[ppi] [Sabili] Re: [ppiindia] Menag Maftuh Basuni Bekukan CLD KHI Usulan Tim Gender Depag
- From: "moentheng" <hiro75@xxxxxxxxxxxxxx>
- To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
- Date: Fri, 29 Oct 2004 08:26:37 -0000
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
Kan ada mekanisme demokrasi, yaitu suara terbanyak, biarlah suara terbanyak
yang menentukan :-)
> ------------------------------------------------------------
> Sedih saya membaca email Bung Imanov ini.
> Bukankah dalam ajaran islam itu ada ungkapan "Tidak ada agama bagi
> yang tidak menggunakan fikirannya" dan "Carilah ilmu sampai ke
> negeri China"? Kejayaan Islam pernah terjadi di Bagdad, sehingga
> kota itu menjadi pusat studi ilmu segala macam dan didatangi oleh
> manusia berbagai macam agama dan suku bangsa, sehinggha perpustakaan
> Bagdad menjadi sangat kesohor. Tapi kemudian muncul perusuh dari
> utara yang sungguh barbar dan membakar semua hasil studi berupa buku-
> buku ilmu itu menjadi arang dan sebagian besar dibuang dihanyutkan
> ke Sungai Eufrat sampai-sampai sungai itu airnya menjadi hitam legam
> oleh tinta. Nah, sejak itulah dunia Islam menjadi gelap dan zumud
> kembali.
>
> Maka saya bisa bayangkan dalam fantasi saya, salah seorang perusuh
> bersenjata yang mengobrak-abrik perpustakaan dan pusat studi itu
> adalah... Leo Imanov! Orang semacam Anda sudah kedaluwarsa di zaman
> modern sekarang ini, tak ubahnya gogongongan yang tak berarti bagi
> khafilah manusia zaman sekarang yang terus berlalu menerobos ke masa
> depan yang tanpa kebodohan masa lampau lagi. Insya Allah!
>
> Dan Menag sekarang ini tak banyak beda dengan perusuh dari utara itu
> jugalah di mata saya sejak dilakukannya pembekuan terhadap CLH-KHI.
> Tapi dia lupa, bahwa tekhnologi cetak mencetak sudah berkembang
> jauh demikian juga tekhnologi penyebaran informasinya. Dia boleh
> saja membekukannya, tetapi CLH-KHI itu sudah lahir, dan akan dirawat
> oleh zaman sebagai anak yang sehat dan pewaris masa depan. Insya
> Allah!
>
> Ikra.-
>
>
>
>
>
> --- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, Leo Imanov <leo_imanov@xxxx> wrote:
> > bismi-lLah, wa-lhamduli-lLah wa-shshalatu wa-ssalamu ala rasuli-
> lLah
> > wa alaikumu-ssalam wa rahmatu-lLahi wa barakatuH.
> >
> > buanyak orang yang berilmu malah terpelanting dan tertipu dengan
> > ilmunya sendiri, mengapa?
> >
> > kerna bagi mereka merasa ilmunya itu lebih baik dan benar daripada
> > quran dan sunnah, sehingga quran dan sunnah perlu diterjemahkan
> kembali
> > menurut keadaan dan zaman. yang saya maksud bukan fiqh! tapi quran
> dan
> > sunnah dipertanyakan kembali akan kebenarannya seperti umumnya kaum
> > muslimin dan ulama memahami dan menerimanya.
> >
> > yang lebih lagi khan ada juga golongan yang menolak akan perlunya
> > sunnah, cukup dengan quran saja, yang ditafsirkan menurut akal dan
> > logika yahudi, bukannya dengan sunnah rasulu-lLah SAW. kerna bisa2
> kena
> > budaya arab.
> > katakan saja, kita harus ambil budaya arab, apa salahnya kalau itu
> yang
> > membawa keselamatan dunia dan akhirat? atau lebih baik mentrapkan
> > budaya yahudi dengan boneka2nya barat?
> > sayanganya dr. dr. muslim menimba ilmunya dari kuffar dan yahudi,
> > inilah hasilnya.
> >
> > ilmunya hanya untuk ilmu semata, maka sampainya juga cuma kesana
> lach.
> > coba kalau ilmunya untuk ibadah, yakinilah kita akan mengenal
> Allah.
> >
> >
> >
> > --- A Nizami <nizaminz@xxxx> wrote:
> > >
> > >
> > > --- Eko Bambang Subiyantoro <eko@xxxx>
> > > wrote:
> > >
> > > > Sementara itu, Maria Ulfah Anshor, Ketua Umum
> > > > Fatayat NU, mengatakan bahwa sebenarnya adanya
> > > > Kompilasi Hukum Islam atau KHI adalah sebuah hal
> > > > yang positif dan memberi angin baru dalam melihat
> > > > wacana keagamaan terutama Islam di Indonesia. Maria
> > > > Ulfah menyayangkan dengan pernyataan Menteri Agama
> > > > yang melakukan upaya-upaya untuk membekukan
> > > > perbincangan mengenai Kompilasi Hukum Islam
> > > > tersebut, karena mestinya sebagai Menteri Agama,
> > > > dapat mengakomodir pemikiran-pemikiran.
> > > >
> > > > Bagi Maria, upaya pembekuan ini sama saja dengan
> > > > membatasi hak sipil atau hak warga negara untuk
> > > > berkreasi, untuk berfikir, padahal ini adalah temuan
> > > > ilmiah dan sebuah kajian atau temuan ilmiah memang
> > > > harus disosialisasikan. "Jika memang dalam
> > > > sosialisasinya, orang lain tidak sependapat, itu
> > > > boleh saja, tapi ini adalah kajian ilmiah, jadi
> > > > jangan karena tidak sependapat, ini di-cut atau
> > > > dilarang, ini kan sebuah kemunduran, di saat kita
> > > > sedang membangun sebuah jalan demokrasi yang lebih
> > > > baik, tapi di sisi lain masih ada upaya represif
> > > > seperti itu," ungkap Maria.
> > >
> > > Maria ini aneh. Agama kok dikreasikan sesuai keinginan
> > > kelompoknya masing2. Agama Islam itu kan sudah ada
> > > sumbernya, yaitu Al Qur'an dan Hadits. Jika kelompok
> > > Maria seperti JIL dan Paramadina setuju kreasi yang
> > > menyimpang dari Al Qur'an, tapi mayoritas lainnya
> > > tidak setuju dan tetap memegang teguh Al Qur'an dan
> > > Hadits, mau apa?
> > >
> > > Kalau mau demokratis ya harus tunduk keinginan suara
> > > terbanyak. Bukan mau menang sendiri.
> > >
> > >
> > >
> > > =====
> > > Bacalah artikel tentang Islam di:
> > > http://www.geocities.com/nizaminz
> > >
> > >
> > >
> > > __________________________________
> > > Do you Yahoo!?
> > > Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We finish.
> > > http://promotions.yahoo.com/new_mail
> > >
> > >
> > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor
> > > --------------------~-->
> > > Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
> > > Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
> > > http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/TXWolB/TM
> > >
> > -------------------------------------------------------------------
> -~->
> > >
> > >
> > > Kunjungilah www.swaramuslim.net untuk mengetahui berita-berita
> serta
> > > artikel-artikel terbaru tentang Islam
> > >
> > > Untuk subscribe ke milis sabili kirim email kosong ke:
> > > sabili-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
> > > Untuk unsubscribe dari milis sabili kirim email kosong ke:
> > > sabili-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
> > >
> > >
> > > Yahoo! Groups Links
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> >
> > =====
> >
> > Leo Imanov
> >
> > Abdu-lLah
> > AllahsSlave
> >
> >
> >
> >
> >
> > Send instant messages to your online friends
> http://uk.messenger.yahoo.com
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts: