[ppi] [ppiindia] Aktivis Masjid "Kepung" Kampus
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Mon, 20 Dec 2004 00:59:22 +0100
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2004122003594612
Senin, 20 Desember 2004
Aktivis Masjid "Kepung" Kampus
Kuasai Lembaga Kemahasiswaan
AKTIVIS Forum Studi Islam (FSI) atau aktivis masjid tak lagi hanya
berkutat pada kajian keislaman. Kini mereka sudah hampir menguasai seluruh
lembaga kemahasiswaan internal kampus. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang dulu
merajai kampus, kini seakan tak bertaring lagi.
DUA mahasiswa tampak turun dari bus kampus. Berbaju koko, dengan janggut
tipis tanpa kumis, penampilan mereka tampak klimis. Keduanya menuju ruang
sekretariat Forum Studi Dinamika Islam (Forstudi) Fakultas Pertanian (Faperta)
di lingkungan kampus Universitas Andalas (Unand) Padang.
Yusuf Efendi dan Hafizul, begitu nama keduanya. Mereka adalah aktivis
masjid kampus yang biasa disebut dengan aktivis dakwah kampus (ADK). "Forstudi
merupakan organisasi kemahasiswaan yang bercorak keislaman. Keanggotaan kita
bersifat terbuka bagi semua mahasiswa Faperta yang beragama Islam," kata Ketua
Forstudi Adiyat Rusdi.
Menurut Sekretaris Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kerohanian Forum Kajian
Islam Robbani (FKIR) Nova Alfarobi, dakwah kampus di Unand dimulai sekitar 1980
yaitu di Masjid Al-Azhar kampus Unand Air tawar. FKIR adalah badan koordinator
semua FSI yang ada di Unand.
Nova melanjutkan, saat itu lembaga dakwah kampus (LDK) belum berdiri
legal. "Sampai 1987, kegiatan kita masih grup-grup kajian keislaman di Masjid
Al-Azhar". Setelah kampus Unand pindah dari Air Tawar ke Limau Manis, aktivitas
"anak masjid" ini kian marak, terutama setelah Unand membangun Masjid Nurul
Ilmi.
Adu jotos
Mereka lalu mendirikan Forum Kajian Islam Robbani (FKIR) Masjid Nurul
Ilmi Unand pada 30 November 1991. "Tak mudah menjadikannya sebagai lembaga
formal. Kita ditentang para dosen dan mahasiswa senior. Perang mulut dan adu
jotos adalah hal biasa waktu itu," tutur Nova.
Setelah FSI-FSI di fakultas berdiri, Pada 1992 mulai dirintis kegiatan
Responsi Agama Islam (RAI), seperti kelompok diskusi. Akhirnya RAI ini mendapat
legal formal dari Rektor yang memengaruhi nilai mata kuliah Agama Islam sebesar
30% dengan frekuensi pertemuan 12 kali. Responsi ini wajib diikuti semua
mahasiswa baru yang pengelolaannya diserahkan pada ADK di fakultas-fakultas.
Ini salah satu keberhasilan besar ADK.
Untuk memperkukuh posisi FKIR, pada 7-9 Maret 2003 digelar Musyawarah
Istimewa antara UKM-Kerohanian dan FKIR. Keputusan pentingnya adalah
disatukannya UKM-K dan FKIR menjadi sebuah LDK yang bernama UKM FKI Robbani
Unand.
Lantas apa saja kegiatan dan sistem pengaderan FSI? Menurut Nova,
pengaderan di FSI bertujuan membentuk pribadi muslim sejati yang siap
memperbaiki diri dan masyarakat. Tahapannya dimulai dengan perekrutan untuk
anggota baru dengan mengikuti SII (Studi Islam Intensif), kemudian dilanjutkan
LAMDA I (Latihan Manajemen Dakwah I), LAMDA II, dan DPD (Daerah Persiapan Dai),
serta TOT (Training of Trainer).
Selain pengaderan, aktivitas utamanya adalah syiar Islam. Misalnya
memperingati hari besar Islam, tabligh akbar, diskusi, seminar, training,
konser nasyid, dan bazar. Selain itu juga terbiasa kegiatan sosial anjangsana
ke panti asuhan, memberi bantuan bencana alam. "Ada pula Divisi Kajian Ilmiah
yang membantu kader dalam soal perkuliahan seperti bahasa Inggris, Arab,
fisika, matematika dan sebagainya."
Ditanya soal dana, Ketua FSI FISIP Unand Musfi Yendra mengatakan, "Kami
bukan organisasi kaya. Karena itu, kemandirianlah yang menjadi urat nadi
pergerakan. Untuk menghimpun dana kegiatan kami membuka bazar atau menggelar
bedah buku, konser atau seminar." Bukti kemandirian "anak musala" itu adalah
mereka berhasil mengangkat kegiatan Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus
Nasional (FSLDKN) XII di Unand Juli 2002. Saat itu berkumpul 450 orang ADK dari
209 LDK seluruh Indonesia yang menghabiskan dana sekitar Rp154 juta.
Sedangkan di Universitas Negeri Padang (UNP), cikal bakal LDK ini hampir
sama dengan Unand. Di UNP namanya Unit Kegiatan Kerohanian UKK). Di Institut
Agama Islam Negeri Imam Bonjol (IAIN-IB) Padang, ada Kelompok Studi Islam (KSI)
Ulil Albab yang berdiri 1997. Di Universitas Bung Hatta, LDK-nya bernama FSI
Nurul Jannah.
Yang terbilang bontot adalah UKM Kerohanian (UKM-K) Universitas Putra
Indonesia (UPI) Padang. Sempat stagnasi, namun April 2002 dilegalkan dengan
nama UKM-K Al Furqon yang sejajar dengan UKM lainnya di UPI.
Ke politik praktis
Ada fenomena menarik dari para "ikhwan" ini. Dulu, mereka memfokuskan
kegiatan hanya dalam organisasinya saja. Kini mulai terjun ke politik kampus
yang dulu dianggap tabu dengan menduduki sejumlah pos penting. Misalnya di
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), atau bahkan sampai organisasi di tingkat
Himpunan Mahasiswa Jurusan juga ikut digarap.
Itu sebabnya pada 2000 setelah senat mahasiswa dibubarkan menjadi BEM,
para aktivis dakwah kampus (ADK) ikut memperebutkan kursi Presiden BEM. Di
Unand, misalnya, kandidat dari ADK langsung menang telak dalam pemilu raya
pertama 2000. Sejak saat itu, dalam setiap pemilu Presiden BEM, para ADK selalu
menang merebut kekuasaan. Di sejumlah kampus seperti UNP dan IAIN pun begitu.
Bahkan, di IAIN-IB para ADK telah membentuk sebuah partai dengan nama Partai
Pergerakan Mahasiswa (PPM).
Fenomena gerakan "sapu bersih" ini ditanggapi Pembantu Rektor III Bidang
Kemahasiswaan yang notabene tokoh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumbar, Firman
Hasan. "Saya dukung kegiatan mahasiswa yang aktif di FSI ini. Hanya
persoalannya adalah ketika mereka masuk ke dalam lembaga yang lebih umum baik
legislatif maupun eksekutif, seperti BEM, kebanyakan mereka belum bisa
menempatkan diri dengan sebaiknya."
Firman melihat adanya eksklusivitas dalam interaksi mereka. "Karena itu
saya berharap agar aktivis FSI di BEM atau DLM mampu menjadi katalisator bagi
semua komponen. Bukan untuk kelompok tertentu saja," ujar Firman.
Kini pertanyaannya adalah, apakah para ADK telah mampu melakukan
pelebaran sayap dakwah, atau apakah kadernya yang berada di BEM sudah mampu
mengakomodir kepentingan mahasiswa yang plural? Mari kita tunggu jawaban mereka
melalui langkah konkret di lapangan. (Yudha Topan)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
$4.98 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts: