[ppi] [ppiindia] Belajar dari Suskes Cina Kelola Pajak
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Tue, 30 May 2006 21:31:19 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.tribun-timur.com/view.php?id=26289&jenis=Opini
Selasa, 30-05-2006
Opini Tribun
Belajar dari Suskes Cina Kelola Pajak
Oleh
A Yaksan Hamzah
Kepala Dinas Pendapatan Daerah Sulsel
REPUBLIK Rakyat Cina yang memiliki kebudayaan kuno dengan sejarahnya yang
sudah lebih dari 5.000 tahun memiliki sejumlah kelebihan dibanding negara
lainnya di Asia.
Cina yang memiliki penduduk 1,3 miliar jiwa lebih (tahun 2005) merupakan
negara berpenduduk terbesar di dunia. Sekitar seperlima penduduk dunia bermukim
di Cina yang terbagi dalam 56 kelompok etnik besar dengan keunikan adat dan
budaya masing-masing.
Jumlah penduduk sebesar itu merupakan modal bagi Cina dalam
mempertahankan stabilitas ekonominya. Penduduk Cina sangat telaten memelihara
adat istiadat dan keragaman budaya bangsanya turun temurun sehingga menjadi
daya tarik dan pendorong peningkatan pelayanan industri pariwisata di samping
keindahan alam negeri Tirai Bambu tersebut..
Sebagian besar penduduk Cina beragama Taoisme dan Buddha, sedangkan yang
beragama Islam hanya sekitar 1-2 persen, Kristen (3-4 persen). Bahasa yang
digunakan bahasa Cina standar. Selain itu ada juga bahasa Cina daerah Kanton,
Shanghai, Yue, dan lain-lain.
Beijing sebagai Ibu Kota Republik memiliki luas sekitar 16.800 kilometer
persegi dengan luas area bangunan 10.416 kilometer persegi atau sekitar 62
persen dari luas lahan dengan luas daratan 6.390 kilometer persegi.
Beijing dibagi dalam 16 distrik dan dua kelurahan memiliki penduduk 11,6
juta jiwa yang secara rata-rata berada dalam taraf hidup menengah dan kini
bergerak menuju kemakmuran. Tahun 2004, pendapatan per kapita penduduk Ibu Kota
Cina tersebut sudah 15.637 yuan.
Ketangguhan Cina dalam mengelola ekonominya membuat banyak negara
terkagum- kagum. Begitu pula lompatan teknologi yang dicapai negara tersebut.
Tidak sulit menemukan produk elektronik dan mesin-mesin buatan Cina.
Ketika krisis ekonomi melanda negara-negara Asia, Cina secara cerdas
mengatasinya melalui kombinasi antara ekspansi kebijakan fiskal berupa paket
stimulasi fiskal dan pengurangan tingkat suku bunga.
Langkah itu ternyata cukup ampuh karena mampu meningkatkan GDP Cina
menjadi 7,8 persen pada tahun 1998. Bahkan sampai tahun 2000 pertumbuhan
GDP-nya mencapai 8 persen.
Kombinasi kebijakan tersebut memberi dampak yang sangat positif pada
sektor konsumsi domestik serta mendorong pertumbuhan investasi domestik yang
menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi negara tersebut pada tahun 2000.
Sedangkan ekspansi fiskal yang ditetapkan pemerintah dalam mengatasi
krisis dilakukan dalam bentuk paket stimulus fiskal senilai 100 miliar yuan
pada tahun 1998 dan 60 miliar yuan pada tahun 1999.
Paket itu digunakan untuk meningkatkan investasi di bidang infrastruktur
(jalan dan perumahan). Hasilnya, daerah yang mengalami defisit fiskal meningkat
dari dua persen menjadi 4,2 persen atas GDP.
Pengelolaan Pajak
Salah satu sukses Cina yang bisa diadopsi adalah keberhasilan pengelolaan
pajaknya. Pemerintah memberlakukan administrasi perpajakan yang sangat ketat
didukung aparat yang antipenyelundupan pajak sehingga dapat meningkatkan
penerimaan menjadi 1,5 persen dari GDP.
Secara umum, keberhasilan pengelolaan perpajakan di Cina ditunjang oleh
beberapa faktor seperti kedisiplinan masyarakat menunaikan kewajibannya
membayar pajak disertai kedisiplinan aparat melaksanakan tugasnya.
Ini didukung sepenuhnya dengan sistem administrasi perpajakan yang sangat
ketat, penerapan sanksi yang tegas, serta peranan pemerintah.
Pemerintah daerah melalui lembaga perpajakan daerah di Beijing menetapkan
tahun 2005 sebagai tahun untuk membangun kapasitas diri melalui peningkatan
pelayanan dan pemberlakuan sistem perpajakan baru.
Sistem kebijakan perpajakan daerah tahun 2005 ditetapkan berdasarkan
kepemimpinan komite partai, pemerintah kotamadya, dan lembaga administrasi
perpajakan negara, serta arahan dari teori Deng Xiaoping yang didasarkan pada
konsep pembangunan dan sistem pemerintahan yang ilmiah, demokratis, dan menurut
hukum yang berlaku.
Cina memberlakukan empat konsep dalam pengelolaan perpajakan yaitu,
berupaya maksimal untuk memperkuat pembangunan kapasitas, meningkatkan
kesejahteraan, dan menegakkan aturan hukum.
Memperkuat pembaruan dan perbaikan mekanisme yang ada dengan
menitikberatkan sepenuhnya pada fungsi perpajakan menurut regulasi ekonomi dan
penyesuaian distribusi pajak, serta mendorong sepenuhnya pertumbuhan sistem,
organisasi, dan aparat perpajakan.
Tujuan pemungutan pajak yang dilakukan pemerintah adalah bagaimana
pemungutan pajak dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku sebagai suatu
kewajiban dalam melayani dan memuaskan pembayar pajak.
Implementasi Perpajakan
Jenis-jenis pajak yang ditetapkan oleh lembaga perpajakan daerah Beijing
terdiri dari pajak niaga, pajak pendapatan individu, pajak pertambahan untuk
nilai guna lahan, pajak konstruksi dan pemeliharan tata kota, pajak guna
kendaraan/kapal dan pajak izin nomor kendaraan (untuk unit-unit dan individu
investasi asing).
Pajak materai, pajak pendidikan, pajak perumahan dan real estate kota
(unit-unit dan individu investasi asing), pajak penjualan sekuritas berlevel
sangat rendah, pajak sumber daya, pajak pengunaan lahan kota, pajak regulasi
yang berorientasi pada asset tetap.
Begitu pula pajak kontrak, pajak pertanian, pajak produk pertanian
khusus, pajak pendayagunaan lahan pertanian, pajak pendapatan perusahaan lokal
(daerah), perusahaan- perusahaan yang memenuhi registrasi perpajakan
berdasarkan peraturan lembaga perpajakan lokal.
Pajak pembangunan (konstruksi) bidang kebudayaan, pajak jasa (layanan)
kolektif kota, pajak pendayagunaan lahan untuk bisnis investasi asing.
Untuk meningkatkan implementasi perpajakan secara efektif, pemerintah
Beijing mengutamakan pada pengumpulan pajak (panagihan), manajemen,
pemeriksaan/ pengawasan, administrasi pajak, dan pelayanan yang berkualitas
tinggi dan mengaturnya dalam suatu lembaga khusus.
Dalam rangka menginkatkan pelayanan kepada masyarakat dilakuka pembenahan
antara lain, menata ulang citra para petugas perpajakan, menata ulang arus
operasional, menata kembali kerangka kerja organisasi, dan penyehatan kembali
mekanisme kinerja.
Yang patut mendapat catatan adalah, dalam menetapkan tarif suatu objek
pajak pemerintah Cina sangat memperhatikan kemampuan masyarakat sehingga
memungutnya dapat lebih efektif.
Dalam meningkatkan kemampuan masyarakat di bidang keuangan, pemerintah
membentuk berbagai lembaga keuangan menurut sektor yang ada, misalnya bank
pertanian, bank konstruksi, bank komersial, dan bank khusus lainnya.
Adanya konsistensi penerapan sanksi hukum yang tegas dalam pengelolaan
perpajakan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat yang berdampak pada
pembayaran pajak maka sangat diperhatikan pembangunan serta penataan
infrastruktur utamanya jalanan dan perumahan.
Dalam rangka mempersiapkan pembentukan kelembagaan terkait dengan
penjabaran Undang Undang No 17 tahun 2003 tentang keuangan negara maka dalam
pembentukan satuan kerja pengelola keuangan daerah perlu kajian khusus yang
sedapat mungkin mengakomodir fungsi kelembagaan yang membuat kajian untuk
menetapkan keseimbangan antara besaran pembebanan tarif pajak dengan kemampuan
masyarakat, sistem penagihan yang profesional, dan pelaksanaan pengawasan
internal.
Untuk mendorong kemampuan masyarakat diperlukan suatu lembaga keuangan
yang secara khusus menangani sektor pembangunan sesuai dengan unggulan
masing-masing daerah yang diikuti dengan suatu program pembangunan untuk
mendorong peningkatan kemampuan masyarakat secara langsung yang dilakukan oleh
lembaga yang terkait dengan pengelolaan keuangan daerah (revenue programme).
Agar pengelolaan pajak efektif perlu penegasan sanksi hukum bagi wajib
pajak dan aparat pengelola melalui peningkatan profesionalisme penyidik pegawai
negeri sipil. (*)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Everything you need is one click away. Make Yahoo! your home page now.
http://us.click.yahoo.com/AHchtC/4FxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Belajar dari Suskes Cina Kelola Pajak