[ppi] [ppiindia] Akhirnya Aceh Damai?

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/8/1/o1.htm

Agaknya inti keberhasilan itu didorong oleh dua hal. Pertama, kali ini pada 
pimpinan tertinggi pemerintah RI terdapat motivasi kuat untuk menemukan solusi 
damai atas konflik di Aceh yang telah berlangsung begitu lama. Kedua, pada 
tahap-tahap amat menentukan yang kadang-kadang menyangkut perumusan sebuah 
kalimat, ataupun anak kalimat, maka suatu keputusan cepat dapat diambil di 
Jakarta. Bukan saja karena kecanggihan teknologi komunikasi, tetapi wapres 
sebagai salah satu dari dua tokoh utama di republik ini bertindak sebagai 
dokter jaga.



Akhirnya Aceh Damai?
Oleh Sabam Siagian

APAKAH akhirnya akan tercapai damai di Naggroe Aceh Darussalam setelah propinsi 
itu dilanda konflik selama praktis 30 tahun? Berita-berita dari Helsinki, ibu 
kota Finlandia, mengungkapkan bahwa sebuah konsep final nota kesepahaman 
tentang damai telah diparaf oleh delegasi RI dan delegasi GAM (Gerakan Aceh 
Merdeka). Helsinki merupakan tempat perundingan sejak bulan Januari lalu, 
karena mantan Presiden Finlandia Marti Ahtisaari yang sekarang menangani sebuah 
lembaga penengah (Crisis Management Initiative) telah berperan sebagai 
fasilitator perundingan. 

Ketika Wakil Presiden Jusuf Kalla bulan Januari lalu menyatakan bahwa 
perundingan dengan pihak GAM akan dimulai di Helsiki terasa bahwa pernyataan 
tersebut disambut dengan semacam skeptisisme. Apalagi ketika disampaikan 
nama-nama yang akan berperan sebagai tim perundingan mewakili pemerintah RI, 
antara lain Hamid Awaluddin (Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia yang juga 
bertindak sebagai Ketua Tim Perunding) dan Sofyan Djalil (Menteri Komunikasi 
dan Informatika). Mereka tidak memiliki reputasi sebagai diplomat ulung, 
bagaimana mungkin mereka mampu berhasil? Kira-kira demikian inti skeptisisme 
tersebut.

Lima kali delegasi dari Jakarta itu berangkat ke Helsinki dan setelah lima 
ronde perundingan, suatu kerangka kesepakatan muncul. 

Agaknya inti keberhasilan itu didorong oleh dua hal. Pertama, kali ini pada 
pimpinan tertinggi pemerintah RI terdapat motivasi kuat untuk menemukan solusi 
damai atas konflik di Aceh yang telah berlangsung begitu lama. Tidak mungkin 
rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh purna-tsunami dapat diselenggarakan dengan 
baik, sementara konflik bersenjata tetap berlangsung. Pangkal tolak ini 
tampaknya disepakati oleh RI-1 dan RI-2. Kedua, pada tahap-tahap amat 
menentukan yang kadang-kadang menyangkut perumusan sebuah kalimat, ataupun anak 
kalimat, maka suatu keputusan cepat dapat diambil di Jakarta. Bukan saja karena 
kecanggihan teknologi komunikasi, tetapi wapres sebagai salah satu dari dua 
tokoh utama di republik ini bertindak sebagai dokter jaga. 

Delapan Bidang

Naskah lengkap kesepakatan damai di Naggroe Aceh Darussalam yang dikabarkan 
terdiri atas delapan halaman diketik rapat pada waktunya akan diumumkan setelah 
ditandatangani di Helsinki pada tanggal 15 Agustus. Itu berarti, dua hari 
sebelum bangsa Indonesia yang juga mencakup eks pengikut GAM akan memperingati 
60 tahun Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Seorang teman di pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang telah 
mempelajari konsep final nota kesepahaman tersebut dan dekat dengan tim 
perunding RI menceritakan bahwa materinya mencakup delapan bidang, yakni: 
Prinsip-prinsip Pokok, Pemberian Amnesti, Pengumpulan Senjata GAM dan Penarikan 
TNI - Polri Nonorganik, Pemerintahan Daerah Aceh, Hak-hak Politik, Sarana dan 
Integrasi Mantan GAM, Ekonomi dan Monitor.

