[ppi] [ppiindia] Akpol, Setelah Mencuat Kasus Taruna Senior Menyiksa Junior
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Mon, 31 Jul 2006 09:42:17 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
CENDRAWASIH POS
Senin, 31 Juli 2006
Akpol, Setelah Mencuat Kasus Taruna Senior Menyiksa Junior
Tertibkan Rumah Singgah, Bulan Depan Diajari HAM
Akademi Kepolisian (Akpol) kembali menjadi sorotan. Ini setelah salah satu
taruna di sana "diculik" dan disiksa beberapa seniornya. Mengapa kekerasan yang
tak terkendali masih terjadi di sekolah para calon perwira polisi itu?
FAROUK ARNAZ, Semarang
Taruna Akpol yang menjadi korban itu bernama Hendra Saputra, duduk di tingkat
II (sersan taruna). Pemuda 21 tahun ini masih menjalani perawatan di RS St
Elizabeth Semarang.
Hendra masih mengeluh sakit di kepala. Oleh dokter, dia didiagnosis mengalami
pembengkakan pada otak. Sakit Hendra diderita setelah taruna angkatan 2004 itu
dihajar oleh enam seniornya pada 24 Maret lalu.
Penyebabnya pun sepele. Para senior, yang semuanya dari Sumatera Selatan
(Sumsel) -seperti halnya Hendra- tidak bisa menerima sikap Hendra yang tak
pernah melapor bila akan pesiar (kesempatan keluar asrama, Red).
Para senior yang marah itu lantas "menculik" Hendra dan membawanya ke sebuah
rumah singgah milik taruna Sumsel di Karang Bendo, Jatingaleh, Semarang. Di
tempat itu Hendra disiksa hampir 3 jam. Matanya ditutup, badannya ditendang dan
bahkan disetrum.
Hendra, anak Mularis, mantan anggota Polda Sumsel ini pun kolaps dan sempat
dirawat di RS Akpol. Dari sana dia dirujuk ke RS Elizabeth.
Buntut dari peristiwa itu, enam taruna yang menyiksa Hendra terancam memperoleh
dua sanksi. Secara akademis, pangkat sekaligus tingkat mereka diturunkan. Dan,
secara pidana kasus ini dilaporkan ke Polres Semarang Selatan. Bila kelak
pengadilan menyatakan keenam taruna itu bersalah, Akpol akan langsung memecat
mereka. Ini untuk kali pertama Akpol melaporkan tarunanya secara pidana.
Apa yang salah dengan taruna Akpol? Mengapa kekerasan tak terkendali masih
terjadi di Akpol? Gubernur Akpol Irjen M.D. Primanto mengaku kaget dengan
peristiwa itu. "Kami juga kaget dengan peristiwa ini. Kami sebenarnya sudah
tidak mengajarkan budaya kekerasan kepada mereka. Kami sudah menghilangkan
semuanya, karena mereka nanti menjadi polisi sipil," ujarnya.
Menurut jenderal bintang dua ini, motif peristiwa tersebut tak lebih pada
persoalan pribadi, yakni soal senioritas belaka.
Apa langkah Akpol agar peristiwa seperti itu tak terulang di masa mendatang?
Mantan Kapolda Lampung ini menjawab, peristiwa pemukulan itu terjadi di luar
asrama. Karena itu, pihaknya agak sulit untuk memantau. Salah satu cara yang
akan diterapkan adalah melarang keberadaan pos singgah yang umumnya dimiliki
setiap daerah tempat taruna itu berasal.
Bahkan, begitu sulitnya memantau kejadian di luar asrama, Primanto mengatakan,
peristiwa yang dialami Hendra baru diketahui akhir Mei. Ini karena semua yang
terlibat dalam peristiwa itu tutup mulut dan tidak berani melapor. "Sekali
lagi, kami tidak pernah mengajarkan kekerasan pada mereka. Kalau hukuman
semacam push up itu masih OK, karena untuk fisik. Tapi, tidak boleh ada
pukulan," sambungnya.
Primanto menambahkan, untuk menghapus budaya kekerasan di akademinya, pihaknya
juga menggandeng beberapa pengajar dari luar untuk memberikan perspektif yang
lebih luas kepada anak didik. Misalnya, para taruna di Akpol akan diberi materi
seputar HAM (hak asasi manusia) dengan menggandeng PusHAM UII (Universitas
Islam Indonesia) mulai bulan depan. Sebelumnya, mereka diajar tentang
perspektif gender dengan menggandeng Psikologi UGM (Universitas Gajah Mada) dan
materi Perpolisian Masyarakat (Polmas) bekerja sama dengan IOM (International
Organization for Migration).
Peristiwa semacam ini belum pernah terjadi selama satu tahun Primanto menjabat.
"Kami selalu tegas. Untuk 2005-2006 saja ada 12 taruna Akpol yang dikeluarkan
karena terbukti mencuri ATM, bertindak asusila, atau mengambil HP temannya.
Kita langsung pecat. Tegas itu," katanya.
Jumlah taruna dan perwira polisi sumber sarjana (PPSS) yang menuntut ilmu di
Akpol saat ini 1.187 orang. Mereka terdiri atas Den X (calon bhayangkara
taruna) 295 orang, 40 orang adalah taruni; lalu Den Tk I (bhayangkara taruna)
278 orang, 38 di antaranya taruni; Den Tk II (sersan taruna) 290 orang, 30 di
antaranya taruni; Den Tk III (sersan mayor taruna) 294 orang, 28 di antaranya
taruni; dan PPSS 30 orang.
"Saya jamin mereka tidak ada yang main uang. Makanya, kami terapkan semuanya
secara normatif supaya mereka bisa menjadi abdi negara yang terpuji, mahir, dan
patuh hukum," tambah Primanto. Untuk setiap taruna, Akpol menganggarkan Rp 2,3
juta per bulan. Itu untuk mencukupi semua kebutuhan. "Makanya, kalau kami
mendidik yang nakal atau bodoh, kami sendiri yang rugi," lanjutnya.
Latar belakang para taruna juga cukup beragam. Tapi, diakui Primanto, anak
polisi tetap paling banyak diterima Akpol. Di antaranya, untuk angkatan 2006
-yang masih masuk tingkat Den X- ada 97 anak Polri, 10 orang anak TNI, 82 anak
PNS, 3 anak pensiunan. Lalu anak petani dan pedagang 19 orang, anak tukang
becak 1 orang, dan anak yatim 1 orang.(
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Akpol, Setelah Mencuat Kasus Taruna Senior Menyiksa Junior