[ppi] [ppiindia] Atase Teknis di KBRI Sebagian Besar tidak Perlu

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **MEDIA INDONESIA
Senin, 01 Agustus 2005


Atase Teknis di KBRI Sebagian Besar tidak Perlu


JAKARTA (Media): Departemen Luar Negeri menghabiskan dana sebesar US$59,4 juta 
(sekitar Rp594 miliar) per tahun untuk membiayai 198 atase teknis dan staf di 
perwakilan RI di luar negeri. Padahal keberadaan sebagian besar mereka 
sebenarnya tidak diperlukan.

Atase teknis adalah perwakilan kantor pemerintah atau departemen teknis yang 
ditempatkan di luar negeri. Misalnya, Atase Pertahanan dari Departemen 
Pertahanan, Atase Perdagangan dari Departemen Perdagangan, Atase Imigrasi dari 
Kantor Imigrasi, dan Atase Tenaga Kerja dari Departemen Tenaga Kerja dan 
Transmigrasi. Mereka menyatu dengan perwakilan (kedutaan besar) RI di 
negara-negara sahabat, termasuk dalam anggaran.

Berdasarkan data Departemen Luar Negeri (Deplu) per Juli 2005, jumlah atase 
teknis sebanyak 133 orang ditambah staf mereka sebanyak 65 orang. Sebagian 
besar atase itu tidak dibutuhkan di negara-negara tempat mereka ditugaskan.

"Di sejumlah negara, penempatan mereka tidak tepat dan tumpang-tindih dengan 
staf kedutaan (diplomat) yang sudah ada," kata anggota Komisi I DPR Djoko 
Susilo di Jakarta, akhir pekan lalu.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional itu mengatakan setiap atase 
teknis dan stafnya mendapat anggaran sebesar US$25 ribu per bulan. Dengan 
demikian, Deplu harus menyediakan dana sebesar US$4,95 juta per bulan atau 
US$59,4 juta per tahun.

"Ini pemborosan besar-besaran yang dilakukan departemen teknis terkait yang 
harus ditanggung oleh anggaran Deplu," tegas Djoko.

Berdasarkan kajian Deplu, telah terjadi tumpang-tindih tugas-tugas antara atase 
teknis dan fungsi-fungsi yang ada di kantor perwakilan (kedutaan besar) RI.

Misalnya, penempatan Atase Perhubungan di Kedutaan Besar RI di Ottawa, Kanada. 
Awalnya, atase tersebut ditempatkan sebagai payung diplomatik bagi keanggotaan 
RI dalam International Civil Aviation Organization (ICAO). Saat ini RI tidak 
lagi menjadi anggota ICAO, tetapi keberadaan atase perhubungan di Ottawa tetap 
dipertahankan.

Penempatan Atase Perdagangan di KBRI Moskow, Rusia, juga dinilai sia-sia 
mengingat nilai perdagangan RI-Rusia tidak signifikan. Pada 2000 hingga 2004, 
pertumbuhan perdagangan RI-Rusia adalah 0%, dengan neraca perdagangan yang 
selalu bernilai negatif dari tahun ke tahun.

Di Perwakilan RI untuk Masyarakat Eropa di Brussel, Belgia, terdapat Atase 
Perdagangan dan Industri, Atase Pertanian, dan Atase Keuangan. Padahal tiga 
urusan teknis tersebut dapat ditangani pejabat fungsional di Perwakilan RI 
Brussel.

Demikian juga di Cape Town, Afrika Selatan, ada Atase Imigrasi. Padahal, 
permintaan visa ke Indonesia di sana rata-rata hanya satu orang per hari. Di 
New Delhi, India, juga ada Atase Imigrasi, meski permintaan visa tidak sampai 
20 per bulan. "Itu kan bisa ditangani staf protokoler kedutaan saja," kata 
Djoko.

Yang lebih mengherankan, tambah Djoko, saat ini sejumlah departemen telah 
mengajukan usulan penambahan penempatan atase teknis di sejumlah negara. "Ada 
usulan dari sejumlah departemen untuk menambah 41 atase baru dan tiga staf di 
sejumlah negara. Jika disetujui, beban negara akan semakin berat," 
tegasnya.(Dit/X-7)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hm477k6/M=362343.6886681.7839642.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1122851667/A=2894352/R=0/SIG=11fdoufgv/*http://www.globalgiving.com/cb/cidi/tsun.html";>Help
 tsunami villages rebuild at GlobalGiving. The real work starts now</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: