[ppi] [ppiindia] AS Ajak Tiga Negara Tolak Perdagangan Manusia

** ppi-india **

  Dunia apa ini, kemoralan dan ajaran Islam perlu disebarkan dalam 
lingkungan masyarakat batam. 


---------------------------

AS Ajak Tiga Negara Tolak Perdagangan Manusia
 
BATAM (Media): Amerika Serikat (AS) mengajak tiga negara, yakni 
Indonesia, Malaysia, dan Singapura untuk tidak menolerir perdagangan 
manusia (human trafficking). AS juga meminta agar semua negara tidak 
menjadikan wanita, seks, dan perbudakan sebagai objek penghasil uang.

''Para korban perdagangan manusia dirampok masa depannya, dan 
keuntungan dari usaha ini mengalir ke kegiatan-kegiatan kejahatan 
lain. Perdagangan wanita dan anak menjadi perhatian kita, sebab 
Indonesia termasuk negara yang memiliki kasus terbanyak dalam 
perdagangan wanita dan anak,'' kata Dubes AS untuk Indonesia Ralph L 
Boyce pada Konferensi Regional Kepolisian tentang Perdagangan Manusia 
di Batam, kemarin.

Pertemuan para aparat kepolisian dari Indonesia, Malaysia, Singapura, 
dan AS di Hotel Turi Beach, Batam, kemarin, kata Boyce, dimaksudkan 
untuk mengeluarkan pernyataan regional, bahwa perdagangan manusia 
tidak akan ditolerir. Boyce sengaja datang ke Batam dengan 
menggunakan pesawat pribadi bersama sejumlah staf.

AS, kata Boyce, telah memperingatkan sejumlah negara agar penegak 
hukum mendukung penuh pemberantasan perdagangan manusia. Sebab, 
perbuatan itu menggerogoti jalinan masyarakat dan merusak nilai-nilai 
kemanusiaan. ''Ada semacam kejahatan khusus dalam perlakuan kasar dan 
eksploitasi terhadap mereka yang tidak bersalah dan rentan,'' ujarnya.

Konferensi ini dilaksanakan di Batam mengingat daerah ini sebagai 
tempat transit sebagian besar wanita dan anak yang akan 
diperdagangkan ke luar negeri.

Untuk mendukung terlaksananya penegakan hukum dalam mengatasi 
perdagangan manusia di dunia, pemerintah AS berjanji menyiapkan dana 
sebesar US$135 juta per tahun. Dana itu akan digunakan bagi 
pemberantasan perdagangan anak dan wanita di dunia, termasuk di dalam 
negeri AS.

Sementara itu, Kepala Bidang Reserse dan Kriminal (Kaba Reskrim) 
Polri Komisaris Jenderal (Komjen) Erwin Mappaseng mengatakan 
Indonesia ingin memperbaiki citra soal perdagangan manusia. Sebab, 
Indonesia enam bulan yang lalu masih dikategorikan peringkat tiga 
dalam perdagangan manusia.

''Kini Indonesia berada di kategori dua, meningkat lebih baik 
ketimbang enam bulan lalu. Kita ingin naik lebih baik lagi," kata 
Erwin.

Erwin menambahkan, ada tiga pintu perdagangan yang cukup besar di 
Indonesia, antara lain Batam, Entikong (Kalimantan Barat), dan Manado.

Dia mencontohkan, penangkapan terhadap beberapa pelaku tindak 
kejahatan penjualan wanita, antara lain Alien, 25, Ayong, 38, Siti 
Mawar, Suriana alias Nana, Syaiful Bahri alias Kojek, Rismiati alias 
Sarina. Mereka ditangkap di Malaysia. Ribuan korban perdagangan 
wanita dan anak telah diselamatkan dari aksi para jaringan tersebut.

Staf kepolisian di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala 
Lumpur, Komisaris Besar (Kombes) Dwi Priyatno menyatakan setiap tahun 
lebih dari 2.000 kasus perdagangan anak dan wanita asal Indonesia di 
Malaysia. Dari ribuan kasus itu kebanyakan melanggar UU RI 23/2002 
tentang Perlindungan Anak dan Wanita.

Kasus terakhir yang ditemukan di Malaysia adalah jaringan penjualan 
anak dan wanita yang dilakukan oleh Siti dan Izmi. Mereka telah 
memperjualbelikan wanita dan anak sebanyak 300-an lebih dalam kurun 
waktu 2003. Selain itu beberapa kelompok lagi masih dalam pengejaran 
polisi Indonesia yang dibantu Interpol.
 




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Other related posts: