[ppi] [ppiindia] Aborsi Untungkan Dokter
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Fri, 29 Jul 2005 23:38:55 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.kompas.com/kompas-cetak/0507/30/opini/1935407.htm
Aborsi Untungkan Dokter
Saat ini masalah aborsi menjadi topik yang hangat di tengah-tengah masyarakat.
Hal ini terkait dengan upaya legalisasi aborsi melalui Amandemen Undang-Undang
Nomor 23 Tahun 1992.
Kendati upaya amandemen ini secara tersurat dimaksudkan untuk melindungi kaum
perempuan dari praktik pengguguran kandungan yang tidak bermutu, tidak aman,
dan tidak bertanggung jawab, tetapi secara tersirat (menurut saya) hal ini
jelas sebagai upaya mengamankan para profesional medis dari tuntutan hukum atas
tindakan aborsi.
Sebagaimana diungkapkan oleh dr PY Kusuma DSOG, bahwa legalisasi tidak mencegah
aborsi, justru meningkatkan tindak aborsi. Sebagai contoh kasus, pada tahun
1972 ketika aborsi masih ilegal di Amerika Serikat, tercatat angka 100.000
aborsi ilegal. Setelah aborsi dilegalkan, angka tersebut menjadi 1,5 juta
(1984).
Terlepas dari sikap pro dan kontra, aborsi memang telah menjadi suatu komoditas
yang menggiurkan. Menurut penuturan dr Bernard Nathanson (AS)â?"yang
bertanggung jawab atas sekitar 75.000 kasus aborsiâ?" keterlibatan
dokter-dokter di AS dalam aborsi ini tidak lepas dari masalah uang.
Bila dengan 300 dollar AS sekali aborsi, dengan 1,55 juta kasus aborsi berarti
kira-kira 500.000.000 dollar AS per tahun yang hampir keseluruhannya masuk ke
kantong si dokter (www.aborsi.org). Hal ini berarti bahwa legalisasi aborsi
hanya akan menguntungkan dokter atau petugas kesehatan lainnya.
Diharapkan pemerintah dan wakil rakyat yang duduk di kursi DPR/MPR sadar bahwa
upaya menanggulangi aborsi yang tidak aman bukan dengan cara legalisasi aborsi,
melainkan dengan upaya mencegah agar kehamilan yang tidak diinginkan tidak
terjadi. Legalisasi aborsi sama halnya dengan legalisasi tindak kriminal yang
ditentang oleh agama. Farida Yulianti Sindangbarang Loji, Bogor
Jalan Depan Asrama Tentara
Pada tanggal 28 Mei 2005 sekitar pukul 18.00 Wita, di depan Batalyon Raider 600
Manggar, Balikpapan, Kalimantan Timur, mobil yang saya tumpangi, berada di
jalan raya persis di depan asrama tersebut, dihentikan oleh beberapa prajurit.
Sayup-sayup terdengar suara dengan sangat jelas sekali melalui pengeras suara,
Penurunan bendera segera dilaksanakan, segala aktivitas harap dihentikan.
Otomatis arus lalu lintas dua arah berhenti di depan Batalyon Raider 600.
Sementara arus lalu lintas jalan raya terhenti, di sudut asrama militer
tersebut kegiatan beberapa orang (entah petinggi militer asrama atau bukan)
sedang bermain tenis seolah-olah tidak terganggu dengan penurunan bendera itu.
Kegiatan olahraga tenis tetap berjalan tanpa terpengaruh imbauan dari pengeras
suara yang berada dalam asrama tentara itu. Apa artinya ini, sekelompok orang
dengan seenaknya memberhentikan arus lalu lintas, sementara segelintir orang
lainnya boleh bebas menikmati kegiatannya tanpa terganggu keasyikannya?
Apakah ini metode pembelajaran terhadap rakyat sipil agar mencintai republik
ini serta berjiwa patriotisme, atau arogansi militer yang bisa dan sanggup
berbuat apa saja terhadap rakyat biasa?
Jalan raya yang berada di depan asrama militer Batalyon 600 merupakan jalan
umum yang boleh dilewati siapa saja. Saya agak terusik dengan perlakuan
diskriminatif itu, mengapa protokoler militer di asrama tentara harus demikian.
Mengorbankan hak pengguna jalan atau memang demikian yang namanya penegakan
supremasi sipil atas militer.
Mungkin yang berkepentingan dengan protokoler itu tak pernah tahu atau tidak
mau tahu dengan kepentingan hak pengguna jalan yang mungkin harus terburu-buru
karena pekerjaan atau kondisinya untuk segera sampai di tujuan.
Setahu saya, sebagai orang awam, di Istana Negara Jakarta yang tingkat
protokolernya (mungkin) lebih tinggi daripada asrama Batalyon Raider 600
Manggar, Balikpapan, Kalimantan Timur, Paspampres tak pernah menghentikan arus
lalu lintas di depan istana pada saat penurunan dan penaikan bendera setiap
harinya.
Kalau sudah begini, saya hanya membatin sebagai warga negara yang baik dan
pembayar pajak yang taat, boleh saya bertanya, Jalan raya tersebut milik siapa?
Saya berharap mungkin Kepala Penerangan Daerah Militer Kodam VI Tanjung Pura
bisa memberikan keterangan mengenai hal ini. Winarno Pondok Pinang, Jakarta
Tidak Aktif di KIPP Indonesia
Berita di Kompas (22/7), Tanya Rakyat Aceh soal Parpol Lokal, yang antara lain
mengutip pernyataan Sdr Ray Rangkuti, Direktur Eksekutif Komite Independen
Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia, yang mengatakan, Pemerintah Indonesia perlu
menanyakan terlebih dahulu kepada seluruh komponen rakyat Aceh, apakah mereka
benar-benar membutuhkan partai politik lokal. Itu diperlukan agar isu parpol
lokal tidak hanya menjadi klaim sepihak Gerakan Aceh Merdeka. Pernyataan itu
perlu diklarifikasi.
Pernyataan tersebut adalah semata-mata pendapat pribadi Sdr Ray Rangkuti yang
tidak mewakili institusi KIPP Indonesia secara keseluruhan. Sebab, yang
bersangkutan sudah tidak aktif lagi di KIPP Indonesia sebagai direktur
eksekutif sejak tanggal 3 Juli 2005. Muh Ali Yusni Sekretaris Eksekutif KIPP
Indonesia
Catatan Redaksi: Terima kasih atas penjelasannya.
Waspadai NEM Tinggi
Pernah saya protes kepada sekolah (SD) anak saya karena ada laporan bahwa
beberapa anak dari kelas unggulan dibantu guru dalam menjawab soal saat ujian.
Anak yang bersangkutan pun dengan polosnya mengakui kebenaran bantuan guru
tersebut. Namun, sekolah tetap tidak mengakui kebenaran laporan tersebut dan
hanya mengakui ada gurunya yang ikut mengawasi.
Yang mengejutkan adalah ketika pihak sekolah menyatakan bahwa SD lain pun
melakukan hal serupa. Hasilnya, NEM passing grade rata-rata untuk SMP favorit
di Bogor di atas 43. Siswa-siswa yang NEM-nya luar biasa itu telah menguasai
sekolah favorit.
Kepanikan pun tidak terelakkan karena persaingan ada pada SMP yang selama ini
tidak diunggulkan. Orangtua murid harus pasang mata melihat pergerakan passing
grade setiap menit.
Setiap ada pendaftar baru, berarti bisa menjadi ancaman bagi yang lain. Banyak
orangtua murid yang selama ini bangga dengan anaknya karena juara di kelas dan
sering mewakili sekolah untuk adu kepintaran heran begitu banyaknya calon siswa
yang NEM-nya jauh di atas anaknya yang hanya 42.
Kepada SMP-SMP favorit agar waspada terhadap siswa dengan NEM yang luar biasa.
Kalau selama ini pembagian kelas melalui jalur NEM, disarankan untuk membagi
kelas berdasarkan placement test. Bila kemampuan siswa yang NEM-nya tinggi
ternyata jauh di bawah standar sekolah, dapat ditindaklanjuti ke Diknas
setempat.
Untuk tahun mendatang, sangat disarankan agar tidak lagi digunakan NEM sebagai
syarat utama masuk SMP, tetapi agar mencontoh penerimaan mahasiswa baru, yaitu
ada tes masuk dan NEM hanya syarat lulus. Heri S Jalan Seruni, Bogor
Penerimaan Calon Mahasiswa PTN
Tingginya jumlah ketidaklulusan ujian nasional (UN) menjadi keprihatinan semua
pihak, khususnya orangtua siswa. Dengan dimajukannya UN tahap kedua menjadi
tanggal 22 sampai 24 Agustus 2005 memberikan sebersit harapan untuk anak didik
yang sementara ini belum berhasil.
Namun, harapan tersebut kembali meredup dengan sikap Paguyuban Rektor Perguruan
Tinggi Negeri (PTN) yang tidak mau menunggu kelulusan hasil UN tahap kedua
tersebut. Sedangkan Dirjen Dikti Depdiknas telah menyurati perguruan tinggi
dengan memberikan saran agar calon mahasiswa yang belum lulus UN pertama
diperhatikan (Kompas, 7 Juli 2005).
Pernyataan yang menurunkan semangat anak didik misalnya pada berita Kompas dari
Rektor UNJ, Pada dasarnya kami berpegang kepada kesepakatan paguyuban, yakni
tidak menunggu hasil ujian nasional tahap kedua. Kecuali untuk mereka yang
diterima lewat jalur non-SPMB.
Prinsip untuk hanya menerima mahasiswa baru yang telah dinyatakan lulus UN,
saya kira semua orang sependapat. Namun, tidak adakah koordinasi antara Dikti
dan Dikdasmen mengenai urutan waktu yang memberi kesempatan lebih baik bagi
anak didik? Jangan menghancurkan harapan masa depan anak-anak kita. Mereka
masih penuh harapan, jangan dihancurkan harapan itu dengan arogansi kaku.
Saya angkat topi dengan pernyataan simpatik Rektor Undip Bpk Eko Budihardjo
yang mengusulkan pendaftaran mahasiswa baru lewat jalur SPMB di PTN terbuka
sampai akhir bulan Agustus. Sepanjang pemerintah dapat menentukan kelulusan
para peserta UN kedua sebelum 30 Agustus, PTN dapat mempertimbangkan untuk
menunggu calon mahasiswa yang telah lolos SPMB guna mendaftarkan diri. Kembali
lagi masalah koordinasi. Depdiknas hanya satu, menterinya juga hanya satu.
Yang lebih menarik adalah pernyataan Koordinator SPMB Regional III bahwa bagi
mereka yang lulus SPMB untuk masuk perguruan tinggi tersebut tetapi baru
dinyatakan lulus pada UN tahap kedua, pendaftarannya dapat ditunda tahun depan.
â??Mereka tak perlu lagi ikut SPMB tahun depan dan dapat langsung kuliah.â??
Bagus, memberikan harapan melalui penciptaan pengangguran. Mengapa tidak
langsung saja tahun ini?
Kalau boleh mengatasnamakan orangtua siswa, kami hanya ingin mengetuk hati
nurani beliau-beliau yang mempunyai kewenangan memajukan anak bangsa. Atau
mungkin akan lebih baik berharap pada para rektor perguruan tinggi swasta
(PTS)? Semoga para rektor PTS lebih berhati nurani. H Soetikno Jalan Tugu Kav
332 No 37 Jatiwaringin, Bekasi
Rambu Apartemen Pakubuwono
Setelah beberapa kali mengalami kemacetan pada pagi hari di Tamara/jembatan
layang Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, ternyata yang menjadi biang kemacetan
tidak lain adalah pemasangan rambu-rambu lalu lintas bertanda â??Sâ?? (dilarang
stop/berhenti) di sepanjang depan halaman apartemen Pakubowono, Jakarta Selatan.
Kalau mau cari enaknya sendiri, memang begitu caranya. Tidak peduli macet di
tempat lain asal di depan rumah kita lapang dan lengang. Mereka membayar berapa
untuk institusi dinas perhubungan (DLLAJ) agar nyaman seperti itu?
Coba bayangkan sebelumnya, penumpang turun dari angkot dan naik bus kota tidak
mengganggu arus lalu lintas. Namun sekarang dengan pemasangan rambu-rambu itu,
arus lalu lintas menjadi semrawut bukan main. Sudah dapat lahan seluas itu,
yang konon kabarnya Pak Hasyim Ning menjual dengan terpaksa, ternyata masih
kurang.
Jangan serakah, pikir dengan nalar sehat kepentingan orang banyak di jalan
umum. Sekali- kali pimpinan/pemilik apartemen turun ke lapangan. Basoeki
Cipulir, Jakarta Selatan
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
<font face=arial size=-1><a
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hsr2nia/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1122680339/A=2896130/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail">Give
underprivileged students the materials they need to learn. Bring education to
life by funding a specific classroom project
</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Aborsi Untungkan Dokter