[ppi] [ppiindia] Anjing di Flores harus dimusnahkan
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Tue, 27 Sep 2005 05:01:18 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.indomedia.com/poskup/2005/09/27/edisi27/2709uta4.htm
Anjing di Flores harus dimusnahkan
Sejak awal kejadian, kami telah memberikan pertimbangan bahwa
langkah terbaik untuk mencegah meluasnya virus rabies adalah eleminasi.
Kepala Dinas Kesehatan Propinsi NTT,
dr. Stef Bria Seran
Kupang, PK
Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dr. Stef Bria Seran,
menyatakan, daratan Flores dan pulau-pulau sekitarnya, serta Lembata bisa bebas
dari rabies jika semua anjing piaraan masyarakat dimusnahkan. "Jika kita semua
sepakat untuk menghentikan jatuhnya korban akibat gigitan anjing tertular
rabies, jalan satu-satunya untuk menghentikan itu adalah dengan memusnahkan
anjing-anjing di pulau-pulau tersebut," kata Stef, di Kupang, Senin (26/9).
Dia mengemukakan hal itu berkaitan dengan meningkatnya jumlah kasus rabies di
Pulau Flores dan Lembata dalam dua tahun terakhir ini. Jumlah kasus rabies
tahun 2004 tercatat 1.222 kasus, dua di antaranya meninggal dunia. Kasus
terbanyak di Kabupaten Manggarai yakni 453 kasus, satu meninggal dunia, disusul
Ngada 259 kasus, satu meninggal dunia.
Jumlah tersebut mengalami peningkatan yang cukup dratis selama delapan bulan
terakhir tahun 2005. Selama Januari-Agustus 2005 tercatat 1.380 kasus, dengan
jumlah korban meninggal 10 orang. Korban meninggal paling banyak terdapat di
Kabupaten Manggarai yakni tujuh orang, dengan jumlah kasus 746, Lembata 82
kasus, dua meninggal dunis dan Ngada 44 kasus, satu meninggal dunia.
"Satu-satunya jalan untuk menghentikan jatuhnya korban akibat rabies adalah
tindakan eleminasi untuk memutuskan mata rantai virus rabies yang sudah
menyebar di Pulau Flores dan Lembata. Paling tidak, untuk jangka waktu lima
tahun wilayah itu harus bebas dari anjing," tegas Stef.
Menurut dia, jumlah kasus dan korban meninggal dunia bisa mengalami peningkatan
sampai akhir tahun ini, jika pemerintah dan semua pihak tidak secepatnya
mengambil keputusan untuk melakukan eleminasi secara total anjing-anjing di
wilayah tersebut.
"Sejak awal kejadian, kami telah memberikan pertimbangan bahwa langkah terbaik
untuk mencegah meluasnya virus rabies adalah eleminasi. Selama lima tahun,
seluruh Flores dan Lembata harus bebas dari anjing," katanya.
Setelah lima tahun, lanjut Stef, penduduk bisa mendatangkan lagi anjing dari
luar Flores seperti dari Pulau Timor, Sumba dan Alor atau dari propinsi Bali
untuk dipelihara kembali, tetapi wilayah itu sudah bebas dari rabies. Selain
itu, pemerintah kabupaten harus menyiapkan anggaran khusus untuk pengadaan
vaksin guna membantu pencegahan di lapangan. Stef mengatakan, upaya penanganan
masalah rabies ini harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, karena
pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa melibatkan masyarakat yang
memiliki hewan anjing ini.
Dinas Kesehatan NTT, kata Stef, telah mengirim bantuan vaksin ke Kabupaten
Manggarai, Sikka dan Lembata, sementara daerah lain belum dikirim karena tidak
ada permitaan. "Bantuan vaksin selama ini dikirim langsung dari pusat. Kami
hanya menyediakan bantuan dalam bentuk darurat, kalau ada permintaan mendadak,"
katanya. Menurut dia, stok vaksin yang tersedia saat ini di Dinas Kesehatan NTT
hanya 400 keer, atau hanya untuk menangani 100 pasien rabies. (ant)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a difference. Find and fund world-changing projects at GlobalGiving.
http://us.click.yahoo.com/j2WM0C/PbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Anjing di Flores harus dimusnahkan