Karena ''Prinsip-prinsip Pokok'' kesepakatan damai di Aceh ini bukan merupakan 
ketentuan-ketentuan teknis yang masih perlu dirahasiakan sampai 15 Agustus 
nanti, sedangkan ia secara jelas dan meyakinkan mencerminkan semangat ingin 
damai yang meliputi dua belah pihak, maka teman itu bersedia membaginya dengan 
saya.

Berikut ini ''Prinsip-prinsip pokok'' yang dimaksud.

- Penyelesaian konflik secara damai, komprehensif, menyeluruh dan bermartabat.

- Sepakat dengan jujur dan demokratis dalam rangka Negara Kesatuan dan 
Konstitusi Republik Indonesia.

- Penyelesaian damai ini akan mempermudah dan mempercepat membangun kembali 
Aceh pasca-tsunami.

Bagaimana tetap menghormati prinsip-prinsip yang baik itu dalam pelaksanaan 
ketentuan-ketentuan politis dan teknis merupakan tantangan yang menuntut 
ketabahan dan sikap yang menahan kecurigaan pada pihak sana.

Di pihak GAM, misalnya, apakah semua kelompok bersenjata di Aceh akan mematuhi 
kesepakatan Helsinki ini yang dirundingkan atas nama mereka, seperti Malik 
Machmood dan Zaini Abdullah (masing-masing menyebut dirinya sebagai ''perdana 
menteri'' dan ''menlu''), yang belum tentu mereka akui sepenuhnya. Dikabarkan, 
ada sebuah kelompok yang dipimpin seorang bernama Zakaria yang cenderung 
bersikap independen.

Sementara di pihak TNI, Jenderal Endriartono Sutarto sebagai Panglima telah 
menyatakan akan melaksanakan semua ketentuan kesepakatan Helsinki itu. Namun, 
dapat saja terjadi bahwa beberapa perorangan, entah karena kepentingan bisnis 
yang selama ini dikembangkan ataupun karena sekadar kejengkelan saja, akan 
melakukan aksi proaktif. Akibatnya dapat merembet.

Penyuluhan meluas dan pengawasan ketat memang amat diperlukan. Yang interesan, 
soal partai politik lokal yang menimbulkan reaksi meluas, menurut teman yang 
mempelajari naskah kesepakatan itu sebenarnya dirumuskan secara fleksibel. 
''Kok persoalan yang sebenarnya di buntut menjadi diutamakan,'' komentar teman 
itu. 

Ada Kemampuan

Apakah yang dapat disimpulkan dan perlu ditekankan pada tahap sekarang ini? 
Pertama, daya mampu menyelesaikan sebuah konflik secara damai memang ada. Aset 
nasional ini penting sekali untuk dikembangkan dan diterapkan terus-menerus, 
karena masih ada sejumlah konflik membara di wilayah RI yang luas ini yang 
mendesak untuk ditangani.

Kedua, saat tercapainya kesepakatan damai tentang konflik Aceh ini memang tepat 
mengingat situasi di wilayah Thailand Selatan tambah memburuk. Kalau konflik di 
Aceh terus berlangsung, sedangkan wilayah Thailand Selatan tambah parah dan 
mungkin saja merembet ke Malaysia, maka wilayah sebelah-menyebelah bagian utara 
Selat Malaka ini akan menjadi zone konflik yang dapat mengancam jalur 
perkapalan internasional yang vital. Ketiga, berakhirnya konflik di Aceh 
memungkinkan penanganan pembangunan Aceh pasca-tsunami secara besar-besaran. 
Namun, pembangunan lembaga-lembaga pemerintahan, peradilan, sosial-ekonomi dan 
sosial-budaya pascakesepakatan Helsinki terutama di lokasi-lokasi yang pernah 
mengalami konflik-senjata juga penting untuk ditangani secara sistematis. 
Tenaga-tenaga petugas yang perlu didatangkan dari luar Aceh patutlah mendapat 
penyuluhan dan pendidikan tentang sejarah, adat-istiadat Aceh dan 
persoalan-persoalan sosial-politik yang membebani Aceh.

Sekali ini janganlah kesempatan baru untuk membangun Aceh sehingga menjadi 
daerah kebanggaan sebagai bagian Republik Indonesia, disia-siakan karena 
kebodohan kita sendiri. 

Penulis, pengamat perkembangan sosial politik di Indonesia, serta masalah 
internasional, berdomisili di Jakarta


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hi22d82/M=362329.6886307.7839373.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1122848067/A=2894324/R=0/SIG=11hia266k/*http://www.youthnoise.com/page.php?page_id=1998";>1.2
 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: