[ppi] [ppiindia] 2006, Bangsa Ini Indah, Apabila ...
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Thu, 29 Dec 2005 23:24:29 +0100
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=228535&kat_id=19
Rabu, 28 Desember 2005
2006, Bangsa Ini Indah, Apabila ...
Oleh : Asro Kamal Rokan
Matahari 2006 segera menyinari bangsa ini. Tidak ada yang tahu apa yang akan
terjadi tahun depan. Namun, tentulah secara sadar semua orang berharap tahun
2006 jauh lebih baik. Tidak ada lagi tsunami yang mendera bangsa ini, tidak ada
wabah penyakit, tidak ada kelaparan, tidak ada orang-orang tewas terinjak
karena ratusan ribu rupiah.
Tidak mudah membangun bangsa yang jatuh, bangsa yang kehilangan tenaga, bangsa
yang tak percaya pada kemampuannya. Tidak mudah membangun bangsa yang
kehilangan arah dan terombang-ambing dalam samudera raya. Tidak mudah
menentukan prioritas di saat semua kehendak dengan segala kepentingannya
bergerak dan berdesakan pada titik sama.
Begitu Orde Baru --sebuah bangunan besar namun rapuh-- tumbang, bangsa ini
mencoba untuk berbenah, membangun rumah baru yang kuat. Namun, rumah besar ini
tidak dibangun atas prioritas, melainkan atas desakan suatu kekuatan. Kekuatan
itu bernama politik. Maka, jadilah rumah Indonesia baru itu sebagai rumah
politik yang besar dan dipuji banyak orang.
Rakyat mendapatkan haknya untuk bersuara, pers begitu bebas, pemilihan umum
dilaksanakan secara demokratis. Tetapi saat bersamaan, rumah baru Indonesia
--rumah reformasi-- yang sebagian modalnya bukan dari kekuatan sendiri,
ternyata bukanlah rumah yang nyaman bagi kebanyakan rakyat. Rumah ini tidak
memiliki fondasi yang kuat untuk kesejahteraan. Mereka mengais rezeki dengan
hasil tak seberapa. Mereka tak pandai berpolitik, kecuali ketika ada
demonstrasi mereka diajak dan mendapatkan sedikit uang.
Bangsa ini seakan dimiliki hanya oleh beberapa orang --tokoh-tokoh politik,
para pemimpin partai, pengusaha-pengusaha besar dengan segala turunannya.
Orang-orang itu bertepuk tangan mendapatkan kebebasannya dalam rumah reformasi
Indonesia. Mereka aktif bergerak untuk mendapatkan kekuasaan, karena mereka
percaya kekuasaanlah yang bisa mengubah kekacauan menjadi kesejahteraan.
Namun dalam rumah reformasi --yang tak memiliki fondasi kuat untuk
kesejahteraan rakyat-- para aktor politik itu lebih suka mempertontonkan
drama-drama penuh ironi, pertengkaran, dan saling menjatuhkan. Sedangkan
rakyat, yang sibuk memenuhi hasrat untuk hidup, adalah penonton dalam tragedi
itu. Mereka jadi penonton, yang duduknya diatur oleh kepentingan aktor-aktor
itu. Kini, matahari 2006 segera terbit --delapan tahun setelah rumah reformasi
berdiri. Ini saatnya memperkuat fondasi bagi kesejahteraan rakyat, peningkatan
ekonomi, dan pendidikan. Pemerintah, sekuat apa pun, tidak bisa sendiri
membangun rumah besar ini sendiri. Semua kekuatan --tokoh-tokoh politik,
pengusaha-- saatnya memberi, bukan mengambil dari rakyat.
Saya memimpikan, tahun 2006 ini, tokoh-tokoh utama politik yang pernah berkuasa
--Pak Harto, Pak Habibie, Ibu Megawati, Gus Dur-- bergandengan tangan dengan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, merumuskan sikap dan perjuangan bersama,
bahu-membahu meningkatkan kesejahteraan rakyat, tidak justru saling meniadakan.
Silakan mereka bertarung kembali, apabila memang berkehendak, pada pemilihan
umum mendatang. Setelah itu, bersatu kembali untuk rakyat. Betapa indah bangsa
ini, bangsa yang dikenal dapat berkompromi, bangsa yang santun, bangsa pemaaf,
bangsa tanpa dendam. Tidak ada yang sulit bagi para demokrat sejati, kecuali
mereka membiarkan hatinya hangus dibakar dendam. Betapa indah bangsa ini,
bangsa yang dibangun para demokrat sejati, bukan bangsa yang mewariskan dendam.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Clean water saves lives. Help make water safe for our children.
http://us.click.yahoo.com/YNG3nB/VREMAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] 2006, Bangsa Ini Indah, Apabila ...