[ppi] [ppiindia] Akibat Mental yang Terjajah
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Tue, 30 Aug 2005 22:58:28 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail&id=5508
Rabu, 31 Agt 2005,
Akibat Mental yang Terjajah
Oleh Kwik Kian Gie*
Buat orang yang dapat membaca statistik dan dapat menafsirkannya, akan
melemahnya rupiah sudah cukup lama di depan mata. Buat orang yang selalu gemar
mengingat sesuatu yang pernah terjadi, merosotnya nilai rupiah juga bisa
diprediksi. Bahwa rupiah bisa merosot sangat tajam dalam waktu sangat singkat
juga pernah kita alami, yaitu ketika rupiah merosot dari sekitar Rp 2.300
menjadi Rp 16.000 per dolar AS (USD).
Maka, kalau sekarang nilai rupiah dalam waktu singkat merosot dari Rp 9.000
menjadi 11.500 ketika artikel ini ditulis, dan karena itu pemerintah cemas dan
bingung, saya menjadi heran.
Mari kita bahas satu per satu. Pertama tentang apa yang dinamakan fundamental
ekonomi, tetapi saya batasi pada yang relevan saja untuk nilai tukar rupiah.
Kekuatan bangsa Indonesia sendiri dalam hal mempertahankan stabilitas nilai
rupiahnya dilandasi oleh apakah mempunyai cadangan devisa yang cukup dan
berkesinambungan. Devisa dibentuk oleh ekspor yang lebih besar daripada impor,
baik barang maupun jasa. Ekspor selalu lebih kecil daripada impor kecuali tiga
kali saja, yaitu di tahun-tahun 1973, 1979, dan 1980 yang disebabkan oleh oil
shock pertama dan kedua.
Jadi, kalau atas dasar kekuatan sendiri, cadangan devisa selalu menyusut.
Tetapi ditolong oleh masuknya modal dalam bentuk utang, dalam bentuk masuknya
modal asing partikelir yang ditanamkan di Indonesia dalam berbagai bentuk. Ini
untuk periode tahun 1969 sampai tahun 1999 (dua tahun terakhir prediksi Bank
Dunia). Kita tahu bahwa sebelum tahun 1999, moneter sudah jebol sama sekali,
sampai rentang kendali dinaikkan delapan kali, lantas dilepas secara tidak
bertanggung jawab dan rupiah melejit sampai Rp 16.000 per dolar AS.
Bagaimana yang sekarang? Bukankah stabil cukup lama? Ya, lebih dari itu,
setelah krisis, ekspor lebih besar daripada impor. Yang namanya transaksi
berjalan surplus. Hanya surplusnya tidak disebabkan oleh kuatnya ekonomi kita,
tetapi oleh anjloknya impor karena tidak ada kegiatan ekonomi yang berarti.
Ketika ekonomi mulai menggeliat, karena memang dasarnya keropos, ya langsung
saja transaksi berjalan yang positif menjadi menciut. Kecuali itu, kalau dahulu
ada modal masuk yang mengimbangi minusnya impor yang lebih besar daripada
ekspor, sekarang terjadi pelarian modal. Bahasa birokrasinya error and
omission. Kecuali di tahun 2001 yang hanya USD 714 juta, angkanya selalu minus
yang berarti ada capital flight. Ketika transaksi berjalannya sudah menciut dan
kecenderungannya minus lagi, modal yang ada justru dilarikan ke luar negeri
oleh pemiliknya.
Jadi, kita tidak perlu heran tentang apa yang sekarang terjadi. Yang harus
diherankan ialah mengapa kebijakan ekonomi yang begitu lama dalam alam
kemerdekaan menghasilkan malapetaka (disaster) yang begitu hebat? Untuk itu,
ada ceriteranya tersendiri. Apa itu?
Kecuali selama Gus Dur menjabat presiden RI, tim ekonomi dalam kabinet selalu
dikuasai oleh para ekonom yang mutlak menghamba kepada kartel IMF dengan
resep-resep dan instruksi-instruksi kepada para kroni ini yang merusak. Mereka
itu terkenal dengan nama Berkeley Mafia yang dibanggakan oleh diri sendiri.
Kebijakan yang sangat merusak itu adalah menggerojokkan utang luar negeri
terus-menerus sampai tidak kuat bayar tepat waktu supaya selalu menjadi
pengemis buat penundaan pembayaran. Ketika itu, pemerintah Indonesia harus
dicekik lehernya untuk didikte. Yang mengatakan ini bukan saya, tetapi
orang-orang asing, kebanyakan orang-orang Amerika, yaitu John Pilger, Brad
Sampson, Jeffrey Winters, dan John Perkins yang mengaku disuruh merusak ekonomi
Indonesia. Caranya digambarkan dengan sangat jelas di dalam bukunya yang
berjudul The confessions of an economic hit man.
Setelah menjelaskan ini, pertanyaannya adalah terus apa yang harus dilakukan?
Buat saya, Presiden SBY harus mengambil alih kepemimpinan sepenuhnya dalam
bidang ekonomi. Kedua, mengganti menteri-menteri ekonomi dengan orang-orang
yang mentalnya pemimpin untuk bangsanya, bukan hamba untuk kepentingan asing.
Ketiga, mengatakan kepada semua negara pemberi utang bahwa pemerintah Indonesia
akan membayar dengan jadwal dan jumlah yang ditentukan sendiri atas dasar
kekuatan yang memungkinkannya membela kepentingan rakyat sendiri.
Apa pun reaksi negara-negara dan lembaga-lembaga internasional itu kita hadapi,
titik. Hanya itu yang bisa menolong. Bukan mengimbau, bukan mengemis-ngemis
kepada investor asing supaya berinvestasi di Indonesia. Kewajiban investor
asing membuat laba buat para pemegang sahamnya, bukan membela bangsa Indonesia.
Yang mempunyai kewajiban membela bangsa Indonesia adalah semua pejabat
eksekutif dan legislatif yang dipercaya oleh rakyat melalui pemilihan umum.
Mereka itu harus berani menjadi pemimpin yang tangguh, bukan menjadi pejabat
yang menjilat negara-negara asing dan lembaga-lembaga internasional, tetapi mau
menangnya sendiri dan gagah-gagahan terhadap rakyatnya sendiri! Itu saja
resepnya, lain tidak ada. Coba kita buktikan, kalau apa yang saya tulis ini
tidak dilakukan, dikotak-katik seperti apa pun juga, tidak akan terjadi
perbaikan, kecuali atas "belas kasihan" yang tentunya tidak gratis. Biayanya
sangat mahal. Baca buku John Perkins kalau mau memperoleh gambaran yang
mendetail.
Akhirnya, semua elemen Berkeley Mafia harus dilibas atau dikucilkan sama sekali
dari perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik. Sudah terlalu lama mereka
berkuasa. Akibatnya, utang meggunung, hutan gundul, rakyat menganggur, busung
lapar, dan mati karena kelaparan. Apa kurang cukup? Apa harus ada revolusi
sosial dulu supaya sadar?
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Akibat Mental yang Terjajah