[ppi] [ppiindia] Bayi Kepri Dijual untuk Diambil Organnya

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=211696&kat_id=23

     

Selasa, 30 Agustus 2005  19:56:00


Bayi Kepri Dijual untuk Diambil Organnya 
Laporan: ant/pur


Pekanbaru-RoL -- Anak-anak korban trafficking di Provinsi Kepulauan Riau 
(Kepri) yang dibawa keluar negeri bukan lagi diadopsi, akan tetapi untuk 
diambil organ tubuhnya, dan modus kejahatan ini cukup meresahkan  Pemerintah 
Provinsi Kepri.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Kepri 
Ny. Hj Aida Zulaikha Ismeth ketika ditemui ANTARA di Batam, Selasa, mengatakan, 
kejahatan trafficking anak dan perempuan di provinsi tersebut berada dalam 
nomor urut pertama di tanah air.
        
Menurut dia, wilayah Provinsi Kepri berbatasan langsung dengan negara tetangga 
dan kejahatan perdagangan anak dan perempuan itu biasanya dilakukan untuk 
kegiatan adopsi ilegal bagi bayi atau anak-anak dan kegiatan prostitusi bagi 
perempuan. "Kini ada modus baru, anak-anak itu dijual bukan untuk dipungut 
(adopsi) akan tetapi untuk diambil organ tubuhnya," ujar Aida perihal maraknya 
kejahatan perdagangan anak dan perempuan di daerahnya. 
        
Ia menjelaskan, kasus trafficking  di Indonesia berdasarkan data, berada di 
urutan nomor dua di dunia dan di Kepri, adalah yang pertama di tanah air akibat 
letak wilayahnya yang berbatasan langsung dengan Singapura. Menurut dia, 
kejahatan kemanusiaan itu selama ini sangat leluasa terjadi di Kepri karena 
begitu terbukanya daerah ini dan pelaku yang tidak dapat ditindak tegas oleh 
hukum.
        
Diakuinya, untuk mencegah trafficking tidak dapat dilakukan hanya dengan 
mengandalkan kesigapan aparat keamanan atau penjagaan  lintas batas."Kaum 
perempuan di Kepri ini jumlahnya lebih  50 persen dari jumlah penduduk Kepri, 
namun sayangnya  mereka tidak memiliki keahlian dan ketrampilan sehingga mudah 
tertipu dan jadi korban trafficking," kata istri Gubernur Kepri, Ismeth 
Abdullah ini.
        
Aida yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mengatakan, untuk mencegah 
trafficking tidak cukup hanya dengan merazia kaum perempuan di tempat-tempat 
hiburan dan menangkap mereka, sebab kegiatan tersebut tanpa ada pemberdayaan 
akan percuma saja. Menurut dia,  kaum perempuan mesti diberdayakan agar punya 
keahlian skill dan menyadarkan mereka bahwa pekerjaan yang digelutinya sangat 
merugikan mereka.
        
"Di Batam saya telah bangun Centre Trafficking yang dikoordinir Kesatuan Istri 
Karyawan Otorita Batam. Organisasi serupa juga ada di Karimun," katanya. Ia 
menambahkan, kegiatan pemberdayaan itu dapat terjalin baik apabila 
berkoordinasi dengan semua unsur yang ada untuk melakukan pembinaan baik dari 
pemerintah, masyarakat maupun pengusaha.
        
"Saya sebenarnya menginginkan di pemerintahan provinsi hingga kabupaten/kota 
ada kantor pemberdayaan perempuan karena masalah perempuan tidak bisa ditolerir 
lagi," tutur ibu empat anak itu. Sebab, lanjut dia, banyak masalah-masalah 
perempuan yang harus diselesaikan seperti kekerasan dalam rumah tangga dan 
perdagangan anak.
        
Ketika disinggung kerjasama dengan negara lain untuk mencegah trafficking, Aida 
mengakui pihaknya telah merintis kerjasama tersebut baik dengan Singapura 
maupun Amerika.Ia mengakui, berdekatannya wilayah Kepri - Singapura menjadi 
dilema bagi dirinya karena satu sisi menguntungkan tetapi disisi lain 
membuatnya miris.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery.
http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: