[ppi] [ppiindia] Banyak TKW Mendekam di Penjara Kuwait
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Thu, 4 Mar 2004 23:27:51 +0100
** ppi-india **
Pikiran Rakyat
05/03/04
Banyak TKW Mendekam di Penjara Kuwait
JAKARTA, (PR).-
Menakertrans Jacob Nuwa Wea merasa prihatin ketika menyaksikan 99 tenaga
kerja wanita Indonesia (TKW) mendekam di penjara milik imigrasi Kuwait,
Sulaibia, dan para TKW itu tidak mengetahui kapan akan dipulangkan ke Tanah
Air.
"Menakertrans Jacob Nuwa Wea dan rombongan, mengunjungi penjara tersebut
melalui pemeriksaan ketat, tidak boleh membawa telefon genggam, kamera TV,
kamera foto ke dalam ruang penjara," tulis Kepala Pusat Humas Depnakertrans,
Hotma Panjaitan dalam siaran persnya yang diterima "PR" di Jakarta, Rabu
(3/3).
Ketika Jacob tiba, kata Hotma yang juga termasuk salah satu rombongan, tujuh
TKW tampak tengah menggendong anak kecil hasil hubungan dengan penduduk
setempat atau penduduk asing yang bekerja di sana.
Setibanya Jacob di dalam, suasana langsung gaduh. Semua dari mereka ingin
berbicara mengadu nasibnya. Permintaan dari mereka hanya satu, pulang ke
Tanah Air.
Permasalahan yang mereka hadapi beragam, tetapi sebagian besar menganggap
masalah mereka hanya sepele, seperti karena pacaran, majikan tidak suka,
menolak berhubungan badan.
Mereka selama di penjara merasa diperlakukan tidak manusiawi, tidak diberi
sabun, odol, sikat gigi dan keperluan sehari-hari lainnya. "Meski diberi
makan, tetapi nasinya mentah," kata salah seorang TKW yang dipenjara itu.
Mereka juga mengeluhkan pelayanan dari Perwakilan Indonesia di Kuwait yang
kurang memperhatikan nasib mereka. Kejenuhan menghuni penjara, membuat emosi
mereka tidak terkendali. Sebagian besar menangis mengadukan nasibnya. Air
mata bercucuran saat bercerita kepada siapa saja yang mau mendengar keluhan.
Tidak hanya kepada Jacob Nuwa Wea.
"Keluarkan kami, Pak," kata seorang gadis mengiba. Aidah, asal Karawang,
lebih lantang lagi. Sambil menggendong Faisal (8 bulan), anak hasil hubungan
dengan anak majikan, dia bertekad membesarkan anaknya. "Saya akan ajarkan
anak ini untuk menembak bapaknya," katanya penuh marah.
Aidah berhubungan dengan anak majikan atas dasar suka sama suka, tetapi
sesudah puas dia dicampakkan meskipun sudah bekerja selama empat tahun pada
majikannya. Dia lalu melahirkan di penjara.
Sedangkan, Ela Nurlaila yang juga dihukum satu tahun di penjara
mempertanyakan, "Mengapa berpacaran saja harus dipenjara," katanya. Dia
mengaku sudah menikah dengan sopir asal Siria. Tetapi ternyata majikannya
tidak berkenan lalu melaporkannya ke polisi. Kini dia harus berbagi duka
dengan anaknya Abdul Aziz (8 bulan) di penjara tersebut.
Menyaksikan hal itu, Menakertrans mengaku sangat gundah dengan kondisi 99
TKW tersebut. Dia berjanji segera membuat tim khusus menangani TKW tersebut
agar mereka segera bisa dipulangkan.
Harus dilindungi
Anggota DPR, Tjarda Mochtar mengatakan sudah selayaknya pemerintah membuat
tim terpadu untuk melindungi hak asasi WNI tersebut. Dia menilai terlalu
banyak TKW yang hanya bermasalah sepele, yang juga akibat ulah majikannya
harus mendekam di penjaran Kuwait. "Misalnya, jatuh cinta saja harus
dipenjara," katanya.
Pada kunjungan Menakertrans tersebut, juga ditemukan sebanyak 11 TKW yang
terlunta-lunta. Mereka ini ditempatkan oleh PT Adi Santa Kencana Mas, milik
Jimmy Chandra yang izinnya sudah dicabut.
Tjarda berharap, dengan adanya UU Penempatan dan Perlindungan TKI yang
hingga saat ini belum juga dibahas DPR dan pemerintah, maka permasalahan TKW
yang ditempatkan oleh perusahaan, calo dan sponsor liar bisa ditangani
secara hukum. (A-78)*
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Banyak TKW Mendekam di Penjara Kuwait