[ppi] [ppiindia] 2006, Bangsa Ini Indah, Apabila ...

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com";><img 
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif"; height="67" width="200" 
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=228535&kat_id=19

Rabu, 28 Desember 2005



2006, Bangsa Ini Indah, Apabila ... 

Oleh : Asro Kamal Rokan 


Matahari 2006 segera menyinari bangsa ini. Tidak ada yang tahu apa yang akan 
terjadi tahun depan. Namun, tentulah secara sadar semua orang berharap tahun 
2006 jauh lebih baik. Tidak ada lagi tsunami yang mendera bangsa ini, tidak ada 
wabah penyakit, tidak ada kelaparan, tidak ada orang-orang tewas terinjak 
karena ratusan ribu rupiah.
Tidak mudah membangun bangsa yang jatuh, bangsa yang kehilangan tenaga, bangsa 
yang tak percaya pada kemampuannya. Tidak mudah membangun bangsa yang 
kehilangan arah dan terombang-ambing dalam samudera raya. Tidak mudah 
menentukan prioritas di saat semua kehendak dengan segala kepentingannya 
bergerak dan berdesakan pada titik sama. 

Begitu Orde Baru --sebuah bangunan besar namun rapuh-- tumbang, bangsa ini 
mencoba untuk berbenah, membangun rumah baru yang kuat. Namun, rumah besar ini 
tidak dibangun atas prioritas, melainkan atas desakan suatu kekuatan. Kekuatan 
itu bernama politik. Maka, jadilah rumah Indonesia baru itu sebagai rumah 
politik yang besar dan dipuji banyak orang. 

Rakyat mendapatkan haknya untuk bersuara, pers begitu bebas, pemilihan umum 
dilaksanakan secara demokratis. Tetapi saat bersamaan, rumah baru Indonesia 
--rumah reformasi-- yang sebagian modalnya bukan dari kekuatan sendiri, 
ternyata bukanlah rumah yang nyaman bagi kebanyakan rakyat. Rumah ini tidak 
memiliki fondasi yang kuat untuk kesejahteraan. Mereka mengais rezeki dengan 
hasil tak seberapa. Mereka tak pandai berpolitik, kecuali ketika ada 
demonstrasi mereka diajak dan mendapatkan sedikit uang. 

Bangsa ini seakan dimiliki hanya oleh beberapa orang --tokoh-tokoh politik, 
para pemimpin partai, pengusaha-pengusaha besar dengan segala turunannya. 
Orang-orang itu bertepuk tangan mendapatkan kebebasannya dalam rumah reformasi 
Indonesia. Mereka aktif bergerak untuk mendapatkan kekuasaan, karena mereka 
percaya kekuasaanlah yang bisa mengubah kekacauan menjadi kesejahteraan.

Namun dalam rumah reformasi --yang tak memiliki fondasi kuat untuk 
kesejahteraan rakyat-- para aktor politik itu lebih suka mempertontonkan 
drama-drama penuh ironi, pertengkaran, dan saling menjatuhkan. Sedangkan 
rakyat, yang sibuk memenuhi hasrat untuk hidup, adalah penonton dalam tragedi 
itu. Mereka jadi penonton, yang duduknya diatur oleh kepentingan aktor-aktor 
itu. Kini, matahari 2006 segera terbit --delapan tahun setelah rumah reformasi 
berdiri. Ini saatnya memperkuat fondasi bagi kesejahteraan rakyat, peningkatan 
ekonomi, dan pendidikan. Pemerintah, sekuat apa pun, tidak bisa sendiri 
membangun rumah besar ini sendiri. Semua kekuatan --tokoh-tokoh politik, 
pengusaha-- saatnya memberi, bukan mengambil dari rakyat.

Saya memimpikan, tahun 2006 ini, tokoh-tokoh utama politik yang pernah berkuasa 
--Pak Harto, Pak Habibie, Ibu Megawati, Gus Dur-- bergandengan tangan dengan 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, merumuskan sikap dan perjuangan bersama, 
bahu-membahu meningkatkan kesejahteraan rakyat, tidak justru saling meniadakan.

Silakan mereka bertarung kembali, apabila memang berkehendak, pada pemilihan 
umum mendatang. Setelah itu, bersatu kembali untuk rakyat. Betapa indah bangsa 
ini, bangsa yang dikenal dapat berkompromi, bangsa yang santun, bangsa pemaaf, 
bangsa tanpa dendam. Tidak ada yang sulit bagi para demokrat sejati, kecuali 
mereka membiarkan hatinya hangus dibakar dendam. Betapa indah bangsa ini, 
bangsa yang dibangun para demokrat sejati, bukan bangsa yang mewariskan dendam. 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Clean water saves lives.  Help make water safe for our children.
http://us.click.yahoo.com/YNG3nB/VREMAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com";><img 
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif"; height="67" width="200" 
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>

Other related posts: