[ppi] [ppiindia] 905.505 Guru tidak Layak Mengajar
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sun, 26 Feb 2006 21:01:50 +0100
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.pikiran-rakyat.co.id/cetak/2006/022006/27/0301.htm
905.505 Guru tidak Layak Mengajar
Rehab Sekolah di Ciamis Membutuhkan Dana Rp 200 Miliar
CIAMIS, (PR).-
Sebanyak 905.505 guru dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah
lanjutan tingkat atas (SLTA), dinyatakan tidak layak mengajar. Antara lain,
guru SD berstatus negeri 558 ribu, SD swasta 50 ribu, SMPN 108 ribu, SMP swasta
58 ribu, SMA swasta 40 ribu, sedangkan SMA negeri 35 ribu dan SMK swasta dan
negeri kurang lebih 70 ribu.
KETUA Umum PGRI Prof. Dr. Mohamad Surya (kiri), memaparkan
makalahnya dalam seminar UU Guru dan Dosen di gedung DPRD Ciamis, Sabtu (25/2).
Selain Prof. Surya, seminar yang diselenggarakan PGRI Ciamis dan Unigal ini
dipandu Dr. Suherli dan menghadirkan Sekretaris Dirjen Peningkatan Mutu Tenaga
Pendidikan, Dr. Bachrul Hayat.*UNDANG SUDRAJAT/"PR"
Hal itu dikemukakan oleh, Dr. Bachrul Hayat, Sekretaris Direktorat
Jenderal (Dirjen) Peningkatan Mutu Tenaga Pendidik, di Departemen Pendidikan
Nasional, Sabtu (25/2) dalam seminar tentang Undang Undang Guru & Dosen, di
Ciamis. Seminar yang diselenggarakan kerja sama Universitas Galuh, dengan PGRI
Ciamis, juga menghadirkan Ketua Umum PGRI Prof. Dr. Mohamad Surya.
Total jumlah guru sendiri, sekarang ini hampir 2,7 juta. Dilihat dari
sisi kelayakan mengajar, ternyata masih banyak hal mesti ditingkatkan untuk
kualitas atau kemampuan mengajar ini.
Termasuk, masih banyak guru yang tidak memenuhi persyaratan guru mengajar
di SD, jika melihat amanat UU yaitu mesti lulusan sarjana.
Guru dari 1,2 juta SD yang mengantongi ijazah sarjana baru sekitar 0,05
persen atau kurang lebih delapan ribu guru. Sehingga, secara bertahap
pemerintah akan mendorong para guru ini, bisa memiliki sertifikasi pendidikan
yang ditempuh melalui jenjang pendidikan profesi guru.
Ketua Umum PGRI Mohamad Surya mengakui masih banyak guru yang kurang
memenuhi kualitas. Karena ada juga hanya datang Rabu dan Kamis, atau saat
mengambil gaji. Ada juga yang memang sibuk mengisi pelajaran, hingga tak sempat
lagi menambah ilmunya.
"Termasuk masih banyak guru SD yang belum sampai sarjana sebagaimana
diamanatkan UU Guru," jelasnya.
Sertifikasi
Dengan adanya UU Guru, diharapkan semua permasalahan yang muncul
menyangkut guru ini, secara bertahap bisa diselesaikan. Termasuk untuk
sertifikasi pendidikannya.
Gambaran disampaikan dari Departemen Pendidikan Nasional, bahwa
sertifikasi ini untuk guru dibawah usia 35 tahun wajib atau diprioritaskan
sarjana atau mengikuti pendidikan lagi. Lalu usia 35 tahun hingga 45 tahun,
prioritas kedua. Sedangkan 45 tahun seterusnya ada penyesuaian.
Terkait dengan peningkatan tunjangan fungsional untuk para guru, sekarang
ini pemerintah masih kekurangan dana sebanyak Rp 11 triliun. Hal itu kalau
estimasi perbaikan tunjangan fungsional guru menjadi rata-rata Rp 500
ribu/bulan.
Menurut Bachrul Hayat, total kebutuhan dana untuk 2,7 juta guru dikalikan
Rp 500 ribu selama 12 bulan, yaitu Rp 15,9 triliun. Sementara, dana yang
tersedia pada 2006 yaitu Rp 4 triliun, sehingga masih kurang Rp 11 triliun
lebih.
Pemerhati pendidikan Dr. Suherli yang menjadi moderator mengemukakan,
seminar ini menggariskan bahwa masalah UU Guru dan Dosen, mesti dipahami secara
utuh. Undang undang ini diyakini akan memberikan dampak positif untuk guru
maupun pendidikan secara umum.
Hanya saja, dalam pelaksanaannya bertahap serta perlu dikawal bersama.
Kelahiran aturan ini juga amanat UUD 45, sebagai perjuangan dalam meningkatkan
kualitas guru.
Ambruk
Sementara itu, Pemkab Ciamis membutuhkan dana sebesar Rp 200 miliar,
untuk memperbaiki (rehab) sekolah yang rusak berat serta membangun kembali 400
lebih ruang kelas belajar yang ambruk, mulai di sekolah dasar (SD) hingga SLTP.
Kepala Dinas Pendidikan Ciamis, Drs. H. Wawan Arieffin, M.Pd.,
mengatakan, kebutuhan dana sebesar Rp 200 miliar tadi, akan diajukan ke
pemerintah pusat. Diharapkan nanti akan ada nota kerja sama, antara pusat,
provinsi dan Ciamis, untuk menyelesaikan sarana pendidikan yang rusak, agar
tuntas tahun 2008.
Hasil pendataan telah dilakukan, kata Wawan Arieffin, ruang kelas belajar
yang rusak berat hingga perlu direhab yaiu, untuk SD jumlahnya mencapai 3.197
ruang kelas, MI 635, SMP 332 dan MTs 154 ruang kelas. Total ruang kelas belajar
perlu direhab yaitu 4.318 dengan alokasi anggaran dibutuhkan Rp 177 miliar.
Sedangkan yang perlu dibangun baru, karena ambruk atau di SMP perlu
penambahan ruangan belajar, yakni mencapai 400 lebih. Ruang kelas belajar di
SD yang ambruk mencapai 2003 ruangan, MI 100 ruangan.
"Anggaran dibutuhkan untuk membangun ruang kelas belajar yang baru
mencapai Rp 21 miliar, lebih," tambah Kepala Dinas Pendidikan ini.
Dari pengajuan anggaran untuk perbaikan sarana belajar ini, nantinya
dengan pola 50 persen alokasi anggaran ditanggung pusat, 30 persen oleh Jabar
dan 20 persen dari APBD Ciamis. Masyarakat juga diharapkan bisa
berperan.(A-97)***
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] 905.505 Guru tidak Layak Mengajar