[ppi] Re: [ppiindia] Amien Rais Kecil...

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **

mbak Ida hobinya mancing ya? aku juga kadang suka mancing .. heheee
jangan salah kalo anak2 SD ternyata sangat kritis.. anak2 aku yg gak pernah 
ketemuan dgn AR juga bisa sangat kritis .. masalahnya mereka ngeliat tivi 
khusus berita2 .. dan mereka pun memahami pelajaran yg diterima dari sekolahnya 
yg semi pesantren .. dicocok-cocokin sendiri .. aku aja ampe terkaget-kaget 
mendengar komentar mereka .. tapi apa komentar mereka .. sebaiknya tak usah 
dimuat di milis ini yach :) 

janjian dengan dik Izham tgl 31 mei aja mbak.. heheee..

ini nich ada kiriman email dari temen..
silahkan disimak..



-----Original Message-----
From: Icha Rochimin [mailto:ika_sb@   ]



Antara Mental Baja Orang Korsel dan Orang Indonesia[1/5/04]

Kita kerap mendengar atau membaca pendapat yang menyatakan bahwa orang 
Indonesia itu lemah, bermental tempe, mudah menyerah dan putus asa. Hal-hal 
tersebut dianggap sebagai penyebab tidak majunya bangsa Indonesia sehingga 
kalah bersaing dengan negara-negara lain di Asia, seperti Jepang, Singapura 
atau Korea Selatan (Korsel).

Pendapat itu ternyata tak sepenuhnya benar. Orang Indonesia, dalam  beberapa 
hal, ternyata lebih kuat, lebih bermental baja, dan lebih tidak mudah menyerah, 
paling tidak dibandingkan dengan orang Korsel. Tidak percaya? Harian Kompas 
edisi Jumat (30/04), memberitakan bahwa seorang gubernur sebuah provinsi di 
Korea Selatan bunuh diri dengan cara melompat ke sungai Han di Seoul. Diduga, 
gubernur itu stres karena sedang dalam penyelidikan kasus korupsi.

Kasus bunuh diri mereka yang diduga terlibat isu korupsi dan praktik suap itu 
bukan yang pertama di Korea Selatan. Bulan sebelumnya, mantan presiden Daewoo 
Construction Co juga meloncat ke sungai Han tidak lama setelah presiden Roh 
Moo-hyun menuduhnya memberikan suap dalam pernyatan di televisi. Kemudian, pada 
Agustus 2003, eksekutif puncak Hyundai Group juga bunuh diri dengan meloncat 
dari apartemen. Ia bunuh diri karena sedang menghadapi penyelidikan soal dugaan 
praktik suap ke Korea Utara yang melibatkan mantan presiden Kim Dae-jung.

Sekarang, kita bandingkan dengan Indonesia. Dari sekian banyak gubernur atau 
mantan gubernur, atau anggota DPRD yang diisukan terlibat korupsi, bahkan 
menjadi tersangka kasus korupsi, berapa orang yang mencoba melakukan bunuh 
diri? Tidak ada.

Dari sekian banyak pengusaha dan konglomerat yang diperiksa oleh Kejaksaan 
karena dugaan korupsi, tidak ada satupun yang melompat ke sungai atau terjun 
dari gedung bertingkat. Marimutu Manimaren, pengusaha keturunan India memang 
bunuh diri pada bulan Agustus 2003 lalu dengan cara meloncat dari sebuah 
apartemen di bilangan Sudirman. Tapi, saat bunuh diri Manimaren tidak sedang 
disidik karena kasus korupsi. Konon, Manimaren bunuh diri karena terbelit utang.

Para pejabat Korea Selatan seharusnya belajar dari Akbar Tandjung, Ketua Umum 
Partai Golkar. Jangankan sekedar menjadi tersangka, Akbar bahkan sudah divonis 
bersalah oleh pengadilan tingkat pertama dan banding karena kasus korupsi 
Bulog. Apakah Akbar menyerah dan melompat ke Sungai Ciliwung?
Jawabannya tidak sama sekali.

Akbar menunjukkan sikap tidak mudah putus asa dan tetap bersikeras menjabat 
sebagai Ketua DPR, bahkan melenggang mengikuti konvensi calon presiden dari 
Partai Golkar. Padahal, beban Akbar sangatlah berat. Lihat saja bagaimana 
tegangnya Akbar sekeluarga disorot oleh TV seharian saat menunggu vonis MA. 
Tapi, sikap pantang menyerah itu terbukti berhasil. Akbar dinyatakan tidak 
bersalah oleh MA dan hampir menjadi calon presiden, jika saja tidak dikalahkan 
oleh Wiranto. Apa jadinya kalau Akbar terlanjut terjun ke Sungai Ciliwung?

Para konglomerat dan pengusaha Korsel seharusnya juga belajar dari Sjamsul 
Nursalim, Ginandjar Kartasasmita, Siti Hardiyanti Rukmana dan sederet pengusaha 
kakap lain yang pernah bolak-balik ke Kejaksaan Agung gara-gara diduga korupsi. 
Kalau saat itu mereka mudah menyerah seperti para pengusaha Korsel diatas, 
apakah mungkin Sjamsul saat ini 'beristirahat' di Singapura, Ginandjar menjadi 
calon anggota DPD Jawa Barat dan Tutut menjadi calon presiden dari PKPB.

Tapi, mereka berusaha keras dan tidak begitu saja memutuskan untuk bunuh diri. 
Padahal, saat akan ditahan oleh kejaksaan, Ginandjar mengaku sedang sakit 
sehingga harus dilarikan ke RS Pertamina, tapi toh ia tidak menyerah.

Para pejabat dan pengusaha Korsel jelas masih perlu belajar banyak dengan 
koleganya di Indonesia. Ketimbang frustasi lalu bunuh diri, ada baiknya mereka 
meniru usaha koleganya di Indonesia. Misalnya, dengan mengembalikan uang hasil 
korupsi, jatuh sakit hingga harus dirawat di Rumah Sakit, atau tiba-tiba 
menghilang pergi ke negara lain.

Jadi, siapa bilang bangsa Indonesia lemah dan mudah menyerah. Para pejabat dan 
pengusaha yang diduga tersangkut kasus korupsi telah membuktikan bahwa mereka 
kuat, bermental baja dan tidak mudah putus asa.

Soal tanggungjawab moral dan etika? Sst...tidak usah dibahas, memangnya kita 
hidup di Korea Selatan ...hahahaha .... ini Indonesia bung !!!

(Na)













 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: