[ppi] [ppiindia] Aktivis Masjid "Kepung" Kampus

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **

http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2004122003594612

      Senin, 20 Desember 2004


      Aktivis Masjid "Kepung" Kampus

      Kuasai Lembaga Kemahasiswaan
     
      AKTIVIS Forum Studi Islam (FSI) atau aktivis masjid tak lagi hanya 
berkutat pada kajian keislaman. Kini mereka sudah hampir menguasai seluruh 
lembaga kemahasiswaan internal kampus. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang dulu 
merajai kampus, kini seakan tak bertaring lagi.

      DUA mahasiswa tampak turun dari bus kampus. Berbaju koko, dengan janggut 
tipis tanpa kumis, penampilan mereka tampak klimis. Keduanya menuju ruang 
sekretariat Forum Studi Dinamika Islam (Forstudi) Fakultas Pertanian (Faperta) 
di lingkungan kampus Universitas Andalas (Unand) Padang.

      Yusuf Efendi dan Hafizul, begitu nama keduanya. Mereka adalah aktivis 
masjid kampus yang biasa disebut dengan aktivis dakwah kampus (ADK). "Forstudi 
merupakan organisasi kemahasiswaan yang bercorak keislaman. Keanggotaan kita 
bersifat terbuka bagi semua mahasiswa Faperta yang beragama Islam," kata Ketua 
Forstudi Adiyat Rusdi.

      Menurut Sekretaris Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kerohanian Forum Kajian 
Islam Robbani (FKIR) Nova Alfarobi, dakwah kampus di Unand dimulai sekitar 1980 
yaitu di Masjid Al-Azhar kampus Unand Air tawar. FKIR adalah badan koordinator 
semua FSI yang ada di Unand.

      Nova melanjutkan, saat itu lembaga dakwah kampus (LDK) belum berdiri 
legal. "Sampai 1987, kegiatan kita masih grup-grup kajian keislaman di Masjid 
Al-Azhar". Setelah kampus Unand pindah dari Air Tawar ke Limau Manis, aktivitas 
"anak masjid" ini kian marak, terutama setelah Unand membangun Masjid Nurul 
Ilmi.

      Adu jotos

      Mereka lalu mendirikan Forum Kajian Islam Robbani (FKIR) Masjid Nurul 
Ilmi Unand pada 30 November 1991. "Tak mudah menjadikannya sebagai lembaga 
formal. Kita ditentang para dosen dan mahasiswa senior. Perang mulut dan adu 
jotos adalah hal biasa waktu itu," tutur Nova.

      Setelah FSI-FSI di fakultas berdiri, Pada 1992 mulai dirintis kegiatan 
Responsi Agama Islam (RAI), seperti kelompok diskusi. Akhirnya RAI ini mendapat 
legal formal dari Rektor yang memengaruhi nilai mata kuliah Agama Islam sebesar 
30% dengan frekuensi pertemuan 12 kali. Responsi ini wajib diikuti semua 
mahasiswa baru yang pengelolaannya diserahkan pada ADK di fakultas-fakultas. 
Ini salah satu keberhasilan besar ADK.

      Untuk memperkukuh posisi FKIR, pada 7-9 Maret 2003 digelar Musyawarah 
Istimewa antara UKM-Kerohanian dan FKIR. Keputusan pentingnya adalah 
disatukannya UKM-K dan FKIR menjadi sebuah LDK yang bernama UKM FKI Robbani 
Unand.

      Lantas apa saja kegiatan dan sistem pengaderan FSI? Menurut Nova, 
pengaderan di FSI bertujuan membentuk pribadi muslim sejati yang siap 
memperbaiki diri dan masyarakat. Tahapannya dimulai dengan perekrutan untuk 
anggota baru dengan mengikuti SII (Studi Islam Intensif), kemudian dilanjutkan 
LAMDA I (Latihan Manajemen Dakwah I), LAMDA II, dan DPD (Daerah Persiapan Dai), 
serta TOT (Training of Trainer).

      Selain pengaderan, aktivitas utamanya adalah syiar Islam. Misalnya 
memperingati hari besar Islam, tabligh akbar, diskusi, seminar, training, 
konser nasyid, dan bazar. Selain itu juga terbiasa kegiatan sosial anjangsana 
ke panti asuhan, memberi bantuan bencana alam. "Ada pula Divisi Kajian Ilmiah 
yang membantu kader dalam soal perkuliahan seperti bahasa Inggris, Arab, 
fisika, matematika dan sebagainya."

      Ditanya soal dana, Ketua FSI FISIP Unand Musfi Yendra mengatakan, "Kami 
bukan organisasi kaya. Karena itu, kemandirianlah yang menjadi urat nadi 
pergerakan. Untuk menghimpun dana kegiatan kami membuka bazar atau menggelar 
bedah buku, konser atau seminar." Bukti kemandirian "anak musala" itu adalah 
mereka berhasil mengangkat kegiatan Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus 
Nasional (FSLDKN) XII di Unand Juli 2002. Saat itu berkumpul 450 orang ADK dari 
209 LDK seluruh Indonesia yang menghabiskan dana sekitar Rp154 juta.

      Sedangkan di Universitas Negeri Padang (UNP), cikal bakal LDK ini hampir 
sama dengan Unand. Di UNP namanya Unit Kegiatan Kerohanian UKK). Di Institut 
Agama Islam Negeri Imam Bonjol (IAIN-IB) Padang, ada Kelompok Studi Islam (KSI) 
Ulil Albab yang berdiri 1997. Di Universitas Bung Hatta, LDK-nya bernama FSI 
Nurul Jannah.

      Yang terbilang bontot adalah UKM Kerohanian (UKM-K) Universitas Putra 
Indonesia (UPI) Padang. Sempat stagnasi, namun April 2002 dilegalkan dengan 
nama UKM-K Al Furqon yang sejajar dengan UKM lainnya di UPI.

      Ke politik praktis

      Ada fenomena menarik dari para "ikhwan" ini. Dulu, mereka memfokuskan 
kegiatan hanya dalam organisasinya saja. Kini mulai terjun ke politik kampus 
yang dulu dianggap tabu dengan menduduki sejumlah pos penting. Misalnya di 
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), atau bahkan sampai organisasi di tingkat 
Himpunan Mahasiswa Jurusan juga ikut digarap.

      Itu sebabnya pada 2000 setelah senat mahasiswa dibubarkan menjadi BEM, 
para aktivis dakwah kampus (ADK) ikut memperebutkan kursi Presiden BEM. Di 
Unand, misalnya, kandidat dari ADK langsung menang telak dalam pemilu raya 
pertama 2000. Sejak saat itu, dalam setiap pemilu Presiden BEM, para ADK selalu 
menang merebut kekuasaan. Di sejumlah kampus seperti UNP dan IAIN pun begitu. 
Bahkan, di IAIN-IB para ADK telah membentuk sebuah partai dengan nama Partai 
Pergerakan Mahasiswa (PPM).

      Fenomena gerakan "sapu bersih" ini ditanggapi Pembantu Rektor III Bidang 
Kemahasiswaan yang notabene tokoh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumbar, Firman 
Hasan. "Saya dukung kegiatan mahasiswa yang aktif di FSI ini. Hanya 
persoalannya adalah ketika mereka masuk ke dalam lembaga yang lebih umum baik 
legislatif maupun eksekutif, seperti BEM, kebanyakan mereka belum bisa 
menempatkan diri dengan sebaiknya."

      Firman melihat adanya eksklusivitas dalam interaksi mereka. "Karena itu 
saya berharap agar aktivis FSI di BEM atau DLM mampu menjadi katalisator bagi 
semua komponen. Bukan untuk kelompok tertentu saja," ujar Firman.

      Kini pertanyaannya adalah, apakah para ADK telah mampu melakukan 
pelebaran sayap dakwah, atau apakah kadernya yang berada di BEM sudah mampu 
mengakomodir kepentingan mahasiswa yang plural? Mari kita tunggu jawaban mereka 
melalui langkah konkret di lapangan. (Yudha Topan)
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$4.98 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: