[ppi] [ppiindia] Ada Mafia Di Pertamina?
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Tue, 27 Sep 2005 00:26:11 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**Refleksi: Bukan saja di Pertamina tetapi juga di segala institusi negara!
http://www.indomedia.com/bpost/092005/27/opini/opini3.htm
Ada Mafia Di Pertamina?
Sungguh memprihatinkan. Pada saat pemerintah pusing karena krisis BBM, beberapa
pejabat Pertamina malah menuai untung triliunan rupiah. Bagaimana tidak,
kenaikan harga minyak mentah di pasar internasional memaksa pemerintah segera
memangkas subsidi BBM dalam negeri untuk mengurangi beban APBN. Implikasinya,
pasti akan terjadi gejolak di masyarakat. Mengingat belum genap setahun
pemerintahan SBY-Kalla, namun terjadi dua kali penaikan harga BBM.
Padahal, sepanjang sejarah Indonesia, BBM merupakan komoditas publik yang
supersensitif. Perubahan harga atau pasokan yang tak terkendali, buntutnya tak
berhenti pada masalah harga kebutuhan pokok yang saling membalap alias efek
domino, tapi melebar ke ranah sosial politik. Bahkan presiden sekarismatik
Soekarno pun mengalami goncangan, ketika hendak menaikkan harga BBM pada era
1960-an.
Posisi pemerintah benar-benar sulit. Di satu sisi tidak ingin menambah
kesusahan masyarakat, di sisi lain harus segera mengambil tindakan tegas untuk
mengurangi defisit APBN yang dapat mengarah pada krisis ekonomi jilid II. Pada
saat ini, Pertamina sebagai satu-satunya perusahaan milik pemerintah sekaligus
ditunjuk sebagai pengaman pasokan BBM, harus memberi kontribusi maksimal untuk
meringankan beban masyarakat dan pemerintah.
Namun, kenyataan berkata lain. Isu mafia minyak di tubuh Pertamina, ternyata
bukan isapan jempol. Di sana benar-benar terdapat jaringan terorganisasi, yang
menyedot minyak secara ilegal dan menyelundupkannya keluar negeri demi
keuntungan pribadi. Pencurian dan penyelundupan BBM besar-besaran yang
terungkap belakangan ini, sudah berlangsung lama. Dari penyelidikan MV Tioman
diketahui, pengisapan minyak lewat gorong-gorong (pipa berdiameter 1,5 meter)
bawah laut terjadi sejak 2004. Anehnya kasus ini baru terungkap sekarang.
Akibat pencurian ini, negara mengalami kerugian Rp8,8 triliun per tahun.
Bandingkan dengan target privatisasi BUMN untuk menutup kebolongan APBN yang
hanya Rp3,5 triliun. Maka, sangat wajar ketika Presiden SBY marah besar setelah
mengetahui kasus ini dan langsung memanggil direksi Pertamina. Kasus ini harus
diusut tuntas dan pemerintah segera mengambil kebijakan preventif untuk
mencegah terulangnya pencurian ini.
Pertama, kontrol pengawasan yang selama ini dipegang Pertamina dikaji ulang.
Bila perlu Pertamina berkoordinasi dengan TNI AL untuk membantu pengawasan
kapal tanker. Apalagi TNI AL melalui KSAL sudah menyatakan kesiapannya membantu
secara maksimal, apabila Pertamina meminta. Selain itu, pengawasan bisa
diperluas dengan melibatkan Polri, Bea Cukai yang mengurusi keluar-masuknya
kapal asing ke Indonesia.
Kedua, sistem pengawasan yang dilakukan Pertamina selama ini perlu diganti,
sebab yang diawasi hanya volume minyak. Artinya, kalau hanya volume, maka tidak
ada pengawasan sehingga, oknum yang melakukan pencurian dengan bebas bisa
mengganti minyak yang dicurinya dengan air laut. Di sini pun sebenarnya masih
terjadi kejanggalan, sebab volume minyak yang dicuri tidak sedikit, mencapai
ribuan ton. Jika diganti dengan air laut, maka jelas sisa minyak yang ada akan
tercemar. Pada saat Pertamina melakukan penyedotan dan pengolahan, tidak
mungkin hal ini tidak diketahui. Kesimpulannya, di tubuh Pertamina memang sudah
ada mafia yang terorganisasi sangat rapi yang melibatkan orang lapangan dan
juga pejabatnya.
Dalam benak kita, tidak mungkin pencurian ini hanya melibatkan mereka yang di
lapangan mulai nakhoda sampai pengawas operasional yang diumumkan Dirut
Pertamina, Widya Purnama. Pasti ada konspirasi tingkat tinggi yang melibatkan
pejabat lebih tinggi. Terbongkarnya kasus ini semakin membuktikan hal itu.
Terbongkarnya kasus ini bukan berawal dari laporan Pertamina, melainkan
penyelidikan kepolisian bekerja sama dengan Bea Cukai dan TNI AL.
Selanjutnya menegakkan hukum bagi terhadap semua tersangka. Mereka benar-benar
harus dihukum sesuai aturan yang berlaku, untuk memberi efek jera bagi yang
melakukan atau belum melakukan. Proses hukum terhadap tersangka juga harus
dilakukan transparan dan independen, agar dapat diawasi masyarakat. Aparat
berwenang, jangan terkesan menutup-nutupi proses hukumnya. Karena selama ini,
apabila melibatkan pejabat tinggi negara, proses hukumnya selalu terkesan
lambat dan ditutup-tutupi aparat. Masyarakat hanya mengetahui perkembangan
kasus, seperti terdakwa sakit, berobat ke luar negeri atau pura-pura sakit
untuk kemudian kabur ke luar negeri seperti tersangka kasus BLBI atau
pembobolan BNI yang melibatkan Adrian Waworuntu beberapa waktu lalu.
Kita masih menanti langkah berani presiden SBY selanjutnya. Apakah ia berani
membersihkan Pertamina dari mafia perminyakan, serta menindak semua aparat
pemerintah yang terbukti terlibat. Atau kembali lagi, yang dipenjarakan hanya
eksekutor di lapangan sebagaimana diumumkan pada 9 September 2005. Masalah ini
akan sangat mempengaruhi wibawa Pertamina dan pemerintahan SBY, serta tingkat
kepercayaan publik terhadapnya. Karena, pencurian besaar-besaran ini terjadi
saat kondisi bangsa serba prihatin termasuk BBM itu sendiri merupakan barang
langka dan mahal beberapa bulan belakangan ini.
Insaf Albert Tarigan,
Jl.Danau Toba Gg Masjid No 87 Jember 68121
e-mail: tarigs17@xxxxxxxxx
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Ada Mafia Di Pertamina?