[ppi] [ppiindia] Ahli Bom Kebingungan

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.indomedia.com/bpost/102005/22/nusantara/nusa1.htm

Ahli Bom Kebingungan
Ungkap jenis bom Bali II

Bali, BPost 
Perancang bom yang diledakkan di Jimbaran dan Kuta Bali, tampaknya berotak 
encer. Mereka mampu membuat ahli bom dari dalam dan luar negeri kebingungan 
menguraikan senyawa bom yang menewaskan 23 jiwa itu.

"Mereka juga bingung. Yang datang ke kita itu jago-jago semua. Tetapi mereka 
juga bingung. Jadi yang bikin ini orangnya juga jago. Ini suatu kenyataan yang 
kita hadapi," kata Kapolda Bali Irjen Pol Made Mangku Pastika.

Hal ini disampaikan dia dalam jumpa pers di Bali Tourism Board, Denpasar, Jumat 
(21/10). Sekadar diketahui, dalam mengungkap kasus bom Bali II, selain 
mengerahkan ahli-ahli bom yang dimilikinya, kepolisian juga menggaet ahli bom 
antara lain dari New Zealand, AS, dan Australia.

Meski demikian, Pastika membanggakan diri dengan mengatakan, kepolisian selama 
ini dapat mengungkap aksi pengeboman. "Tiap ngebom ketahuan terus. Selama ini 
dapat terus kita. Sekarang mereka belajar dong dari itu. Tetapi kita tidak 
boleh putus asa. Kebenaran selalu memang melawan kebatilan. Ahli-ahli saja 
bingung apalagi saya," ujar Pastika.

Dalam kesempatan tersebut, Pastika mengaku tidak mengetahui wajah-wajah 18 dari 
80 orang jebolan Mindanao yang diduga melakukan aksi terorisme di Indonesia.

"Kita giatkan intel untuk mencari ini. Kita tahu namanya saja, aliasnya banyak 
sekali. Tetapi tidak tahu rupanya atau mukanya. Jadi yang dicari itu siapa. 
Kalau tahu wajahnya kita cari mereka," tutur Pastika. 



Tunggu Waktu

Secara terpisah, Mantan Kapolri Jenderal (Pol) Da'i Bachtiar menyatakan 
pengungkapan kasus peledakan Bom Bali II hanya tinggal menunggu waktu, meskipun 
ia tidak bisa mentargetkan berapa lama waktu yang diperlukannya.

"Saya kira tinggal tunggu waktu," kata Da'i Bachtiar saat peluncuran Lembaga 
Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) dan buka puasa bersama di Jakarta, Kamis 
petang.

Menurut Da'i , tim yang melakukan penyelidikan atas kasus Bom Bali II ini 
merupakan tim yang sama dengan pada saat penyidikan kasus Bom Bali I dahulu. 
Selain itu, tambahnya metode maupun cara-cara yang digunakannyapun sama. 
Sehingga tidak ada keraguan lagi mengenai hal itu.

"Meskipun dalam kasus terorisme ini harus mengikut-sertakan seluruh komponen 
bangsa tentu harus sesuai proporsinya, sesuai dengan bidangnya," kata Da'i.

Dalam masalah terorisme, tambahnya, bukan hanya bagaimana menangkap para 
pelakunya dan menyeretnya ke pengadilan tetapi juga harus ditemukan sampai ke 
akar-akarnya.

Ketika ditanyakan kenapa pengungkapan kasus Bom Bali II ini terkesan lamban dan 
sulit karena telah lebih dari dua pekan belum juga akan titik terang, menurut 
dia berapa lama waktu yang dibutuhkan itu sangat relatif.

"Mengenai waktunya itu relatif, kadang-kadang cepat, kadang juga lambat. Hanya 
mungkin kesulitannya bom kali ini sedikit sekali meninggalkan bekas," katanya.

Pada kesempatan itu, Da'i Bachtiar juga menceritakan bahwa pada saat terjadi 
ledakan Bom Bali II, ia sedang berada di Australia, dan kemudian dipanggil 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk ikut membantu di Bali. Ia memberikan 
masukan-masukan mengenai masalah ini.

Namun jauh sebelumnya bulan Juni 2005, disaat ia masih menjadi Kapolri, pernah 
memberikan laporan tentang adanya ancaman terorisme di Jakarta dan kota-kota 
besar lainnya.

"Saat itu Presiden Yudhoyono mau berkunjung ke Amerika Serikat saya sebenarnya 
diajak dalam rombongan itu tetapi karena saya laporkan akan adanya ancaman 
terorisme kemudian presiden perintahkan saya tetap tinggal di Indonesia dan 
sebagi gantinya dari Polri yang ikut pak Gories Mere," ungkap Da'i. dtc/kpl


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery.
http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: