[ppi] [ppiindia] Ancaman Banjir Jadi Kenyataan
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Mon, 30 Jan 2006 00:31:25 +0100
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0601/30/utama/2402407.htm
Ancaman Banjir Jadi Kenyataan
Transportasi di Pantura Pulau Jawa Lumpuh hingga Minggu
Jakarta, Kompas - Kekhawatiran ancaman banjir akan semakin parah dan meluas di
Pulau Jawa menjadi kenyataan. Banjir dan tanah longsor sporadis sejak awal
tahun di beberapa tempat di Jawa Timur dan Jawa Tengah telah merambah ke Jawa
Barat. Hingga Minggu (29/1) transportasi di pantai utara Jawa lumpuh.
Bencana memang belum menjauh dari negeri ini. Setelah gempa bumi dan tsunami
memorakporandakan Aceh dan Nias dengan korban 200.000-an jiwa akhir tahun 2004,
kini banjir menerjang sebagian Pulau Jawa. Kerusakan fisik dan korban manusia
memang tak sedahsyat tsunami di Aceh, tetapi bencana kali ini juga sesungguhnya
menyengsarakan ratusan ribu bahkan jutaan penduduk di Jawa Timur (Jatim), Jawa
Tengah (Jateng), dan Jawa Barat (Jabar). Mereka kehilangan tempat berteduh dan
harta benda, kehilangan sumber nafkah, bahkan orang-orang yang mereka cintai.
Belum terhitung kerugian akibat hancurnya infrastruktur transportasi, ekonomi,
dan produksi.
Transportasi putus
Banjir yang melanda wilayah utara Pulau Jawa hingga kemarin menyebabkan jalur
transportasi di pantai utara (pantura) masih putus. Jika Jumat dan Sabtu lalu
arus lalu lintas putus di Kendal, Jateng, sejak Sabtu hingga Minggu malam jalur
pantura putus antara Rembang, Jateng, dan Tuban, Jatim.
Jalur pantura itu putus akibat jembatan di Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban,
roboh diterjang banjir. Ratusan truk terjebak dalam antrean lebih dari dua
kilometer karena truk-truk tersebut tidak dapat memutar akibat sempitnya badan
jalan.
Banjir di Tuban terjadi mulai Sabtu pukul 03.00, menyebabkan separuh badan
jalan di Kilometer 48 dari arah Tuban ambruk. Banjir juga menyebabkan jembatan
di KM 45 ambruk tergerus air.
Dinas Bina Marga Jatim menyatakan, kemungkinan ruas itu baru bisa dilewati truk
besar Rabu lusa dengan membangun jembatan darurat. Kendaraan kecil mungkin bisa
lewat Senin ini.
"Kondisi jembatan harus benar-benar aman jika akan digunakan, apalagi jika
dilalui kendaraan besar," ucap Kepala Polsek Bulu Ajun Komisaris Gatot Subagyo,
kemarin.
Dari arah Rembang ke Tuban, truk antre sepanjang sekitar 1,5 kilometer, dan
panjang antrean truk dari arah Tuban ke Rembang sekitar dua kilometer.
Adib (45), sopir truk semen, mengimbau agar pemerintah segera memperbaiki
jembatan yang roboh. "Uang saku yang kami bawa hanya cukup untuk dua hari.
Kalau lebih dari itu kami makan apa," katanya mengeluh.
Sopir truk lainnya, Priyatno, menambahkan, perusahaan biasanya tidak mau tahu
mengenai kondisi di jalan. Yang mereka tahu hanyalah barang tiba di tujuan
tepat waktu. "Uang saku yang diberikan perusahaan juga tidak akan ditambah
walaupun barang telat tiba karena ada musibah," ujar Priyatno.
KA terlambat
Selain jalur darat, angkutan kereta api hingga Minggu juga tersendat. Di
Surabaya kereta api dari Jakarta dan Semarang atau sebaliknya terlambat hingga
sembilan jam akibat terhadang banjir di Jateng. Bahkan perjalanan KA Rajawali
Surabaya-Semarang dibatalkan.
Keterlambatan ini menyebabkan ratusan penumpang dari Surabaya kemarin telantar
di Stasiun Pasar Turi dan Stasiun Gubeng. Sebagian besar penumpang adalah anak
sekolah, yang diliputi kecemasan karena Senin ini mereka masuk sekolah kembali.
Di Stasiun Pasar Turi, Surabaya, sedikitnya 200 penumpang menunggu KA Rajawali
jurusan Surabaya-Semarang. Mereka berharap-harap cemas karena Sabtu lalu
perjalanan KA Rajawali dari Surabaya dibatalkan.
Gatot (35), calon penumpang KA Rajawali, memesan tiket hari Jumat untuk
pemberangkatan Sabtu pukul 12.57. Sejak pukul 11.00 ia dan keluarganya tiba di
Stasiun Pasar Turi dan menunggu sampai pukul 17.00. Akhirnya ia mendapat
pemberitahuan KA batal berangkat karena banjir di Semarang.
Menurut petugas informasi Stasiun Pasar Turi, Gatut Dirgantoro, seluruh
perjalanan KA melalui jalur pantura rata-rata terlambat datang enam sampai
sembilan jam. Keterlambatan itu berpengaruh terhadap jadwal keberangkatan KA.
Kepala Humas PT KA Daerah Operasi (Daops) VIII Jatim Sudarsono menambahkan,
keterlambatan KA terjadi Jumat lalu akibat air menggenangi Stasiun Tawang,
Semarang. Diperkirakan keterlambatan berlangsung lama. Keterlambatan angkutan
KA ini lebih disebabkan banjir setinggi 50-60 sentimeter di peron dan
emplasemen Stasiun Tawang.
Rel KA di stasiun tersebut juga terendam air sekitar 20 sentimeter. Akibatnya,
semua KA eksekutif dipandu lokomotif diesel hidrolik, dan semua perjalanan KA
di lintas utara rata-rata terlambat lima hingga delapan jam.
"Penggunaan lokomotif diesel hidrolik memungkinkan rangkaian kereta penumpang
melewati banjir di Stasiun Tawang karena jarak mesin dengan kop rel sekitar 24
sentimeter sehingga mesin tidak terendam air," kata Kepala PT KA Daops IV
Semarang Rono Pradipto, kemarin.
Namun, lokomotif diesel hidrolik yang tersedia hanya dua unit sehingga setiap
KA penumpang dari arah Surabaya, Semarang, maupun Jakarta antre untuk ditarik
ke stasiun yang tidak tergenang air. Rata-rata KA menunggu giliran ditarik
empat hingga lima jam.
KA yang terganggu perjalanannya adalah KA Argo Anggrek, KA Argo Muria, KA
Gumarang, KA Sembrani, KA Rajawali, KA Kamandanu, KA Harina, KA Senja Utama, KA
Fajar Utama, KA Kertajaya, dan KA Tawang Jaya.
Tiga KA lainnya, KA Matarmaja, KA Brantas, dan KA Bangunkarta, dialihkan lewat
jalur selatan. Selain itu, perjalanan KA lokal atau komuter Sabtu dan Minggu
ditiadakan.
Selain karena banjir di Stasiun Tawang, pada KM 24+3/4 antara Stasiun Kalibodri
dan Stasiun Kaliwungu, Kabupaten Kendal, sebagian kawasan tergerus air hujan
dan luapan Sungai Buntu. Alhasil, lalu lintas KA pada jalur utara sejak Sabtu
dini hari hingga Sabtu siang terhenti.
Selain Kabupaten Rembang, Tuban, Semarang, dan Kendal yang dilanda banjir,
sejak Sabtu lalu banjir juga melanda Kabupaten Kudus, Pati, Demak, Jepara, Kota
Tegal, Kabupaten Brebes, dan Pekalongan.
Banjir bandang yang melanda tujuh kecamatan di Kabupaten Rembang Sabtu dini
hari mengakibatkan lima orang tewas. Dua orang tewas terseret banjir, tiga
lainnya tertimpa tanah longsor.
Menurut Wakil Ketua Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana Alam Kabupaten
Rembang Hamzah Fatoni, selain korban jiwa, banjir bandang juga mengakibatkan 92
rumah roboh; 306 rumah rusak berat, sedang, dan ringan; 66 rumah tergenang;
serta puluhan sarana umum rusak. "Ini merupakan kerusakan terparah dan
terbesar, dengan kerugian lebih dari Rp 5,1 miliar. Banjir bandang terutama
disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi dan rusaknya konservasi, (tidak
ada penahan air)," tutur Hamzah.
Kalsel-Kalteng putus
Di luar Jawa, banjir menggenangi trans-Kalimantan sepanjang 10 kilometer poros
selatan di Tumbang Nusa, Kalimantan Tengah, kemarin dan mengakibatkan putusnya
hubungan darat Banjarmasin-Palangkaraya. Untuk melewati ruas yang tergenang air
setinggi lebih kurang 60 sentimeter itu mobil maupun sepeda motor harus naik
perahu penyeberangan. Jarak Banjarmasin-Palangkaraya sejauh 196 kilometer yang
biasanya ditempuh dalam empat jam kini harus ditempuh lima hingga enam jam.
Ruas trans-Kalimantan poros tengah di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur,
juga rusak parah. Menurut Kepala Biro Humas Kutai Barat Toni Imang, kerusakan
jalan sepanjang 400 kilometer yang menghubungkan Kota Samarinda-Melak itu makin
parah akibat tingginya curah hujan akhir-akhir ini, terutama di daerah Gunung
Klekar, Kecamatan Muara Lawa, dan Blusuh. (nik/sup/kom/wie/d12/nut/
wad/and/ful/ssd/ray/
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Ancaman Banjir Jadi Kenyataan