[ppi] [ppiindia] Benang Kusut Buku Pelajaran
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Tue, 30 Aug 2005 00:09:28 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **MEDIA INDONESIA
Selasa, 30 Agustus 2005
Benang Kusut Buku Pelajaran
Darmaningtyas, Anggota Dewan Penasihat Center for the Betterment of Education
(CBE), Jakarta
BUKU pelajaran merupakan senjata utama bagi seorang pelajar karena dalam buku
itulah ada ilmu pengetahuan yang harus dikuasai oleh murid. Tapi ironisnya, di
Indonesia masalah pengadaan buku pelajaran itu selalu menjadi masalah yang
tidak pernah terselesaikan. Justru sebaliknya, selalu melahirkan persoalan baru
setiap tahun ajaran baru atau bahkan setiap semester, karena mekanisme
pengadaannya yang penuh dengan nuansa bisnis.
Bagi masyarakat kebanyakan (awam), masalah yang ditimbulkan oleh pengadaan buku
pelajaran adalah selalu ganti setiap semester dan buku yang dipakai oleh murid
sebelumnya tidak bisa digantikan kepada murid berikutnya. Ini memang strategi
penerbit untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dari bisnis buku pelajaran.
Bisnis buku pelajaran semacam itulah yang saya sebut sebagai bisnis buku yang
memiskinkan dan memperbodoh masyarakat.
Setelah masyarakat lebih dari sepuluh tahun mengeluhkan tentang bisnis buku
yang memperbodoh dan memiskinkan itu, pemerintahan Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono kemudian membuat kebijakan untuk memberlakukan buku ajar minimal lima
tahun. Kebijakan itu kemudian dituangkan dalam Keputusan Menteri Pendidikan
Nasional No 11/2005. Keputusan tersebut dimaksudkan untuk mengakhiri bisnis
buku pelajaran yang cenderung menyengsarakan masyarakat.
Di satu pihak, keputusan itu melegakan masyarakat karena ada payung hukum yang
pasti untuk menolak bisnis buku pelajaran yang menyengsarakan. Tapi di lain
pihak, keluarnya keputusan yang terlambat (setelah dimulainya tahun ajaran
baru) membuat keputusan itu sia-sia belaka karena orang tua sudah telanjur
membeli buku pelajaran untuk anak-anaknya yang masuk sekolah baru. Dengan kata
lain, keputusan menteri tersebut baru akan efektif untuk tahun ajaran 2006/2007
nanti.
Keputusan Menteri Pendidikan mengenai masa berlaku buku pelajaran untuk masa
minimal lima tahun itu belum terlaksana, tiba-tiba ada keputusan baru
menyangkut penarikan buku pelajaran sejarah yang disusun berdasarkan kurikulum
2004 atau yang dikenal dengan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Tidak ada
alasan yang jelas mengapa buku pelajaran sejarah tersebut ditarik. Yang pasti,
banyak orang tua yang sudah telanjur membelikan buku sejarah tersebut untuk
anak-anak mereka. Dan ketika buku tersebut ditarik, tidak otomatis uang mereka
dikembalikan oleh pemerintah melalui penerbit. Artinya, masyarakat harus
membayar mahal untuk sesuatu yang tidak berguna.
Isi menyesatkan
Selain mekanisme pengadaannya yang menyengsarakan masyarakat, isi buku paket
atau buku pelajaran itu sendiri bisa membingungkan dan menyesatkan murid-murid.
Hal itu disebabkan tidak jelas betul pesan yang ingin disampaikan oleh penulis
buku pelajaran, terutama dalam membuat soal-soal yang dimaksudkan untuk
membantu pemahaman murid. Di bawah ini diberikan contoh materi pelajaran bahasa
Indonesia kelas III semester I yang disusun berdasarkan kurikulum 1994. Pada
buku Bina Bahasa Indonesia 3A untuk Sekolah Dasar Kelas 3 Semester I, terbitan
Erlangga yang disusun oleh Tim BKG, Kurikulum 1994 Suplemen 1999 halaman 8
dicontohkan mengenai penggunaan huruf kapital untuk nama suku bangsa dan
bahasa. Contoh yang diberikan adalah 1) ''Kami adalah bangsa...'' (jawabannya
Indonesia) dan 2) Di Kabupaten Banten berdiam suku.... (jawabannya Baduy).
Kedua contoh di atas tidak ada persoalan karena pesan yang disampaikan jelas
dan kedua pilihan yang diberikan juga tidak membingungkan, karena dari kedua
contoh soal yang tersedia terdapat dua jawaban yang harus dipilih dan
pembedanya juga amat jelas. Tapi sampai pada soal yang harus dikerjakan oleh
murid amat membingungkan. Dari 10 pertanyaan yang tersedia, terdapat 10
alternatif jawaban. Tapi semua alternatif jawaban itu bisa benar semua bila
diisikan ke dalam masing-masing pertanyaan, seperti yang terlihat di bawah ini:
Kerjakan seperti contoh!
1. Pamanku orang Bandung, ia adalah suku?
2. Bibiku pandai berbahasa?
3. Adikku ingin belajar bahasa?
4. Ayahnya termasuk suku?
5. Benarkah kamu termasuk bangsa?
6. Saya paham betul bahasa?
7. Di mana suku ... berada?
8. Ayahku pernah bertemu dengan suku?
9. Kami senang bisa belajar bahasa?
10. Kami pernah mengunjungi suku?
Sedangkan alternatif jawabannya: Sunda, Jepang, Inggris, Bali, Arab, Betawi,
Manado, Indian, Madura, Tengger.
Menyimak daftar pertanyaan dan alternatif jawaban seperti di atas, maka
sebetulnya tidak ada jawaban tunggal. Pertanyaan nomor satu, misalnya, belum
tentu jawabannya suku Sunda. Sebab bisa saja pamanku sebetulnya suku Madura,
tapi karena sejak kecil tinggal di Bandung, maka dia lebih suka menyebut
sebagai orang Bandung.
Demikian pula pertanyaan nomor dua, seandainya dijawab lebih dari satu
alternatif jawaban yang tersedia sah-sah saja dan benar. Sebab sangat mungkin
bibiku pandai berbahasa Jepang, Inggris, Bali, dan Arab. Atau pandai berbahasa
Sunda, Jepang, Inggris, dan Arab. Hal yang sama berlaku untuk pertanyaan
lainnya. Sebagai contoh pertanyaan No 10, sah dan benar bila dijawab: Kami
pernah mengunjungi suku Tengger, Sunda, Bali, Madura, atau bahkan suku Indian
di Amerika sana. Seorang antropolog atau seorang traveler sangat mungkin
mengunjungi banyak suku di negeri/dunia ini.
Isi buku yang membingungkan itu bila dipegang oleh guru yang tidak cerdas dan
berpikir tertutup, akan menimbulkan kekerasan pada murid. Sebab, murid akan
dipaksa untuk menjawab sesuai dengan selera guru. Pada pertanyaan nomor satu
mungkin guru akan memaksa murid untuk menjawab 'suku Sunda'. Murid yang
mempunyai jawaban lain bisa disalahkan, padahal jawaban murid yang sembarang
pasti benar bila mereka masih tetap mengambil salah satu atau beberapa dari 10
alternatif jawaban yang tersedia.
Contoh di atas diambil hanya dari satu halaman salah satu buku pelajaran saja.
Bila kita coba telisik semua buku pelajaran dari TK hingga SMA, sangat mungkin
akan ditemukan banyak kesalahan informasi maupun contoh soal sehingga akibatnya
buku itu tidak mencerdaskan murid, tapi membingungkan dan menyesatkan murid.
Di mana letak kesalahan contoh soal di atas? Jawaban yang tersedia tidak fokus!
Padahal, soal yang akurat harus memberikan alternatif jawaban pasti, karena
kepastian itulah yang menunjukkan bahwa pesan yang ingin disampaikan sangat
jelas. Bila pesannya tidak jelas, murid bisa menjawab sembarang dan tidak bisa
disalahkan. Kekeliruan yang ada dalam buku di atas sangat menyedihkan karena
buku itu disusun oleh Tim Bina Karya Guru. Bila para guru yang menyusun saja
tidak menyadari adanya kesalahan yang sangat fatal, bagaimana mungkin guru
pemakainya 'yang dengan keterbatasan kemampuannya' akan bersikap kritis dan
mengetahui kesalahan buku itu? Guru kemudian mereproduksi kesalahan secara
terus-menerus.***
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery.
http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Benang Kusut Buku Pelajaran