitas
pariwisata. Oleh karena itu, saatnya untuk memperbaiki lingkungan dengan
memberikan perhatian yang lebih besar pada sektor pengelolaan lingkungan hidup.
Kalau lingkungan asri, pariwisata akan tetap berkembang, dan masyarakat Bali
dapat mewariskannya kepada generasi yang akan datang.
Penulis, staf pengajar dan peneliti amdal pada Universitas Udayana
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Benarkah Pariwisata Merusak Lingkungan?