[ppi] [ppiindia] Aburizal Bakhrie kecolongan berat.
- From: Rono Widagdo <ronowidagdo@xxxxxxxxx>
- To: Sony Tan <sonytan@xxxxxxxxxxxxx>, religionandbelieve_conference@xxxxxxxxxxxxxxx, rimbawan-interaktif@xxxxxxxxxxxxxxx, Gus Rizal <gusrizalus@xxxxxxxxx>, Ronowidagdo <ronowidagdo@xxxxxxxxx>, "Rubby S.Lukito" <rbbns@xxxxxxxxx>, saidputra@xxxxxxxxxxx, sby-yk.anugerah@xxxxxxxxxx, sby_milis@xxxxxxxxxxxxxxx, Susilo Suparman <ss72@xxxxxxxxxx>, Sony Tan <sonytan@xxxxxxxxxxxxxx>, mpi-net@xxxxxxxxxxxxxxx, nasional-list@xxxxxxxxxxxxxxx, tionghoa net <tionghoa-net@xxxxxxxxxxxxxxx>, Wahana News <wahana-news@xxxxxxxxxxxxxxx>, pantau-komunitas@xxxxxxxxxxxxxxx, PartaiDamaiSejahtera@xxxxxxxxxxxxxxx, Pandu C Poluan <pepoluan@xxxxxxx>, "Panji C. Poluan" <p.c.poluan@xxxxxxxxxx>, "Panji C. Poluan" <ppoluan@xxxxxxxxxxxxx>, ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, istiqlal@xxxxxxxxxxxxxxx, jay-army@xxxxxxxxxxxxxxx, steve joseph <satriapalm@xxxxxxxxx>, Abia Kamba <abia_kamba@xxxxxxx>, kompas <kcm@xxxxxxxxxx>, mediacenter@xxxxxxxxxxx, SBY Milis <sby_milis@xxxxxxxxx>, islamliberal@xxxxxxxxxxxxxxx, ahlikeuangan-indonesia@xxxxxxxxxxxxxxx, akubaca <akubaca@xxxxxxxxxxxxxxx>, apakabar-owner@xxxxxxxxxxxxxxx, apakabar4all@xxxxxxxxxxxxxxx, apakabar@xxxxxxxxxxxxxxx, Pemerhati Bangsa <pbangsa2003@xxxxxxxxx>, blora_center@xxxxxxxxx, budaya_tionghoa@xxxxxxxxxxxxxxx, bumimanusia <bumimanusia@xxxxxxxxxxxxxxx>, daarut-tauhid@xxxxxxxxxxxxxxx, elceem@xxxxxxxxx
- Date: Sun, 27 Feb 2005 21:32:42 -0800 (PST)
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
Hy rekans,
tolong tanggapannya. By the way kalau ada info lain tolong lengkapi atau ko=
reksi. Ini hanyalah sebuah upaya untuk jangan salah arah lagi seperti 1998 =
yang lalu. Thanks.
=20
=20
050227 SBY / Aburizal kecolongan dengan Mari E Pangestu?
=20
=93Kalau UMKM diberdayakan, tentu sumbangannya untuk pertumbuhan ekonomi ma=
kin besar.=94=20
=20
Begitu kata sang Menko kita Aburizal Bakrie, Kompas 27.02.05 Ya itu memang=
betul, dan mana dong program kerjanya, sehingga rakyat merasa pasti bahwa=
hal itu bukan hanya lips service kepada rakyat. Dalam kenyataannya, saat =
sekarang ini, setahu ku belum ada apa2-nya.=20
=20
Mestinya sebelum pengumuman kenaikan BBM program itu sudah di publikasikan =
kepada seluruh jajaran rakyat miskin, sehingga tidak dijadikan bulan2 an LS=
M sebagai sasaran demo bayaran yang bodoh. Dan juga program penyaluran sub=
sidi kepada raskin itu dibuktikan dulu, dan dipublikasikan secara luas. Jan=
gin sampai seperti kasusnya Akbar Tanjung dengan dana Bulog yang lalu.
=20
Sebetulnya LSM yang merangkap sekalian sebagai provokator yang begitu sudah=
tahu bahwa kenaikan BBM itu wajar2 saja dalam rangka kemandirian APBN yang=
seimbang. Tetapi mereka ambil kesempatan ini untuk eksis diri. Dan sementa=
ra itu, masalah yang lebih penting dibiarkan berlalu atau tidak tahu, atau =
sekalian untuk membelokkan perhatian orang dari konsentrasi ke masalah lain=
yang lebih gawat untuk tujuan politik tertentu.
=20
Phenomena Mari E. Pangestu.
=20
Yang ini bener2 perlu klarifikasi dan bukti. Sekarang ini sungguh mengejutk=
an adalah kebijakan menteri (pro IMF) kita Mari Elka Pangestu yang, konon,=
akan membebaskan export rotan asalan (rotan mentah), tentu saja ke RRC, K=
orea, Jepang, Taiwan, sedikit ke Eropa. Dalam rangka apa bu ? WTO ?
Tempo hari sudah pernah saya ingatkan kepada salah seorang mantan pejabat t=
inggi Dep Dag dan dia sendiri juga heran atas rencana itu.=20
Dia, kawanku yang ex DepDag itu, merasa pasti begitu pintu ekspor rotan men=
tah dibuka maka seluruh industri kerajinan rotan Jatiwangi Cirebon, yang se=
bagian besar di danai perbankan, dan menyerap tenaga kerja satu juta lebih =
di sekitar Cirebon, yaitu Jatiwangi dan sekitarnya, akan langsung gulung t=
ikar, kredit mikro perbankan dan juga kredit ekspor pembiayaan ekspor rotan=
akan langsung macet, cet !=20
=20
Dan juga, dengan sendirinya jumlah penganggur negeri ini justru akan bertam=
bah minimal satu juta orang.
=20
Sementara itu, di negara lain, pabrik furniture di RRC, Taiwan dan Korea l=
angsung berkembang menjadi eksportir furniture rotan terbesar di dunia. Apa=
lagi RRC mengenakan rate tukar mata uang asing secara tidak bebas, alias se=
ngaja menekan (banting harga nilai uang) rate tukar uangnya supaya dapat me=
ningkatkan dan untuk mendorong ekspornya.
=20
Untuk meningkatkan pendapatan rakyat pengumpul rotan ??
=20
Kalau M E Pangestu berdalihnya adalah untuk meningkatkan pendapatan rakyat =
pengumpul rotan di hutan Kalimantan, Sumatra dsb., berarti ia tidak mengena=
l lapangan. Salah besar !=20
Mari E Pangestu apa sudah pernah lihat kenyataan di Kalimantan ? Saya dua =
tahun pernah tinggal ditepi Kali Kapuas yang merupakan urat nadi kehidupan =
sebagian besar rakyat KalBar.
=20
Berapapun harga rotan dunia akan meningkat, =93 orang Dalam=94 ( istilah ha=
lus / hormat untuk etnis Dayak) tidak akan menikmati hasil kenaikan harga r=
otan itu. Mereka berdagang secara barter. Yang menikmati hanya para tengku=
lak dan eksportir itu dan tentu saja antek2 dan perwakilan serta mata2 nya =
yang berseliweran di kantor Depdag sini..
=20
Cara dagang barternya.=20
=20
Jadi selang beberapa hari, atau 3 a 4 hari sekali, berjalanlah rangkaian ka=
pal sungai, biasanya dua kapal yang saling di kaitkan bergandengan menjadi =
satu, fungsinya sebagai kapal dagang. Dari Pontianak menuju ke hulu sungai,=
membawa dagangan kain kasar, tembakau, garam, ikan asin, rokok, minuman ke=
ras; dan konon dulunya sejak puluhan tahun yang lalu juga kapal seperti ini=
membawa candu, alat madat yang disukai rakyat setempat untuk =93menikmati=
=94 hidupnya.=20
=20
Sekembalinya ke hilir kapal seperti ini membawa hasil hutan termasuk rotan,=
kayu gaharu, tengkawang (bahan dasar kosmetik untuk diekspor ke Perancis) =
dll. Kadang juga duren kalau lagi musim untuk konsumsi Pontianak. Bayangin =
saja satu sampan duren (+ 50 a 60 buah duren) cukup ditukar dengan sepasan=
g pakaian seragam sukarelawan yang berwarna hijau ABRI.=20
=20
Di sepanjang tepian (pantai) sungai, selang dua tiga jam sekali kapal berla=
yar (tanpa layar, tapi pakai motor) lalu akan berhenti mengambil barang dag=
angan rotan di lapangan yang agak luas terdapat tumpukan2 rotan mentah yang=
belum dihaluskan. Hanya sudah dibersihkan dari dahan dan ranting kecil ser=
ta daunnya. Begitulah cara "orang Dalam" menawarkan dagangannya.
=20
Tidak ada seorangpun pemiliknya yang kelihatan menungguinya. Mereka konon b=
ersembunyi, =93malu=94 ketemu orang luar, lalu Juragan (pemilik) kapal itu =
mendaratkan kapalnya, turun melihat dan memeriksa tumpukan rotan. Lalu dia =
langsung mengerahkan anak buahnya dari atas kapal untuk mengangkut rotan it=
u ke atas kapal.=20
Segera setelah itu lalu juragan menurunkan dari kapal, barang2 barternya be=
rupa kain kasar, tembakau, garam, ikan asin, dsb., seluruhnya setara de=
ngan nilai yang diberikan oleh sang Juragan secara sepihak (semaunya sendir=
i) atas rotan yang diambilnya.=20
Tentu saja sang =93orang Dalam=94 , yang waktu itu bersembunyi di balik pep=
ohonan, tidak ada kesempatan tawar menawar, dan mereka, dengan tingkat da=
n gaya kehidupannya, tidak memerlukan macem lainnya itu. Dan kalau mereka =
tidak berkenan dengan barang yang di drop, maka dia biarkan saja dan tidak =
mau mengambil. Nanti kalau juragan itu lewat lagi, barang yang tidak diambi=
l tersebut dengan barang lainnya yang dia sudah ambil sebelumnya.
=20
Yang diuntungkan adalah warga asing.
=20
Keadaan itu masih saya jumpai di era 1965-an saat operasi =93Ganyang Malays=
ia=94 di jaman Soekarno. Konon sekarang =93rakyat Dalam=94 sudah tidak terl=
alu malu2 lagi seperti itu. Dan generasi berikutnya dari sang juragan sudah=
mendirikan rumah tinggal (sebagai terminal) di tepi sungai untuk menerima =
seserahan rotan dari =93orang Dalam=94 untuk kemudian akan di beli oleh Jur=
agan kapal, yang secara berkala datang dengan kapalnya.=20
=20
"Orang Dalam" ini tentu saja tidak tahu nilai rupiahnya berapa, bahkan sama=
sekali akan tidak tahu nilai tukarnya dengan USA dollar misalnya. Dia mera=
sa cukup dengan apa yang diberikan juragan kapal. Kalau dia mau lebih banya=
k lagi, karena misalnya ada tamu atau mau pesta tradisi mereka, ya lalu dia=
letakkan lagi rotan yang baru mereka babat dari hutan yang telah ratusan t=
ahun umurnya. Mereka tidak tahu harga turun atau naik, apalagi harga dalam =
valuta asing dan berapa nilai tukar rupiahnya.
=20
Rangkaian kapal dagang di atas air ini, di Kal Bar lazim disebut sebagai =
=93bandung=94 (tidak ada hubungannya dengan nama ibu kota JaBar.) Kalau bel=
um pernah lihat, baik model ataupun arsitektur kapalnya, persis dengan rang=
kaian serupa (sampai sekarang ) yang sering terlihat di sungai Yang Tse Kia=
ng di RRC, baik foto atau lukisan.
=20
Saya juga pernah menikmatinya, numpang naik =93bandung=94 ini selama empat =
hari / malam tanpa mereka mau menerima bayaran, barangkali karena tahu sia=
pa saya waktu itu, bersama mereka dengan makan minum di tanggung gratis. Me=
mang airnya bukan air kemasan seperti sekarang, tapi segar, cukup diciduk =
dengan timba dan tali dari air sungai yang tadi pagi juga kami pakai untuk =
mandi dan berbagai hajat lainya dll., bersama seisi kapal. Hehehe=85.
Jadi siapa yang akan menikmati kenaikan harga ekspor ? Ya para tengkulak it=
u. Komunitas etnis ini pula yang menghasilkan Eddi Tanzil yang "berjaya" sa=
mpai sekarang.
=20
=20
Jadi, Ibu Mari E Pangestu, berapapun harga beli akan dinaikkan, kenaikan ha=
rga itu tidak menjadikan rakyat Dayak menjadi tambah makmur, kecuali para t=
engkulaknya yang ngepos di bantaran sungai dan juragan kapal yang lalu lala=
ng sepanjang hampir sebulan sekali.
Yang mereka ini setiap kali sudah berduit lumayan pulang ziarah ke tempat l=
eluhurnya sebagai wisatawan kaya di sana. Dan mereka itu semua, hampir sem=
uanya berkewarganegaraan asing, minimal dwi kewarga negaraan, dan masih ter=
ikat dengan ikatan kekeluargaan mereka di negeri leluhurnya ! Ini bukan ras=
ialis ya, tetapi kenyataan.=20
=20
=20
=20
Mari keblinger ?
=20
Menaikkan ekspor rotan mentah sangat merugikan bangsa. Itu hanya sebuah kes=
erakahan para eksportir dan tengkulak. Saran saya untuk Mari E Pangestu, ti=
dak ada gunanya menaikkan ekspor dari rotan mentah, malahan RUGI !=20
=20
Lebih baik naikkan harga dasar di daerah sumber rotannya, seperti gaya Bulo=
g misalnya, yang tentu juga tidak akan mematikan pendapatan para tengkulak=
asing itu, dan seluruh Jatiwangi hidup kembali, memberikan nilai tambah (v=
alue added) pada barang ekspor barang Indonesia yang sudah tidak mentah lag=
i.
.
Prinsip tak kan mengekspor barang mentah sebelum di urapi dengan nilai tamb=
ah (value added ) sepertinya sudah lama jadi prinsip para tokoh ekonomi Ind=
onesia selama ini ( sejak 1983 an).
=20
Lho koq malahan Mari Pangestu jadi limbung. Tekanan lingkungan ? Tidak meny=
adari ?? Atau demi teori ekonomi pasar bebas IMF, WTO dan ajaran waktu kuli=
ah bahwa prinsip ekonomi terbaik dunia adalah perdagangan bebas ? Akhirnya =
kita yang jadi korban pergaulan bebas. Kalau Dr Pang Lay Kim, bapaknya, m=
asih hidup pasti dia di marah2in.
=20
Saya juga setuju bahwa prinsip perdagangan bebas itu bagus, sepanjang semua=
negara sudah setara kemajuan tehnologi masing2. Bagi negara produsen yang =
sudah maju, ini adalah cara mematikan produsen lain dunia dan menjadikannya=
sapi perahan baik sebagai pasar ekspor mereka ataupun sumber bahan mentah =
bagi industri mereka.Apalagi bila menterinya yang dari negara berkembang te=
rsebut bisa dikibulin.
=20
Sekaligus juga untuk mematikun industri baru yang baru tumbuh kemudian hari=
, di negara berkembang. Dengan demikianlah akan abadilah dominasi ekonomi n=
egara yang telah lebih dulu maju. Apakah ini keinginan dan konsep anda Mari=
E Pangestu ? Apakah SBY setuju juga ?
=20
Tidak rasialis.
=20
Tulisan saya ini jangan dituduh rasialis. Justru saya berharap pejabat kita=
ini jangan sampai dituduh rasialis. Maka saya sedikit ungkap contoh perbua=
tan yang berbau rasialis yang disadari atau tidak, berpotensi besar akan m=
enjatuhkan nama baik diri sendiri apabila tidak diwaspadai kemungkinan2 ada=
nya kesan kebijakan yang rasialis.=20
=20
DPR coba tolong interpelasi donk..!
=20
DPR gimana dong koq adem ayem saja ? Soal sampah Bojong saja mau interpelas=
i, kecelakaan lalin interperlasi, selembar surat yang sudah batal demi huku=
m mau diinterpelasi, sementara soal besar gini, soal penghamburan sumber da=
ya alam nasional yang bernilai trilyun dan sangat mempengaruhi hari depan b=
angsa, malahan sampeyan pada adem ayem. Yang soal komprehensip kayak gini,=
juga soal illegal logging yang melibatkan aparat, mestinya itu yang di i=
nterpelasi.=20
Juga soal bagi hasil kontrak kerja penambangan, pengolahan pengusahaan hut=
an, itu semua adalah berpotensi dikorupsi, dan itu yang mestinya dikejar, w=
alaupun tidak mengarah ke penggantian Presiden sekalipun..=20=20
=20
Hak interpelasi perlu digunakan, bukan melepaskan dendam ria saja sekedar b=
ernafsu untuk menjatuhkan pemerintahan yang sekarang, demi bergantian berku=
asa dan nanti setelah jadi eksekutip bergantian ber-aji-mumpung a la banya=
k para pejabat pemerintahan yang sebelum2 nya.=20
Ulah yang begini tidak disukai rakyat. Dan tunggulah 2009, di situ keputusa=
n rakyat. Rakyat menunggu peran DPR yang santun tapi efektip memikirkn kepe=
ntingan rakyat.
=20
Jadi sebagai rakyat, tolong Ibu Mari Pangestu, jawab pertanyaanku ini, Mari=
E Pangestu ini berjuang untuk rakyat Indonesia atau untuk memajukan indus=
tri dan ekspor negara lain, yang mana ? Sorry.
=20
RW.
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around=20
http://mail.yahoo.com=20
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->=20
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources=20
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->=20
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg=
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;=20
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
=20
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
=20
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Aburizal Bakhrie kecolongan berat.