[ppi] [ppiindia] Antara Kemiskinan dan Kasus TB
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Thu, 18 Mar 2004 11:51:51 +0100
** ppi-india **
http://www.suarapembaruan.com/News/2004/03/18/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY
--------------------------------------------------------------------------------
Hari Tuberkulosis (TB) Sedunia (3-HABIS)
Antara Kemiskinan dan Kasus TB
BANYAK faktor yang mempengaruhi sehat-sakit seseorang maupun masyarakat.
Artinya, masalah kesehatan merupakan masalah kompleks sehingga untuk mencari
solusi dari masalah kesehatan tidak hanya terfokus pada kesehatan semata.
Hendrik L Blum yang dikenal dengan teori Blum berpendapat bahwa status
kesehatan dipengaruhi pelayanan kesehatan, keturunan, perilaku, lingkungan
(fisik, sosial ekonomi, budaya). Satu dari faktor-faktor ini terganggu maka
status kesehatan akan bergeser di bawah optimal.
Prof Dr Soekidjo Notoadmojo dalam bukunya berjudul "Ilmu Kesehatan Masyarakat"
menyebutkan, kesehatan lingkungan adalah suatu kondisi atau keadaan lingkungan
yang optimum sehingga berpengaruh positif terhadap terwujudnya status kesehatan
yang optimum.
Ruang lingkup kesehatan lingkungan antara lain mencakup perumahan, pembuangan
kotoran manusia, penyediaan air bersih, pembuangan sampah, pembuangan air
limbah, dan sebagainya.
Di negara berkembang, masalah kesehatan lingkungan berkisar pada sanitasi
(jamban), penyediaan air minum, perumahan, pembuangan sampah dan pembuangan air
limbah.
Disebutkan pula, syarat rumah yang sehat antara lain bahan bangunan (tidak
berdebu pada musim kemarau dan tidak basah pada musim hujan), dinding
(ventilasi yang baik), atap rumah. Ventilasi rumah mempunyai banyak fungsi,
seperti menjaga aliran udara di dalam rumah agar keseimbangan oksigen tetap
terjaga.
Ventilasi yang tidak cukup menyebabkan kelembapan udara di dalam ruangan naik
dan kondisi ini menjadi media yang baik bagi perkembangan patogen
(bakteri-bakteri penyebab penyakit). Rumah yang sehat juga memerlukan cahaya
yang cukup agar rumah nyaman dan tidak menjadi tempat bibit penyakit.
Inilah satu dari sekian banyak faktor yang membuat insiden tuberculosis (TB)
tinggi di Indonesia sehingga Indonesia menempati posisi ketiga di dunia dalam
kasus TB. Bila diamati kondisi rumah di perkotaan, DKI Jakarta, misalnya,
rumah-rumah di kawasan kumuh merupakan media yang baik bagi perkembangan bibit
penyakit termasuk kuman TB.
Penduduk yang padat sedangkan luas tanah untuk berdirinya bangunan rumah
tinggal sangat terbatas, membuat sejumlah rumah tinggal di Jakarta nyaris tidak
mempunyai jarak antar rumah yang satu dengan rumah lain. Tidak hanya itu, rumah
tinggal kecil seperti di bantaran Kali Ciliwung kawasan Manggarai Jakarta
Selatan bisa dihuni tujuh sampai sembilan orang.
Di Indonesia, risiko penularan TB setiap tahun cukup tinggi berkisar 1 persen
sampai 3 persen. Pada daerah yang berisiko satu persen, berarti setiap tahun di
antara 1.000 penduduk ada 10 orang akan terinfeksi.
Sebagian besar mereka yang terinfeksi tidak menjadi pengidap TB karena sekitar
10 persen yang berkembang menjadi pengidap TB. TB adalah penyakit menular
langsung yang disebabkan kuman Mycobacterium tuberculosis.
Sebagian besar menyerang paru-paru tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lain.
Kumannya berbentuk batang, mempunyai sifat khusus berupa tahan terhadap asam
pewarnaan sehingga disebut sebagai basil tahan asam (BTA). Kuman ini cepat mati
dengan sinar matahari langsung, namun dapat bertahan hidup beberapa jam di
tempat yang gelap, pengap dan lembap.
Pada jaringan tubuh, kuman dapat dormant (tertidur selama beberapa tahun).
Sumber penularan adalah pengidap TB dengan BTA positif. Kuman ditularkan lewat
batuk atau bersin (dalam bentuk droplet/percikan dahak). Seorang pengidap TB
BTA positif bisa menularkan penyakit itu pada 10 sampai 15 orang dalam setahun.
Kemampuan seorang pengidap TB menularkan Mycobacterium tuberculosis dipengaruhi
banyak sedikitnya kuman yang dikeluarkan dari paru-paru. Semakin tiggi derajat
positif hasil pemeriksaan dahak maka semakin tinggi daya penularannya.
Sementara, seseorang terinfeksi kuman TB ditentukan oleh konsentrasi droplet di
dalam udara dan lama menghirup udara tersebut. Berdasarkan hal inilah maka
seorang pengidap TB BTA positif dianjurkan memakai masker atau menutup mulut
saat bersin atau batuk.
Kemiskinan
Fator yang mempengaruhi kemungkinan seorang menjadi pengidap TB antara lain
daya tahan tubuh yang rendah, yang bisa jadi karena gizi buruk atau terinfeksi
human immunodeficiency virus (HIV)/acquired immune deficiency syndrome (AIDS).
Perihal peranan gizi (mikronutrient) terhadap upaya penyembuhan pengidap TB
diteliti oleh Elvina Karyadi dari SEAMEO-TROPMED, Pusat Kajian Gizi Regional
Universitas Indonesia.
Hasil penelitian membuktikan bahwa pengidap TB menderita gangguan gizi dengan
indeks massa tubuh < 18,5 kg/m2 atau yang lebih dikenal dengan kurang gizi.
Gejala kekurangan zat-zat gizi mikro seperti vitamin A, seng, zat besi juga
ditemukan pada penelitian tersebut.
Intervensi gizi yang dilakukan berupa pemberian kombinasi vitamin A dan seng
bersamaan dengan paket obat antituberkulosis (OAT) standar dapat memperbaiki
sistem imunitas serta perbaikan klinis yang berarti, terutama dalam waktu dua
bulan pertama dalam masa pengobatan enam bulan.
Dari berbagai faktor yang mempengaruhi insiden TB, tak kalah penting adalah
kemiskinan. Bila dicermati, keadaan kurang gizi dan rumah tinggal yang tidak
sehat terkait erat dengan kemiskinan.
Karena miskin seseorang tidak mampu membeli rumah tinggal yang luas dan nyaman
dengan lingkungan yang baik. Juga tidak mampu memenuhi kebutuhan gizi setiap
hari. Tetapi, tidak berarti pula hanya orang miskin yang mengidap TB. Pasalnya,
pada kelompok orang yang mampu secara ekonomi pun penyakit ini ada. Boleh jadi
mereka terinfeksi kuman TB dari pembantu rumah tangga maupun sopir.
TB merupakan satu dari sekian banyak penyebab kematian terpenting pada
negara-negara berpenghasilan rendah, yang sebenarnya dapat dicegah. Alasan
kegagalan pengobatan TB antara lain derajat kemiskinan para pengidap TB,
sulitnya menjangkau fasilitas kesehatan, kurangnya petugas kesehatan, harga
obat yang mahal dan prosedur yang berbelit-belit.
The Commission on Macroeconomic and Health (CMH) menyatakan bahwa biaya total
yang harus dikeluarkan oleh masyarakat miskin seringkali di under estimate kan.
Tidak jarang biaya tidak langsung untuk mendapatkan pengobatan jauh lebih mahal
daripada biaya langsung untuk berobat.
Selain itu, tenaga kerja yang sakit-sakitan akan mengakibatkan memburuknya
ekonomi, dan buruh serta petani yang miskin akan menjadi semakin miskin kalau
mereka jatuh sakit. Pemulihan kesehatan adalah salah satu upaya nyata untuk
menuntaskan kemiskinan. Investasi pada kesehatan pada dasarnya adalah investasi
pada pengembangan sumber daya manusia yang potensial.
Keberadaan TB diperkirakan menghabiskan biaya sebesar US$ 12 miliar dari kaum
miskin diseluruh dunia setiap tahunnya. Menurut dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K)
yang menjadi Ketua Komite Ahli Gerakan Terpadu Nasional (Gerdunas) TB,
penelitian menunjukkan bahwa 3 atau 4 bulan masa kerja akan hilang karena
seseorang sakit TB. Hal ini berpotensi menyebabkan hilangnya 20 persen sampai
30 persen pendapatan rumah tangga dalam setahun.
Bila seseorang meninggal akibat TB maka keluarganya akan kehilangan sekitar 15
tahun pendapatan karena kepala keluarganya meninggal prematur akibat TB.
Kemiskinan dan TB memiliki kaitan yang erat, memberantas TB berarti mengurangi
kemiskinan di suatu negara.
- PEMBARUAN/NANCY NAINGGOLAN
--------------------------------------------------------------------------------
Last modified: 18/3/04
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com. Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Antara Kemiskinan dan Kasus TB