[ppi] [ppiindia] 15 Tahun Mendatang Indonesia Dikhawatirkan Menjadi Bangsa Pengemis

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
Rwpublika
Minggu, 25 April 2004  14:25:00

15 Tahun Mendatang Indonesia Dikhawatirkan Menjadi Bangsa Pengemis

Padang-RoL-- Praktisi pemberdayaan perempuan dan anak nasional Wardah Hafidz
mengkhawatirkan Indonesia pada 15 tahun mendatang akan menjadi bangsa
pengemis, karena banyak orang tua yang mengeksploitasi anaknya dengan
bekerja sebagai pengemis.
"Kekhawatiran ini memungkinkan sebab jumlah pengemis anak-anak di jalanan
(Anjal) setiap tahun meningkat bahkan kondisi ini sangat memprihatinkan
karena mereka juga rawan terlibat kejahatan," kata Wardah Hafidz, di Padang
akhir pekan lalu.
Berbicara di hadapan peserta diskusi antara Jaringan Fenomena Anak Jalanan
yang diselenggarakan oleh Media Konsultan Almadina bersama Forum Komunikasi
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (FKP3A) Sumbar, ia mengatakan,
Anjal rawan terlibat kejahatan, sebab faktor ekonomi membuat mereka mau
berbuat apa saja.
Bahkan bila mereka mencari tempat kost, cenderung di tolak karena mereka
dianggap 'sampah', salah urus  atau bisa menimbulkan masalah (kriminalitas).
Stigma seperti itu pasti muncul sebab Anjal adalah korban akibat
ketidak-berdayaan mereka sehingga struktur seperti itu selalu melekat
padanya. Ia menyebut contoh persoalan yang sama pernah terjadi di Yogya,
bahkan di Jakarta anak-anak dipaksa mengemis oleh orang tuanya dan bila
mereka tidak bisa membawa pulang Rp150 ribu per hari maka mereka akan
dipukul oleh bapaknya di rumah.
"Kondisi ini jelas tidak bisa dibiarkan berlarut-larut bila bangsa ini tidak
ingin menjadi bangsa pengemis, sehingga pandangan negatif terhadap Anjal,
perlu dihilangkan sebab anak adalah generasi penerus bangsa yang harus
dilindungi oleh pemerintah," kata aktivis LSM Urban Poor Centre (UPC)
Jakarta ini.    Menurut Wardah, pemerintah hingga kini belum memiliki data
konkrit tentang jumlah Anjal, sementara berbagai upaya pembinaan terhadap
mereka cenderung berorientasi proyek dan hanya menguntungkan pengurusnya.
"Kebiasaan ini harus dihentikan sebab fenomena mendasar Anjal adalah masalah
ekonomi sehingga pembinaan terhadap mereka perlu dirancang secara
komprehensif terutama bagaimana menangani masalah kemiskinan," katanya.
Untuk mengantisipasi permasalahan Anjal, kata Wardah antara lain melalui
pendekatan kesejahteraan, menumbuhkan organisasi jaringan dan penyadaran
kepada semua lapisan masyarakat terhadap hak anak.
Penyadaran terhadap hak anak dimaksudkan terutama penyadaran kepada orang
tua perlu ditumbuhkan bahwa hak-hak dasar anak harus dihargai dan dipenuhi
yaitu bermain dan belajar bukan mencari nafkah, katanya.   Sementara itu, di
Sumbar sendiri kini tercatat sebanyak 57.865 anak penyandang masalah sosial
(data Hari Anak Nasional 2002) atau 3,9 persen dari 1.480.488  total anak
usia dibawah 21 tahun.
Sebanyak 57.865 anak penyandang masalah sosial itu terdiri atas 47.294 anak
terlantar, 2.788 anak nakal, dan 5.640 Anjal. Di Kota Padang Anjal yang
beroperasi sebagi pengemis sering berada pada perempatan lampu merah di Jl
Bagindo Azis Chan, di pusat-pusat perberlanjaan modern seperti Matahari,
atau Suzuya.
Pemerhati masalah Anjal Sumbar Otong Rosadi SH, MHum mengatakan selain
faktor ekonomi, penyebab lainnya anak-anak berada di jalanan adalah karena
putus sekolah, pengaruh lingkungan.
Faktor lainnya penyebab anak berada di jalanan pada kasu-kasus tertentu
karena terpisah dari orang tua, betah di jalanan, dan renggangnya pola
hubungan kekeluargaan dan kekerabatan. Fenomena Anjal dan kompleksnya
permasalahan mereka, kata Otong   maka sudah saatnya berbagai pihak perlu
menyusun dan melakukan kegiatan penanganannya secara bersama, yang diarahkan
kepada anak, keluarga dan lingkungannya.
Pembinaan Anjal harus dibangun melalui pembangunan jaringan antar pemangku
kepentingan secara terpadu dan modal dasar itu sudah tersedia pada BK3S
(Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial dengan keanggotaannya
ditambah dengan unsur LSM dan perguruan tinggi serta melibatkan perwakilan
Anjal.
"Melibatkan Anjal dalam rangka menyusun model penanganan mereka perlu
ditempatkan dalam perspektif mereka sebab Anjal juga mempunyai hak
dilibatkan sebagai subjek untuk didengar pendapatnya," kata dosen Fakultas
Hukum dan Pasca Sarjana Universitas Ekasakti Padang itu. ant/abi








 . PM Australia Lakukan Kunjungan Mendadak ke Irak


 . 51 Bendera Organisasi Terlarang RMS Diamankan Aparat Kepolisian


 . Pejabat G-7 dan Timteng Sepakat Tingkatkan Tenaga Kerja


 . Upaya Serangan ke Terminal Minyak Irak Digagalkan


 . Bush Kendurkan Sanksi Terhadap Libia


 . Kerusakan Hutan Capai Rp.83 Milyar Perhari


 . DPP Golkar dan Tim Wiranto Belum Padu


 . Pemerintahan Kuat tak Identik dengan Militer


 . Susilo Bambang Yudhoyono Siap Bersaing dengan Wiranto


 . Calon Presiden Perlu Lakukan Uji Publik









© 2003



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com.  Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: