[ppi] [ppiindia] Belajar dari Rusia Melunasi Utang
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Tue, 29 Aug 2006 11:29:54 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
REFLEKSI: Belajar juga dari negeri seperti Norwegia di mana hasil
kekayaan alamnya [minyak dan gas alam] diatur dengan cermat mengakibatkan utang
luarnegerinya dilunasi dan menjadi negeri bebas hutang dan uang keuntungan
minyak dan gas alam dipakai untuk kemakmuran rakyat. Jangan terlalu melihat
pada langit nanbiru penuh kabut debu gurun pasir bikin mata menjadi silau,
tetapi lihatlah ke kiri ke kanan maupun ke muka dan ke belakang.
RIAU POS
Belajar dari Rusia Melunasi Utang
Senin, 28 Agustus 2006
Pertengahan pekan lalu ada kabar luar biasa dari Rusia. Seperti yang
dilansir kantor berita AFP, bank milik Pemerintah Rusia, Vneshekonombank,
menyatakan telah melunasi utang Negeri Beruang Merah itu ke Paris Club.
Jumlahnya tak tanggung-tanggung, mencapai 23,7 miliar dolar AS. Itu pun
dibayar secara kontan. Pelunasan tersebut dilaksanakan selama empat hari dengan
menukarkan dolar AS ke dalam sembilan jenis mata uang.
Meski harus membayar denda 1 miliar dolar AS akibat mempercepat
pembayaran utang, Rusia justru bisa menghemat 7,7 miliar dolar AS pembayaran
bunga.
Setahun silam, Rusia juga melunasi utang luar negeri 15 miliar dolar AS
ke sejumlah kreditornya. Dari percepatan itu, Rusia menghemat total beban utang
luar negeri 12 miliar dolar AS. Sebuah trade off yang sangat menguntungkan.
Yang dilakukan negara pecahan Uni Soviet itu tentu sangat mencengangkan.
Bagaimana bisa, negara yang lima belas tahun lalu hampir bangkrut tiba-tiba
mempunyai kekuatan ekonomi yang luar biasa.
Setelah Uni Soviet tumbang pada dekade 1990-an, Rusia diwarisi utang
segunung. Saat itu, rasio utang luar negeri terhadap Produk Domestik Bruto
(PDB) sudah mendekati 100 persen alias nyaris bangkrut. Inflasi pun mencapai
ratusan persen. Masih segar di ingatan kita, warga Rusia antre membeli bahan
makanan dengan sekarung uang kontan.
Lantas, apa kuncinya? Minyak. Melesatnya harga minyak dalam beberapa
tahun terakhir ternyata membawa berkah bagi Rusia. Ketika negeri-negeri lain
kelimpungan menahan inflasi akibat melajunya harga minyak, Rusia justru bisa
''tidur nyenyak''.
Hingga Juli, Rusia bisa mengumpulkan dana tunai lebih dari 80 miliar
dolar AS. Pundi-pundi devisa pun terus menggelembung. Sampai pertengahan tahun
ini, cadangan devisa mendekati 300 miliar dolar AS. Itu merupakan cadangan
devisa nomor tiga terbesar di dunia setelah Cina dan Jepang.
Tentu, yang dilakukan Rusia tersebut tak bisa ditiru Indonesia. Berbeda
dari Rusia yang sumber-sumber minyaknya masih melimpah ruah, cadangan minyak di
tanah air terus menipis.
Kendati menjadi anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak
(OPEC), Indonesia kini justru menjadi net-importer. Boleh dikatakan, ''bonanza
minyak'' pada era 1970 dan 1980 tak bakal terulang.
Justru, perekonomian Indonesia bakal panas dingin bila harga minyak terus
bergerak. Tapi, apa mau dikata, nasi sudah menjadi bubur. Indonesia tetap harus
bangkit dari keterpurukan dengan atau tanpa minyak. Rusia saja yang kondisinya
lebih parah bisa bangkit secara cepat, apalagi Indonesia. Itulah yang harus
ditanamkan.
Tapi, setidaknya, Indonesia masih punya cadangan gas alam yang cukup
besar. Belajar dari masa silam, jangan sampai gas alam yang masih melimpah
kembali salah kelola dan habis dikorupsi.
Dengan pengelolaan yang jelas dan transparan, gas alam bisa menjadi modal
berharga untuk keluar dari krisis. Bila perekonomian telah membaik, tentu
pemerintah tak akan sulit mempercepat pelunasan utang.
Saat ini, utang luar negeri RI lebih dari 61,048 miliar dolar AS (sekitar
Rp579 triliun). Bila ditambah utang domestik dalam bentuk obligasi negara yang
berjumlah Rp687,89 triliun, berarti totalnya Rp1.266,89 triliun.
Dengan mempercepat pembayaran utang, berarti beban anak cucu kita pada
masa mendatang bisa semakin ringan. Semuanya tergantung kita, apakah mau
dikorupsi uang itu, sehingga utang negara pun makin meningkat, atau tidak.***
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Belajar dari Rusia Melunasi Utang