[ppi] [ppiindia] BOS untuk Pendidikan Gratis!
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sun, 31 Jul 2005 22:52:57 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **LAMPUNG POST
Sabtu, 30 Juli 2005
OPINI
BOS untuk Pendidikan Gratis!
* Akbar Setia, staf Pengajar MTsN Serupa Indah, Pakuanratu, Waykanan, Alumnus
FKIP Unila
Bagi wali murid sekolah dasar dan menengah, negeri maupun swasta, berita
turunnya BOS (biaya operasional sekolah) yang diperkirakan Agustus 2005 adalah
kabar baik yang tentunya meringankan beban orangtua.
Provinsi Lampung yang mendapat kucuran BOS Rp187 miliar diharapkan bisa
direalisasikan dengan baik tanpa bocoran atau manipulasi dalam penyaluran dana
tersebut. Ini penting diadakan tim audit yang akan memeriksa kelancaran dan
kebenaran di lapangan. Dana yang masuk sekolah yang tidak sesuai dengan jumlah
murid atau rekayasa lain tentunya perlu diminta pertanggungjawaban. Untuk ini,
posisi kepala sekolah tentu saja "rentan".
Langkah mewujudkan pendidikan gratis sepertinya tidak sekadar mimpi.
Sebab, diperkirakan dana ini lebih dari cukup untuk kebutuhan siswa-siswa SD/MI
dan SMP/MTs baik negeri maupun swasta. Berangkat dari sini kalau ada sekolah
yang masih memungut dana dari murid sebaiknya segera mengembalikan dana itu
setelah BOS cair.
Secara pribadi saya menyambut positif pernyataan Kepala Dinas P dan P
Kota Bandar Lampung Zaini Nurman yang mengancam kepala sekolah akan
diberhentikan jika tetap memungut dana dari siswa. Termasuk juga sekolah yang
tetap mengenakan SPP tinggi. Padahal, biaya BOS sudah turun.
Kalau memang pemungutan biaya dari siswa dilakukan sebelum BOS turun ini
masih wajar. Tetapi, jika dana BOS sudah turun dan uang murid tidak
dikembalikan, perlu ada tindakan khusus untuk menangani sekolah tersebut,
paling tidak diberi sanksi atau dicopot jabatan sebagai kepala sekolah.
Yang perlu diketahui, tidak semua sekolah mendapat BOS. Sekolah yang
sudah masuk dan didata itulah yang memperoleh prioritas mendapat kucuran BOS.
Sehingga jangan salah menafsirkan seluruh siswa di Provinsi Lampung ini bebas
pungutan.
Memang perkiraan untuk sekolah yang mendapat kucuran BOS cukup untuk
menutup SPP, bangunan atau pembelian buku dan perlengkapan sekolah. Kalau
melihat nominal yang ratusan miliar, saya pikir ini cukup untuk seluruh siswa
di Provinsi Lampung.
Tetapi, statistik jumlah sekolah plus murid secara pasti pengetahuan saya
sangat terbatas untuk mengetahui data itu. Yang jelas, harapan saya dan harapan
semua pihak khususnya wali murid tentu saja dana yang ada ini dapat
diimplementasikan dengan baik. Wajar jika diberikan sanksi jika alokasi dana
ini sampai keluar dari koridor yang laiknya untuk operasional sekolah, bukan
kepentingan pribadi!
Biaya pendidikan kini memang dirasa cukup mencekik, terutama bagi
orangtua murid yang berada di daerah terpencil. Penghasilan yang tidak jelas
setiap bulannya akan mempersulit ekonomi jika anaknya yang sekolah
terus-menerus meminta biaya untuk sekolah.
Demi pendidikan anaknya, sebagai orangtua yang bertanggung jawab dan
berpikir ke depan tentu semaksimal mungkin anaknya dapat mengenyam pendidikan.
Dan tentu saja perlu pemikiran sekaligus pekerjaan tambahan untuk dapat
membiayai anaknya ini.
Menjadi hal yang sangat miris jika kondisi orangtua murid yang demikian
tetap "memaksa" murid untuk membayar sekolah. Padahal, biaya BOS sebenarnya
sudah lebih dari cukup jika dibandingkan besarnya dana yang dikumpulkan seluruh
murid meskipun membayarnya tepat waktu. Artinya apa?
Jika biaya BOS memang lebih besar dari dana yang dikumpulkan murid, untuk
apa memungut biaya kepada murid? Persoalan akan menjadi lain jika memang
penghasilan orangtua murid bisa dibilang stabil. Saya pikir ini hanya sedikit
sekali dapat kita temukan. Dan itu pun (mungkin) hanya tersebar disekolah yang
maju seperti Bandar Lampung atau Metro. Tetapi, tentu akan jauh berbeda ketika
bicara dengan sekolah yang ada di Lampung Barat dan Waykanan serta beberapa
kabupaten lainnya.
Secara geografis tentu saja operasional sekolah di daerah yang masuk
kategori tertinggal atau terpencil tentu akan berbeda dengan sekolah yang
berada di daerah yang geografisnya lebih maju dan ditunjang sarana dan
prasarana yang sesuai. Saya pikir wajar jika dalam alokasi BOS, letak sekolah
laik diperhitungkan.
Maksudnya, keterbelakangan sekolah juga dipertimbangan karena mengingat
akan tingkat kesejahteraan murid. Dan saya pikir ini perlu prioritas khusus
dibandingkan sekolah yang sudah maju.
Sebuah hal positif jika prioritas memajukan daerah yang terbelakang untuk
kepentingan bangsa ke depan. Sebab, kemajuan daerah memang akan sulit jika
tidak ditunjang dengan SDM yang memadai.
Kalau daerah itu tidak dapat menelurkan generasi mendatang karena
terbentur biaya pendidikan. Tentu saja perkembangan daerah itu akan lambat
karena SDM yang masuk hanyalah "susupan" dari daerah yang sudah maju. Kalau
demikian, kapan daerah bisa memiliki kader yang kelak memperjuangan daerahnya?
Berangkat dari sini, tentu perlu pertimbangan khusus dalam persentase
sekolah mana yang layak dan patut yang mendapat alokasi BOS. Meskipun
pengawalan dana BOS yang juga ketat juga sangat diperlukan untuk memastikan
dana tersebut benar-benar sampai kepada yang dimaksud. Sehingga sekolah
tersebut terwujud bahwa pendidikan yang sedang dijalani benar-benar gratis!
Memang untuk memastikan alokasi BOS sesuai dengan rencana sangatlah
sulit. Meskipun akan diadakan tim pemantau atau audit yang akan mengecek
kebenaran dari alokasi dana yang disalurkan sepertinya ini tidak akan mendapat
hasil memuaskan.
Terlebih apa, bagaimana, dan dari mana tim audit itu sendiri belum jelas?
Artinya, sangat mungkin keberadaan tim audit ini sekadar memenuhi formalitas
mengawal dana. Sebagai gambaran ke depan, mungkin akan lebih baik tim yang
mengontrol dana ini diserahkan kepada LSM yang dapat dipercaya atau badan
khusus yang memang kompeten di bidang pendidikan dan independensinya terjamin.
Sehingga benar-benar mengerti dan memahami seluk beluk pendidikan. Ini
penting untuk menghidari kebocoran dana atau ada "permainan" dapat
diminimalisasi dengan tim yang memang sudah ketahuan kapabelitasnya.
Sedangkan asal dan bagaimana keberadaan tim audit yang sekarang itu,
belum diketahui secara pasti apa dan fungsinya serta diambil mana? Dan ini
sangat mungkin sekali kalau tim pemantau sekadar formalitas belaka.
Tentu kekecewaan besar manakala alokasi dana tidak sesuai dengan yang
diharapkan. Semula biaya yang dibebankan kepada murid sudah tertolong dengan
adanya BOS, sangat mungkin kembali dibebankan kepada murid.
Dan ini tentunya bisa menjadi kusut yang imbasnya mengerucut kalau BOS
ujung-ujungnya hanya sekadar angin segar bagi wali murid. Bisa saja dana ini
hanya dinikmati segelintir orang.
Selain pengawas yang benar-benar kapabel, juga diperlukan sanksi yang
benar-benar tegas. Artinya, sanksi yang berupa teguran saya pikir kurang tepat
di sini. Akan lebih mengena jika langsung mencopot atau denda dua kali lipat
kepada yang "melipat" dana ini.
Saya yakin untuk memberantas "pelipat" ini tidaklah mudah. Terlebih bagi
murid dan wali murid di daerah tertinggal sangat terbatas dengan pengetahuan
dengan adanya BOS ini. Sebab itu, untuk memberangus hal ini, jangan
setengah-setengah.
Sebab, pelaku yang demikian justru dilakukan sekolah yang notabene
menelurkan anak didik. Tetapi, jika di lapangan justru "menelan" makanan anak
didik, patutlah diberi hukuman yang setimpal.
Semoga saja apa yang dikehedaki pemerintah dan wali murid dapat berjalan
sesuai dengan yang direncanakan. Selama ini, hal-hal yang menyangkut dana yang
sifatnya bantuan sering tidak sampai pada sasaran. Sebut saja dana BKM yang
tidak sedikit sekolah yang menyelewengkan dana itu.
Apakah dengan BOS ini akan benar-benar menjadi "bos" untuk anak didik
kita? Semoga saja begitu! Sungguh sebuah perbuatan yang tidak terpuji jika
"bibit" korup sudah menetas di lahan yang kelak akan mencecak kader bangsa.
Kalau tempat ngadernya sudah bermasalah.
Apakah kelak anak didik bisa menyelesaikan masalah? Atau justru akan
menjadi masalah karena berasal dari didikan yang sudah bermasalah?
Sebab itu, posisi sekolah yang tentunya dipercaya masyarakat karena
penyelenggara pendidikan sebaiknya benar-benar berupaya mempertahankan citra
sekolah.
Kepercayaan masyarakat yang disalahgunakan bisa membuat murid pindah ke
sekolah yang memang lingkungan pendidikannya bisa dipercaya. Atau justru yang
paling parah membuat orang tua murid tidak mengizinkan anaknya sekolah,
alasanya sederhana. Buat apa sekolah di sarang maling?
Semoga tulisan ini berimbas baik seperti yang saya maksudkan. Alokasi BOS
benar-benar menolong sekolah yang khususnya berada dikabupaten tertinggal. Dan
citra kepada pendidik atau guru yang selalu digugu dan ditiru benar adanya.
Janganlah guru mempunyai citra buruk yang kelak akan ditiru anak-anak.
Waallahualam.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
<font face=arial size=-1><a
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h69u84d/M=362329.6886307.7839373.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1122850381/A=2894324/R=0/SIG=11hia266k/*http://www.youthnoise.com/page.php?page_id=1998">1.2
million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] BOS untuk Pendidikan Gratis!